DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
162. Harapan Kaisar Hayden Pris.


__ADS_3

***Kerajaan Darkness World***


Malam begitu dingin dan sunyi pada setiap sudut istana kerajaan Darkness World, setiap penghuni istana sudah tertidur dengan nyaman pada kamar hangat mereka masing-masing. Hanya ada beberapa penjaga yang masih berdiri siaga untuk menjaga keamanan istana pada setiap sudutnya.


Namun tidak dengan sang kaisar dan permaisuri kerajaan itu, mereka berdua kini masih terjaga karena suatu hal yang kaisar inginkan.


"Ada keperluan apa, sehingga yang mulia datang ke kamar hamba malam malam seperti ini?" Tanya permaisuri Princella menatap dingin sang kaisar yang kini tengah duduk di hadapannya.


Sang kaisar tidak segera menjawab, ia hanya diam sejenak dan melihat intens wajah cantik permaisuri yang masih terlihat cantik tanpa polesan make up sama sekali, karena saat kaisar datang permaisuri akan bersiap untuk tidur.


Kaisar pun menghela nafasnya perlahan, hatinya kini begitu tenang dan hangat setiap kali melihat wajah cantik nan teduh wanita yang sangat ia cintai seumur hidupnya. Wanita yang ingin ia dapatkan cintanya sejak dahulu, hingga saat ini tidak mampu ia raih hati dari sang pujaan hatinya.


"Aku akan tidur malam ini di sini." Balas sang kaisar pada akhirnya.


Permaisuri terdiam, sudah cukup lama kaisar tidak minta untuk tidur bersama dengannya. Perasaan dingin sang permaisuri lah pemicu mereka tidak begitu sering untuk berinteraksi bahkan tidur bersama, layaknya pasangan suami istri pada umumnya.


Kaisar lebih memilih tidur sendiri di kamar utama, walaupun dia memiliki istri lainnya. Namun kaisar Hayden juga tidak pernah mau tidur bersama dengan wanita yang tidak ia cintai. Selir Agung memang benar istri sahnya juga, mereka bisa bersama dan menikah karena perjodohan dan perjanjian kaisar Hayden bersama Dewa Neraka. Bukan atas dasar suka atau cinta.


Di dalam hati kaisar Hayden hanya ada permaisuri Princella sejak dulu hingga sekarang. Dirinya tidak mudah untuk berpaling ke lain hati.


"Kenapa permaisuri hanya diam saja?" Tanya kaisar melihat tidak ada respon apapun dari permaisurinya.


"Apakah kau keberatan?" Tanyanya lagi.


Pandangan mata permaisuri begitu dingin melihat sang kaisar, walaupun hatinya masih marah dan kecewa pada kaisar Hayden. Namun tidak bisa ia pungkiri jika pria yang menjadi kaisar kerajaan itu adalah suami sahnya. Suami yang seharusnya ia layani dengan baik, tetapi kenyataannya mereka seperti dua orang asing.


Kaisar Hayden yang tahu jika permaisurinya selalu dingin terhadapnya. Tentu ia bisa mengerti itu, karena kesalahan dan pemaksaan yang sudah ia lakukan pada wanita tersebut. Kaisar tidak ingin menyakitinya lebih dalam lagi, dengan memaksakan kehendak yang tidak di inginkan oleh permaisurinya. Kaisar tidak ingin wanita yang ia cintai semakin membenci dirinya, sehingga ia pun sering sekali menghindari sang permaisuri agar wanitanya selalu nyaman berada di kerajaan itu dan di sisinya.


"Maaf kalau aku telah mengganggu istirahat mu, permaisuri." Ucap kaisar tahu, diam permaisuri mengartikan jika ide tidur bersama malam ini tidak di inginkan olehnya.


Suasana begitu terlihat sangat tidak nyaman, beberapa pelayan, pengawal, penasehat pribadi kaisar dan permaisuri yang berdiri di depan pintu kamar dapat mendengar jelas pembicaraan singkat junjungan mereka, walaupun samar mereka juga tahu suasana di dalam kamar sangat tidak nyaman, kaku dan terasa dingin.


Kaisar yang sangat begitu mencintai permaisurinya, mampu terus mengalah, menahan diri, mengucapkan kata maaf dan selalu lembut serta sabar menghadapi sikap dingin sang permaisuri. Sikap kaisar Hayden yang tidak akan pernah ia perlihatkan kepada orang lain selain di hadapan permaisuri Princella Odella.


"Baiklah…aku akan kembali ke dalam kamarku." Ucapnya sembari bangkit dari duduknya.


