DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
16. Kejujuran Callysta.


__ADS_3

***Apartemen Mewah Callysta***


Callysta dan Antoni memasak makan malam mereka bersama-sama, mereka melakukannya dengan bahagia dan penuh canda tawa, Callysta sedikit merasa terhibur akan kehadiran Antoni dalam hidupnya yang mau menerimanya apa adanya Callysta?


Setelah selesai mereka memasak makan malam, mereka pun menyiapkan makan malam romantis untuk mereka berdua, Callysta sengaja memasak steak daging tenderloin kesukaan Antoni untuk makan malam.


Antoni merasa senang dengan apa yang di masak oleh Callysta, setelah makan malam Antoni berencana untuk melamar dan menyerahkan kunci ajaib milik keluarga Yuandara pada Callysta.


Antoni ingin Callysta segera menjadi istrinya dan nyonya Yuandara selanjutnya, dia tidak ingin kehilangan Callysta dengan halangan apapun, sekalipun keluarganya melarang dan tidak setuju, apapun akan Antoni lakukan untuk menempatkan Callysta selalu di sisinya.


Makan malam romantis yang sangat berkesan untuk mereka berdua, dan Callysta tidak tahu apapun tentang rencana yang akan di lakukan oleh Antoni padanya hari ini, yang dia tahu Antoni selalu bersikap baik dan romantis setiap kali mereka berdua.


Setelah makan malam romantis, mereka duduk berdua menikmati teh dan sisa aneka kue manis yang di bawa oleh Antoni.


"sayang aku ingin meminta sesuatu darimu? apa kau mau melakukan sesuatu untuk ku?" tanya Antoni menatap mesra Callysta yang duduk di sebelahnya.


Callysta mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dan permintaan Antoni padanya.


"apa itu sayangku…?" tanya Callysta menatap curiga pada Antoni.


"mengapa tatapan mu begitu padaku?" tanya Antoni melihat heran pada tatapan curiga Callysta padanya.


"mamangnya ada apa dengan tatapan ku?"


"tatapan mu seakan curiga padaku?"


"hahahaha… kau tahu aku curiga padamu?" balas Callysta seraya tertawa karena melihat mimik lucu Antoni melihat padanya.


"tentu saja, apa kau pikir aku tidak tahu akan mimik wajahmu ini dan perasaanku selalu akan kontak akan perubahan dari mimik wajahmu ini." ucap Antoni seraya melingkarkan tangannya pada pundak Callysta dan mencubit mesra hidung Callysta.


"baiklah tuan muda, kau selalu peka bila melihat perubahan wajahku." balas Callysta tersenyum manis pada Antoni.


"bagaimana aku tidak curiga dengan pertanyaan mu itu? seakan kau ingin meminta sesuatu yang sangat serius dan penting dariku." ungkap Callysta kembali.


Antoni hanya tersenyum menanggapi pertanyaan yang di utarakan oleh Callysta padanya.


"ini sangat penting bagi kehidupanku selanjutnya." ucapnya masih menatap mesra Callysta.


"apa itu?"

__ADS_1


Antoni segera duduk bersimpuh di hadapan Callysta yang membuat Callysta terkejut akan tingkah laku Antoni.


"apa yang kau lakukan…?" tanya Callysta ingin membantu Antoni bangun dari duduknya, tetapi di cegah oleh Antoni dengan menggelengkan kepalanya.


Callysta hanya memandang intens wajah dan menatap mata Antoni yang memandangnya penuh cinta.


"sayang… mau kah kau menjadi istriku?!?" ucap Antoni seraya mengeluarkan kotak perhiasan berwarna merah dan membuka tutup kotak tersebut.


Callysta memandang cincin bermata berlian yang ada di dalam kotak perhiasan tersebut, Callysta beralih memandang ke arah wajah Antoni yang tersenyum bahagia ke arahnya.


Callysta tidak percaya akan apa yang terjadi saat ini? tidak percaya Antoni melamarnya untuk menjadi istrinya, Callysta terharu dengan lamaran Antoni padanya.


Seketika Callysta mengingat apa yang di katakan oleh papanya Jimmy Choo tentang lamaran Mr.X padanya, hari ini ada dua lamaran datang padanya, satu dari seseorang yang tidak di kenalnya tetapi memiliki pengaruh sangat besar dan kuat yang membuat Jimmy Choo tidak berkutik dan berdampak padanya, satu lagi seseorang yang sangat mencintainya dan di cintai oleh Callysta sepenuh hati.


Hati Callysta bimbang dan bingung karena kedua lamaran tersebut mempunyai dampak yang sangat besar untuk kehidupannya kedepan.


Bila dia menerima lamaran Antoni tentu dia akan sangat bahagia dan senang menjadi istri Antoni yang di cintainya, sedangkan bila dia menolak lamaran Mr.X hidupnya akan terancam dan bisa juga hidup Antoni juga menjadi taruhannya, Mr.X tidak akan tinggal diam karena lamarannya di tolak.


