
***Kerajaan Darkness World***
Carissa dan semua pasukan kesatria yang ia miliki berkumpul di halaman depan Istana White Lotus. Istana yang cukup besar untuk menampung semua pasukan, teman dan keluarga barunya.
Carissa bertemu dan melihat kondisi mereka pagi ini. Setelah itu, Carissa masuk kembali ke dalam aula kecil yang ada di dalam istana tersebut untuk melakukan pertemuan bersama para pejabat tinggi yang ia miliki. Di antara lainnya ada kaisar Wakiza Orchid, putra mahkota Leonard Theodore, pangeran kedua Damian Theodore, Selir Saira Dimitri, Shopie Asteria, dan juga Emris Hubert.
Tentunya semua pejabat tinggi yang Carissa miliki, sedang menyamar memakai wajah baru mereka saat berada di dalam kerajaan tersebut. Sebagai penyamaran untuk melancarkan semua rencana mereka. Mereka akan memakai wajah asli jika berada di luar kerajaan Darkness World.
Carissa duduk pada singgasana kecil yang tersedia di dalam aula tersebut. Carissa terlihat berbeda oleh semua yang hadir di sana.
"Maaf yang mulia, jika hamba lancang. Apakah yang mulia baik baik saja hari ini?" Tanya Wakiza Orchid terlihat khawatir melihat wajah pucat dan sendu junjungannya.
Beberapa orang yang hadir di sana dapat mendengar jelas perkataan Wakiza, mereka melihat ke arah Carissa. Sedangkan Carissa melihat ke arah Wakiza yang ada di hadapannya.
Wajah Carissa masih terlihat pucat dan lesu, walaupun sudah di polesi oleh makeup untuk menutupinya, tetapi masih terlihat jelas.
"Aku baik." Bohongnya. Carissa merasakan tubuhnya semakin melemah, dia tidak tahu dan tidak mengerti mengapa kondisi tubuhnya seperti itu?
"Sepertinya tidak seperti itu. Anda terlihat pucat dan lesu. Jangan menyembunyikan apa yang terlihat jelas oleh kami." Ucap pangeran Damian membenarkan perkataan Wakiza.
Carissa terdiam sejenak, melihat mereka satu per satu. Apa yang mereka semua lihat saat ini adalah benar. Kondisi tubuh Carissa semakin lemah dan berusaha ia tahan.
"Carissa. Apa kamu baik baik saja? Wajahmu pucat dan terlihat lesu. Biar aku periksa." Tanya Shopie membenarkan perkataan dan kecurigaan semua orang. Shopie meraba pergelangan tangan Carissa. Benar saja, denyut nadi Carissa melemah. Lebih lemah dari tubuh orang normal yang sehat.
"Kondisi mu tidak baik baik saja, Carissa. Apa yang terjadi padamu?" Ucap dan tanya Shopie terlihat khawatir kepada Carissa.
Carissa masih terdiam. Dia masih berusaha mengatur tubuhnya yang terasa berbeda dari sebelumnya, semakin melemah. Dia harus berkata jujur agar mendapatkan solusi dari masalah ini. Beberapa jam lagi ia harus melakukan pertarungan dengan dua wanita kuat di kerajaan itu. Mana bisa tubuhnya yang lemah di ajak untuk bertarung. Untuk melangkahpun Carissa kesulitan.
"Sejujurnya, aku merasa kondisi tubuhku semakin melemah. Tidak bertenaga sama sekali. Aku pun tidak tahu dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhku saat ini." Pada akhirnya Carissa berkata jujur tentang kondisi tubuhnya sekarang.
Semua orang sontak terkejut dan khawatir mendengar kejujuran Carissa. Wanita yang biasanya terlihat tenang dan kuat, kini melemah dan terlihat seperti orang biasa pada umumnya.
"Mengapa bisa seperti itu? Shopie apa ada yang bisa kita lakukan untuk masalah ini?" Tanya Wakiza.
Shopie melihat ke arah Wakiza dan yang lainnya.
"Entahlah. Akan aku coba untuk menyalurkan tenaga dalamku dan energi penyembuh yang aku miliki." Balas Shopie apa yang ada di dalam pikirannya sekarang untuk masalah Carissa.
"Jika di butuhkan, hamba juga akan melakukan hal yang sama seperti yang Shopie lakukan." Kata Wakiza ingin membantu.