Sikap diam permaisuri yang hanya melihat dan tidak menjawab perkataannya, kaisar mengartikan itu adalah sebuah penolakan halus yang sedang di lakukan oleh permaisuri.

__ADS_1


Namun tidak dengan permaisuri, dia bersikap dingin terhadap kaisar karena sudah terbiasa seperti itu sejak dahulu. Tetapi di dalam hatinya, ia tidak pernah mau menjadi istri yang durhaka terhadap suami yang selalu lembut dan sabar dalam menghadapinya. Permaisuri marah dan kecewa kepada kaisar akan peristiwa penjebakan dan kontrak darah yang di lakukan oleh kaisar Hayden bersama Dewa Neraka yang sangat ia tentang sejak dulu.


Balas dendam terhadap kematian kedua orang tua dan adik kandungnya, yang telah di bunuh oleh kaisar Hayden dan Dewa Neraka dulu masih tertanam di dalam hatinya hingga saat ini. Namun seiring berjalannya waktu, sebuah kebenaran yang ia selidiki secara rahasia beberapa tahun belakangan ini, telah membuka mata dan hatinya. Jika kebenaran tentang kematian seluruh keluarganya, semua itu tidak ada hubungannya dengan kaisar Hayden Pris.


Bukti dan kebenaran yang ia temukan menunjukkan, jika kaisar Hayden tidak ikut dalam penyerangan itu karena sedang berada di wilayah Batas Khayangan. Di mana tempat tinggal Dewa Bumi, dan bertarung melawan Dewa Bumi untuk menaklukkan Dunia Tengah. Di saat kemenangan kaisar Hayden melawan Dewa Bumi, di saat itulah kematian seluruh keluarganya yang berada di kerajaan Eternity World bagian Barat Utara terjadi.


Pembantaian yang di lakukan oleh Dewa Neraka dan seluruh pengikutnya. Dewa Neraka kaisar Yuma Griffin adalah dalang tunggal dalam pembunuhan itu. Jadi jelas balas dendam permaisuri terhadap kaisar Hayden Pris hilang begitu saja saat mengetahui kebenaran tersebut, dan sebagai gantinya balas dendam itu di tujukan kepada Dewa Neraka atau kaisar Yuma Griffin.


Permaisuri masih marah dan kecewa kepada kaisar Hayden Pris, karena sang kaisar rela melakukan kontrak darah bersama kaisar Yuma Griffin Dewa Neraka, untuk mendapatkan bantuan juga kekuatan besar dalam melawan kaisar kerajaan Eternity World bagian Barat Utara, dan juga agar mudah untuk mendapatkan dirinya. Itulah alasan permaisuri hingga kini masih dingin terhadap kaisar kerajaan Darkness World tersebut.


Begitu kaisar telah bangkit dari duduknya, permaisuri segera menjawab setelah dengan cepat menghembuskan nafasnya untuk menentralkan perasaan hatinya yang berkecambuk.


"Pelayan…Persiapkan ranjang untuk kami. Malam ini yang mulia kaisar akan tidur bersama ku di kamar ini." Ucap tiba-tiba permaisuri melihat kaisar kini dengan wajah datarnya.


Tatapan yang tadi terlihat dingin kini sudah tidak ada lagi pada wajah permaisuri. Datar tanpa senyum, namun sorot matanya terlihat lembut bagi kaisar. Senyum tipispun terbit pada bibirnya. Hatinya terasa menghangat dan bahagia akan sikap permaisuri yang bisa menerimanya malam ini.


"Baik yang mulia." Balas dua pelayan permaisuri segera masuk dan melakukan perintah yang di ucapkan oleh junjungan mereka.


Permaisuri bangkit, lalu berkata.


"Tentu, lakukanlah." Balasnya, hatinya begitu bahagia malam ini.


Tanpa mengucapkan apapun, permaisuri melangkah mendekati kaisar Hayden. Ia membantu untuk melepaskan jubah sang kaisar, dan juga beberapa pakaian yang saat ini kaisar gunakan. Permaisuri sendiri yang membantu kaisar untuk mengganti pakaian tidurnya.


Tentu kaisar terlihat pasrah akan semua tindakan yang di lakukan oleh permaisuri saat melayani kebutuhannya sebelum tidur. Dari menggantikan pakaian, membasuh wajah dan kakinya, permaisuri yang melakukannya secara pribadi tanpa bantuan seorang pelayan. Tentu hal itu membahagiakan bagi kaisar Hayden yang sudah lama tidak di layani oleh permaisuri Princella Odella.


