
*** Medan Perang***
flashback on…
"Baiklah…aku akan ikut bersama kalian." ucap Carissa, yang sontak membuat semua orang terkejut dan melihat ke arahnya.
Keputusan yang tiba-tiba di ucapkan oleh Carissa sang pengendali, tanpa mereka ketahui perdebatan di antara pangeran Hayden Key dan Carissa melalui telepati mereka berdua.
"apa yang kamu katakan Carissa?" tanya tidak percaya pangeran Damian, akan keputusan yang di ucapkan oleh Carissa.
Carissa Hubert sang pengendali, dengan suka rela ikut bersama kerajaan Darkness World. Perang yang mereka lakukan hari ini, untuk mencegah jatuhnya sang pengendali ke tangan musuh, hanyalah sia-sia saja, karena kenyataannya lain. Sang pengendali sendiri yang bersedia ikut bersama mereka, hanya karena ancaman kecil yang ada di hadapan mereka. Tanpa mereka ketahui alasan Carissa yang sebenarnya.
Carissa tahu keputusannya akan membuat kerajaan Holmes kecewa. Carissa tahu perang kali ini untuk mencegah, agar sang pengendali tidak jatuh ke tangan musuh. Namun kenyataannya yang Carissa ataupun Callysta hadapi saat ini, cukup membuatnya mempunyai alasan kuat untuk mengikuti permainan dari pangeran Hayden Key.
"maafkan hamba yang mulia." ucap Carissa menatap intens pangeran Damian.
Carissa ingin pangeran Damian yang selama ini, selalu percaya akan setiap keputusan dan rencananya, dapat mengerti dan mendukungnya saat ini. Carissa berharap dukungan dari pria calon suaminya tersebut.
"yang mulia, saya memiliki alasan kuat untuk keputusan ini. Saya harap anda bisa mengerti, percaya dan mendukung saya saat ini seperti biasanya. Saya juga berharap anda menjalankan semua yang telah di putuskan oleh yang mulia kaisar. Suatu hari nanti, bila ada takdir untuk kita, saya akan datang pada anda." ucap sang pengendali memandang teduh pangeran Damian.
Pangeran Damian menatap intens Carissa, ia melihat sorot kejujuran pada mata Carissa, tidak ada kebohongan sama sekali. Sorot mata Carissa seolah-olah meminta dirinya untuk percaya pada keputusan yang Carissa tentukan.
Pangeran Damian menghembuskan nafasnya perlahan sebelum menjawab perkataan Carissa, dia mencoba untuk percaya akan keputusan Carissa saat ini.
"baiklah kalau itu sudah keputusan darimu." jawab pangeran Damian pasrah dan mencoba untuk percaya pada Carissa.
"terima kasih." ucap Carissa dengan senyum manisnya yang tulus untuk pangeran Damian.
Carissa selalu percaya jika pangeran Damian, akan ada untuknya dan selalu mendukung dirinya. Carissa merasa sangat beruntung, masih ada yang dapat dia percaya dan percaya padanya di dunia keduanya ini.
Senyum manis Carissa, membuat senyum pangeran Hayden Key menghilang dari wajahnya. Dia tidak suka melihat senyum Carissa di tunjukkan kepada pria lain.
"apa kalian sudah gila…!!" ketus putra mahkota Leonard Theodore. Carissa dan pangeran Damian melihat ke arah putra mahkota Leonard.
"keputusan mu tidak bisa aku setujui, nona Carissa." ucap putra mahkota Leonard Theodore melihat Carissa. "dan kau pangeran kedua, kenapa kau malah mendukung keputusan nona Carissa?" tanya putra mahkota Leonard melihat ke arah pangeran Damian.
__ADS_1
"benar yang di katakan oleh putra mahkota Leonard, keputusan anda sangat tidak benar." ucap kaisar Wakiza Orscid menimpali.
Carissa menghela nafasnya, dia tahu keputusannya membuat pihak kerajaan Holmes kecewa. Namun inilah yang harus dia lakukan, ada sesuatu yang menariknya kuat untuk ikut ke kerajaan Darkness World. Sesuatu yang hatinya katakan, firasatnya tidak mungkin salah.
"maafkan hamba yang mulia." ucap Carissa menundukkan kepalanya ke arah putra mahkota Leonard. "ini sudah keputusan hamba, ada sesuatu yang harus hamba selesaikan. Hamba hanya mengikuti takdir yang sudah di gariskan oleh Dewa. Hamba harap yang mulia bisa percaya pada hamba." ucap Carissa menatap intens mata putra mahkota Leonard Theodore.
