DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
11. Sepasang Kekasih.


__ADS_3

Episode sebelumnya…


"Mengapa kamu tidak jujur saja? Kamu tidak bisa menerimaku karena suatu alasan. Kamu tidak ingin, setelah aku tahu siapa dirimu yang sebenarnya? Aku akan menghindar darimu dan tidak ingin lagi menyukaimu. Mengapa kamu tidak jujur saja kepadaku, kamu takut aku tahu siapa dirimu yang sebenarnya…?" Ucap Antoni yang membuat Callysta bingung, apa yang di maksudkan oleh Antoni?


"Apa maksud anda?" Tanya curiga Callysta.


"Aku tahu siapa dirimu? Aku tetap menerimanya karena aku memang tulus suka dan mencintai kamu apa adanya dirimu saat ini." Ucap Antoni yang membuat jantung Callysta berdebar.


'Apa maksud tuan muda…apa jangan-jangan dia tahu siapa aku…?' Gumam Callysta di dalam hatinya memandang intens ke arah Antoni.


Antoni dan Callysta saling memandang dengan pikiran mereka masing-masing.


...----------------...


"Anda tahu siapa saya?" Tanya Callysta memicingkan matanya melihat ke arah Antoni.


"Aku tahu kau siapa? Kamu putri angkat dari ketua mafia kejam Black King, tuan Jimmy Choo." Jawab Antoni dengan mimik wajah seriusnya.


Callysta terkejut mendengar jawaban Antoni yang sangat benar, membuatnya tidak bisa mengelak lagi.


"Bagaimana anda bisa tahu?" Tanya Callysta tidak percaya dengan terbata-bata.


"Kamu lupa siapa aku?" Tanya Antoni seraya menaikkan sebelah alisnya.


Callysta tersenyum dan tertawa pelan karena dia baru sadar. Siapa yang ada di depannya saat ini? Siapa yang tidak mengenal tuan muda Antoni Yuandara? Callysta merasa bodoh dan naif beranggapan bisa menyembunyikan sesuatu dari Antoni?


"Mengapa kamu tertawa? Apa kamu akan mengelak?" Tanya Antoni karena melihat Callysta tertawa.


"Aku tidak akan mengelak tuan muda, apa yang anda katakan semua adalah benar?!?" Jawab Callysta seraya melihat ke arahnya.


"Jadi, apa masih ada masalah dan alasan lain untukmu tidak bisa menerima aku?"


"Justru saya yang seharusnya bertanya kepada anda, tuan. Apa anda benar-benar tidak masalah dengan jati diri saya? Apa masih anda ingin meneruskan keinginan anda itu?" Tanya Callysta masih melihat ke arah Antoni, dia ingin tahu apa pria ini masih serius ingin meneruskan perasaan suka dan cintanya.


"Tentu aku serius, karena aku tulus suka dan cinta kepadamu. Aku menerimamu apapun keadaanmu dan siapapun dirimu saat ini!?!" Balas Antoni dengan sorot mata kejujuran dan binar kasih sayang pada pandangan matanya.


"Tapi, saya tidak mencintaimu tuan." Jawab jujur Callysta.

__ADS_1


"Kamu bisa belajar mencintai aku mulai sekarang. Aku akan membantu dan sabar menunggumu untuk bisa membalas cintaku." Ungkapnya menggenggam tangan Callysta, di kecupnya dengan lembut punggung tangan Callysta.


"Tuan, anda memang benar-benar keras kepala." Ungkap Callysta menggelengkan kepalanya. Ia biarkan Antoni meresapi kecupannya pada punggung tangan Callysta.


"Apa kamu sudah bisa menerima aku?" Tanya Antoni melihat Callysta dengan tatapan lembutnya.


"Apa saya ada pilihan lain, tuan?"


"Apa hari ini kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih?" Tanya Antoni dengan senyum bahagianya.


Callysta memandang datar ke arah Antoni.


'Apa aku sudah terjebak? Apa hidupku akan berakhir menjadi mainannya? Apa aku punya pilihan lain selain menerimanya? Aku pasrah padanya bila hidup dan matiku ada di tangannya! Aku tidak punya pilihan hidup seperti kemauanku sendiri, aku hanya bisa hidup dengan aturan dari orang lain, apapun yang akan terjadi ini sudah menjadi takdirku?' Gumam Callysta pasrah.


"Apa saya boleh meminta sesuatu kepada anda?" Tanya Callysta ragu-ragu.


"Tentu saja, apa yang kamu minta? Apa kamu masih ingin kunci ajaib itu?" Tanya antusias Antoni.


"Tidak… saya tidak menginginkan kunci ajaib milik keluarga anda." Geleng Callysta.


"Apa maksudmu untuk merahasiakan hubungan kita ini?" Tanya heran Antoni mengerutkan keningnya.


"Anda tahu siapa saya sebenarnya? Saya tidak ingin papa tahu kalau saya memiliki hubungan dekat dengan seorang pria, terlebih lagi dengan anda putra dari keluarga Yuandara. Saya tidak ingin papa memanfaatkan hubungan kita ini nantinya." Ungkap Callysta menjelaskan.


