DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
146. Antara Cemburu Dan Rayuan.


__ADS_3

***Kerajaan Darkness World***


Semua perubahan wujud untuk penyamaran sudah selesai di lakukan. Kini Carissa memiliki teman yang akan selalu ada untuknya dan selalu mendukungnya. Mereka akan di sebut dan di kenal sebagai anak buah dan pasukan dari putri ketiga kerajaan Luz Hermosa atau Carissa Hubert sang pengendali.


Mereka juga telah mendapatkan persetujuan dan dukungan dari sang ratu penguasa kerajaan Luz Hermosa. Sehingga pergerakan dari pasukan dan anak buah Carissa dengan mudah ikut ke manapun Carissa pergi di dalam istana maupun di luar istana kerajaan Darkness World.


Kini Carissa telah mendapatkan dukungan dari permaisuri Princella Odella, putri mahkota atau Ratu Anora Klarybel, dan perwakilan dari Lembah Kematian. Begitu banyak dukungan yang kini Carissa dapatkan. Semua yang mendukungnya adalah musuh dari kegelapan.


Mereka ikut membantu dan berjuang bersama Carissa untuk mengalahkan kaisar Hayden Pris dan kaisar Yuma Gruffin sang Dewa Neraka. Mereka akan bekerjasama di dalam kerahasiaan yang mereka jaga.


Beberapa hari telah berlalu sejak kedatangan kesatria dari kerajaan Holmes, yang langsung menyamar atas bantuan kekuatan dari permaisuri Princella. Semua urusan Carissa telah selesai, si kembar yang menjadi pasiennya sudah sembuh total, dan kekuatan serta kondisi fisik Carissa juga telah kembali normal.


Pertarungan yang di tunggu tunggu pada kerajaan tersebut, hari inilah akan di laksanakan. Semua persiapan sudah di lakukan, dari arena pertarungan, keamanan dan beberapa tabib handal telah di siapkan sebagian bantuan jika terjadi hal yang tidak di inginkan.


Ketiga kubu telah bersiap-siap untuk saling bertarung. Begitu juga kubu Carissa, dia selalu di dampingi oleh orang orang yang selalu peduli padanya. Mereka kini telah berkumpul di arena pertarungan, untuk menunggu sang kaisar yang akan menjadi pengamat mereka.


Saat Carissa tengah duduk menunggu bersama teman-temannya, seseorang yang tidak terduga datang dan langsung duduk pada kursi yang ada di sampingnya. Seseorang yang membuat beberapa orang tidak suka akan kedatangannya.


"apa kau sudah siap dengan pertarungan ini?" tanya pangeran Hayden Key yang datang secara tiba-tiba.


Semua melihatnya tidak suka, apalagi pangeran Damian dan putra mahkota Leonard. Mereka berdua tahu siapa yang datang? Satu pria lagi yang menjadi takdir pasangan Carissa Hubert sang pengendali.


"apa aku memiliki pilihan lain, pangeran?" tanya balik Carissa dengan dinginnya, tanpa melihat ke arah pangeran Hayden Key.


"hahaha…kau selalu bersikap dingin. Apa kau tidak bisa bersikap lembut sedikit kepadaku?" tanya sang pangeran dengan tawa ringannya.


'teruslah bersikap seperti itu Carissa.' gumam pangeran Damian di dalam hatinya.


'jangan pernah bersikap baik padanya Carissa.' gumam putra mahkota Leonard di dalam hatinya.


Namun kepalan kuat pada tangan kedua pria tersebut melihat tidak suka akan kedekatan pangeran Hayden Key bersama Carissa. Kedua pria tampan yang kini sedang menyamar dan duduk tepat di belakang Carissa, menahan rasa cemburu yang mereka rasakan.


Seiring berjalannya waktu, cinta dan sayang telah tumbuh di hati mereka. Tanpa mereka sadari, kini mereka hanya perlu mengembangkan dan merasakan dengan hati mereka masing-masing.


Carissa diam tidak ingin menjawab perkataan pangeran Hayden Key.


"jangan terlalu membenciku, nanti lama kelamaan kau bisa jatuh cinta kepadaku." ucap sang pangeran dengan tatapan lembutnya melihat Carissa.


Sejak Carissa berhasil menyembuhkan dan menyelamatkan nyawa kedua adik kembarnya, pangeran Hayden Key merasakan perasaan berbeda untuk Carissa. Hatinya telah goyah dan jatuh akan pesona kuat yang di miliki oleh wanita cantik yang ada di sampingnya.


