
***Kerajaan Holmes***
…Kamar Pribadi Carissa…
Leonard dan Damian bangkit dari duduk mereka, sangat terkejut melihat Carissa jatuh terbental keluar dari pintu kamar mandi, dengan menahan rasa sakit di bagian dadanya.
Leonard dan Damian yang tidak mengerti apa yang telah terjadi? dan siapa yang menjadi lawan Carissa saat ini? hanya berniat mendekat untuk membantu Carissa, tetapi di cegah keras oleh Carissa.
"jangan ada yang mendekat." perintah Carissa pada Leonard dan Damian, mereka berdua langsung berhenti di tempat masing-masing.
Carissa dengan cepat berguling ke samping, saat sebuah belati melayang ke arahnya. Dengan cepat pula Sophie berlari ingin menginjak tubuh Carissa, tetapi bisa dengan mudah Carissa balas dengan tendangan pada perut Sophie, hingga Sophie terbental mundur ke tembok. Leonard dan Damian sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat? Carissa bertarung melawan sang peramal suci.
Dalam pikiran Leonard dan Damian, hanya ada satu pertanyaan yaitu, apa yang sedang terjadi pada dua wanita yang sama-sama kuat dan memiliki peranannya masing-masing?
Carissa bangkit dengan cepat dan mengambil belati yang tertancap, pada kayu pintu yang sudah rusak dan terjatuh. Dengan cepat Carissa menyerang balik Sophie, tapi lagi-lagi Sophie bisa memunculkan belati lain di tangan kanannya, yang entah berasal dari mana? ataukah hanya magic yang Sophie gunakan.
Carissa tidak berhasil menyerang Sophie dengan belatinya, karena Sophie bisa dengan mudah menangkis serangan dari Carissa. Kini giliran Sophie yang ingin menyerang dengan tusukan belati ke arah leher Carissa. Carissa dengan cepat membuat tubuhnya kayang ke belakang, agar tidak terkena tusukan dari belati yang di pegang oleh Sophie.
Carissa kayang bertumpu pada kedua tangannya, dengan gerakan cepat Carissa menendang keras tangan kanan Sophie yang memegang belati, hingga belati yang di pegang Sophie terlempar jauh. Dengan cepat Sophie ingin membalas menendang tubuh Carissa, dengan lincah pula Carissa membuat gerakan salto untuk mengembalikan tubuhnya kembali berdiri.
"apa kau sudah kehabisan belati untuk coba membunuhku?" tanya Carissa dengan senyum tipisnya ke arah Sophie.
"ada apa ini?" tanya Leonard ingin mendekat, karena mendengar perkataan Carissa, bahwa sang peramal suci ingin coba membunuhnya.
"jangan ada yang mendekat." ungkap Carissa dan Sophie secara bersamaan.
Membuat Leonard langsung diam di tempatnya. Leonard dan Damian hanya bisa saling memandang sejenak, dan tidak mengerti apa yang sudah terjadi pada dua wanita tersebut?
"apa kau yakin ingin mati di tanganku?" tanya Sophie sang peramal suci melihat remeh pada Carissa.
"bila kau mampu silahkan sang peramal suci…!" tantang kembali Carissa.
"dengan senang hati sang pengendali…" balas Sophie dengan cepat memunculkan kembali dua buah belati di kedua tangannya.
Sophie mengarahkan kedua belati tersebut untuk menusuk Carissa secara bertubi-tubi, Carissa dengan gerakan cepat dapat menghindari setiap serangan dari Sophie. Carissa mulai terlihat lelah, karena suhu tubuhnya yang mulai meningkat panas akibat gerakan pada tubuhnya yang dia lakukan.
Carissa mendapatkan sayatan di lengannya, saat menghindari tendangan dari Sophie, dia sedikit lengah karena sudah terlihat lelah, sophie terseyum puas melihat Carissa terkena sayatan darinya. Tanpa pikir panjang Carissa membalasnya dengan terus menyerang Sophie secara brutal.