Callysta benar-benar di hadapkan pada dua pilihan masa depan yang sangat rumit dan beresiko, apa yang akan dia lakukan sekarang?


Karena tidak ada jawaban apapun dari Callysta, Antoni menjadi resah apakah lamarannya tidak di terima?


Dalam hati Antoni sangat berharap Callysta mau menerima lamarannya.


"aku……!" ucap Callysta ragu-ragu dengan mimik wajah bingung.


"ada apa sayang? apakah kau tidak ingin menjadi istriku?" tanya Antoni berterus terang karena melihat Callysta tampak ragu-ragu.


"tidak…" jawab Callysta memejamkan matanya seraya menggelengkan kepalanya.


Air mata yang tidak bisa di tahan pun meluncur ke pipi mulusnya, dia bimbang dan bingung, dia sedih karena harus memilih dari dua lamaran.


"mengapa kau menangis sayang?" tanya Antoni yang terkejut melihat air mata Callysta seraya menakupkan kedua tangannya memegang kedua pipi Callysta.


"aku sangat ingin menjadi istrimu, tetapi…" ucap Callysta tertahan dengan tatapan sedih memandang sorot mata Antoni.


Callysta ingin menjadi istri Antoni tetapi dia juga tidak ingin membuat Antoni dalam bahaya dengan menolak lamaran dari Mr.X, Callysta bertanya pada hatinya apa yang harus dia lakukan? apakah dia harus jujur dan membuat Antoni mengerti akan posisinya? tetapi bila dia jujur apakah Antoni bisa menerima dan mengerti keadaannya?


"tetapi apa sayang…?" tanya Antoni penasaran seraya menghapus air mata Callysta yang membasahi pipinya.

__ADS_1


"aku tidak ingin membuatmu dalam bahaya." ucap Callysta terisak karena menahan sekuat tenaga tangisnya agar tidak pecah.


"apa maksudmu tidak ingin aku dalam bahaya?" tanya Antoni bingung dengan ucapan Callysta.


Callysta menatap wajah Antoni yang bingung dengan ucapannya, dan dia memutuskan untuk berterus terang pada Antoni tentang lamaran Mr.X padanya, dia akan menerima apapun keputusan yang akan di berikan oleh Antoni setelah dia berterus terang.


Callysta tidak ingin menyembunyikan apapun dari Antoni? bila Antoni bukanlah jodoh dan tidak di takdirkan untuknya? Callysta akan menerimanya walaupun sakit yang akan dia rasakan.


"kau sudah tahu siapa papaku, Jimmy Choo ketua mafia Black king yang sangat kejam, dan dia sudah menentukan dengan siapa aku akan menikah, karena Jimmy Choo sudah menerima sebuah lamaran untuk menjadi suamiku." ucap Callysta berterus terang pada intinya langsung.


Antoni yang mendengar apa yang di utarakan oleh Callysta sangat terkejut, karena selama ini dia tidak pernah berpikir bahwa Callysta akan di jodohkan oleh sang papa yaitu ketua mafia Black King Jimmy Choo.


"apa kau tidak sedang bercanda sayang?" tanya Antoni dengan harapan kalau Callysta hanyalah ingin bercanda dengannya.


"tidak… apa kau lihat aku sedang bercanda.…?" jawab Callysta menatap pada mata Antoni untuk membuktikan bahwa dirinya berkata jujur.


Antoni melihat sorot mata kejujuran dari mata Callysta yang membuatnya jatuh terduduk di lantai di hadapan Callysta.


"dengan siapa kau di jodohkan? kenapa kau tidak pernah cerita padaku? apa kau hanya ingin mempermainkanku?" ucap Antoni kecewa pada Callysta karena merasa kalau Callysta tidak jujur padanya.


"aku tidak ingin kau salah paham, akupun baru tahu hari ini dari papa tentang lamaran seseorang padaku dan aku tidak bisa menolaknya." ucap Callysta jujur karena tidak ingin Antoni salah paham padanya.


Bila mereka harus berpisah, Callysta ingin mereka berpisah dengan baik-baik dan tidak ada kesalah pahaman apalagi permusuhan di antara mereka.


"dengan siapa kau di jodohkan dan siapa yang berani melamarmu?" tanya Antoni ingin tahu, dan masih ingin percaya pada Callysta bahwa dia tidak ada niat mempermainkan Antoni.


Antoni kembali duduk bersimpuh di depan Callysta seraya menggenggam erat kedua telapak tangan Callysta dan menatap intens wajah Callysta, dia melihat kejujuran di sorot mata Callysta dan Antoni percaya bahwa Callysta tidak akan mempermainkan dan membohonginya.


Antoni akan berusaha terus percaya pada Callysta dan akan membantunya untuk lepas dari perjodohan yang tidak di inginkan oleh Callysta walaupun harus melawan Jimmy Choo, Antoni tidak ingin kehilangan Callysta, Antoni akan terus mempertahankan Callysta di sisinya apapun caranya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya.


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2