
***Kerajaan Darkness World***
Begitu Carissa masuk ke dalam kamar tidur pribadinya, dia hanya di temani oleh Feyrin pelayan pribadi serta pelayan yang ingin selalu ia lindungi. Feyrin sudah seperti saudara dan sahabat bagi Carissa sejak kedatangannya di dunia keduannya tersebut.
"Feyrin…!!" Panggil Carissa melihat Feyrin sedang menyiapkan ranjang untuk tempatnya beristirahat malam ini.
"Iya nona." Balas Feyrin menghentikan aktivitasnya. Ia pun melihat ke arah sang nona.
"Aku ingin tahu, sampai di mana kemampuan mu saat ini? Jawab aku dengan jujur…!!" Tanyanya sebagai perintah.
Feyrin melihat intens sang majikan, ia sudah cukup berlatih dengan apa yang di ajarkan dan di berikan oleh Carissa selama mereka bersama?Namun ia takut mengecewakan sang nona.
"Ada apa Feyrin?" Tanya Carissa kembali, karena Feyrin hanya diam saja.
"Maaf nona. Saya sudah berlatih keras akhir-akhir ini, namun saya belum cukup kuat seperti yang anda inginkan." Balas jujur Feyrin.
Ia hanya bisa menggunakan magic Activator saja, tetapi kekuatan magic tersebut lebih kuat dari sebelumnya. Itu berkat latihan yang di berikan oleh Carissa secara diam-diam di dalam ruang dimensi miliknya.
Feyrin juga telah menguasai dua elemen pengendalian Bumi dan tanah, juga elemen pengendalian api. Walaupun di tingkat rendah, namun itu sudah lebih dari cukup baik untuk Feyrin. Jika di bandingkan dengan Carissa sendiri, yang hingga kini tidak bisa sama sekali menguasai satu kekuatan magic ataupun elemen seperti Feyrin.
Carissa memiliki sebuah panduan yang ia dapatkan dari buku A Miracle. Dia mencoba mengajarkan ilmu yang ia baca dan dapatkan, tetapi anehnya dirinya sendiri tidak bisa menguasai apa yang ia pelajari dari buku ajaib A Miracle. Justru saat Carissa coba mengajarkannya kepada Feyrin, pelayannya tersebut dapat menguasai dan menerima itu dengan mudah, baik dan kini telah menguasai dua elemen yang ia pelajari dari Carissa.
Ini cukup membuat Carissa tidak mengerti pada dirinya sendiri, sebenarnya ada apa? Mengapa dia sendiri tidak bisa menguasai satupun kekuatan magic dan elemen seperti Feyrin. Apakah ada sesuatu yang ia lewatkan? Carissa juga tidak lupa bertanya pada Shopie untuk masalahnya tersebut.
Shopie hanya menjawab, untuk menguasai kekuatan magic dan elemen. Tidak semudah kita menguasai ilmu bela diri dan ilmu dalam menggunakan beberapa senjata. Seperti dirinya dulu, Shopie juga mengalami tingkat kesulitan yang cukup membuatnya frustasi. Hingga tubuhnya ada pada batas kekuatan yang tidak seharusnya ia lakukan dan kerahkan.
Pada akhirnya Shopie hingga berada pada ujung tanduk antara mati dan hidup. Begitu merasakan hal yang sangat sakit dan tersiksa bagaikan di neraka. Di saat berada dalam sebuah neraka, di saat itulah semua kekuatan yang seharusnya ia miliki masuk dan ia dapatkan. Seakan menyatu dalam jiwa dan raganya di saat kematian akan menjemputnya.
Penjelasan Shopie cukup membuat Carissa juga ikut frustasi. Entah bagaimana jika ia juga mengalami itu semua? Apakah tubuh lemah Carissa dapat menerima batas kekuatan tubuhnya tersebut? Tidak bisa Carissa bayangkan, jika hal itu terjadi.
"Nona, ada apa?" Tanya Feyrin karena melihat Carissa hanya diam saja melihat ke arah lantai.
"Maaf jika saya sudah mengecewakan anda, nona." Ucap Feyrin mengira jika Carissa diam karena kecewa kepadanya.
"Tidak Feyrin. Kamu tidak pernah mengecewakan aku. Justru kamu sudah membuat ku senang dan bangga dengan menguasai dua elemen yang sudah kamu pelajari dariku." Balas Carissa tidak ingin Feyrin salah paham.
