
***Paviliun Kekaisaran Holmes***
Carissa menatap Feyrin dengan mimik wajah yang berharap pada Feyrin, agar tidak menceritakan kebiasaannya yang bisa menghabiskan banyak aneka kue manis dalam sehari, apalagi bila suasana hatinya buruk dan banyak pikiran.
Ketiga pria yang ada di sana tersenyum melihat mimik wajah Carissa yang seperti anak kecil memohon agar rahasia nya tidak terbongkar, sedangkan permaisuri Holmes mengetahui tingkah laku Carissa tersebut.
"jawab aku pelayan…?" tanya permaisuri melihat Feyrin dan Carissa secara bergantian.
"nona Carissa bisa menghabiskan tiga piring penuh aneka kue manis dalam sekali duduk yang mulia, apalagi bila suasana hati nona sedang buruk, nona bisa menghabiskan aneka kue manis lebih dari itu." ucap Feyrin yang membuat Permaisuri serta ketiga pria tampan yang ada di sana terkejut.
Sedangkan Carissa langsung menundukkan wajah dan memejamkan matanya, karena malu akan rahasia yang memalukan baginya.
Feyrin hanya berniat baik mengungkap rahasia sang nona pada permaisuri, bukan untuk memepermalukan Carissa. Feyrin ingin Permaisuri bisa membujuk sang nona untuk menghentikan prilaku nonanya tersebut, karena Feyrin takut nonanya cepat menjadi gemuk bila terus makan aneka kue manis terlalu banyak.
"apa itu benar nona Carissa…?" tanya permaisuri melihat Carissa yang sudah menundukkan kepalanya.
"iya, tetapi itukan tidak setiap hari Permaisuri." jawab pelan Carissa dengan mimik wajah yang merasa bersalah.
"walaupun tidak setiap hari kurangilah, tidak baik bagi tubuh langsingmu." ucap lembut permaisuri.
Carissa melihat ketulusan di sorot mata permaisuri, dan Carissa merasa di perhatikan.
"baik permaisuri." jawab Carissa tersenyum tipis.
Ketiga pria yang ada di sana hanya tersenyum melihat tingkah malu-malu Carissa dan tingkah Carissa yang patuh pada Permaisuri.
"salam hamba yang mulia permaisuri, putra mahkota dan para pangeran!!" ucap kepala pengawal datang menghadap di sela-sela kebersamaan mereka.
"ada apa kepala pengawal?" tanya Verdian.
"maafkan hamba bila mengganggu yang mulia, hamba hanya ingin melaporkan, bahwa para penjaga yang menjaga bola cahaya inti sari para iblis dan siluman, banyak yang tiba-tiba tumbang yang mulia." ucap kepala pengawal yang membuat semua terkejut.
"mengapa begitu…?" tanya putra mahkota.
"maafkan hamba yang mulia, hamba juga tidak mengerti."
Putra mahkota dan para pangeran saling melihat heran, dan mereka pun memutuskan dengan segera ingin melihatnya, begitu juga Carissa dan permaisuri yang ikut untuk melihat ke ruangan khusus di mana semua bola cahaya inti sari tersebut di simpan.
Sebenarnya Carissa dilarang ikut oleh Damian, tetapi dia besikeras ingin ikut, dengan terpaksa Damian mengizinkan karena tidak ingin Carissa merengek terus, bagaimana juga semua bola cahaya inti sari tersebut adalah milik Carissa.
Mereka pun sampai di ruangan tersebut, terlihat beberapa warna yang berasal dari cahaya bola inti sari tersebut, ada yang berwarna putih, biru, merah, hitam, dan hijau.
Carissa seperti melihat lampu warna-warni, Carissa hanya berdiri melihat aneka bola cahaya inti sari yang ada di hadapannya, Sampai terdengar suara telepati dari Sophie memanggilnya.
__ADS_1
"Carissa bola-bola cahaya inti sari tersebut mengandung kekuatan magic dari penggunanya, tingkat kekuatannya di tentukan oleh warnanya, dan ada 7 warna dari bola cahaya inti sari, aku akan sebutkan urutannya dari yang terendah, hijau, biru, merah, hitam, putih, silver, dan gold." ucap sohpie melalui telepatinya, sedangkan Carissa hanya diam mendengarkannya.
