
***Kerajaan Darkness World***
Pagi menjelang. Carissa terbangun dengan kondisi yang masih melemah dan wajahnya yang pucat. Energinya banyak terkuras dan kurang tidur semalam. Di dalam tidurnya ia mendapatkan sebuah mimpi, dan terasa nyata.
Mimpi di mana tubuh Callysta yang ada di dunia lain datang ke dunianya ini. Carissa yang ada di dalam tubuh Callysta mengatakan sesuatu kepadanya semalam.
Flashback on…
Di dalam mimpi Carissa.
"Callysta…!" Panggil Carissa berdiri di samping ranjangnya.
Callysta yang berada di dalam tubuh Carissa terbangun dan segera duduk di pinggiran ranjang. Menatap tubuhnya yang terlihat bugar namun ada kesedihan di dalam matanya.
"Carissa…!" Panggil balik Callysta.
Kini dua orang gadis yang sama persis berdiri saling berhadapan. Mereka bagaikan melihat pantulan diri sendiri pada cermin yang cukup besar.
"Iya Callysta. Ini aku Carissa. Aku datang ke dunia ini, aku kembali lagi." Balasnya tersenyum haru.
"Bagaimana caranya kamu datang Carissa?" Tanya Callysta.
"Aku datang melalui pintu yang terbuka oleh kunci dan gembok ajaib yang kamu miliki."
"Tapi aku tidak memiliki itu Carissa."
"Kamu memilikinya Callysta. Di hatimu, kunci dan gembok itu ada dan menjadi satu di hatimu."
Callysta mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Apa maksudmu Carissa?"
"Entahlah. Aku hanya mendapatkan sebuah bisikkan dari seseorang, jika gembok dan kunci ajaib yang ada di dalam hatimu, hatiku, dan hati putri Alarice dapat membuka pintu itu."
"Pintu itu. Apa yang kamu maksudkan pintu ke dunia lain?"
"Iya Callysta." Angguknya.
Callysta terdiam sejenak. Ia masih berpikir untuk masalah itu. Pintu ke dunia lain yang dapat terbuka dengan menggunakan gembok dan kunci ajaib ada jelas pada buku A Mirecle. Buku menjelaskan semuanya, pintu dunia lain yang tidak ia mengerti. Pintu dunia yang mana, dunia apa yang bisa terbuka?
"Callysta. Yang aku tahu dari bisikkan itu mengatakan. Kita harus menjadi semakin kuat, bersatu menjadi nyata dan bersama untuk membukanya. Itulah cara dan kunci yang sebenarnya untuk membuka pintu dunia lain." Penjelasan Carissa yang ia dapat dari bisikkan seseorang, di dalam alam bawah sadarnya yang sedang berada pada kondisi koma.
"Jika itu benar. Pintu dunia seperti apa yang bisa di buka? Pintu dunia untuk siapa harus di buka."
"Entahlah Callysta. Aku juga tidak tahu dan tidak mengerti."
Callysta melihat Carissa dengan tatapan yang serius dan teliti. Mimpi itu seakan nyata terjadi kepada mereka.
"Carissa. Apa kau menyadari sesuatu tentang kita berdua saat ini?" Tanya curiga Callysta melihat serius ke arah Carissa.
"Iya, aku menyadarinya. Situasi yang terjadi saat ini seakan nyata terjadi pada kita berdua. Aku merasakan ada dan pulang ke dunia asalku. Aku dapat merasakan namun aku tidak dapat menyentuh semuanya. Aku hanya bisa melihat mu dan semua orang yang ada di sini, tetapi hanya kamu yang dapat melihat ku. Sedangkan orang lain yang aku temui tidak melihat ku sama sekali. Seakan aku adalah arwah yang gentayangan." Penjelasan Carissa apa yang ia rasakan dan alami sendiri.
"Apa maksud mu?"
"Aku akan pulang dan datang ke dunia ini dalam wujud tubuhmu ini Callysta."
"Apa maksudmu? Siapa yang mengatakan itu padamu." Tanya Callysta semakin tidak mengerti.
__ADS_1
"Seseorang yang ingin membantu ku untuk pulang dan memperbaiki semuanya menjadi lebih baik lagi. Seseorang yang mengatakan semua kebenaran tentang pintu, gembok dan kunci ajaib itu padaku. Entahlah apa aku bisa mempercayainya Callysta?" Balas Carissa terlihat jelas sedih.
Callysta tahu raut sedih wajah Carissa.