Perasaan hati yang awalnya tidak merasakan apapun selain kebencian untuk menghancurkannya? Kini telah berubah menjadi menyukai, menyayangi dan mulai mencintai wanita yang terikat takdir dengannya. Tidak ada yang dapat mencegah rasa cinta itu akan memilih masuk ke hati yang mana? Itulah yang kini Hayden Key rasakan.


Rasa itu datang dan masuk begitu saja. Kini hati dan pikirannya hanya di penuhi oleh seorang wanita yang bahkan tidak pernah bersikap baik kepadanya. Hanya sikap dingin dan ketus yang selalu di perlihatkan, namun anehnya Hayden Key menikmati itu semua.

__ADS_1


"ayolah sayangku…bagaimana juga aku adalah pria yang terikat takdir denganmu? setidaknya bersikap lembutlah sedikit saja." ucap rayuan sang pangeran, yang membuat beberapa orang yang mendengarkannya menjadi heran dan tidak percaya, sang pangeran bisa berbicara lembut kepada seorang wanita.


Sedangkan Damian dan Leonard semakin di bakar api cemburu akan perkataan Hayden Key. Carissa tahu ada aura panas dari arah belakangnya, sejak Carissa memakai cincin pengikat dia dapat merasakan apapun di sekitarnya?


Ini sungguh menyiksa bagi Carissa, dia tidak dapat tenang merasakan aura kecemburuan itu. Carissa harus segera bertindak, jika tidak ingin ada keributan yang akan terjadi.


"pangeran." ucap Carissa menoleh ke arah sampingnya sembari menghela nafasnya.


"iya sayangku." balas pangeran dengan tatapan lembut melihat intens wajah cantik Carissa.


"bisakah kau pergi dari sini." ucapnya dingin sekaligus mengusir secara halus.


Beberapa orang yang mengenal bagaimana kekejaman dari pangeran Hayden Key terkejut tidak percaya, akan kata pengusiran yang lontarkan oleh Carissa.


Senyum pangeran semakin mengembang, bukannya marah dirinya malah semakin semangat untuk meraih Carissa menjadi miliknya. Karena pangeran sangat suka tantangan. Jadi penolakan yang di lakukan oleh Carissa adalah perjuangan yang akan dia raih.


"aku akan pergi, jika kau memberikan balasan yang setimpal." ucapnya dengan senyum menawan yang menambah aura ketampanan wajahnya yang tertutup setengah bagian.


Carissa memejamkan matanya sejenak, sepertinya dia akan kesulitan meladeni tingkah laku pria yang ada di hadapannya itu. Sungguh pria yang mengingatkan dirinya pada seseorang di masa depan.


Beberapa hari mengenal pangeran Hayden Key, Carissa semakin familiar akan sikap dan semua tingkah lakunya semakin mirip dengan pria yang memaksanya dulu untuk menjadi tunangan dan istri dari pria tersebut, dan Hayden Key sangat mirip dengannya.


"pangeran, apa kau mencoba untuk menghalangiku dalam pertarungan ini?"


"tidak, tidak sama sekali. Malah aku datang untuk memberikan dukunganku padamu." ucapnya.


"aku tidak mengganggu dirimu, aku hanya ingin kau tahu jika aku selalu ada untukmu." ucapnya membalas dengan binar cinta yang terlihat dari sorot matanya.


Api cemburu dua pria semakin memanas dari arah belakang Carissa. Mendengarkan seorang pria sedang melancarkan rayuannya terhadap wanita yang mereka sayangi. Carissa dapat merasakan itu. Keadaan Carissa semakin sulit saat ini, dia harus memakai trik agar Hayden Key pergi dari tempat itu.


"pangeran, aku sungguh terganggu akan kehadiranmu. Aku harus berkonsentrasi dan menyusun rencana. Jadi jika kau terus ada di sini, itu artinya kau memang sengaja menggangguku agar aku kalah dari pertarungan ini. Itukan yang kau mau." ucap Carissa sedingin mungkin.


Pangeran Hayden Key terdiam dengan raut wajah yang berubah datar.


"aku ingin kau menang." ucapnya datar.


"kalau itu yang kau inginkan dan harapkan dariku, pergilah dari sini. Biarkan aku menenangkan diriku."


