
***Aula Pertemuan Istana Holmes***
Semua orang menatap ke arah Carissa, yang harus menentukan pilihan takdir yang tidak ia inginkan. Carissa sudah menentukan siapa yang akan ia pilih saat ini? Carissa sudah tahu siapa yang cocok menjadi pasangannya saat ini, untuk sementara waktu dan bisa mendukung semua keinginannya, Carissa hanya ingin menuntaskan pilihan takdir yang bisa saja berubah lagi.
Leonard dan Damian yang mendapatkan pertanyaan dari Carissa hanya diam saja, dalam hati mereka masih memikirkan pertanyaan terakhir yang Carissa berikan pada mereka.
Bagaimana mungkin dua laki-laki menerima satu wanita untuk menjadi istrinya secara bersamaan? walaupun mereka bertiga tidak memiliki perasaan apapun saat ini, karena tidak ada yang tahu perasaan seseorang bisa berubah sewaktu-waktu?
"apa permintaan dan pertanyaan hamba sulit bagi kalian berdua yang mulia?" tanya Carissa masih melihat sang peramal suci yang ada hadapannya.
"aku tidak bisa berbagi satu wanita dengan orang lain, apalagi dengan saudaraku sendiri." ucap Leonard menatap pada Carissa dan Damian secara bergantian.
Nampak Damian saja yang menoleh ke arah Leonard, sedangkan Carissa masih tetap melihat ke depan, menatap sang peramal suci.
"maaf aku juga tidak bisa berbagi satu wanita, apalagi dengan putra mahkota, kakak ku sendiri." jawab Damian melihat ke arah Leonard.
Carissa memejamkan matanya mendengar jawaban mereka berdua, maksud ujian Carissa pada mereka berdua, sudah mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan Carissa.
Carissa melangkah kedepan, berdiri sejajar dengan Sophie sang peramal suci. Carissa membalikkan badannya menghadap pada Leonard dan Damian.
"terima kasih… kalian berdua masih saling menyayangi dan menghargai saudara kalian, aku senang yang mulia putra mahkota dan pangeran kedua, dapat berpikir jernih dan membantu hamba untuk memilih." ungkap Carissa terseyum senang melihat ke arah Leonard dan Damian.
Senyuman yang membuat semua orang terpesona akan aura kecantikan Carissa. Saat Carissa dan Sophie berdiri sejajar, terlihat jelas dua wanita cantik dan hebat pada pandangan mereka. Sang kaisar dapat menatap jelas Carissa, kaisar menangkap aura yang sama pada kedua wanita tersebut.
"apa kini kau sudah memiliki pilihan yang jelas nona Carissa?" tanya sang peramal suci seraya menghadap pada Carissa.
"sudah… Dewi Peramal Suci." jawab Carissa seraya melihat pada Sophie dan memberikan hormat anggunnya pada sang peramal suci.
"kalau begitu, pejamkan mata kalian bertiga, pilihan Carissa dalam hatinya akan otomatis terlihat pada tanda pada telapak tangan kalian masing-masing." ucap Sang Peramal Suci melihat pada Leonard dan Damian secara bergantian.
Mereka bertiga pun memejamkan matanya, terlihat jelas sebuah cahaya muncul pada telapak tangan kanan Leonard dan Damian. Terlihat jelas tanda ukiran pada masing-masing telapak tangan kanan Leonard dan Damian.
Leonard dan Damian sudah membuka mata mereka, untuk melihat tanda apa yang mereka dapatkan atas pilihan Carissa pada mereka. Tetapi tangan mereka terkepal kuat dan tidak bisa terbuka. Sedangkan Carissa nampak tidak membuka matanya sama sekali, tubuhnya perlahan mengeluarkan cahaya yang membuat semuanya terkejut.
Dengan cepat sang peramal suci menutupi setengah wajah Carissa dengan kain penutup wajah, hanya bagian matanya yang terpejam saja dapat terlihat. Semua heran melihat apa yang dilakukan oleh sang peramal suci?
"raga dan jiwa nona Carissa, sedang melakukan kontrak hubungan takdir pada pria ketiga dari kerajaan Darkness World. Hanya pria tersebut yang belum nona Carissa temui dan melihat wajahnya, dan saat ini nona Carissa sedang bersamanya." ungkap sang peramal suci, seakan tahu akan pertanyaan mereka yang melihat mata Carissa terpejam dan tidak bergerak sama sekali.