"Apa kamu ingin pulang kembali ke dunia ini Carissa?" Tanya Callysta pada akhirnya. Ia ingin tahu apa yang menjadi keinginan Carissa yang sebenarnya.
Carissa menatap intens dan serius ke arah Callysta yang mulai bangkit dari duduknya, namun tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali. Callysta menahan semuanya, mungkin itu karena di alam mimpi. Jadi ia tidak dapat melakukan apapun yang ia inginkan.
"Aku tidak tahu. Ada kalanya saat aku merindukan keluarga ku, aku ingin kembali walaupun hanya sesaat saja. Tetapi jika aku mengingat jalan takdir kita, aku mampu bertahan untuk tidak kembali."
"Kamu merindukan keluarga mu Carissa?" Tanya Callysta tahu perasaan Carissa.
"Iya, aku sangat merindukan mereka." Balas Carissa sembari menganggukkan kepalanya.
"Jika kamu merindukan mereka, kembalilah Carissa walaupun hanya sesaat saja. Seandainya aku bisa membantu dan melakukan sesuatu untuk mu. Aku ingin kamu juga mendapatkan apa yang kamu inginkan."
Carissa terharu dan tersenyum akan jawaban Callysta. Gadis itu tahu Callysta adalah gadis yang baik bahkan sangat baik. Hanya saja ikut terjebak di dalam takdir mereka. Entah takdir seperti apa dan dari siapa datangnya? Tidak ada yang tahu.
"Terima kasih Callysta. Aku harap kamu menjadi semakin kuat, agar semuanya cepat selesai dan berlalu. Dunia menjadi aman dan damai. Aku berharap setelah semuanya menjadi lebih baik, di sana mungkin masih ada kesempatan untuk ku kembali pulang. Kita bisa hidup bersama sama." Ungkap Carissa apa yang menjadi keinginannya.
"Tentu saja Carissa. Aku akan berusaha semampu yang aku bisa. Aku ingin melihat mu kembali pulang ke dunia ini lagi. Bagaimana pun ini adalah duniamu Carissa." Balas Callysta tersenyum untuk menghibur Carissa.
"Terima kasih Callysta."
Mereka terdiam sejenak. Suasana menjadi hening di dalam alam mimpi mereka berdua.
"Carissa aku ingin sekali memeluk tubuh itu. Tapi tubuhku tidak dapat bergerak sama sekali. Apa karena ini hanya mimpi."
Carissa tersenyum, kemudian ia pun melangkah mendekati Callysta dan memeluk tubuhnya yang di tempati oleh Callysta.
"Mengapa tubuh ini begitu dingin Carissa. Tetapi dapat aku rasakan, di balik dinginnya ada tubuh yang sangat kuat." Balas Callysta apa yang ia rasakan. Tubuhnya yang di tempati oleh Carissa begitu dingin, sedingin es.
"Tubuh ini tetap dingin dan kuat untuk aku bertahan hidup di dunia mu. Tubuh mu ini begitu kuat melawan semua yang ia dapatkan. Aku bertahan hidup berkat tubuh kuatmu ini, Callysta." Balas Carissa setelah melepaskan pelukkan mereka berdua.
"Aku harus kembali Callysta. Waktu ku tidak banyak, walaupun tubuhmu ini kuat. Aku tidak ingin menjadi beban untuknya. Kami sama-sama berjuang untuk hidup, demi kalian semua."
"Terima kasih Carissa."
Mereka berdua tersenyum, dan perlahan bayangan Carissa menghilang. Meninggalkan sebuah bola cahaya putih yang tiba-tiba masuk ke dalam dadanya. Tubuh Carissa yang memang lemah jatuh rebah ke atas ranjang dengan rasa sakit benturan keras pada dadanya. Gadis itu tertidur akibat rasa sakit yang tidak dapat ia tahan lagi.
Flashback off…
Carissa tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena mimpi itu. Dadanya nyata terasa sakit.
"Ada apa ini? Dadaku sakit sekali. Bukankah itu hanya mimpi, tapi terasa nyata sekali. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Carissa baik baik saja di sana?" Tanyanya pada diri sendiri, sembari bergumam pelan dan memegangi dadanya yang sakit. Butiran keringat memenuhi wajahnya, sedangkan nafasnya sedikit memburu.
"Carissa, kamu sudah bangun?" Tanya Shopie yang baru saja datang masuk ke dalam kamarnya.
Carissa melihat ke arah Shopie yang duduk melihat khawatir ke arahnya.
"Ada apa Carissa? Wajahmu basah oleh keringat dan terlihat pucat. Apa ada yang membuat mu tidak nyaman?" Tanya khawatir Shopie.