Putra mahkota Leonard melihat kejujuran pada sorot mata Carissa. Leonard tidak dapat mencegah Carissa untuk pergi, tatapan mata Carissa seolah meminta dukungan darinya, dan seolah meminta dirinya untuk percaya akan keputusan yang diambil oleh Carissa saat ini.
"apa kau yakin, itu yang terbaik saat ini?" tanya Leonard dengan tatapan teduhnya.
Sebenarnya dia tidak bisa melihat Carissa bersama dengan pria lain yang juga terikat takdir bersamanya. Ada perasaan tidak rela di dalam hati Leonard.
"hamba yakin yang mulia, ini keputusan yang terbaik." jawab Carissa yakin akan keputusan yang dia sendiri tidak tahu, itu sudah benar ataukah salah. Tapi saat ini, hanya itu yang bisa Carissa lakukan.
"baiklah, lakukan kalau itu menurutmu baik, aku hanya bisa mendukung mu dari belakang. Semoga kau bisa mengatasi ini semua, karena nasib dari dunia ini ada pada dirimu. Banyak nyawa yang harus kita lindungi." ungkap Leonard. Carissa sangat tahu apa yang di maksudkan oleh putra mahkota kerajaan Holmes tersebut?
"terima kasih yang mulia." jawab Carissa.
Tidak ada satu orangpun yang dapat mencegah keputusan Carissa. Carissa menggerakkan laju kudanya perlahan mendekati kobaran api yang menjadi pembatas mereka. Pangeran Hayden Key, dengan segera membelah kobaran api tersebut, membukakan jalan untuk sang pengendali agar dapat mendekatinya.
...--------------------------------...
***Kerajaan Darkness World***
Selama dua hari penuh perjalanan yang Carissa tempuh, bersama pasukan kerajaan Darkness World. Carissa dan juga putra mahkota Devano Liberata, berada di dalam kereta khusus yang sudah di persiapkan. Kedua tangan Carissa dan juga Devano di ikat menggunakan rantai iblis, yang tidak bisa dengan mudah mereka lepaskan, karena rantai iblis mempunyai sebuah mantra khusus dari pemiliknya.
Tidak semua dari kerajaan Darkness World, bisa memiliki rantai iblis tersebut. Rantai iblis berasal dari kerajaan Kegelapan Dasar Neraka, dan di ciptakan sendiri oleh kaisar Yuma Gruffin, Dewa Neraka Dios De La Inferno.
Carissa duduk manis di dalam kereta yang cukup nyaman untuknya sebagai tawanan. Devano terus merasa bersalah kepada Carissa, karena dia berpikir keputusan Carissa menjadi tawanan karena dirinya. Carissa juga mengetahui mengapa Devano bisa di tangkap oleh pihak kerajaan Darkness World? sedangkan Devano berada di dalam istana kerajaan Holmes. Itu adalah ulah dari sang kakak perempuannya, yaitu putri Debora Liberata.
Putri Debora Liberata yang masih bekerja sama dengan penyihir golongan hitam, putri Debora menjebak sang adik yang dia ketahui baru saja menjadi murid dari sang pengendali. Putri Debora masih memiliki dendam pada Carissa sang pengendali. Selain itu, putri Debora memiliki sebuah maksud, sehingga mau bergabung dan bekerjasama dengan kerajaan Darkness World, untuk menangkap Carissa Hubert sang pengendali.
Carissa memberikan pengertian kepada Devano, agar tidak berpikir yang aneh-aneh dan menyalahkan diri sendiri. Carissa meminta Devano untuk terus bersamanya dan percaya padanya. Semua keputusan yang Carissa ambil ini adalah keputusan yang terbaik saat ini.
Tentu saja Carissa tidak menceritakan semua tentang pembicaraan dirinya dengan sang pangeran kerajaan Darkness World. Tidak mudah bagi Carissa untuk mengungkapkan identitas aslinya pada siapapun? Carissa tidak ingin nama Callysta Angelina di ketahui oleh dunia keduanya ini.
__ADS_1
Kini mereka telah memasuki perbatasan kerajaan Darkness World bagian timur. Sebelumnya di perjalanan dia melihat sesuatu yang nampak aneh, sebuah wilayah yang nampak samar pada pengelihatannya. Carissa pun coba bertanya kepada Devano, tentang wilayah yang samar dia lihat tersebut.