Callysta tahu bagaimana sifat papanya yang tamak akan uang? Dia tidak ingin Antoni menjadi korban dari ketamakan sang papa. Pria itu hanya diam memandang ke arah Callysta.


"Kalau anda tidak mau, juga tidak apa-apa? Lebih baik kita tidak memiliki hubungan apapun?" Ucapnya seraya berdiri dan ingin melangkah mengambil botol infusnya.


Tetapi Antoni segera berdiri dan memeluk pinggang Callysta dari arah belakang, meletakkan dagunya di atas pundak kanan Callysta. Sedangkan Callysta cukup terkejut atas pelukan tidak terduga dari Antoni pada pinggangnya. Dagu yang menempel di atas bahu kanannya diam terpaku, tubuhnya menegang tidak bergerak sama sekali.


"Jangan katakan kita tidak memiliki hubungan apapun? Baik, aku setuju untuk merahasiakan hubungan kita. Tapi sampai kapan?" Tanya Antoni pelan berbisik pada telinga Callysta.


Callysta bisa merasakan hangat dan aroma mint dari nafas Antoni yang lembut menerpa telinga dan pipinya.


"Saya belum tahu, kita jalani saja dulu." Balas Callysta yang masih diam terpaku.


"Baiklah, apapun yang kamu minta, akan aku turuti…Apa artinya sekarang kita sepasang kekasih yang bersembunyi?" Tanya Antoni. Lagi-lagi Callysta merasakan nafas Antoni menerpa lembut dan hangat pipinya karena dia menoleh ke arah samping.

__ADS_1


"Iya." jawab Callysta singkat sembari menganggukkan kepalanya, dan tersenyum tipis melihat tingkah manja Seorang Tuan muda Antoni Yuandara.


'cup cup'


Antoni mengecup dua kali pipi Callysta yang membuat Callysta terkejut, dia segera melihat ke arah samping. Sebuah keberuntungan atau kesialan baginya, lagi-lagi bibir mereka bersentuhan. Kali ini, Antoni lah yang sengaja mengecup bibir Callysta.


Callysta hanya bisa kembali terkejut dan melototkan matanya melihat tingkah laku Antoni. Sedangkan Antoni tersenyum manis melihat Callysta terkejut akan ciuman sekilasnya.


"Apa anda selalu seperti ini kepada setiap wanita yang anda dekati?" Tanya Callysta sedikit menyelidiki, apakah Antoni pria yang suka bersama banyak wanita?


"Tidak pernah sama sekali, kamu adalah wanita pertama yang aku cium." Jawabnya menggelengkan kepalanya.


"Anda pandai sekali merayu."


"Aku serius, kamu wanita pertama dan terakhir yang aku perlakukan seperti ini." Ucap Antoni mempererat pelukkannya pada pinggang Callysta, dan mengecup gemas pipi Callysta.


"Aduh tuan pipi saya sakit, dan luka leher saya tertekan lagi." Ucap Callysta memberitahukan. Tekanan dari ciuman gemas Antoni pada pipi kanannya, membuat tekukan kecil pada leher kirinya yang terluka.


Antoni segera melepaskan pelukkan dan ciuman gemasnya mendengar ucapan Callysta. Pria itu perlahan mambalikkan tubuh Callysta menghadap ke arahnya, mereka saling memandang dan Antoni membelai lembut luka di leher Callysta. Itu dia lakukan agar sakit yang di rasakan Callysta sedikit berkurang.


"Maafkan aku sayang…aku tidak bermaksud membuatmu kesakitan." Ucap Antoni sedih dan menatap lembut Callysta.


Mereka saling memandang, Antoni memandang lembut dan penuh cinta kepada Callysta. Sedangkan Callysta mulai ikut terhanyut akan tatapan pria tampan yang ada di hadapannya tersebut.


Callysta belum percaya kalau Antoni dapat bersikap manis dan lembut kepadanya. Jika mengingat kembali bagaimana saat pertama kali mereka bertemu? Antoni yang anti di sentuh oleh seorang wanita bersikap kasar, arogan dan sombong kepada Callysta. Namun sekarang, sikap Antoni berubah 180% menjadi lembut, manis, penuh kasih sayang dan cinta kepadanya. Saat ini mereka resmi menjadi sepasang kekasih.


Antoni memegang lembut kedua pipi Callysta dengan kedua telapak tangannya. Tatapan mata mereka masih saling memandang, dengan perlahan Antoni mendekatkan wajah mereka berdua. Perlahan tapi pasti, bibir Antoni mencium lembut bibir Callysta, meresapi setiap sentuhan dan kecupan yang mereka lakukan. Pria itu menyalurkan semua rasa cinta dan kasih sayangnya pada setiap ciuman lembut mereka, Callysta hanya diam dan mencoba untuk belajar menerima kekasih barunya, Antoni Yuandara.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2