
…Kerajaan Dakrness world…
Setelah beberapa perdebatan bersama dengan raja Azura, pangeran Hayden Key memilih untuk pergi meninggalkan kediaman Carissa Hubert. Dengan begitu banyak orang yang hadir di dalam ruang itu, tidak leluasa bagi pangeran untuk berbicara kepada Carissa. Walaupun kedatangannya ada yang ingin ia sampaikan, mengenai Selir Agung yang memiliki kekuatan tersembunyi yang tidak ia ketahui hingga saat ini.
Begitu ia tidak mendapat celah untuk berbicara, dia pun teringat akan kekuatan telepati yang ia miliki, cara berkomunikasi khusus antara dirinya dan juga Carissa sebagai calon pasangan hidup yang sudah terpilih.
Sebelum akhirnya dia pergi, dia dengan cepat membuka segel pada tangan kanannya untuk melakukan telepati kepada Carissa.
"Putri Carissa…! Apa kau bisa mendengarku?" Sapa sekaligus tanya pangeran Hayden Key melalui telepatinya kepada Carissa, dan hanya mereka berdua yang dapat mendengarnya.
Carissa terdiam, segel pada telapak tangan kanannya terbuka dan dia tahu suara itu milik pangeran Hayden Key. Carissa melihat ke arah sang pangeran, ia tahu ada maksud akan telepati yang pangeran lakukan kepadanya.
"Iya, hamba mendengar anda, pangeran…!" Balas sopan Carissa, dia masih harus bersikap tetap hormat kepada pangeran kerajaan ini agar pangeran Hayden Key bisa berada di pihaknya.
Carissa memiliki misi, jika ia tidak menginginkan perang dari pihak kerajaan Darkness World, karena untuk melawan dua kerajaan sekaligus tidaklah mudah. Mendapatkan beberapa dukungan dari pihak kerajaan itu lebih baik dari pada harus menjadikan mereka semua sebagai musuh yang harus di lawan. Carissa lebih memilih menjadi kawan daripada lawan, mengikis banyaknya jatuh korban jiwa. Itulah tujuan yang ingin ia wujudkan saat ini.
"Ada yang ingin aku sampaikan padamu, tapi di sini terlalu banyak orang yang akan mendengarkan nya. Aku terpaksa melakukan telepati ini kepadamu." Balas pangeran apa yang menjadi tujuannya.
"Katakan, apa itu pangeran?." Tanya Carissa ingin cepat menyelesaikan telepati mereka.
Carissa berusaha menekan kekuatan dua segel lagi yang di miliki oleh putra mahkota Leonard dan juga pangeran Damian agar tidak terbuka secara otomatis, karena jarak antara mereka berempat terlalu dekat.
"Berhati-hatilah pada Selir Agung yang memiliki kekuatan special yang tersembunyi. Aku hingga kini tidak tahu kekuatan apa itu? Yang pasti sebuah kekuatan yang belum bisa di patahkan atau di kalahkan oleh siapapun, kecuali oleh yang mulia kaisar Hayden Pris. " Balasnya dengan langsung pada inti tujuannya.
"Baik aku mengerti, terima kasih pangeran. Aku akan mengingat perkataan mu ini." Ucap Carissa tulus, bagaimana juga pangeran terlihat tulus akan tujuannya tersebut.
"Baiklah, aku akan pergi." Ucap pangeran pada akhirnya memilih mengakhiri dan pergi dari ruangan tersebut, walaupun dia masih ingin berbincang lebih lama lagi bersama Carissa. Namun keadaan yang ada tidak memungkinkan.
"Aku akan pergi, aku pamit putri." Ucap pangeran sembari bangkit dari duduknya. Telepati mereka berdua sudah terputus dan itu sang pangeran yang melakukannya terlebih dahulu. Dia sadar tidak ada gunanya dia berada lebih lama lagi di dalam ruangan tersebut.
Carissa tidak membalas, dia hanya ikut bangkin dan memberikan sikap hormat nya sebagai seseorang yang memiliki kedudukan di bawah sang pangeran. Sikap Carissa tentu menjadi sorotan bagi semua orang yang melihatnya tercengang, namun mereka tetap diam tanpa ikut melakukan apa yang Carissa lakukan saat ini.
Pangeran dan beberapa pengawal pribadinya meninggalkan ruangan tersebut tanpa melihat ke arah siapa pun? dia melangkah dengan pasti, elegan dan lebar agar cepat keluar.
