
***Kerajaan Darkness World***
Niat raja Azura Rayman untuk mengunjungi paviliun Carissa Hubert hari ini sirna sudah. Utusan dari kaisar Hayden Pris tiba tiba menghadang jalannya saat di pertengahan jalan menuju ke Istana White Lotus bagian barat.
Kini di sinilah dirinya berada, di dalam paviliun sang kaisar yang cukup banyak di takuti oleh beberapa kerajaan di sekitarnya. Raja Azura Rayman hanya bisa memasang wajah tidak semangat saat bersama dengan pria yang tidak memiliki hubungan yang jelas dengannya. Teman bukan, musuh juga bukan. Mereka berdua hanya dua orang yang membutuhkan dan menguntungkan satu dengan yang lainnya.
"Mengapa kau memasang wajah seperti itu di hadapanku?" Tanya kaisar Hayden Pris tidak suka melihat raut wajah raja Azura yang di tekuk dan terlihat tidak bersemangat sama sekali di hadapannya.
"Sudahlah, cepat katakan ada urusan apa kau memanggil ku datang ke sini?" Tanya balik raja Azura ingin cepat meninggalkan tempat itu dan pergi menuju ke paviliun Carissa.
Kaisar Hayden Pris tahu jika raja Azura tidak suka panggilan darinya yang memintanya datang ke dalam paviliun pribadinya. Dia juga sadar, jika dirinya dan juga raja Azura tidak memiliki hubungan yang sangat dekat layaknya seperti seorang yang bersahabat.
Sang kaisar tidak bisa bersikap keras pada raja Azura karena tidak ada alasan untuknya bersikap seperti itu. Dia pun menghela nafas nya sebelum akhirnya dia melanjutkan tujuannya memanggil raja Azura.
"Apa kau mengenal dekat Sang Pengendali?" Pertanyaan yang sudah bisa raja Azura tebak arah ke mana tujuan pembicaraan sang kaisar?
Raja Azura tidak langsung menjawab pertanyaan kaisar Hayden Pris. Dia malah menatap lekat dan selidik ke arah wajah sang kaisar tiran tersebut.
Alih alih bertanya, raja Azura balik bertanya. Seperti itulah sang raja kerajaan Lembah Abu HItam tersebut.
"Jawaban seperti apa yang kau inginkan?" Tanyanya.
Sang kaisar yang cukup mengenal tabiat sang raja Lembah Abu Hitam tersebut tahu, jika raja Azura tidak akan mudah untuk menjawab semua yang ia tanyakan.
Dia pun menghembuskan nafas nya, sebelum akhirnya menjawab pertanyaan sang raja Azura.
"Tentu saja jawaban yang jujur darimu." Balasnya.
"Baiklah." Balas sang raja singkat sembari tersenyum tipis, dia senang bisa sedikit bersenang senang terhadap sang kaisar tiran tersebut.
Namun tentu saja jawaban jujur nya mengenai Carissa, tidak semua kebenaran tentang Carissa akan dia beberkan. Jika itu yang dia lakukan, itu artinya dia membeberkan siapa dia sebenrnya? Dan dari mana dia berasal? Raja Azura tidak akan melakukan hal itu. Dia memiliki otak yang cukup cerdas untuk tidak akan menjawab dengan kejujuran, yang tentu saja juga tidak akan menjawab semuanya dengan kebohongan. Itu cukup adil menurutnya.
"Kami bukan teman, tetapi kami pernah beberapa kali bertemu dan tidak sengaja terlibat dalam pekerjaan yang mengharuskan kami bekerja sama." Balas raja Azura jujur apa adanya.
Itulah kenyataan yang memang terjadi di antara raja Azura dan Carissa saat mereka berada di dunia asal mereka. Mereka berdua tidak sengaja bertemu dan terlibat pada dunia para mafia. Azura yang pada saat itu adalah musuh bebuyutan Jimmy Choo papa angkat dari Callysta, terkena sebuah tembakkan dari salah satu anak buah Jimmy Choo, dan di selamatkan oleh Callysta. Pada saat itu juga Callysta sedang melakukan tugas dari Jimmy Choo untuk membunuh salah satu target yang di perintahkan oleh seorang penyewa Organisasi mafia yang di miliki oleh Jimmy Choo, Callysta lah yang menjadi pembunuh bayarannya.
