DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
129. Mencoba Bernegosiasi.


__ADS_3

***Kerajaan Darkness World***


Semua orang menanti jawaban dan keputusan dari kaisar Hayden Pris, atas permintaan yang di ajukan oleh permaisuri Princella Odella. Permintaan yang meminta pengawasan untuk sang pengendali. Permaisuri menginginkan pengawasan untuk sang pengendali ada di bawah pengawasannya.


"hamba tidak setuju akan permintaan permaisuri." ucap tegas Selir Agung yang masih pada posisi semula. Posisi di mana tubuhnya masih berdiri kaku akibat totokan yang di lakukan oleh permaisuri Princella Odella.


Permaisuri hanya diam memandang sang kaisar, ungkapan tidak setuju yang di layangkan oleh sang selir Agung, sudah dapat di tebak olehnya. Pihak dari dua kerajaan Kegelapan tersebut sama-sama menginginkan sang pengendali ada di bawah pengawasan mereka.


"mana bisa permaisuri Princella mampu dalam mengawasi sang pengendali. Dia tidak cukup kuat untuk tugas ini, permaisuri hanya akan membuat sang pengendali kabur dengan mudah dan lepas dari kerajaan ini." tuturnya dengan sikap angkuh dan memandang remeh sang permaisuri yang tepat berdiri di sampingnya.


Permaisuri hanya diam tanpa ingin menjawab celotehan remeh yang di ucapkan oleh selir Agung. Kaisar memandang permaisuri dan Selir Agung secara bergantian. Terlihat jelas bahwa Selir Agung memang tidak menyukai dan memandang remeh permaisuri Princella Odella. Selir Agung tidak mengenal baik siapa sang permaisuri?


Semua yang hadir di dalam aula utama kerajaan Darkness World tersebut juga tidak luput memandang dua wanita yang di miliki oleh sang kaisar secara bergantian. Tidak sedikit dari mereka saling berbisik dan ingin tahu keputusan apa yang akan di ambil oleh sang kaisar? Apakah akan mendukung sang permaisuri? ataukah akan mendukung Selir Agung? Hanya kaisar Hayden Pris yang tahu.


"maafkan hamba yang mulia." ucap seorang pria berkisar 50 tahunan. Seorang pria yang di ketahui menjadi kepercayaan sang permaisuri. Terlihat berwibawa walaupun berpakaian sederhana.


"dari segi apa anda menganggap permaisuri Princella Odella tidak mampu dan tidak cukup kuat untuk mengawasi sang pengendali?" tanyanya untuk membela sang junjungan yang telah di remehkan oleh Selir Agung.


"siapa kau? lancang…berani menyela ucapan ku?" tanya selir Agung memandang tidak suka pada pria tersebut.


"maaf yang mulia Selir Agung yang terhormat. Hamba hanya bawahan rendah yang menjadi pengawal dari yang mulia permaisuri." jawabnya dengan sikap hormat membungkukkan sedikit tubuhnya ke arah Selir Agung.


"lancang kau seorang pengawal rendahan berani mencela ucapan ku. sepertinya kau sudah bosan untuk hidup di dunia ini." ucap ancamannya untuk menunjukkan kekuasaan yang di miliki oleh Selir Agung.


Selir Agung memang tidak cukup baik untuk mengenal seseorang? dia merasa kuat dan patut untuk di hormati karena dia adalah seorang putri dari kerajaan Kegelapan Dasar Neraka, putri dari kaisar Yuma Gruffin sang Dewa Neraka. Selain itu kekuatan yang di miliki Selir Agung, sebenarnya tidak sebanding dengan pria yang menjadi pengawal kepercayaan dari sang permaisuri. Apalagi akan di bandingkan dengan kekuatan tersembunyi yang di miliki oleh permaisuri Princella Odella.


Selir Agung terlalu sibuk akan kedudukan tingginya dan kekuasaan untuk meremehkan semua orang yang ada di dua kerajaan itu Hingga dia lupa untuk melihat dirinya sendiri, apakah sudah cukup baik dan kuat melawan seseorang yang dia tidak kenal dan menganggap remeh semua orang.


"maafkan hamba yang mulia Selir Agung, setidaknya anda harus membuktikan setiap tuduhan dan ucapan anda itu." jawab sang pengawal pribadi permaisuri Princella.