Malam ini akan menjadi malam yang membahagiakan bagi kaisar Hayden Pris. Sepertinya malam ini, dia akan tertidur pulas karena ada wanita cantik yang menemaninya tidur bersama.


"Apakah ada yang Anda butuhkan lagi, yang mulia?" Tanya permaisuri berdiri tepat di hadapan kaisar yang kini sedang duduk pada tepian ranjang tidur mereka.


Kaisar tidak menjawab, ia memberikan isyarat kepada semua pelayan yang masih ada di dalam kamar mereka, untuk segera pergi dan meninggalkan mereka berdua.


Semua pelayan mengerti dan langsung pergi.


Kini tinggal mereka berdua di dalam kamar itu. Kaisar menatap lembut dan hangat wajah wanitanya malam ini, sedangkan permaisuri cukup gugup karena sekian lama mereka tidak berada pada posisi seperti malam ini.


"Aku tidak membutuhkan apapun lagi." Balas kaisar masih menatap puja wanitanya.

__ADS_1


"Silakan tidur, yang mulia. Semoga anda bermimpi indah malam ini." Ucap permaisuri sekedar basa basi.


"Aku pasti bermimpi indah, karena ada permaisuri menemani ku tidur malam ini." Balasnya. Begitu teduh dan hangat sorot mata sang kaisar.


'Sorot matanya selalu teduh dan lembut jika memandangku. Jika terus seperti ini, bagaimana bisa aku marah kepadanya.' Gumam permaisuri di dalam hatinya. Namun tatapannya tidak lepas dari mata teduh sang kaisar.


Kaisar tahu sikap permaisuri saat ini sedikit melunak. Terlihat jelas dari raut dan sorot matanya yang tidak sedatar dan sedingin tadi.


"Mari permaisuri, sudah waktunya untuk beristirahat, izinkan aku membantu mu untuk naik ke atas ranjang." Ucap kaisar sembari mengulurkan tangannya ke hadapan permaisuri.


Permaisuri melihat ke arah uluran tangan dan wajah kaisar secara bergantian. Namun hanya diam tanpa pergerakkan apapun, sebab dia masih belum terbiasa kembali mendapatkan perlakuan lembut dari kaisar Hayden.


'Mengapa dia hanya diam, apakah aku sudah melewati batas?' Gumam kaisar melihat permaisuri hanya diam dan tidak menyambut uluran tangannya sama sekali.


'Mengapa dia selalu memperlakukan aku lembut dan baik, setelah sekian lama aku bersikap acuh dan dingin kepadanya. Jika seperti ini terus, aku benar-benar akan luluh kepadanya.' Gumam permaisuri melihat kembali sikap baik dan hangat kaisar malam ini, dan mengingat kembali bagaimana sabar dan hangatnya sikap kaisar selama mereka menjadi pasangan suami istri.


Selama mereka bersama, walaupun tidak dekat dan permaisuri selalu bersikap acuh serta dingin. Namun kaisar tidak pernah sekalipun bersikap kasar dan memaksakan kehendaknya kepada permaisuri, itulah kenangan yang terlintas sekarang di pikiran permaisuri.


''Aku terlalu bahagia, sehingga lupa akan batasanku.' Gumam kaisar kembali.


Kaisar ingin menarik kembali uluran tangannya karena tidak ada sambutan dari permaisuri. Ia tidak ingin melewati batasan yang akan membuat permaisuri merasa tidak nyaman bersamanya.


Namun dengan tiba-tiba sebuah sentuhan lembut dan hangat dapat ia rasakan. Tatapan matanya tertuju pada telapak tangan yang kini tengah tertutup oleh telapak tangan permaisuri yang terlihat putih, bersih, hangat dan lembut.


Pandangan matanya pun menatap kembali ke arah wajah cantik wanita yang selama ini bertahta di hatinya. Begitu terasa hangat ruangan yang tadi sempat terasa dingin. Begitu hangat hati yang kini tengah berbunga dan mulai bersemi. Begitu bahagia kaisar rasakan di dalam hatinya mendapatkan sambutan hangat dari wanita yang biasanya bersikap acuh dan dingin kepadanya selama ini.


Apakah bisa mereka melewati batasannya malam ini? Apakah boleh kaisar meraih wanita yang sangat ia puja dan cintai? Apakah permaisuri akan benar-benar luluh dan takluk terhadap perlakuan sang kaisar? Apakah bisa hal baik ini akan terus terjadi selama sisa hidup mereka? Boleh kah kaisar Hayden Pris mengharapkan itu? Kedekatan dan kebersamaan yang selama ini kaisar harapkan bersama dengan permaisurinya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2