Carissa hanya diam dan duduk pada tempatnya melihat mereka dengan matanya yang sendu. Kondisinya sama dengan kondisi orang yang sedang sekarat, yang berbeda hanya tidak merasakan rasa sakit saja.
Carissa memposisikan duduknya senyaman mungkin. Shopie melangkah ke arah belakang tubuh Carissa. Wanita cantik itu mulai menyalurkan kekuatan tenaga dalamnya, dan juga energi penyembuhnya.
Baru beberapa menit berlalu, Shopie merasakan sesuatu yang berbeda. Energi dan kekuatan tenaga dalamnya seakan tersedot oleh tubuh Carissa. Shopie mencoba bertahan, tetapi ia pun tumbang dan duduk bersujud di atas lantai tepat di belakang Carissa. Nafasnya terengah-engah karena kehabisan tenaga dan kekuatan yang banyak terkuras masuk ke dalam tubuh Carissa.
Semua yang melihat sontak terkejut akan apa yang terjadi kepada Shopie. Wakiza lebih dulu berlari mendekati Shopie dan membantunya untuk bangkit kembali.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" Tanya Wakiza setelah membantu Shopie untuk bangkit berdiri.
Semuanya melihat dan memasang telinga mereka dengan baik, agar dapat mendengarkan apa yang akan Shopie jelaskan.
"Tenaga dan kekuatan ku terkuras dan tersedot masuk ke dalam tubuh Carissa." Balas Shopie memberitahukan apa yang ia rasakan dan alami.
Semua orang tidak percaya, seorang Peramal Suci yang memiliki begitu besar kekuatan dan energi. Kini tidak berdaya untuk membantu memulihkan kondisi tubuh Carissa.
Carissa masih diam dan merasakan kondisi tubuhnya yang semakin melemah. Tidak ada perubahan apapun yang terjadi, walaupun Shopie telah menyalurkan kekuatan dan energinya.
"Bagaimana Carissa, apakah kamu merasa lebih baik?" Tanya Shopie.
Carissa melihat sendu ke arah Shopie yang ada di sampingnya, lalu berkata.
"Tidak ada perubahan sama sekali, aku semakin lemah." Geleng Carissa.
Semua terlihat khawatir dan frustasi akan kondisi Carissa. Ada apa sebenarnya ini?
"Apa. Kamu tidak merasakan apapun setelah kekuatan dan energi ku terserap semua ke dalam tubuhmu." Ucap Shopie tidak percaya.
"Tidak ada yang berubah sama sekali. Aku semakin lemah sekarang." Balasnya sembari menyandarkan tubuhnya ke arah belakang, dan kedua lengannya memegang erat pinggiran tempat duduknya. Kondisi Carissa benar-benar sekarat saat ini.
"Carissa…!" Panik Shopie mendekati tubuh Carissa yang sudah menutup matanya, karena tubuhnya yang semakin melemah.
Semuanya ikut khawatir dan panik maju mendekati Carissa. Shopie meraih tubuh Carissa yang tumbang pada singgasananya, sedangkan Wakiza dengan cepat mencoba untuk menyalurkan kekuatan dan energinya kepada Carissa.
Belum saja Wakiza melakukan apa yang ingin ia lakukan, sebuah suara yang cukup lantang menghentikan pergerakan pria itu.
"Jangan pernah lakukan itu padanya. Itu hanya akan sia-sia saja, kekuatan dan energi kalian akan terkuras habis masuk ke dalam tubuh putri Carissa. Semakin banyak kekuatan atau energi yang putri terima, akan semakin membuat tubuh putri melemah." Jelas Oceana apa yang ia ketahui. Itulah kebenarannya.
Kondisi tubuh Carissa saat ini sedang mengalami perubahan setelah keluar dari dunia Kendi Mundo semalam. Tubuhnya juga mengalami perubahan setelah merasakan energi alami yang ada di dalam dunia Kendi Mundo. Tubuh Carissa sedang menerima dan menyesuaikan dirinya dengan kekuatan dan energi yang baru.
"Siapa kau?" Tanya Wakiza terlihat waspada. Pria itu menghalangi Oceana untuk mendekati Carissa.
"Dia Oceana, biarkan dia mendekat." Ucap Shopie memberikan ijin kepada Oceana.
Wakiza Orchid melihat ke arah Shopie. Setelah menerima isyarat dari Shopie, Wakiza segera memberikan Oceana dan kedua anaknya jalan untuk mendekati Carissa.