"kau benar-benar lancang, dan tidak sadar telah berhadapan dengan siapa?" ucap seorang pria yang ada di samping Naranja Oscuro. Pria yang berasal dari kerajaan Kegelapan Dasar Neraka.


Pria sama yang mencela Carissa saat kejadian belati beberapa saat yang lalu. Pria itu menatap tidak suka ke arah pengawal pribadi sang permaisuri.


Kaisar tahu ini pasti akan berlanjut, jika dirinya tidak cepat mengambil keputusan. Tidak akan ada satu orangpun yang ingin mengalah, semua menginginkan sang pengendali ada di bawah pengawasan mereka.

__ADS_1


"cukup…!" ucap cela kaisar Hayden Pris dengan tegas.


"di sini aku yang akan mengambil keputusan, siapa yang pantas dan siapa yang mampu untuk mengawasi sang pengendali." ucap sang kaisar menengahi. Dia juga tidak ingin mengambil keputusan yang akan membuat dirinya dalam masalah.


"aku harus membuktikan siapa yang pantas dan mampu untuk hal ini?" ucapnya lagi, namun kali ini tatapan mata kaisar mengarah kepada Carissa sang pengendali.


Carissa pun tahu itu, tatapan yang seakan menunjukkan jika sang pengendali harus membantunya untuk memilih siapa yang pantas dan mampu dalam mengawasinya.


"karena di sini ada dua orang yang saling bertentangan. Jadi kalian berdua boleh membuktikannya." ucap sang kaisar memandang ke arah Selir Agung dan permaisuri Princella secara bergantian.


"pemenangnya lah yang akan mendapatkan hak untuk mengawasi sang pengendali, bagaimana sang pengendali?" ucapnya dengan tatapan yang sarat akan arti melihat ke arah Carissa Hubert.


Carissa cukup heran dengan tatapan dan maksud dari sang kaisar.


'apa yang di rencanakan oleh kaisar ini, aku harus berhati-hati.' gumam Carissa di dalam hatinya melihat balik sang kaisar.


"tentu saja yang mulia, di sini saya tidak punya pilihan lain selain mengikuti permainan anda." jawab Carissa dengan sikap yang cukup tenang.


Kaisar Hayden Pris tersenyum ke arah Carissa, senyum sang kaisar yang jarang untuk di perlihatkan. Kini dapat di lihat oleh semua yang hadir di dalam aula utama istana kerajaan Darkness World. Senyum yang tentu saja menambah aura ketampanan wajah sang kaisar. Cukup langka bagi mereka yang baru melihatnya.


Kaisar cukup terkesan melihat sikap tenang Carissa. Apalagi sorot mata jeli dan teliti yang di miliki oleh Carissa, saat Carissa membantu permaisuri Princella dari serangan sebuah belati dari pihak yang tidak menyukai sang permaisuri.


Dari cara tatapan mata, sikap dan ucapan kaisar Hayden Pris padanya, Carissa tahu semua keputusan yang akan di putuskan oleh kaisar, mengikut sertakan dirinya. Apakah ini sebuah jebakan untuknya? ataukah ini hanya taktik sang kaisar mencari jalan keluar dari perselisihan dari dua wanitanya.


"apa yang bisa hamba bantu lakukan untuk anda yang mulia?" tanya Carissa dengan tepat sasaran dari maksud tersembunyi kaisar Hayden Pris.


Kaisar masih tersenyum puas akan sikap Carissa yang tenang dan dapat membaca maksud darinya. Mengingatkan dirinya kepada dua bersaudara yaitu permaisuri Princella Odella dan saudarinya permaisuri Pricelia Luvena. Yang selalu bersikap tenang dan pandai membaca situasi serta maksud dari seseorang.


"kau cukup tahu apa yang aku maksudkan? Aku ingin kau bertarung melawan permaisuri dan Selir Agung ku. Biarkan kekuatan mereka yang menentukan siapa yang berhak untuk mengawasi mu?" ucap kaisar dengan santainya. Tetapi cukup membuat semua orang terkejut akan keputusan sang kaisar.


