DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
24. Antoni VS David.


__ADS_3

Tidak ada yang tahu takdir hidup seseorang kedepannya? apa yang akan terjadi? apa yang akan dia terima? hanya Tuhan sang pencipta lah yang tahu.


Begitu pun takdir kehidupan dari seorang Callysta Angelina, takdir yang menentukan dirinya berada di tengah-tengah dua keturunan keluarga Yuandara.


Callysta berada di antara Antoni Yuandara dan David Yuandara. Antoni Yuandara adalah kekasihnya beberapa bulan ini dan Callysta sudah menerima lamaran darinya dengan hati yang tulus ikhlas mencintai Antoni Yuandara.


Sedangkan David Yuandara adalah pria yang tiba-tiba datang di kehidupan Callysta, pria yang tiba-tiba melamarnya ingin menjadikan Callysta istrinya dengan ancaman yang David lakukan dan kekuasaan yang dia punya, Callysta tidak bisa menolak karena melindungi semua rekan-rekan mafianya yang tidak bersalah atas takdir hidupnya itu.


Callysta benar-benar ada dalam dua pilihan yang sangat penting dalam hidupnya, Callysta berada di antara kebahagiaan dirinya sendiri dan kehidupan beberapa orang yang menjadi ancaman karenanya.


Inilah permaianan takdir dari hidupnya, dan dia akan mengikuti alurnya, dia harus menjadi kuat untuk menentukan apa pilihannya? Callysta ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh seorang David Yuandara padanya? setelah Callysta tahu bahwa David adalah saudara sepupu Antoni kekasih yang sangat Callysta cintai.


Callysta berusaha menstabilkan kesadarannya.


"sudah nyonya Yoona saya tidak apa-apa." ucap Callysta yang mulai bisa mengendalikan dirinya.


"minum dulu dokter Callysta." balas nyonya Yoona seraya menyerahkan segelas air putih untuk Callysta.


Callysta dengan segera meminum air putih tersebut untuk membasahi tenggorokannya yang kering, begitu selesai dia menenangkan diri dari shock yang melanda, perlahan Callysta berdiri dari duduknya, dia membalikkan badannya memandang David dan Antoni secara bergantian.


'akan aku ikuti alur permainan mu sebisa aku bertahan, dan tidak akan aku biarkan kau mempermainkanku.' gumam Callysta dalam hati menatap tajam ke arah David.


"apa kau baik-baik saja?" tanya Antoni dan David secara bersamaan, yang membuat keluarga yang melihatnya memandang mereka berdua.


"aku baik-baik saja." balas Callysta ketus pada mereka berdua.


"ooo iya sayang, ayo kenalkan ini kakek ku, dan ucapkan selamat ulang tahun." ucap David tersenyum pada Callysta seraya meraih lengan Callysta, agar dia menghadap pada Johan Yuandara.


Callysta melihat Antoni sekilas, sedangkan Antoni mengepalkan tangannya kuat meredam amarahnya mendengar ucapan mesra David pada Callysta.


'sejak kapan mereka saling mengenal?' gumam Antoni dalam hati karena heran melihat mereka, Callysta dan David bisa datang berdua.


'apa David yang dimaksudkan Mr.X itu? tapi sejak kapan David menjadi mafia?' gumam Antoni terus bertanya pada hatinya.


Callysta menghadap pada Johan Yuandara, sang kakek yang menatapnya tajam, seakan ada yang tidak beres yang dia lihat dari gelagat mereka bertiga.


"selamat ulang tahun kakek, semoga panjang umur, sahat dan bahagia selalu." ucap Callysta mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Callysta mencoba tersenyum ramah pada sang kakek, tetapi sayang Johan hanya bisa melihat datar pada Callysta.


dengan perlahan kakek menyambut uluran tangan Callysta dan segera melepaskannya setelah mengucapkan terima kasih, Callysta tahu akan sikap kakek David padanya yang terlihat dingin.


Callysta berdiri sejajar dengan David, sedangkan Antoni masih bisa menahan rasa cemburu dan amarahnya melihat Callysta bersanding dengan David, Antoni tidak ingin membuat masalah malam ini, apalagi sang kakek ada di sini.