Mengejutkan sekali atas jawaban yang di berikan oleh Devano. Dirinya tidak melihat apapun? tidak melihat wilayah yang mencurigakan yang di lihat oleh Carissa. Devano hanya melihat padang rumput gersang yang luas dan kosong. Sungguh mengejutkan, apakah hanya dia yang dapat melihat tempat yang terlihat samar tersebut?
Carissa pun tidak ambil pusing tentang tempat tersebut, mungkin karena dia merasa sedikit letih dan lelah dalam perjalanan, jadi dirinya sedikit berhalusinasi. Kini Carissa melihat perbatasan kerajaan Darkness World, yang tertutup oleh kabut tebal dan terasa dingin saat tertepa kulit, apakah itu kabut salju? ataukah hanya kabut biasa yang terasa dingin?
Carissa cukup merasa kedinginan saat kereta mereka memasuki kabut tebal itu. Devano mengambil selimut tebal yang sudah di siapkan di dalam kereta, dan membantu menyelimuti tubuh Carissa yang menggigil kedinginan. Carissa tersenyum pada Devano, Carissa juga memerintahkan Devano untuk menyelimuti dirinya dengan satu selimut tebal satunya lagi.
Sepertinya semua sudah di perkirakan oleh pangeran Hayden Key. Pantesan saja Carissa melihat semua pasukan kerajaan Darkness World, mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang lebih tebal lagi. Karena inilah yang akan mereka hadapi, kabut tebal sedingin es. Kabut tebal yang juga membatasi pengelihatan mereka semua.
Cukup lama dan panjang perjalanan mereka melalui kabut tebal tersebut, dalam benak Carissa ada suatu pertanyaan yang mengganjal pikirannya. Mengapa para pasukan kerajaan Darkness World tidak menggunakan elemen api mereka? untuk mengurangi kabut tebal tersebut, agar pengelihatan mereka menjadi lebih jelas.
Tetapi itu tidak ada jawaban sama sekali yang Carissa dapatkan, Carissa hanya bisa menebak. Pasti ada alasan di balik kabut tebal ini, atau mereka tidak boleh menggunakan kekuatan magic ataupun kekuatan elemen apapun? pada kabut tebal tersebut. Hanya mereka yang berasal dari kerajaan Darkness World yang tahu jawaban dari pertanyaan Carissa.
Kabut tebal tersebut berangsur menipis, kini terlihat jelas sebuah kerajaan yang sama seperti wilayah kerajaan lainnya di dunia ini. Mereka sudah memasuki wilayah kerajaan Darkness World. Para rakyatnya adalah manusia biasa seperti dirinya, aktivitas yang di lakukan oleh para rakyat kerajaan Darkness World, sama seperti aktivitas dari kerajaan lainnya. Yang membedakan hanyalah, para penjaga di setiap sudut adalah para manusia iblis dan beberapa penyihir golongan hitam.
Namun manusia yang menjadi para rakyat dari kerajaan Darkness World, terlihat biasa berbaur dengan manusia iblis dan penyihir golongan hitam. Yang tidak nampak adalah para siluman, raksasa dan monter. Mereka melakukan semua aktivitas sehari-hari, seperti yang ada di kerajaan lainnya. Carissa heran juga tercengang, perkiraan yang ia pikirkan semua salah.
Carissa mengira kalau kerajaan Darkness World, akan di penuhi oleh para manusia iblis, penyihir golongan hitam, siluman, raksasa dan monster yang pernah ia lawan. Namun kenyataan yang dia lihat berbeda dari pikiran dan perkiraannya.
'sebenarnya kerajaan macam apa ini?' itulah pertanyaan Carissa di dalam hatinya.
Melihat dengan jelas suasana kerajaan Darkness World, ketika melewati sebuah pasar ibu kota, dan beberapa jalan besar sebuah kota di dalam kerajaan tersebut, sepanjang perjalanan para rakyat menundukkan tubuh mereka memberikan penghormatan pada pasukan sang putra mahkota, yang berhasil membawa sang pengendali pulang ke kerajaan mereka saat ini.
Tidak ada sorot ketakutan sama sekali pada mata mereka, saat memberikan penghormatan dan menyaksikan rombongan dari kerajaan yang melewati mereka semua. Carissa benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini?
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1