DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
22. David CEO Marco Group.


__ADS_3

Ke esok kan harinya Callysta bersiap-siap untuk pergi ke pesta menemani Mr.X, dia sudah tidak bisa menolak lagi.


4 orang wanita datang ke dalam kamarnya dengan membawa sebuah gaun panjang lembut berwarna biru malam, yang sedikit berkilau di bagian pinggang gaunnya, dengan model lengan terbuka, bagian dadanya berbentuk V dan bagian belakang yang sedikit memperlihatkan punggung mulus putih Callysta.


Dengan pasrah Callysta mengikuti apapun yang di perintahkan dan di lakukan oleh ke 4 anak buah Mr.X, dari baru mulai dia akan mandi, mempercantik kuku kaki dan tangannya, merias wajahnya, dan menata rambutnya.


Callysta pasrah dan diam menikmati apa yang di lakukan ke 4 wanita tersebut padanya, sampai akhirnya selesai juga dan Callysta ingin melihat hasil dari ke 4 wanita tersebut.


Callysta berdiri di depan cermin besar dan melihat pantulan dirinya yang sangat cantik bak putri raja, gaun biru malam yang dia pakai sangat pas dan bagus di tubuhnya, seolah gaun itu di buat khusus untuknya, dan make-up yang natural tetapi segar terlihat di wajahnya.


Callysta hampir tidak percaya pada pengelihatannya, Callysta tidak mengenali dirinya sendiri yang begitu cantik, karena ini untuk pertama kalinya Callysta memakai gaun seindah ini, dan memoles wajahnya dengan make-up yang di bantu oleh sang ahli di bidangnya.


"anda sangat cantik nona, anda akan menjadi putri di pesta malam ini, tuan akan sangat terpesona dan jatuh cinta pada anda." ucap ketua dari ke 4 wanita yang membantunya menjadi sangat cantik.


"tapi kecantikkan ini tidak membuatku bahagia." balas Callysta dengan seketika menghilangkan senyuman di bibirnya saat mengingat dia akan ke pesta bersama Mr.X.


Ke 4 wanita itu saling memandang karena mendengar ucapan Callysta, mereka melihat mimik wajah Callysta yang sedih.


Malam ini juga Callysta akan masuk ke dalam penjara yang di buat oleh Mr.X untuknya, malam ini juga semua harapan dan impian Callysta hancur berkeping-keping, malam ini juga cintanya pada Antoni Yuandara harus berakhir dan Callysta harus menutup hati dan perasaannya dalam-dalam untuk Antoni.


Callysta ingin menangis tetapi air matanya seakan sudah kering dan enggan untuk keluar, untuk apa Callysta menangis? tidak ada gunanya.


"mari nona… tuan sudah menunggu anda di bawah." ucap sang ketua 4 wanita tersebut.


Tanpa membalas ucapan si wanita tersebut, Callysta langsung melangkah keluar dari kamar, Callysta berjalan perlahan menuruni anak tangga karena takut jatuh, dia sakarang memakai sepatu highheels indah dengan warna yang sama dengan gaun yang dia pakai.


Saat Callysta fokus pada langkahnya menuruni anak tangga, dia tidak sadar bila seorang pria tampan melihat dan terpesona akan kecantikan wajah Callysta dan kemolekan tubuh Callysta yang indah memakai gaun biru malamnya.


Mr.X berdiri dari duduknya karena terpesona melihat Callysta yang begitu cantik bagaikan seorang putri kerajaan, hati Mr.X berdebar melihat sang pujaan hati begitu sangat cantik tidak ada cela sedikitpun.


Mr.X pun tidak kalah tampan dengan setelan jas mahal dengan warna biru Dongkernya, sangat pas di tubuh Mr.X dan serasi dengan warna gaun biru malam yang di gunakan oleh Callysta.


Malam ini mereka terlihat seperti pasangan serasi yang saling melengkapi dan sudah di takdirkan Tuhan untuk bersama.


Mr.X melangkah mendekati Callysta ingin membantu Callysta untuk turun dari tangga, diapun mengulurkan tangannya di hadapan Callysta. Callysta melihat ke arah Mr.X yang mengulurkan tangan padanya, dan Callysta sedikit terpesona melihat Mr.X yang tampan saat ini.