Sepeninggalan sang pangeran, Carissa pun duduk kembali.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kau memberikan rasa hormat mu padanya?" Tanya raja Azura tidak suka melihat sikap hormat Carissa kepada pangeran Hayden Key. Baginya Carissa juga layak untuk di hormati akan kedudukan yang kini ia miliki.
Carissa tahu akan sikap protes raja Azura, dia hanya menghela nafasnya perlahan. Tidak perlu ia untuk jujur akan tujuannya bersikap baik kepada pangeran kerajaan yang menjadi musuhnya, karena Carissa tidak tahu raja Azura berada di pihak siapa?
"Tidak perlu kau permasalahan hal tersebut, bagaimana juga pangeran Hayden Key adalah pangeran di kerajaan ini. Patut untuk di hormati, dan itu juga berlaku bagi kalian para pengikut ku. Apa kalian mengerti?" Ucap serta tanya sekaligus perintah Carissa terhadap semua pengikutnya.
Mereka saling memandang dengan teman di samping mereka, namun Wakiza Orchid yang menjadi pemimpin dari pasukkan mereka mengerti dengan cepat maksud perintah dari junjungannya tersebut.
Setelah Wakiza Orchid menganggukkan kepalanya kepada seluruh pengikut Carissa, mereka menjawab dengan serempak apa yang menjadi perintah bagi mereka?
"Baik putri, perintah anda akan kami lakukan." Jawab mereka dengan serempak, hanya shopie Sang Peramal Suci yang diam. Dia merasa ada yang sedang di rencanakan oleh Carissa. Dia bukan menolak untuk mengikuti perintah Carissa, hanya saja dia tetap diam untuk melihat apa yang akan di lakukan oleh Carissa selanjutnya?
"Baiklah, apa yang membawa mu datang ke sini?Aku tahu alasan minum bersama bukan lah tujuan utama mu." Tanya Carissa tahu tujuan lain yang di inginkan oleh Raja Azura.
Carissa memasang wajah serius nya melihat ke arah raja Azura, yang ia tidak tahu adalah lawan atau kawan baginya.
Raja Azura tahu jika Carissa belum sepenuhnya percaya jika dirinya akan berada di pihak Carissa, dan akan membantu sebisa yang bisa ia lakukan. Inilah janji dan tujuan selanjutnya raja Azura tetap berada dan hidup di dunia keduanya tersebut mulai saat ini.
Raja Azura meyakini jika Carissa bisa membantu dirinya dan juga beberapa orang yang bukan berasal dari dunia kedua mereka ini, untuk kembali ke dunia asal mereka dengan cara membuka gerbang dunia lain. Carissa dapat menggunakan kunci dan gembok ajaib yang hanya bisa di sentuh dan di kendalikan oleh Carissa seorang Sang Pengendali.
Carissa mampu menangkapnya dengan sigap, dan dia dapat melihat apa yang telah di lemparkan raja Azura ke arahnya? Sebuah kipas mini berwarna putih, kipas yang biasa di gunakan oleh sang raja sebagai pelengkap penampilannya selama ini. Tidak banyak orang yang tahu jika kipas tersebut adalah salah satu dari 9 benda langit suci, Kipas Aire Santo.
Tindakan dari keduanya masih menjadi perhatian dari semua orang yang hadir di sana. Terlebih lagi pengikut sang raja yang tahu benda apa yang di berikan oleh raja mereka kepada Sang Pengendali? Kipas Aire Santo yang mampu menghalangi dan mengembalikan kekuatan apapun, serta menjadi senja ampuh untuk melawan semua kekuatan hitam.
Bukan itu yang menjadi perhatian penting bagi pengikut raja Azura, namun Carissa yang mampu menyentuh dan memegang dengan mudah benda suci langit tersebut. Itu artinya Carissa adalah salah satu pengikut terpilih oleh langit.
"Apa ini…?" Tanya Carissa melihat ke arah kipas kecil yang ia pegang, lalu beralih melihat ke arah raja Azura.
"Ternyata benar dugaanku, kau bisa menyentuh benda suci langit yang tidak bisa di sentuh oleh sembarangan orang." Balas raja Azura dengan senyum puas akan dugaannya yang benar.