"baik kalau itu yang kau inginkan, tapi berikan aku sesuatu yang bisa membuat aku pergi. Dengan satu balasan dariku juga, satu hal yang membuatmu penasaran akan aku beberkan." ucapnya yang membuat Carissa mengerutkan keningnya menatap heran ke arah Hayden Key.


"apa maksudmu?"


"kau tahu maksudku. Apa perlu aku katakan di sini? di hadapan semua pasukanmu." ucapnya berbisik, namun masih dapat di dengar oleh beberapa orang yang ada di belakang dan samping Carissa.

__ADS_1


Carissa tahu apa yang di maksudkan oleh sang pangeran? Semua tentang masa depannya yang di ketahui oleh pangeran Hayden Key, membuat Carissa harus menahan diri untuk menghadapi ulah dan sikap Hayden Key. Sampai semuanya terungkap dan terjawab, dari mana sang pangeran mengetahui kebenaran tersebut.


Carissa menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, sepertinya dia harus mengalah dan mengikuti aturan main sang pangeran.


"baiklah pangeran." ucap Carissa.


Membuat Damian dan juga Leonard terkejut tidak percaya, Carissa mau mengikuti permainan dari pangeran Hayden Key.


"aku tidak memiliki apapun yang bisa aku berikan kepadamu? kecuali benda benda ajaib keramat yang bahkan kau tidak bisa menyentuhnya. Jadi apa yang bisa aku berikan padamu, pangeran?" ucap Carissa dengan mimik yang sedikit melunak, dan pangeran Hayden Key suka melihatnya.


"aku tidak ingin sebuah barang. Aku ingin sebuah janji darimu." ungkapnya yang membuat Carissa kembali heran sekaligus harus hati-hati kali ini.


Pangeran menginginkan sebuah janji darinya, semua orang tahu sebuah janji tidak bisa di permainkan. Jadi Carissa harus hati-hati kali ini.


"janji…kau meminta sebuah janji padaku? apa kau sadar pangeran?"


"aku sadar."


"aku tidak bisa mengucapkan janji dengan sembarangan, memberikan janji yang tidak bisa aku tepati, dan tidak bisa memenuhi janji yang nantinya hanya akan membuat aku dalam masalah." ungkap protes Carissa, yang membuat Damian dan Leonard senang akan sikap tegas Carissa.


"tidak akan seperti itu. Aku tidak akan menyulitkan dirimu."


Carissa diam, dia tidak bisa berbicara apapun saat ini. Dia juga tidak bisa mengatakan kata setuju akan janji yang di minta oleh sang pangeran.


"aku hanya ingin, jika nanti kau menang. Berjanjilah kepadaku untuk ikut pergi bersamaku sehari saja ke suatu tempat yang akan membuatmu senang. Hanya itu janji yang aku minta darimu." ucapnya dengan raut wajah yang berharap Carissa menyetujuinya.


"Carissa, jangan setuju." ucap telepati Damian membuka segel penghubung mereka secara diam-diam.


Untungnya segel tersebut tidak dapat di rasakan kekuatannya, dan hanya Carissa yang dapat mengatur panggilan telepati mereka berempat. Sedangkan ketiga pria hanya bisa membuka dan menutupnya biasa saja.


Carissa dengan cepat membalik dan menyembunyikan telapak tangan kanannya, di mana segel penghubung Damian terbuka, jangan sampai pangeran Hayden Key melihatnya. Carissa berusaha bersikap tenang.


"Carissa apa kau mendengarkanku?" panggil Damian kembali. Dia benar-benar tidak suka dengan paksaan yang di lakukan oleh pangeran Hayden Key terhadap Carissa.


Carissa masih diam, apa yang akan dia jawab saat ini? Sungguh tidak ada di dalam impian dan keinginan Carissa atau Callysta untuk menghadapi tiga pria sekaligus. Ternyata merepotkan mengatur mereka, seperti sekarang ini. Carissa menatap jauh ke depan sembari berpikir cepat apa yang akan menjadi jawaban untuk permintaan sang pangeran?


Tidak ada yang tahu takdir mereka di masa depan. Tidak ada yang tahu rasa cinta akan berlabuh dan masuk ke hati siapa? Tidak ada yang tahu apa yang menanti mereka selanjutnya? Hanya bisa mengikuti alur perjalanan dan garis takdir yang sudah di tentukan, lebih baik daripada melakukan banyak perlawanan yang melelahkan.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2