Wajah putih bersih, bibir sensual, hidung mancung dengan rahang yang tegas dan tatapan mata berbinar cinta, membuatnya bagaikan seorang raja tampan dan berkharisma.


Tanpa bisa menolak kehadiran Mr.X yang ingin membantunya, dengan perlahan Callysta menyambut uluran tangan Mr.X dan menggenggam telapak tangannya.


Perlahan mereka pun menuruni anak tangga, Mr.X dan Callysta segera menuju ke mobil yang akan membawa mereka ke pesta yang di kendarai oleh asisten pribadi Mr.X langsung.


Mr.X membantu Callysta membukaan pintu belakang mobil untuknya, Callysta masuk dan duduk dengan anggun dan tenang, lalu Mr.X pun menyusul Callysta duduk tepat di sampingnya.

__ADS_1


Mobil segera bergerak dan meluncur dengan kecepatan sedang menuju ke pesta, berkali-kali Callysta menarik dan menghembuskan nafasnya yang berat dan sangat menyiksa dirinya, Callysta terus berusaha membuat hatinya tenang dan pikirannya fokus, tetapi itu tidak berhasil sama sekali.


Hatinya terasa berat dan seakan tenggorokannya tercekik yang sewaktu-waktu bisa membuat nafasnya berat dan susah untuk keluar dari tenggorokan nya, perasaan tidak enak dan merasakan akan terjadi sesuatu hal yang entah itu apa?


Tingkah laku Callysta yang gelisah pun mendapat perhatian dari Mr.X, dan dia tahu kalau Callysta masih belum siap mendampinginya, dan belum bisa menerima apa yang Mr.X inginkan?


"kau sangat cantik dan anggun." ucap Mr.X ingin mencairkan suasana mereka yang hanya diam.


Callysta menoleh pada Mr.X yang tersenyum manis padanya, dari sorot mata Mr.X tersirat kekaguman untuk Callysta.


"terima kasih." balas Callysta yang sudah tidak tertarik untuk berdebat dengan Mr.X.


Callysta pun membuang pandangannya keluar jendela mobil.


"apa kau tidak ingin mengetahui nama asliku?" tanya Mr.X yang lagi-lagi menarik perhatian Callysta.


"apa itu penting?" balas Callysta dengan mimik wajah datar dan dinginnya, tetapi masih terlihat cantik di mata Mr.X.


Mr.X tertawa ringan mendengar jawaban dari Callysta, ternyata Callysta tidak tertarik sama sekali dengan nama aslinya.


"itu akan penting saat di pesta nanti." ucap Mr.X tersenyum misterius ke arah Callysta.


Callysta sangat tahu senyuman misterius Mr.X untuk para mafia, itu adalah senyuman yang memiliki arti tersembunyi dan akan menggemparkan sesuatu.


"saat di pesta nanti aku bukanlah Mr.X, tetapi aku adalah CEO dari perusahaan Marco Group." jawab Mr.X yang membuat Callysta mengerutkan keningnya berpikir.


Callysta tahu nama perusahaan raksasa tersebut, perusahan terbesar di kota Z, perusahaan raksasa Marco Group adalah pemilik rumah sakit yayasan tempat dimana dirinya menjadi relawan beberapa tahun yang lalu di kota Z?


Callysta ikut menjadi relawan di rumah sakit yayasan Marco Group, karena ajakkan dari seorang teman dokter yang berasal dari kota Z, Callysta yang mempunyai sifat baik hati pun ikut dalam program yang di buat oleh yayasan rumah sakit tersebut, mereka membutuhkan dokter jenius seperti Callysta yang bisa membuat obat bagus dan mujarab, untuk menyembuhkan pasien yang tidak mampu di rumah sakit yayasan Marco Group.


Callysta sangat senang bisa ikut membantu masyarakat kota Z yang tidak mampu membayar pengobatan rumah sakitnya, Callysta dengan suka rela ikut dalam program tersebut dan pernah sangat bangga pada sosok CEO dari Marco Group, yang telah mendirikan rumah sakit yayasan tersebut dan sangat membantu masyarakat yang tidak mampu.