Sophie terlihat jelas kalah cepat saat ini dengan serangan Carissa. Dengan mudah Carissa membuat Sophie melepaskan kedua belati yang di pegang oleh Sophie. Satu belati terlepas saat Carissa memukul keras tangan Sophie, dan satu belati lagi berhasil terlepas saat Carissa menendang keras tangan Sophie.
Saat ini Carissa mengalungkan kedua kakinya di leher Sophie, dengan cepat Carissa menjatuhkan tubuhnya sembari menarik keras leher Sophie yang ia jepit dengan kedua kakinya, sehingga Sophie terbanting keras ke lantai, dengan menahan tubuh Sophie yang telah rebah di lantai, Carissa mengarahkan ujung belatinya pada leher Sophie.
__ADS_1
Gerakan keduanya tertahan dengan nafas yang sudah terengah-engah, tatapan mereka bertemu dengan mimik wajah lelah mereka berdua.
"aku kalah, kau memang pantas menjadi sang pengendali." ucap Sophie dengan senyum tipisnya.
"aku hanya beruntung, karena kau tidak memakai kekuatan magicmu padaku." balas Carissa.
"kau memang lebih unggul dalam ilmu beladiri, dan aku harap kau tidak akan ada niat lagi untuk mati dengan sia-sia, karena semua takdirmu saat ini, dan kedepannya tidak ada kematian yang mendatangimu. Kecuali seluruh tujuan dan impianmu yang berada di dunia kedua ini tercapai. Kau hanya akan mengalami banyak rintangan dan penderitaan yang menjadi tantangan beratmu mulai sekarang." ungkap sang peramal suci melihat tajam ke dalam mata Carissa yang menatapnya juga.
"hahahaha…!!!" tawa ringan Carissa.
Carissa merenggangkan tekanan pada tubuh Sophie, lalu bangun dari atas tubuh Sophie dan berusaha membantu Sophie untuk bangkit. Leonard dan Damian melihat heran pada kedua wanita yang ada di hadapan mereka, dua wanita yang sudah selesai dari pertempuran mereka.
"jangan pernah meramalkan hidupku lagi, bila kau tidak ingin mati di tanganku." tunjuk Carissa menatap tajam pada Sophie yang sudah berdiri di hadapannya, dengan senyum tipisnya.
"itu sudah tugas ku sebagai sang peramal suci." balas Sophie dengan masih tersenyum manis pada Carissa.
"dan kau ingat serta artikan julukkan apa yang aku dapat di dunia ini, aku sang Pengendali, yang juga bisa mengendalikan mu." ungkap balasan dari Carissa.
Carissa sangat kesal akan sikap keras kepala Sophie, yang selalu memaksakan dukungannya pada Carissa. Agar Carissa dengan kuat bisa menerima takdirnya saat ini, takdir sang pengendali di dunia keduanya.
"hahahaha…sekarang kau sudah bisa mengakui siapa dirimu di dunia ini? dengan senang hati akan aku ikuti keinginan mu sang pengendali." balas Sophie sembari memberikan hormat anggunnya pada Carissa.
Membuat Leonard dan Damian terkejut untuk kesekian kalinya, sebab baru kali ini mereka melihat sang peramal suci, memberikan penghormatan pada seseorang. Biasanya semua orang yang akan memberikan hormat pada sang peramal suci, dengan kedudukan yang Sophie miliki.
"baiklah, biarkan aku mengobati lukamu." ungkap Sophie melihat luka sayatan pada lengan Carissa.
Carissa yang sudah dari tadi menahan lemas dan suhu tubuhnya yang panas, akhirnya tumbang oleng jatuh juga. Tetapi Sophie dapat menahan tubuh Carissa dengan magic Activatornya, agar tubuh Carissa tidak jatuh ke atas lantai.
Perlahan Sophie membuat tubuh Carissa melayang ke udara, dan membawa tubuh Carissa ke atas ranjangnya. Dengan segera Sophie menyelimuti seluruh tubuh Carissa dengan Cold Light Magic, yang Sophie miliki.
Sophie memiliki tiga kekuatan magic special yang ia dapatkan secara alami, saat Sophie sudah dapat menguasai magic dasar Activator sebagai sang peramal suci. Dan tidak banyak orang tahu akan magic special yang di miliki oleh sang peramal suci, yaitu :
Cold Light Magic, cahaya dingin yang bisa membekukan dan mencairkan sesuatu yang ia inginkan.