Carissa begitu menyayangi Feyrin selayaknya seorang saudara baginya.
"Aku hanya berpikir. Kamu begitu mudah menerima dan mempelajari ilmu kekuatan elemen dan magic yang aku berikan. Tetapi anehnya, kenapa aku justru tidak bisa menguasai satu pun kekuatan magic dan elemen seperti yang kamu pelajari dariku."
__ADS_1
Feyrin tahu itu, dia pun ikut sedih untuk nonanya. Namun tidak ada yang bisa ia lakukan untuk membantu sang nona.
"Apakah Sang Peramal Suci juga tidak dapat membantu anda nona?" Tanya Feyrin.
"Tidak." Gelengnya. "Peramal Suci juga mengalami apa yang aku alami. Dia juga butuh usaha, waktu dan proses yang tidak mudah saat mempelajari ilmu magic dan elemen yang sekarang dia miliki." Balas Carissa terlihat tidak semangat akan apa yang telah terjadi padanya.
"Nona.…Apa mungkin karena anda mengajarkan itu kepada saya? Sehingga anda tidak dapat menyerap semua ilmu yang anda pelajari itu?" Tebak Feyrin.
"Tidak juga. Sebelum kamu mempelajari itu semua. Aku sudah jauh lebih dulu mempelajarinya sendiri, tetapi tetap tidak bisa. Karena itu juga aku berniat mencobanya padamu, dan ajaibnya tubuhmu dapat dengan mudah menguasai semua ilmu kekuatan magic dan elemen yang aku ajarkan padamu. Itulah yang membuat aku bingung dan sampai sekarang tidak mendapatkan jawabannya. " Ungkapnya.
'Bahkan aku juga bertanya kepada putri Alarice Jovandra. Dia juga mengatakan hal yang sama seperti yang di katakan oleh Shopie. Aku benar-benar frustasi di buatnya.' Gumam Carissa di dalam hatinya.
"Nona…!!" Panggil Feyrin. Carissa segera melihat ke arahnya.
"Apakah anda khawatir akan pertarungan besok?" Tanya Feyrin terlihat khawatir di wajahnya.
Carissa menghela nafasnya, tidak dapat ia pungkiri jika dia juga sangsi dirinya mampu bertarung dalam pertarungan besok. Di saat dua lawannya memiliki kekuatan magic dan elemen yang berada pada tingkat tinggi. Bagaimana dan apakah bisa untuk Carissa lawan?
"Tentu aku sangat khawatir, Feyrin. Di saat dua lawanku memiliki kekuatan magic dan elemen yang cukup tinggi. Sedangkan aku tidak memiliki kekuatan apapun? Aku hanya ahli ilmu bela diri dan ahli menggunakan beberapa senjata. Apakah bisa melawan kekuatan magic dan elemen itu?" Balas Carissa jujur pada apa yang menjadikan dirinya khawatir.
Hanya pada Feyrin, Carissa mampu jujur dengan perasaan hati dan beban pikiran yang ia miliki.
Carissa melihat ke arah Feyrin yang terlihat tulus, ia pun tersenyum akan semangat yang di berikan oleh pelayan kesayangannya tersebut. Feyrin selalu mampu mengurangi beban pikiran dan hatinya.
"Kau benar Feyrin. Tidak seharusnya aku mengeluh sebelum mencoba segalanya. Terima kasih kamu selalu ada untuk ku." Balas Carissa tulus dengan tersenyum manis ke arah Feyrin.
"Justru saya senang bisa bersama anda, nona. Saya sungguh beruntung memiliki nona seperti anda." Balas tulus Feyrin dengan senyuman yang tidak kalah manis dari sang majikan.
Carissa sangat merasa senang dan bersyukur ada Feyrin yang menemani di Dunia Keduanya tersebut. Sehingga untuk merasakan kesepian dan kesendirian seperti saat di dunia asalnya, tidak Carissa rasakan lagi. Berkat keberadaan Feyrin selalu bersamanya.
"Oya Feyrin. Ada yang aku inginkan untuk kamu lakukan." Ucap Carissa.
"Apa itu, nona?" Tanya balik Feyrin.
Bukannya menjawab, Carissa justru tersenyum.