Oceana segera melihat dan memeriksa kondisi Carissa saat ini. Telapak tangannya ia arahkan ke depan dada Carissa, ingin mencari tahu aapa yang sebenarnya terjadi? Cahaya samar keluar dari telapak tangan Oceana dan menyentuh masuk ke dalam dada Carissa. Semuanya hanya bisa diam dan menyimak.
Oceana dapat melihat pusat perputaran energi yang sedang membentuk lingkaran angin di dalam tubuh Carissa. Penuh warna dan semakin membesar memenuhi ruang kosong terlihat besar di dalam sana. Ruang kosong itulah dunia lain di dalam tubuh Carissa. Ruang dunia lain yang meminta untuk di isi penuh dengan energi dan kekuatan apapun.
Jika ruang dunia lain itu belum terisi penuh, tubuh Carissa akan semakin melemah untuk menyesuaikan kondisinya. Carissa memerlukan banyak waktu dan kekuatan energi untuk mengisi penuh ruang dunia tersebut.
Saat Oceana ingin menarik tangannya dan menghentikan perbuatannya. Tiba-tiba Carissa tersadar dan memegang kuat tangannya. Tatapan mata mereka berdua bertemu dan saling memandang masuk ke dalam sorot mata masing-masing.
"Lihatlah Carissa yang ada di dalam tubuh Callysta. Dia datang ke dunia ini. Cari dan temukan dia." Ucap Carissa lemah dengan susah payah di sela-sela tubuhnya yang semakin melemah.
__ADS_1
Semuanya dapat mendengar apa yang Carissa ucapkan, tetapi tidak ada yang mengerti. Hanya Shopie yang mengerti, karena sudah mendengar cerita mimpi Carissa tadi pagi. Apakah saat ini Carissa sedang bermimpi dan berhalusinasi?
"Apa maksud anda putri?" Tanya Oceana tidak mengerti.
"Temukan Carissa yang ada di dalam tubuh Callysta. Dia ada di sebuah hutan bagian selatan kerajaan ini. Dia dalam bahaya, dia sedang berlari dari kejaran para penyihir dan beberapa manusia iblis. Cepat, temukan dia…!!" Ucap Carissa terengah-engah. Saat ia tidak sadarkan diri tadi, Carissa mendapatkan pengelihatan tersebut dan Carissa yang ada di dalam tubuh Callysta memanggil dirinya.
Oceana dan Shopie saling memandang, ia mencurigai sesuatu telah terjadi.
"Apakah anda mendapatkan sebuah pengelihatan, putri?" Tanya Oceana apa yang ia curigai.
"Iya. Baru saja." Angguk Carissa membenarkan.
"Baiklah, saya mengerti. Saya akan mencoba mencari keberadaannya." Setuju Oceana. Carissa hanya menganggukkan kepalanya lemah.
"Tapi ada satu kendala untuk melakukan itu?" Ucap Oceana terlihat ragu.
"Apa?" Tanya Shopie.
"Kondisi tubuh putri tidak memungkinkan untuk melakukan pengelihatan tersebut. Hanya akan terlihat samar dan jadi sia-sia." Balas Oceana.
"Lalu kita harus bagaimana? Untuk menunggu memulihkan kondisi Carissa dengan cepat, itu tidak mungkin bisa." Kata Shopie terlihat kecewa.
Oceana menghela nafasnya perlahan, lalu berkata.
"Putri ku Celia bisa membantu untuk masuk sementara ke dalam tubuh putri Carissa. Agar kondisi putri memungkinkan untuk melakukan pengelihatan tersebut."
"Baiklah, lakukan."
Oceana mengerti, dia pun mendekat putri kecil yang ada di belakangnya.
"Sayang, apa kamu bisa melakukannya?" Tanya Oceana pada putri cantiknya.
Princelia tidak langsung menjawab, gadis kecil itu melihat ke arah Carissa yang terlihat lemah saat melihat ke arahnya. Mata mereka saling memandang ke dalam sorot mata masing-masing. Gadis itu pun tersenyum, karena ia tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Carissa.
"Bisa ibu. Akan aku lakukan." Balas Celia tersenyum.
"Anak yang pintar. Baiklah, kita lakukan dengan cepat." Kata Oceana sembari tersenyum dan mengelus sayang pucuk kepada sang putri.
Tidak ada yang mengerti, apa yang ingin di lakukan oleh anak dan ibu itu? Mereka semua hanya dapat diam dan terlihat khawatir melihat kondisi Carissa tidak seperti biasanya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.
"