DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
12. Syarat Dari Jimmy Choo.


__ADS_3

Callysta Angelina dan Antoni Yuandara resmi menjadi sepasang kekasih, tetapi mereka sepakat untuk menyembunyikannya dari publik. Papa angkat Callysta sang ketua mafia Balck King Jimmy Choo, tidak boleh mengetahui hubungan asmara mereka.


Callysta juga ingin mengenal Antoni dan ingin lebih tahu serta mendalami perasaan Antoni kepadanya. Apakah ini perasaan sesungguhnya pria itu ataukah hanya perasaan sesaatnya?


Callysta tidak ingin Antoni mendapatkan masalah dari sang ketua mafia yang terkenal dengan kekejamannya, juga ketamakannya akan uang dan kekayaan.


Hari hari telah berlalu. Callysta dan Antoni sudah keluar dari rumah sakit seminggu yang lalu. Callysta menjalankan pekerjaannya menjadi seorang dokter di rumah sakit Trina Yuan seperti biasanya.


Banyak rumor dan gosip yang beredar di rumah sakit tentang dirinya dan Antoni yang satu ruang perawatan. Bukan Callysta Angelina namanya, jika dia tidak bisa membereskan rumor tersebut.


Callysta akan menjelaskan secara perlahan, kepada semua rekan dokter dan perawat yang bertanya tentang rumor tersebut. Callysta menjelaskan semua adalah perintah mutlak dari tuan muda Antoni Yuandara yang sudah dia tolong pada malam naas itu.


Apa yang Antoni lakukan kepada Callysta? Hanya bentuk tanda terima kasih tuan muda kepadanya, dengan menjaga keamanan Callysta hingga sembuh. Penjelasan Callysta juga di bantu oleh kepala rumah sakit atas perintah Antoni, yang tidak ingin gadisnya mendapatkan masalah hanya karena rumor yang beredar.


Semua berjalan tanpa hambatan dan rumor itu perlahan menguap begitu saja. Callysta dan Antoni akan bertemu secara diam-diam di apartemen mewah milik Callysta, ataupun apartemen milik Antoni. Mereka bertemu dengan cara menutupi diri dengan menyamar agar tidak ada yang mengenali, mereka menutup hubungan itu dari publik.


Hubungan asmara mereka berdua terus berkembang. Antoni semakin cinta kepada Callysta dan ingin cepat menjadikan gadis itu sebagai istri sah sekaligus nyonya Yuandara berikutnya.


Sedangkan Callysta mulai nyaman dan suka akan kebersamaan mereka, perlahan rasa cinta muncul di dalam hatinya. Kelembutan dan perhatian sayang Antoni kepadanya mampu meluluhkan hatinya yang tertutup.


Enam bulan telah berlalu, hubungan yang terjalin semakin erat walaupun tidak ada yang mengetahui. Hingga tiba saat Antoni ingin melamar Callysta untuk menjadi istrinya, mereka akan bertemu minggu siang ini di apartemen Callysta. Semua sudah Antoni siapkan dan atur untuk melamar sang pujaan hati menjadi istri sahnya hari ini.


Callysta yang kebetulan libur pada hari minggu, hanya berdiam diri di dalam apartemen mewahnya. Menikmati hari liburnya setelah lelah bekerja, namun tidak hari ini.


Callysta baru saja mendapatkan kabar dari sang papa angkat, yang ingin bertemu dengannya di sebuah cafe langganan mereka untuk membicarakan sesuatu.


Callysta mempunyai firasat yang tidak nyaman akan pertemuan itu. Pasalnya, beberapa kali Callysta telah menolak untuk melakukan misi yang di perintahkan oleh sang papa untuk membunuh seseorang.


Agar tidak membuat sang papa semakin marah kepadanya, Callysta pun menyanggupi untuk datang kesana. Ingin mengtahui apa yang akan di bicarakan oleh sang papa kepadanya?


"Apa kabar papa?" Sapa Callysta berusaha tersenyum ke arah papanya yang memasang wajah datar.


"Duduk!" Perintahnya tegas, Callysta pun dengan patuh untuk duduk.


Tatapan mata tajam Jimmy Choo sangat mendominasi dan membuat ngeri orang yang melihatnya. Callysta berusaha tenang agar tidak melakukan kesalahan saat berbicara pada sang ketua mafia tersebut.


"Kau sangat sibuk sehingga kau melupakan aku, Papamu…!" Ucapnya masih dengan tatapan matanya yang tajam dan wajah datarnya melihat ke arah Callysta.


"Maafkan aku Pa…akhir-akhir ini pasien ku banyak yang harus di operasi." Jawab Callysta seraya menelan Salivanya untuk membasahi tenggorokannya yang kering.

__ADS_1


Jimmy Choo tersenyum devil yang membuat Callysta dan orang yang melihatnya ngeri dan merinding.


"Pantas saja kau selalu menolak untuk melakukan misi, dan tidak pernah lagi memberikan apa hasil buatanmu." Ucap Jimmy Choo sembari menyesap kopi hitamnya tetapi tetap melihat tajam ke arah Callysta.


"Aku akan segera mengirimkan apa yang papa minta! Tetapi untuk melakukan misi aku belum bisa papa. Maafkan aku dan tolonglah mengerti keadaanku saat ini." Balas Callysta mencoba memberikan penjelasan.


Jimmy Choo meletakkan cangkirnya sedikit kasar dan Callysta tahu pria kejam itu sedang menahan amarahnya.


"Sampai kapan kau menolak perintah ku dan melakukan pekerjaan doktermu itu?"