"Shopie…!" Panggil Carissa melihat intens sahabatnya itu.
"Ada apa Carissa?" Tanya Shopie merasakan jika ada yang telah terjadi pada sahabatnya tersebut.
"Aku mendapatkan sebuah mimpi. Mimpi bertemu dengan Carissa yang ada di dalam tubuhku di dunia kita. Carissa datang ke dunia ini melalui mimpi itu." Jelas Carissa apa mimpinya yang terasa nyata.
__ADS_1
"Mimpi…!" Ulang Shopie.
"Iya Shopie. Mimpi itu terasa nyata." Ucapnya. Carissa kemudian menceritakan apa saja yang ada di dalam mimpinya.
Shopie mendengarkan dengan tenang, mencoba untuk mengerti, dan sesekali bertanya apa yang mengganjal di hatinya mengenai mimpi tersebut.
"Apa kamu bisa mengerti maksud perkataan Carissa? Aku rasa itu sebuah petunjuk yang bisa kita gunakan, Shopie." Kata Carissa tidak menyadari jika ia juga membuka sebuah rahasia yang seharusnya ia simpan.
"Carissa. Pintu dunia lain? Apa itu memang ada di dalam buku A Mirecle?" Tanya Shopie pada akhirnya yang mengganjal hatinya.
Carissa terdiam untuk beberapa detik. Ia pun menjawab pertanyaan Shopie.
"Iya Shopie. Ada pintu dunia lain yang bisa di buka dengan menggunakan gembok dan kunci ajaib. Hanya aku, Carissa dan putri Alarice yang bisa membuka pintu itu. Tapi aku tidak tahu dunia apa itu?" Jelas Carissa.
"Carissa…Siapa saja yang tahu mengenai ini? Siapa saja yang tahu masalah pintu dunia lain itu?" Tanya curiga Shopie. Ada yang sangat mengganjal hatinya saat ini.
"Tidak ada sama sekali. Kamu yang pertama kalinya aku beri tahukan tentang ini." Balas Carissa. Kemudian tiba-tiba dia mengingat perbincangannya bersama Petapa suci raja Azura Rayman.
"Tapi aku rasa, ada satu orang lagi yang mungkin tahu mengenai pintu dunia lain ini."
"Siapa Carissa?"
"Raja Azura Rayman."
"Kamu memberitahukan itu padanya?"
"Tidak." Gelangnya. "Aku tidak pernah mengatakan apapun padanya mengenai pintu dunia lain itu. Tapi aku rasa dia tahu tentang pintu itu. Mungkin kita harus mencari tahu kebenaran tentang dia." Ungkap Carissa.
Shopie terdiam. Ia pun menghela nafasnya yang terasa berat dan melelahkan.
"Sepertinya kita mendapatkan teka teki lagi yang harus di pecahkan. Mungkin semua ini ada kaitannya dengan kedatangan kita dari dunia lainnya, dan perang yang akan terjadi untuk melawan kerajaan Kegelapan Dasar Neraka." Jelas kecurigaan Shopie untuk semua yang telah terjadi.
"Kamu benar Shopie. Aku pun berpikir seperti itu."
"Sayangnya pintu dunia lain yang tertera di dalam buku A Mirecle, hanya mengatakan dunia masa lalu, dunia masa sekarang dan dunia masa depan. Itu saja yang aku baca dan tidak ada kelanjutan lagi tentang itu semua."
"Apa kamu tidak bisa bertanya pada Dewa Bumi? Mungkin beliau tahu sesuatu tentang ini semua?" Saran Shopie agar teka-teki itu terpecahkan.
"Kamu benar. Saranmu tidak pernah terpikirkan oleh ku. Akan aku coba."
"Baiklah. Kita lupakan sejenak masalah ini. Bagaimana tubuh dan perasaan mu sekarang? Apa kamu yakin bisa bertarung hari ini?" Tanya Shopie terlihat khawatir.
"Aku harus yakin untuk bisa. Bagaimana juga ini pertarungan untuk menentukan masa depan, nasib dan takdir yang sudah di gariskan. Aku harus berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. Walaupun kondisi tubuhku tidak memungkinkan. Sungguh sial, mengapa pada saat ini tubuhku sangat lemah." Balas Carissa tidak ingin menyembunyikan apapun dari Shopie.
Sebab Shopie tahu semuanya. Tidak ada yang bisa Carissa sembunyikan dari sahabatnya itu.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
"
__ADS_1