"untuk kalian berdua…kalian tidak bisa melihat tanda yang ada di tangan kalian, sampai cahaya pada tubuh nona Carissa menghilang." ucap peringatan Sophie pada Leonard dan Damian.
Mereka semua yang ada di dalam aula pertemuan, hanya bisa diam dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya pada Carissa.
......................
Sedangkan jiwa Carissa berpindah tempat pada ruang hampa yang nampak terang dan kosong, Carissa tidak tahu mengapa dirinya bisa ada disana? Carissa mencoba melihat ke sekeliling ruangan tersebut.
"apa kau mencariku?" tanya dan sapa seorang pria padanya.
__ADS_1
Carissa segera melihat pada pria tersebut, pria yang menutupi sebagian dari wajahnya, hanya tatapan mata berwarna kuning keemasan, mata madu yang indah dengan sedikit lingkaran hitam pada warna kuningnya, dan berwarna hitam pada tengah matanya. Benar-benar mata berwarna madu yang sangat indah.
"siapa kau…?" tanya Carissa dengan alisnya yang merengut melihat pria di hadapannya.
"aku calon suami mu…pria yang menjadi takdirmu, tetapi aku hanyalah salah satu dari pria lainnya." jawab pria tersebut seraya menunjukkan telapak tangan kanannya yang terlihat memiliki tanda lingkaran hitam dan putih.
Carissa melihat tanda tersebut dan mata pria itu secara bergantian.
'jadi dia pria yang berasal dari kerajaan Darkness World.' gumam Carissa dalam hatinya.
"aku hanya menjadi salah satu pria takdir yang bisa menjadi pasanganmu, tetapi saat ini kau tidak memilihku untuk menjadi yang lebih dekat dengan mu." ucapnya melihat Carissa.
"kau bahkan tidak ingin, aku melihat bagaimana wajahmu saat ini sang pengendali?"
"apa maksudmu…?"
"apa kau tidak sadar kau juga menutupi setengah dari wajahmu saat ini?" tanya pria tersebut yang membuat Carissa baru menyadari, bahwa setengah dari wajahnya tertutup kain.
"kita jadi seimbang, karena kau menutupi juga setengah dari wajahmu."
"mengapa kau tidak memilih ku? apa karena kita tidak pernah bertemu dan tidak saling mengenal?"
"pilihan itu sangat sulit bagiku, karena aku tidak mengenal sama sekali dari kalian bertiga."
"tetapi satu dari kami bertiga, sudah mendapatkan hak istimewa untuk bersamamu, bahkan dia bisa memilikimu" ucapnya menekat setiap kata-katanya.
"apa kau juga tahu mereka siapa?" tanya selidik Carissa, dia harus hati-hati berucap, karena dia tidak tahu siapa pria yang berasal dari kerajaan Darkness World ini?
"untuk saat ini aku tidak tahu mereka siapa? yang pasti aku akan tahu cepat atau lambat siapa yang menjadi sainganku untuk mendapatkan dirimu." ucapnya dengan tatapan tajam mengarah pada mata Carissa.
Carissa dapat merasakan sorot cemburu dan marah pada tatapan mata pria tersebut, Carissa menelan salivanya. Dia tidak tahu akan kemampuan apa yang pria ini punya, Carissa merasa sedikit merinding akan auranya yang kuat. Siapa sebenarnya dia? itu pertanyaan yang ada di dalam hati Carissa saat ini.
"dan untuk mendapatkan mu aku harus membunuh mereka berdua." ucapnya lagi dengan tatapan devilnya padaku.
"apa kau yakin bisa membunuh mereka?" tanya selidik Carissa.
"apa kau meragukan kemampuanku nona…? apa benar kau sang pengendali? karena aku tidak merasakan apapun kekuatan magic mu." ucap pria tersebut seraya melangkah maju mendekati Carissa.
"aku bukan sang pengendali, aku adalah diriku sendiri." balas Carissa melangkah mundur karena pria yang ada di hadapannya terus melangkah maju.
"apa kau takut aku dekati? sehingga kau melangkah mundur? apa begitunya kau tidak menginginkanku nona…?" ucap pria tersebut masih melangkah maju.
"apa yang kau inginkan?" ucap Carissa, dan pria tersebut diam dari langkah majunya.
Carissa pun diam dari langkah mundurnya.
"aku menginginkanmu, setidaknya bukalah penutup wajahmu, agar aku bisa melihat dan mengenali wajahmu, calon istriku…" ungkap pria tersebut tersenyum tipis di balik penutup wajahnya.