"sejak kapan kalian saling mengenal?" tiba-tiba sang Kakek bertanya masih dengan wajah datarnya.


"kami saling mengenal beberapa tahun yang lalu, saat Callysta menjadi dokter relawan di rumah sakit yayasan Marco Group." jawab David dengan cepat, dia tidak sepenuhnya berbohong karena memang David pertama kali bertemu dan mengenal Callysta pada waktu itu.

__ADS_1


sedangkan Callysta hanya diam saja mengikuti apa permainan David, dia akan membuat perhitungan dengan David bila sudah pulang nanti.


banyak yang Callysta ingin tanya mengenai kebohongannya dan maksud David padanya? mengapa David tidak jujur dari awal padanya kalau dia adalah salah satu anggota keluarga Yuandara, tepatnya cucu kedua dari keluarga Yuandara.


"apa benar kalian sudah bertunangan?" tanya kakek memperjelas dengan masih memasang mimik wajah datarnya tanpa ingin merubahnya sedikit saja.


"sudah aku katakan kakek, kami sudah bertunangan tetapi tidak ingin ada pesta karena aku paling tidak suka di ekspos wartawan, dan Callysta pun sama, iya kan sayang?" tanya David berbohong karena tidak ingin ketahuan sang kakek karena telah memaksa Callysta.


Callysta yang di tanya hanya diam melihat pada David, sekilas dia melihat ke arah Antoni yang diam-diam menggelengkan kepalanya agar Callysta dapat menolak apa yang diucapkan David, dalam hati Callysta tidak boleh gegabah dulu karena yang dia hadapi adalah orang-orang yang berkuasa di dua kota.


salah sedikit untuk bertindak akan patal bagi Callysta dan akan sia-sia juga pengorbanan nya untuk melindungi rekan-rekannya.


"iya kakek…" balas Callysta memutuskan mengikuti permaianan David.


Keputusan Callysta itu membuat Antoni kecewa.


"baiklah kita akan membicarakan ini nanti aku tidak ingin pestaku rusak karena hal ini." ucap Johan memutuskan dan semua yang mendengar mengerti apa yang di maksudkan oleh tetua dari keluarga Yuandara tersebut.


Semuanya pun mengalihkan perhatian mereka pada pengisi suara yang sudah memulai acaranya, Antoni ingin sekali mendekati Callysta dan bertanya padanya tentang masalah ini? tetapi sedetikpun David tidak melepaskan genggaman tangannya pada Callysta dan Callysta tidak ingin membuat keributan dengan menolak perlakuan David.


Acara demi acara terus berlangsung dan tidak sedetikpun David melepaskan tangan dan pandangannya pada Callysta, karena David tidak ingin memberikan Antoni kesempatan untuk mendekati Callysta, David tahu kalau Callysta dan Antoni memiliki hubungan, tetapi David tidak tahu kalau Antoni juga sudah melamar Callysta untuk menjadi istri Antoni.


"bisakah kita pulang cepat?" bisik Callysta pada David dan itu terpaksa dia lakukan karena sudah tidak tahan akan tatapan tajam Antoni padanya.


"tunggu sebentar lagi, kita akan langaung pulang." balas David balik berbisik.


"kau tahu segalanya, aku mau pulang sekarang." bisik Callysta dengan menekan semua kata-katanya.


"tunggu sebentar lagi, kau tidak sabaran sayangku." bisik David kembali, dia sangat suka berdekatan dengan Callysta dan suka menggoda Callysta.


"kita pulang bersama atau aku pulang sendiri?" ancam Callysta pada bisikkannya.


David tidak lagi menjawab bisikkan Callysta bukan berarti dia takut akan ancaman Callysta, sedangkan Callysta yang tahu David tidak mempan dengan ancamannya pun langsung beranjak dari duduknya.


"mau kemana kau?" tanya David pelan seraya menahan pergelangan tangan Callysta.


"aku ingin ke toilet sebentar." balas Callysta melihat pada David.


"ayolah nak....kalian pisah sebentar saja tidak apakan? biarkan Callysta ke toilet sebentar." kali ini mama dari David yang mengeluarkan suaranya, karena melihat sang putra tidak ingin jauh dari Callysta.


Callysta dan David melihat pada Mia, dengan terpaksa David melepaskan Callysta.