Dan CEO yang dulu pernah membuatnya kagum dan tidak sekalipun Callysta pernah lihat wajahnya, sekarang sosok CEO itu ada di depannya, di hadapannya.


"kau CEO dari perusahaan Marco Group?" tanya ulang Callysta melihat pada Mr.X.


"iya dan aku melihatmu pertama kali di rumah sakit yayasan Marco Group." jawab Mr.X mengaku.


"jadi nama mu tuan David dari Marco Group?" tanya Callysta lagi.


"iya aku David, senang mengenal anda nona Callysta Angelina." ucap Mr.X yang mengaku bernama David dan tersenyum manis pada Callysta.


Mr.X yang bernama asli David ingin membuka semua jati dirinya, dan David tidak ingin menyembunyikan apapun dari Callysta, perlahan Callysta akan tahu siapa dirinya yang sebenarnya, David tidak ingin Callysta tahu kalau dirinya hanyalah seorang mafia yang kejam saja, tetapi David juga memiliki kehidupan yang terhormat dan sangat di segani banyak orang.

__ADS_1


"ini sungguh kejutan untuk ku…" balas Callysta yang tersenyum tipis dan tidak percaya akan jati diri Mr.X yang sebenarnya.


"apa itu membuatmu terganggu?" tanya David ingin tahu pendapat Callysta.


"tidak…tidak sama sekali, kau Mr.X ataupun tuan David CEO dari Marco Group, sama saja bagiku, orang yang sama yang akan mengikatku dalam penjara mu." balas Callysta dengan wajahnya yang kembali datar dan dingin melihat ke arah David.


David sangat terkejut dengan jawaban Callysta yang jauh dari perkiraan nya, David pikir Callysta akan sangat senang karena tahu jati dirinya orang yang terhormat dan banyak disegani oleh masyarakat kota Z.


"aku mengikatmu dalam penjara?" tanya David mengerutkan keningnya.


"iya pernikahan kita ini lah penjara untuk ku." jawab Callysta seraya menekan setiap kata-katanya.


"kau berpikir seperti itu?"


"iya… lalu aku harus berpikir apa? ini adalah paksaan darimu untukku, apa aku bisa senang?" ucap Callysta melihat tajam pada David.


"tidakkah kau bisa membuka hatimu sedikit dan belajar untuk menerima diriku?"


"tidak bisa sama sekali."


David menahan nafasnya sedetik dan menghembuskannya perlahan, dia ingin meredam rasa kecewa akan penolakan Callysta yang sangat berterus terang.


"baiklah…aku tidak ingin kita berdebat tentang ini, tapi aku masih berharap kau bisa menerimaku walaupun hanya sedikit."


"tidak akan." jawab ketus Callysta.


"sebaiknya kau bersikap baik dan selayaknya tunanganku di pesta nanti, kalau tidak ingin apa yang tidak kau inginkan terjadi." ancam David yang tidak ingin Callysta membuat ulah.


David tidak ingin berdebat lagi dengan Callysta tentang perasaan nya, David tidak ingin membuat Callysta bertambah tidak suka padanya.


"akan ada sedikit kejutan untuk mu di sana, jadi bersikap manislah sedikit, bila kau mengacaukannya? semua anak buah kesayangan yang kau lindungi, nyawanya akan ada di tanganku." ancam David kembali yang membuat Callysta menatap horor dan tajam pada David.


David terpaksa mengancam Callysta, agar saat di pesta nanti Callysta tidak membuat ulah yang akan mengacaukan pesta, dan David akan terus membuat Callysta tidak bisa melawan padanya, Callysta harus menjadi miliknya.


Sedangkan dalam pikiran Callysta sangat marah akan ancaman David padanya, untuk kesekian kalinya Callysta di buat diam dan kalah akan kekuasaan David atau Mr.X padanya, rasa tidak suka Callysta akan sosok Mr.X yang kini adalah tuan David CEO Marco Group bertambah besar.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2