"Untuk besok, apapun keputusan dan perintah ku, aku harap kamu mau melakukannya tanpa menolak dan merasa terbebani."
"Maksud, nona…?" Tanya Feyrin tidak mengerti.
__ADS_1
"Ini hanya firasat ku saja. Aku merasa akan ada sebuah kejutan di dalam pertarungan besok. Kejutan yang tidak dapat di tolak ataupun di tentang. Hanya saja aku memiliki firasat akan ada hubungannya denganmu juga. Aku hanya ingin kau selalu siaga dan mempersiapkan dirimu apapun yang terjadi besok. Apakah kamu bisa, Feyrin?" Tanya Carissa.
Feyrin tidak langsung menjawab, dia cukup tahu jika firasat sang nona selalu benar. Jadi dia pun tidak bisa mengecewakan nonanya.
"Tentu nona. Apapun yang terjadi besok, saya pastikan akan selalu bersama dan berada di di sisi nona. Saya akan mempertaruhkan jiwa dan raga saya untuk nona." Balas tulus Feyrin yang terlihat jelas pada sorot matanya.
"Terima kasih Feyrin." Balas Carissa sembari melangkah mendekati Feyrin.
"Aku sangat menyayangi mu Feyrin. Terima kasih kamu selalu bersama dan ada untuk ku." Ucap Carissa tulus sembari memeluk hangat tubuh Feyrin.
"Saya juga sangat menyayangi nona. Terima kasih nona sudah memilih saya sebagai pelayan nona. Saya sangat senang dan sungguh beruntung bisa berada di sisi nona, walaupun harus mati demi nona. Saya rela, saya merasa terhormat bisa mempertaruhkan nyawa saya untuk nona." Balas Feyrin terharu akan kasih sayang yang di berikan oleh Carissa.
"Jangan berkata seperti itu, apapun yang terjadi? Kamu harus tetap hidup untuk waktu yang lama. Itu yang aku inginkan darimu Feyrin. Jadi jangan katakan sesuatu yang tidak suka aku dengarkan, kau mengerti."
Carissa melihat sedih serta tegas ke arah Feyrin yang telah berkata sesuatu berbentuk kematian. Carissa tidak suka mendengar itu. Feyrin juga mengerti arti tatapan serta perkataan yang di ucapkan oleh Carissa.
"Iya nona. Saya mengerti. Maafkan saya, saya akan hidup lama untuk nona selama waktu yang saya miliki." Balas Feyrin tidak ingin nonanya terlihat sedih.
"Itu yang aku inginkan darimu. Inilah Feyrin ku." Balas Carissa dengan senyuman yang sangat manis dan terlihat tulus bagi Feyrin.
Carissa menghembuskan nafasnya perlahan.
"Sebaiknya kita beristirahat untuk malam ini. Dan aku minta kau menemaniku malam ini, aku ingin kita tidur berdua malam ini." Pintanya.
"Tentu saja nona. Saya akan menemani seperti yang nona minta."
Carissa dan Feyrin sering tidur berdua di satu ranjang, sewaktu mereka masih berada di kerajaan Holmes. Carissa merasa lebih nyaman dan nyenyak untuk tidur jika di temani, di saat dirinya gugup atau banyak beban pikiran. Carissa tidak pernah memperlakukan Feyrin benar-benar seperti seorang pelayan yang harus menghormati majikannya. Feyrin adalah sahabat sekaligus saudara bagi Carissa.
Mereka pun mengistirahatkan tubuh mereka di satu ranjang yang sama, begitu nyaman bagi keduanya. Seolah mereka berdua telah terikat dan di takdirkan untuk bersama tanpa harus membedakan kasta dan kedudukan mereka. Selama itu nyaman dan yang di inginkan oleh Carissa, akan selalu di lakukan dan terjadi seperti keinginan Carissa Sang Pengendali.
'Apapun firasat ku dan yang akan terjadi di pertarungan besok. Tidak akan aku biarkan orang-orang terdekatku menjadi korban. Sebab aku yakin, kekuatan yang sebenarnya adalah orang-orang yang kita lindung dengan segenap hati. Kekuatan apapun yang kita miliki akan semakin besar jika kita gunakan untuk melindungi semua yang kita sayangi. Itulah janjiku malam ini. ' Gumam Carissa di dalam hatinya berjanji.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.