Dari awal pertemuan pertama mereka berdua, Azura yang lebih di kenal dengan sebutan Dario Rayman tidaklah saling mengenal. Callysta yang pada saat itu adalah seorang dokter yang tidak bisa melihat seseorang sedang sekarat, akhirnya membantu Azura dan menyelamatkan hidup Azura dari kematian, serta membantu menyembunyikan Azura hingga dia sembuh dari luka tembaknya.
__ADS_1
Itulah awal kedekatan Azura dan Callysta yang tidak dapat di lupakan oleh Dario Rayman atau Azura Rayman. Raja Azura merasa berhutang budi terhadap Callysta atau Carissa. Setelah kejadian itu, beberapa kali mereka berdua sering terlibat kerjasama secara rahasia di dunia mafia yang mereka geluti. Hingga pada akhirnya raja Azura harus melakukan perjalanan melintasi ruang dan waktu, serta berakhir di dunia keduanya yaitu Kerajaan Lembah Abu Hitam, sebagai seorang raja yang ada pada jalannya sendiri.
Jawaban yang di berikan oleh Azura untuk kaisar Hayden Pris, tidak membuat sang kaisar puas akan jawaban tersebut. Sang kaisar memandang raja Azura dengan pandangan curiga dan tidak percaya, itu terlihat jelas dari raut wajahnya. Raja Azura tahu itu, namun dia hanya pura pura tidak mengetahuinya.
"apa hanya itu? Sepertinya kalian cukup dekat, jika di katakan hanya beberapa kali bertemu dan tidak sengaja melakukan beberapa kali kerjasama." Ungkap kaisar Hayden terdengar tidak percaya akan ucapan yang di katakan oleh raja Azura.
Raja Azura tahu jika kaisar Hayden Pris tidak percaya akan jawaban yang ia katakan.
"Jika kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan? Itu adalah hakmu. Tetapi apa yang aku katakan ini adalah kebenarannya." Ucap sang raja.
"Asal kau tahu tahu saja, wanita itu adalah lawan yang cukup tangguh untuk semua musuh yang ia miliki." Sambungnya kembali. Kaisar Hayden Pris hanya diam saja.
"Apa kau tidak dapat merasakan aura kekuatan yang ada di dalam tubuhnya, aura yang cukup unik bahkan bisa di katakan special. Tidak banyak para kesatria atau petarung di beberapa kerajaan pada dunia ini memiliki aura itu." Ungkapnya.
"Apa aku salah akan hal itu?" Tanya raja Azura dengan tatapan mata yang menginginkan sebuah jawaban dari sang kaisar sebagai komentar darinya sebagai jawaban untuknya.
Kaisar Hyden Pris tahu jika raja Azura menginginkan jawaban darinya.
"Kau benar, aura yang dia miliki sangat unik dan tidak biasa." Balas sang kaisar sembari masih melihat intens ke arah sang raja penguasa kerajaan Lembah Abu Hitam tersebut.
"Sama seperti aura yang kau miliki." Ucap kaisar Hayden Pris yang sukses membuat raja Azura menaikkan sebelah alisnya, karena dia cukup terkejut akan ucapan yang di lontarkan oleh kaisar Hayden Pris sebagai jawaban untuknya.
Jawaban yang cukup benar. Bagaimana tidak sama? Aura yang dia miliki sama dengan aura yang di miliki oleh Carissa Hubert Sang Pengendali. Sebab mereka berdua sama sama berasal dari dunia yang sama, bahkan dari anggota organisasi yang berbeda dari orang kebanyakan. Dari dunia mafia, dunia hitam atau dunia bawah.
"Hahahahaha......!!!! Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?" Tawanya meledak, namun tatapan matanya masih melihat intens ke arah sang kaisar.
"Kau tahu aura yang aku miliki sangat berbeda dari aura yang dia miliki. Bagaimana mungkin kau menyamakan kami berdua."