"Kau adalah salah satu pengikut pilihan dari langit, dengan sebutan Sang Pengendali. Ternyata sebutan si Jenius Angel memang cocok untukmu sejak dulu. Aku berikan benda suci langit itu untuk kau gunakan, di saat kau terdesak dan tidak bisa melawan lagi aku akan datang secepatnya untuk berada di dekatmu dan membantu mu. Kipas itu sudah terikat denganku, gunakan lah sesukamu." Ucap raja Azura yang sukses membuat semua pandang mata pengikutnya melihat terkejut ke arah sang raja.
"Yang mulia…bagaimana bisa dengan mudah anda memeberikan benda suci langit itu kepada putri Carissa? Yang mulia itu adalah salah satu benda yang selalu bersama anda. Benda itu sama halnya dengan nyawa anda sendiri, yang mulia…!!" Ucap pemimpin dari pengikut setia raja Azura.
Raja Azura mengangkat tangannya ke atas untuk menghentikan sekaligus menenangkan sang pengikut. Itu sudah jelas sebagai isyarat untuk mereka merasa harus diam dan mengikuti serta menerima keputusan tersebut.
__ADS_1
"Kalian harus tahu, jika bukan berkat bantuan dari putri Carissa dulu, aku tidak akan mungkin masih hidup dan berada di sini. Jadi seharusnya aku yang berhutang nyawa padanya." Ungkap raja Azura dengan tatapan yang tulus saat mengatakan hal itu.
Carissa tahu maksud dari raja Azura, dan merasa jika raja Azura masih mengingat kejadian dulu saat dirinya yang berjuang untuk menyelamatkan nyawa dari sang raja kerajaan Lembah Abu Hitam tersebut. Carissa tahu kini sang raja berada di pihaknya seperti dulu lagi saat mereka berdua bekerja sama di dunia mafia yang mereka geluti.
"Apa itu cukup sebagai bukti jika aku berada di pihak mu sejak dulu dan sampai saat ini." Ucapan raja Azura melihat ke arah Carissa.
Carissa tidak menjawab, dia meletakkan kipas Aire Santo ke atas meja yang ada di hadapannya, membuat raja Azura dan beberapa pengikutnya mengerutkan kening mereka melihat apa yang telah di lakukan oleh Carissa, apakah Carissa menolak niat baik sang raja?
Carissa mengeluarkan sebuah belati kecil dari balik lengan panjang gaunnya, dia dengan cepat melukai telapak tangan kirinya dan meneteskan beberapa tetesan darahnya ke atas kipas Aire Santo yang ada di atas meja.
Mereka semua sontak terkejut akan apa yang Carissa lakukan? Carissa memberikan tetesan darahnya, yang artinya Carissa bersedia mengikat kontrak darah pada benda suci langit tersebut.
"Apa ini cukup untuk membuktikan, jika aku menerima niat tulus mu itu?" Tanya Carissa sembari melingkarkan sebuah sapu tangan putih yang di berikan oleh Feyrin, sang pelayan pribadinya tersebut tahu apa yang harus ia lakukan dengan cepat di saat nona nya membutuhkan sesuatu atau bantuan darinya.
"Tentu itu cukup, senang bisa bekerja sama lagi seperti dulu dengan mu." Balas raja Azura tersenyum senang dan puas akan sikap Carissa yang menerima dan setuju akan niat baiknya.
"Mari kita musnahkan semua musuh yang menghalangi jalan kita." Ucap raja Azura masih dengan senyumnya yang hanya di ketahui artinya oleh Carissa.
'Jalan kita…!! Apa dia tahu adanya gerbang dunia lain yang bisa aku buka dengan menggunakan kunci dan gembok ajaib?' Gumam Carissa di dalam hatinya akan maksud perkataan raja Azura, kecurigaannya tidak pernah salah, karena jiwa mafianya masih melekat erat pada hati dan pikirannya hingga saat ini.
Dan apa yang menjadi kecurigaan Carissa? Adalah benar adanya. Namun baik raja Azura dan Carissa, juga beberapa orang yang tidak berasal dari dunia keduanya itu tahu, dan menginginkan hal yang sama dapat di wujudkan oleh Carissa. Membuka gerbang dunia asal mereka dan kembali lagi ke tempat asal mereka masing-masing.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
Catatan Author…
Maaf selama ini tidak bisa up dengan rutin, karena HP sedang rusak dan masih menunggu punya pengganti yang baru, (masih mengumpulkan dana buat beli HP baru🤭🤭). Tapi sekarang sudah bisa up rutin lagi.
__ADS_1
Terima kasih masih setia menunggu kelanjutan dari cerita, "Dunia Kedua."🙏🙏🙏