Carissa tidak ingin menjawab, karena di sana ada putra mahkota dan para pangeran serta permaisuri, Carissa tidak ingin di anggap bicara sendiri seperti waktu perang melawan para iblis dan siluman, saat sohpie terus berkomunikasi memberikannya petunjuk.
"Carissa kau bisa menjawab ku melalui suara hatimu saja, aku tahu kau tidak ingin bicara langsung karena ada mereka." ucap Sophie mengerti keadaan Carissa saat ini.
"kenapa tidak bilang dari kemarin??" tanya Carissa melalui telepatinya memakai suara hatinya.
"kau tidak bertanya."
"baiklah, lalu apa yang bisa aku lakukan dengan bola bola cahaya inti sari ini? dan apa kau tahu mengapa banyak para penjaga yang tidak sadarkan diri saat menjaga bola-bola cahaya inti sari ini?"
"itu karena para penjaga tidak memiliki tingkat kekuatan yang kuat untuk menjaga bola-bola tersebut, bagaimana juga bola-bola cahaya tersebut hidup dan bisa menyerap tenaga manusia untuk membuat bola-bola cahaya tersebut tetap hidup, bila tidak bola-bola itu bisa mati dan tidak berguna, jadi para penjaga harus berada di level dua atau tiga agar kuat menjaga bola-bola cahaya itu."
"apa tidak ada cara lain?"
"ada kalau kau memberikan bola-bola cahaya inti sari pada seseorang untuk menambah kekuatan magic mereka, atau menyimpan bola-bola itu di dalam Kotak Kehidupan."
"Kotak Kehidupan?"
"iya…kau harus mencarinya, Kotak Kehidupan itu salah satu dari benda keramat yang harus kau kumpulkan, bisa kau pakai untuk melawan musuh dari kerajaan Darkness World. Kotak Kehidupan akan banyak membantu dan manfaatnya kau pakai untuk meminta apapun yang kau butuhkan, dengan hanya memikirkan atau membayangkan sesuatu yang kau inginkan, tetapi itu akan sangat susah kau dapatkan karena keberadaan dari Kotak Kehidupan itu pun aku tidak tahu."
"baiklah....lalu apa yang seharusnya aku lakukan pada bola-bola cahaya ini, agar tidak membuat susah para penjaga."
"hijau dan biru adalah milik siluman ular, bola cahaya biru dengan kekuatan bisa mengeluarkan racun dari mulut atau hanya menyentuh cairan lidahnya, hijau bisa mengeluarkan hawa panas, merah terang adalah milik siluman wanita Rapel, yang bisa menyemburkan api dan memakai rambut sebagai senjata tajamnya, merah kehitaman adalah milik raksasa merah dengan kekuatan di level 3 dan bisa menjadi raksasa, hitam milik raksasa yang berwarna hitam, dengan kekuatan bisa berubah menjadi raksasa dengan level 4, putih milik dari serigala berkepala dua, dengan level 5 dengan kekuatan cakaran kuat pada kuku dan taringnya sebagai senjata, jadi kau bisa memberikanya pada siapa saja, atau kau simpan untuk dirimu sendiri bila nanti kau sudah memiliki kekuatan magic."
"apa tidak ada cara lain …?"
"tidak itu saja caranya, jadi silahkan kau atur sendiri." ucap Sophie dan Carissa hanya diam melihat semua bola-bola cahaya itu.
"Oya Carissa, kau bisa menyembuhkan dirimu dengan bantuan bola cahaya milik siluman wanita Rapel, dengan cara berikan pada putra mahkota yang memiliki Electrik Flow magic yang setara akan panasnya api, gunakan kekuatan api milik siluman ular untuk membuat luka pada lenganmu yang basah akan cepat mengering dan tidak terasa sakit."
"apakah itu akan berhasil?"
"tentu, karena rambut dari siluman wanita Rapel yang membuat lenganmu terluka, jadi kekuatan bola cahaya siluman wanita Rapel yang juga bisa menyembuhkan dirimu, dengan bantuan orang yang tepat kekuatan magic nya."