Callysta menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan, dia benar-benar tidak ingin melawan Jimmy Choo yang sudah merawat dan membesarkan dirinya hingga dewasa. Callysta tidak ingin menjadi anak yang tidak tahu terima kasih kepada orang yang sudah mengangkat Callysta menjadi putrinya.


Walaupun Callysta sadar dan tahu bahwa Jimmy Choo, menjadikan Callysta hanya sebagai alat untuk mencari uang sejak usianya sembilan tahun. Melakukan misi pembunuhan dan memanfaatkan kejeniusannya untuk meracik sebuah racun dan penawarnya, yang dapat mereka jual serta di pakai untuk menghabisi target dan musuh mereka.


"Papa…menjadi dokter adalah impian ku sejak kecil, dan aku suka melakukannya." Ucapnya sedikit ragu.


Jimmy Choo tertawa mengejek ke arah Callysta mendengar apa yang gadis itu katakan.


"Impianmu menjadi seorang dokter, apa kau lupa siapa dirimu yang sebenarnya? Apa kau yakin masih ada yang akan percaya kau sebagai seorang dokter? Jika orang tahu siapa dirimu yang sebenarnya?" Tanya Jimmy Choo menajamkan setiap kata-katanya.


"Kau dokter sekaligus seorang pembunuh bayaran." Ucap Jimmy Choo sedikit berbisik.


Jimmy Choo berbisik bukan takut akan kata-katanya dapat di dengar oleh orang lain, tetapi nada dan kata-kata Jimmy Choo hanya sedikit ancaman untuk Callysta.


"Papa… kau bersikap begini kepadaku, apa karena aku hanyalah putri angkatmu?" Tanyaku dengan nada kecewa.


"Apa kau sadar siapa dirimu? apa kau mencoba menentang dengan tidak mengikuti semua perintahku, karena kau merasa hanya sebagai putri angkatku?"


"Papa, apa aku tidak boleh menentukan hidupku selanjutnya? Apa masih kurang aku membantumu selama ini?" Tanyaku mencoba berani.


"Kau sudah berani membuat kesepakatan dengan ku?" Tanyanya tajam seraya memicingkan matanya ke arah Callysta.


"Papa…aku tetap menghormati mu sebagai orang tuaku, aku hanya tidak ingin membunuh orang lagi, apa papa tidak bisa mengerti itu?" Jawabnya sekaligus bertanya secara berterus terang.


Jimmy Choo tertawa lepas yang membuat semua mata pengunjung cafe tertuju ke arah mereka.


"Jadi selama ini, kau tidak mau melakukan misi karena tidak ingin membunuh lagi." Tanyanya dan Callysta mengangguk ragu.


Jimmy Choo masih tertawa seolah perkataan Callysta adalah lelucon untuknya. Callysta hanya melihat intens ke arah papa angkatnya tersebut.

__ADS_1


"Baiklah kalau kau memang maunya seperti itu, tetapi ada satu syarat yang harus kau setujui…" Katanya tersenyum tipis melihat Callysta.


Senyum tipis Jimmy Choo memiliki arti bagi lawan bicaranya untuk waspada. Callysta pun sudah mulai siaga dan bersiap dengan apa yang ingin di lakukan oleh papa angkatnya itu?


"Syarat apa papa…?" Tanya Callysta ragu-ragu.


"Kau harus menikah dengan Mr. X ketua mafia dari Tiger King." Jawabnya dengan duduk santai dan bersandar pada kursi cafe.


Callysta terkejut mendengar syarat dari sang papa untuk menikah dengan Mr. X ketua mafia dari Tiger King, seseorang yang belum pernah ia lihat. Callysta hanya sering mendengar namanya, Mr.X ketua mafia Tiger King yang terkenal lebih kejam dan kaya raya jika di bandingkan dengan Jimmy Choo.


"Menikah dengan Mr. X ?" Kata Callysta memperjelas.


"Iya." Balasnya singkat.


"Bagaimana mungkin papa? Mr. X… aku dan dia tidak saling mengenal."


"Tetapi dia tahu dirimu… dia sendiri yang mengajukan pernikahan ini kepadaku, karena dia menyukaimu sejak pertama kali dia melihatmu." Ucap Jimmy Choo santai.


"Tapi bagaimana mungkin papa? Menikah dengan orang yang tidak aku sukai, lagi pula aku tidak pernah melihat dan mengenalnya sama sekali." Ucap Callysta berusaha menolak.


"Semua itu akan mungkin kalau Mr. X sudah menginginkannya. Aku pun tidak bisa menolaknya, jadi suka atau tidak kau harus menikah dengannya." Ucap Jimmy Choo atas keputusannya.


"Tapi papa…" Ucap Callysta terputus.


"Tidak ada penolakkan, atau kau akan mati di tangan Mr. X bila menolak keinginannya." Ancam Jimmy Choo.


"Apa papa tidak akan membelaku?" Tanyaku untuk memastikan.


"Siapa yang berani melawan Mr. X ? Aku tidak ingin ambil resiko, jadi kau harus menikah dengannya." Kata Jimmy Choo menajamkan setiap ucapannya.


"Kau persiapkan lah dirimu… aku akan memberikan info selanjutnya. Jangan coba-coba untuk menghindar, kau mengerti!" Peringatan Jimmy Choo mengancam sembari bangkit dan menunjuk ke arah Callysta. Pria itu segera berlalu pergi begitu saja.


Callysta duduk diam tidak bergerak sama sekali, dia tidak berdaya. Air mata yang dari tadi ia tahan pun luruh jatuh ke pipi putihnya. Hatinya sakit akan sikap keras sang papa angkat yang Callysta hormati dan sayangi selama ini. Jimmy Choo tidak pernah tulus menganggap Callysta sebagai putri angkatnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2