__ADS_1
Healing Power Magic, kekuatan penyembuh yang memakai dan mengalirkan kekuatan tenaga dalam, atau spritual energi Qi dalam tubuhnya.
Magic Pearl of Life, Kekuatan mutiara kehidupan yang ada di dalam tubuhnya, bisa membangkitkan seseorang yang sudah mati dengan mempertaruhkan nyawanya. Mutiara yang akan muncul ketika sang pemilik memberikannya dengan ketulusan hati pada seseorang yang ingin ia hidupkan kembali.
Leonard dan Damian kini dapat melihat secara langsung magic special Cold Light Magic, yang tidak banyak kesatria di dunia ini dapat menguasainya. Kini sang peramal suci memperlihatkan magic special tersebut, mereka berdua dapat merasakan dinginnya suhu seluruh ruangan kamar Carissa akibat cahaya dingin, yang menyelimuti seluruh tubuh Carissa.
Sophie mendekatkan kedua telapak tangannya ke atas perut Carissa, Sophie ingin membantu menyembuhkan kulit perut Carissa yang terkena racun lendir hitam penyihir, dengan mengalirkan energi Qi dalam tubuhnya pada perut Carissa. Agar Carissa bisa dengan cepat sembuh dari racun tersebut, sebab racun lendir hitam penyihir itu sangat mematikan.
Carissa sangat beruntung hanya terkena sedikit, dan daya tahan tubuhnya kuat dengan vitamin yang segera Carissa minum, serta penawar racun yang Carissa minum bisa membantu mengurangi kadar racunnya. Bila saja orang lain yang terkena racun lendir hitam tersebut, dan telat dalam penanganan, di pastikan akan mati meledak karena suhu panas tubuh yang di hasilkan oleh racun lendir hitam tersebut, bagikan bom yang dengan cepat akan meledak saat terkena lendir hitam tersebut.
Carissa yang setengah sadar dengan perlahan kini dapat merespon, apa yang di lakukan oleh Sophie padanya? Carissa melihat pada Sophie yang berusaha menyalurkan energi Qi dalam tubuhnya, Carissa juga dapat merasakan dingin yang menyelimuti tubuhnya saat ini.
"terima kasih, sudah cukup." ucap Carissa melihat pada Sophie.
Sophie dengan pelan menghentikan energi Qi yang dia salurkan.
"apa kau sudah merasa baikan?" tanya Sophie melihat pada Carissa.
"iya." jawab Carissa singkat dengan menganggukkan kepalanya.
Sophie hanya bisa tersenyum lega melihat pada Carissa, di dalam hatinya yang paling dalam, sangat bersyukur memiliki seorang teman yang sama-sama berasal dari dunianya dulu. Teman yang kini bisa di ajak berbincang, bertukar pikiran, bertarung, bahkan bertengkar. Sophie sangat bersyukur akan kehadiran Carissa di dunia kedua nya ini. membuat hari-hari Sophie yang selalu kesepian mulai menghilang, dan hidupnya yang seakan dingin kini mulai menghangat, akan kehadiran Callysta Angelina atau Carissa Hubert.
"istirahat lah dan cepat sembuh, aku harus kembali ke ruang hampa. " ungkapnya menatap lembut Carissa.
"terima kasih Sophie." balas Carissa dengan telepatinya pada Sophie, dia tidak ingin sebutan nama Sophie, terdengar oleh Leonard dan Damian yang masih ada di sana.
Sophie hanya tersenyum menatap pada Carissa, dan menganggukkan kepalanya untuk membalas ucapan terima kasih Carissa. Dengan lembut dan penuh kasih sayang seorang kakak perempuan, Sophie membelai lembut pucuk kepala Carissa. Sedangkan Carissa memejamkan matanya meresapi sentuhan kasih sayang dari tangan Sophie padanya, dengan perlahan Carissa pun tertidur akibat sedikit magic dari Sophie yang membuatnya mengantuk, karena kondisi tubuh Carissa yang memang sudah sangat lelah dan letih.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.