"baiklah akan aku coba."
"tapi ingatkan pada yang akan menerima bola cahaya inti sari itu, mereka di pastikan akan menjadi incaran dari semua yang menginginkan bola cahaya inti sari tersebut, untuk menambah kekuatan mereka yang menginginkannya, jadi kalau sudah memiliki bola cahaya inti sari pada tubuh mereka, hanya kematian yang akan mengeluarkan bola cahaya inti sari tersebut dari tubuh sang pemilik."
"baiklah…"
"Carissa…sudah banyak orang yang tahu kau adalah sang pengendali, tetapi hanya beberapa saja yang tahu wajahmu, dan nyawamu sudah menjadi incaran dari para iblis dan siluman dari kerajaan Darkness World, untuk membunuhmu agar tidak ada yang bisa memusnahkan mereka."
__ADS_1
"kalau sudah begitu aku harus bagaimana?"
"selama kau berada di dalam istana Holmes, mereka juga akan menjadi incaran para iblis dan siluman, jadi kau harus keluar dari istana dan sembunyikan dirimu sebaik mungkin dari orang yang belum tahu bagaimana wajahmu."
"jadi aku harus keluar dari istana ini, agar semua orang yang ada di dalam istana dan kerajaan Holmes aman, begitu…?"
"iya karena itu sudah takdir darimu, yang harus melakukan perjalanan untuk mencari ke 7 benda keramat lainnya, yang aku lihat dalam perjalanan nanti kau mendapatkan teman seperjalanan yang akan membantumu, dan juga pengalaman hidup di dunia kedua mu ini, agar kemampuanmu semakin hebat dan kuat menjadi sang pengendali."
"baiklah, aku akan mencari alasan agar bisa meninggalkan kerajaan Holmes."
"itu aku yang akan membantumu."
"apa kau tahu caranya?"
" kau tunggu saja…baiklah sekarang lakukan apa yang aku sarankan, dan semoga kau berhasil menentukan pilihanmu saat ini untuk kedepannya.
"ok terima kasih." pembicaraan mereka melalui telepatin pun selesai.
Terlihat putra mahkota, para pangeran dan permaisuri yang ada di sana melihat ke arah Carissa yang memandang lurus ke arah bola-bola cahaya inti sari yang ada di hadapannya.
"apa yang akan kau lakukan dengan bola-bola cahaya inti sari ini?" tanya putra mahkota melihat Carissa.
"akan hamba berikan pada kalian bertiga yang mulia, dan hamba akan menyimpan satu yang berwarna biru saja, karena itu sangat berbahaya dan paling hamba butuhkan saat ini." balas Carissa melihat putra mahkota dan bola-bola cahaya inti sari tersebut secara bergantian.
Carissa berjalan mendekati di mana bola-bola cahaya inti sari itu di letakkan, Carissa perlahan mengambil bola cahaya inti sari merah terang milik dari siluman wanita Rapel, perlahan dia mengarahkan bola cahaya inti sari itu pada putra mahkota dan berkata.
"maukah yang mulia menyembuhkan luka pada lengan hamba, dengan menggunakan kekuatan magic dari bola cahaya inti sari milik siluman wanita Rapel?" tanya Carissa melihat putra mahkota dan bola cahaya inti sari yang ada di telapak tangannya.
"maksudmu…?" tanya bingung Leonard.
"telanlah bola cahaya ini yang mulia, bola cahaya inti sari ini akan membuat kekuatan magic Electrik Flow anda bisa memiliki semburan api juga, dan semburan api yang bercampur dengan sengatan listrik dari magic anda bisa dengan cepat membuat kering luka lengan hamba yang masih basah."
Ungkap Carissa masih melihat harap pada Leonard, apakah Leonard mau membantunya untuk sembuh apa tidak? Carissa tidak bisa terlalu lama dengan luka lengannya, yang membuat Carissa tidak bisa melakukan aktivitas apapun karena tidak boleh banyak bergerak, dan Carissa berencana melakukan sesuatu yang sangat bermanfaat untuk nya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.----
__ADS_1