"Itu sangat jelas seperti yang aku rasakan, saat aku pertama kalinya berjumpa denganmu."
"Asal kau tahu, aku masih harus banyak belajar, memiliki banyak akal dan juga kecerdasan untuk bisa bersaing dengannya." Balas raja Azura.
Kaisar Hayden terdiam dan mencoba mencerna apa yang di katakan oleh raja Azura padanya?
"Bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu?" Tanya nya.
'Apa dia tahu jika Callysta tidak bisa menggunakan kekuatan magic dan element apapun saat ini?' Gumam raja Azura di dalam hatinya.
__ADS_1
"Jangan kau pikir aku begitu bodoh tidak mengetahuinya." Balas kaisar Hayden seakan tahu apa yang baru saja ia gumamkan di dalam hatinya?
"Jika tidak ingin di anggap seperti itu, jadi katakan yang jelas."
Sang kaisar tersenyum tipis, seakan dia sedang mengejek raja Azura yang terlihat penasaran akan apa yang ada di dalam pikiran kaisar Hayden saat ini.
"Aku tahu jika Sang Pengendali tidak memiliki kekuatan Magic atau kekuatan Elemen apapun?" Jawabnya.
Jawaban yang sangat benar dan sama seperti yang ia rasakan juga.
"Apa tebakkan ku salah raja Azura?" Tanya nya kembali.
Raja Azura terdiam sejenak, dia berpikir tidak ada alasan untuk tetap diam. Kaisar Hayden cukup memiliki kekuatan yang bisa merasakan kekuatan yang cukup besar dan kuat yang di miliki oleh seseorang.
"Kau benar. Sang Pengendali tidak memiliki kekuatan magic dan juga kekuatan elemen apapun."
"Jadi dari mana kau bisa yakin jika kau tidak cukup baik untuk bersaing dengannya?"
"Kau lupa kekuatan apa yang ia miliki? Kekuatan yang cukup meresahkan bagi dua kerajaaan kegelapan? Apa itu tidak cukup untuk Sang Pengendali menjadi pesaing yang cukup tangguh?"
"Selain itu, kau juga tahu kalau Sang Pengendali memiliki ilmu pengobatan dan kekuatan penyembuh yang sangat bagus. Bahkan lebih baik dari yang mulia permaisuri. Apa anda lupa akan hal itu?" Balas raja Azura, dia masih ingat jika Carissa telah berhasil mengobati si kembar pangeran Hayden Adelio dan putri Hayden Adelia, cucu dari sang kaisar tiran.
"Tentu aku tahu dan masih mengingatnya." Balasnya membenarkan.
"Walaupun Sang Pengendali tidak memiliki kekuatan magic dan kekuatan elemen satu pun. Dia memiliki benda benda keramat yang tidak bisa di pandang sebelah mata, dan kau tidak tahu bagaimana kekuatan semua benda ajaib keramat tersebut?"
"Kau benar. Aku bahkan tidak pernah tahu dan melihat bagaimana kekuatan dari salah satu benda ajaib keramat yang hanya bisa di kendalikan dan di sentuh oleh Sang Pengendali." Ucap sang kaisar membenarkan hal tersebut.
"Kekuatan benda benda tersebut ada di luar nalar kita."
"Walaupun dia kuat dengan bantuan dari benda benda ajaib keramat itu, apa kau yakin dia sangat kuat dan bisa melawan para musuhnya yang memiliki kekuatan magic dan elemen yang sangat kuat? bahkan bisa di katakan kekuatan special yang mereka miliki sangatlah kuat." Ucap kaisar mengingatkan.
Begitu banyak orang, kesatria, moster, siluman, dan iblis yang sangat kuat dengan beragam kekuatan yang mereka miliki.
"Jika kita tidak melihatnya langsung bagaimana bisa kita mengetahuinya?" Ucap raja Azura ingin sekedar mengingatkan.
Kekuatan dari setiap orang tidak bisa di ukur hanya dengan di lihat, di rasakan dan di tebak tebak biasa saja. Kekuatan seseorang hanya bisa di buktikan secara langsung.
__ADS_1