Bagaimana mungkin seorang wanita belia melawan permaisuri? yang hidupnya kekal abadi dengan kekuatan spiritual cukup tinggi anugerah dari langit. Serta Selir Agung putri yang berasal dari kerajaan Kegelapan Dasar Neraka, dengan kekuatan yang juga cukup tinggi. Namun, semua itu belum di ketahui hasilnya, jika pertarungan belum di laksanakan.


Carissa semakin tahu maksud dari sang kaisar, dia ingin menyelesaikan masalah tanpa membuat masalah lainnya, serta meringankan beban tuntutan yang harus dia putuskan.


Carissa tersenyum karena merasa lucu, dirinya merasa di jadikan seperti bidak catur yang mengikuti alur dari si pemain. Sebuah pion yang bisa berubah menjadi posisi apapun? mengikuti alur permainan yang akan di mainkan. Bisa saja kalah dan menang, kini sang kaisar lah yang menjadi pemain yang mengendalikan dirinya sebagai pion.

__ADS_1


"anda cukup cerdik yang mulia. Apa anda yakin hamba bisa melawan permaisuri dan Selir Agung anda, yang terlihat kuat dan tentu lebih jauh berpengalaman dari hamba." jawab Carissa masih melihat intens wajah tenang kaisar Hayden Pris.


"tentu saja kau bisa, tunjukkan siapa itu sang pengendali? Bila kau cukup kuat melawan salah satu dari mereka, dan dapat mengalahkan salah satunya. Anak remaja itu akan aku lepaskan dan tidak akan ada yang berani menyentuhnya, karena dia akan ada di bawah perlindungan ku." tunjuk sang kaisar ke arah putra mahkota Devano Liberata.


"bagaimana? tawaran dariku tidak sepenuhnya membuat kau rugi, ada balasan yang pantas kau dapatkan. Aku tahu bagaimana caranya pasukan ku mendapatkan dirimu dengan mudah. Aku rasa ini cukup menarik dan akan mengurangi sedikit beban mu saat ini." ungkap kaisar Hayden Pris.


Kaisar Hayden Pris tahu segalanya, tahu juga bagaimana caranya sang pengendali di dapatkan dengan mudah oleh pasukan dari kerajaan Darkness World? Kaisar sengaja memberikan penawaran yang cukup membuat Carissa sang pengendali tergiur, dan tidak ingin sang pengendali menolak apa yang sudah dia rencanakan?


Carissa terdiam dengan tatapan yang sedatar mungkin, namun di dalam pikirannya ini adalah peluang bagus untuk melindungi putra mahkota Devano Liberata. Agar beban dirinya sedikit berkurang, tetapi apakah ucapan dari kaisar Hayden Pris dapat di percaya? Carissa ingin kepastian dan bukti yang nyata untuk jaminan ucapan dari sang kaisar.


Carissa mencoba untuk bernegosiasi kepada seorang kaisar kerajaan yang terkenal kejam dan bengis, serta hidupnya yang kekal abadi. Apakah keberuntungan berpihak kepada Carissa? dia akan mencobanya.


"hamba butuh bukti jaminan dari tawaran anda yang mulia." ucapnya dengan mimik wajah datar dan dinginnya.


"lancang kau…berani meminta sesuatu yang tidak pantas kau minta kepada yang mulai kaisar." tunjuk salah satu pria paruh baya, yang menjadi perdana menteri dari kerajaan Darkness World.


"cukup perdana menteri, biarkan dia meminta sesuatu yang dapat membakar semangatnya." ucap cegah kaisar meredakan emosi dari bawahannya.


"baik yang mulia." balas sang perdana menteri.


"bukti jaminan apa yang kau butuhkan?" tanya kaisar melihat intens wajah Carissa yang terlihat datar dan dingin dengan sorot matanya yang tajam.


"hamba hanya minta, tolong lepaskan putra mahkota Devano dari rantai iblis dan biarkan dia terus bersama dengan hamba yang mulia, jika hamba dapat mengalahkan salah satu dari wanita yang anda miliki." ucap Carissa sedikit menekan kata-kata terakhirnya.


Semua terkejut tidak percaya akan ucapan terakhir yang berani di katakan oleh Carissa kepada kaisar Hayden Pris. Ucapan yang cukup berani dan sedikit tidak sopan berbicara kepada seorang kaisar kerajaan.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2