__ADS_1
"tidak semudah itu, kau harus berusaha."
"baik kalau itu yang kau inginkan." ungkapnya dengan segera mendekati Carissa dan berusaha membuka kain penutup wajah Carissa, dengan gerakkan tangan kanannya.
Carissa dapat mencegah tangan kanan pria tersebut dengan memegangnya erat, dengan cepat pula tangan kiri pria tersebut ingin menggapai kain penutup wajah Carissa, dengan cepat Carissa dapat memegang tangan kiri pria tersebut.
Dengan cepat pula pria tersebut ingin balik menggenggam kedua lengan Carissa, tetapi Carissa yang dapat membaca pergerakan pria tersebut, dengan cepat pula menarik kedua tangannya dan menendang perut pria tersebut, tetapi pria itu bisa menangkis tendangan kaki Carissa.
"waahh…tendangan mu lumayan keras, kau bisa bela diri juga rupanya, sangat menarik, aku bertambah suka padamu dan ingin segera memiliki mu." ucapnya dengan tatapan mata dan senyuman tipisnya melihat Carissa.
"apa kau juga tidak ingin melihat wajahku?" tanya pria tersebut.
"untuk apa? ini ruang hampa dan kita tidak akan bertemu lagi."
"apa kau yakin kita tidak akan bertemu? apa kau lupa kalau kita memiliki takdir yang terhubung." ucap pria tersebut mengingatkan Carissa bahwa mereka berdua adalah takdir yang sudah di gariskan.
"apa kau yakin bisa menemukanku di alam nyata?"
"apa kau bersedia menjadi istri ku? bila aku bisa menemukanmu di alam nyata?"
"itu tergantung usaha darimu, aku hanya ingin melihat dari kesungguhan kalian bertiga, karena bisa saja aku tidak akan memilih kalian bertiga" ucap Carissa dengan tatapan dinginnya.
'sial bagaimana caranya keluar dari sini? tenaga pria ini sangat kuat saat menangkis kakiku, aku tidak akan menang melawannya dengan bela diri saja ' gumam Carissa dalam hatinya melihat waspada pada pria tersebut.
"hahaha…kau tidak akan memilih salah satu dari kami bertiga? apa kau yakin pilihanmu itu akan baik bagi dunia ini? apa kau pikir kami bertiga tidak akan murka akan keputusan itu?"
"memilih atau tidak salah satu dari kalian sama saja, tidak akan membuat dunia ini aman, memilih salah satu dari kalian atau tidak sama sekali, itu sama saja, tidak membuat dunia ini aman dan diriku bisa merasa bahagia." ucap Carissa meluapkan apa yang ada di dalam hatinya.
Selalu saja dia sulit untuk menentukan pilihan hidup, yang ia inginkan. Carissa muak selalu ada pada pilihan yang tidak ia inginkan, Carissa marah di mana pun dia berada selalu saja ada aturan dari orang lain, dan Carissa bersumpah akan merubah semuanya, seperti yang ia inginkan.
"bila kau ingin bahagia, kau cukup bersamaku…!! karena aku bisa memberikan apa yang kau inginkan dan semua kebahagiaan yang kau mau."
"jangan bermimpi dan mencoba memberi harapan palsu padaku, mendapatkan kebahagiaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan." ucap Carissa.
"kebahagiaan seperti apa yang kau inginkan? aku akan memberikannya untuk mu." tanya pria tersebut pada Carissa.
"apa kau bisa memberi ku cinta yang tulus dan sebuah keluarga yang utuh, dengan kebahagian yang hangat di dalamnya?" tanya Carissa mengutarakan keinginan dan impiannya dari dulu.
Carissa hanya ingin hidup apa adanya? dengan memiliki pasangan hidup yang tulus menerima dan mencintainya, serta bisa memberikannya kebahagiaan sebuah keluarga yang hangat. Sebuah keluarga yang tidak pernah Carissa miliki selama ini, Carissa hanya tidak ingin terus merasa kesepian di dunia ini.
Bagaimana juga Carissa adalah wanita biasa, yang menginginkan memiliki pasangan hidup, cinta dan keluarga yang utuh serta hangat. Perjuangan untuk mendapatkan itu semua tidak mudah dalam hidup Carissa, saat di dunianya yang lama, saat dirinya menjadi Callysta Angelina, Sampai saat dirinya menjadi Carissa Hubert di dunia keduanya. Tidak mudah bagi Carissa jalani dan mewujudkan, apa yang ia inginkan dan impikan?
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.