Dengan segera Callysta berlalu pergi dan benar dia menuju ke toilet, dan dari sana dia akan berencana untuk pergi meninggalkan pesta.


Beberapa menit kemudian Antoni yang beranjak dari duduknya dan segera berjalan menuju ke arah toilet, dia ingin menemui Callysta karena sudah tidak tahan menunggu terlalu lama.


David pun tahu apa yang ingin di lakukan oleh Antoni dan tahu Antoni ingin pergi kemana? dengan segera David juga menyusul Antoni karena dia tidak ingin membiarkan Antoni dan Callysta bertemu dan berbicara.

__ADS_1


Mereka saling mengejar, sedangkan Callysta masih ada di dalam toilet dan tidak tahu sama sekali kalau Antoni dan juga David menyusulnya.


"Antoni tunggu…" panggil David saat sudah memasuki lorong sepi menuju ke toilet.


Antoni yang merasa di panggil pun menghentikan langkahnya, dia sangat tahu siapa yang memanggilnya dan dengan segera membalikkan badannya melihat pada David.


"mau kemana kau?" tanya David dengan nada biasa berpura-pura bertanya, padahal David sangat tahu apa tujuan Antoni pergi ke toilet.


"aku ingin ke toilet, ada apa?" balas dan tanya balik Antoni pada David.


"mari kita bersama-sama.…!" ajak David membalas pertanyaan Antoni.


"katakan apa tujuanmu?" tanya Antoni yang sudah tidak bisa menahan amarah yang sedari tadi dia tahan.


"apa maksudmu?" tanya David yang berpura-pura tidak tahu akan maksud dari perkataan Antoni.


"apa maksudmu mendekati Callysta?" tanya Antoni dengan menatap tajam David.


"kau mengenal Callysta tunanganku?" tanya balik David dengan menekan kata 'tunanganku'.


"sebelum dia menjadi tunangan mu, Callysta adalah kekasihku, dan aku sangat yakin kau pasti sudah tahu itu." tunjuk Antoni pada David.


"hahahaha…lelucon apa yang kau bicarakan? tidak mungkin Callysta adalah kekasihmu" ucap David yang masih berpura-pura tidak tahu akan hubungan Antoni dan Callysta.


David berpikir kalau Antoni tidak tahu sama sekali kalau dia mendapatkan Callysta dengan cara David mengancam Callysta dan rujukkan dari Jimmy Choo dengan menggunakan nama Mr.X seorang mafia kejam, dan semua keluarganya tidak tahu akan dunia mafia yang di jalani oleh David.


"jangan sembarang bicara Antoni, kau bisa merusak hubunganku dengan Callysta." balasnya dengan tersenyum devil pada Antoni.


"aku tidak sembarang bicara, Mr.X…!!??" ungkap Antoni yang membuat senyum devil David menghilang dari bibirnya, dan menatap tajam pada Antoni yang memanggilnya dengan panggilan Mr.X.


Dalam hati David terkejut karena Antoni tahu kalau dirinya adalah Mr.X, dan David tidak mengira akan secepat ini salah satu anggota keluarganya tahu akan dunia mafia yang di jalani oleh David, terlebih lagi Antoni lah keluarga pertama yang tahu akan kebenaran yang di sembunyikan David pada keluarganya.


"apa Callysta yang memberitahukannya padamu?" tanya David yang curiga pada Callysta, orang yang sudah memberitahukan hal ini pada Antoni.


"Callysta hanya memberitahukan ku akan perjodohan kalian yang di sepakati oleh Jimmy Choo, tetapi aku baru hari ini tahu siapa sebenarnya Mr.X yang terkenal kejam di dunia mafia, dunia gelap yang menjadi musuh dari keluarga Yuandara." ungkap Antoni dengan santai memasukkan satu tangannya ke dalam saku celananya dan tersenyum devil pada David.


Mereka sama-sama menatap dengan tatapan tajam mereka yang menusuk dan aura persaingan dan permusuhan mereka semakin terlihat, tidak ada yang ingin mengalah untuk melepaskan seorang Callysta Angelina, mereka sama-sama ingin mendapatkan Callysta dan menjadikan Callysta hanya milik mereka seorang.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2