
***Kerajaan Darkness World***
Tatapan mata pangeran Hayden Adelio terlihat penuh kesedihan dan putus asa. Carissa menatapnya dengan penuh rasa prihatin, Carissa sebenarnya bisa menyelamatkan sang pangeran, dia hanya akan mengulur waktu.
Lagi pula Carissa tidak tahu jenis serta dosis racun yang bersarang pada si kembar, apakah sama dengan racun yang di dapatkan oleh putri Debora Liberata? ataukah lebih ganas dari racun itu? Carissa harus memastikannya terlebih dahulu, agar dapat mengambil tindakan yang tepat dan tidak akan menjadi sia-sia.
Saat Carissa ingin melangkah mendekati ranjang sang pangeran dengan membawa dua buah botol guci pil obat yang dia buat. Tiba-tiba putri mahkota Anora Klarybel duduk bersujud di hadapannya dan menghentikan langkah Carissa.
"tolong selamatkan putra dan putri ku sang pengendali." ucap putri mahkota Anora memohon sembari mencakupkan kedua telapak tangannya di depan dada.
Semua orang terkejut melihat tindakan dari putri mahkota Anora secara tiba-tiba. Begitu juga dengan Carissa, dia seketika terdiam mematung dengan tatapan mata melihat intens tatapan mata sang putri mahkota. Carissa dapat melihat kesedihan, rasa putus asa, dan ketulusan di dalam sorot mata kuning keemasan milik sang putri mahkota.
Carissa mendekatinya dan ikut bersujud di hadapan sang putri mahkota. Carissa melihat dalam mata putri mahkota Anora, dapat Carissa lihat semua tentangnya, cukup menjadi alasan bagi Carissa untuk mengikuti keinginan dari sang putri mahkota.
"yang mulia, bangunlah. Jangan seperti ini." ucap Carissa melihat teduh sang putri mahkota, dia adalah seorang ibu yang sangat menyayangi semua anak-anaknya. Carissa dapat melihat semua, apa yang telah di alami oleh sang putri mahkota selama ini di sepanjang hidupnya?
"aku mohon selamatkan putra dan putriku." ucapnya kembali.
"Anora…!" bentak putra mahkota murka melihat tindakan dari istrinya yang sujud tertunduk di hadapan sang pengendali, yang merupakan tawanan dari kerajaan mereka.
Tindakan sujud sang putri mahkota, tidak seharusnya dia lakukan karena itu tindakan yang tidak pantas bagi seorang putri mahkota kerajaan Darkness World. Seharusnya dialah yang di hormati setelah sang kaisar, permaisuri dan putra mahkota kerajaan Darkness World.
Bentakan dari putra mahkota tidak di hiraukan oleh putri mahkota Anora. Di dalam pikiran dan hatinya saat ini adalah hanya ingin menyelamatkan putra dan putrinya, dia tidak memikirkan siapa dirinya saat ini, dia hanyalah seorang ibu yang ingin menyelamatkan nyawa kedua anaknya.
"Anora…! tidak seharusnya kau sujud di hadapan wanita ini. Bangkit Anora…" ucap tegas putra mahkota murka dengan wajah yang sudah merah padam.
Tidak ada jawaban dari putri mahkota Anora, dia tetap terdiam di tempatnya terduduk. Putra mahkota Hayden Hara murka pada puncaknya, dengan segera dia menarik tangan sang putri mahkota, namun sang putri mahkota menepis keras tangannya hingga terlepas dari cengkeraman tangan putra mahkota Hayden Hara.
Tatapan tajam kini terlihat marah melihat sang putra mahkota, putri mahkota Anora terlihat marah pada suami yang tidak bisa berbuat apapun?
"setidaknya aku merendahkan diriku demi menyelamatkan anak anakku, sedangkan kau… apa yang bisa kau lakukan?" tanya tegas sang putri mahkota dengan nada yang cukup tinggi.
Putra mahkota Hayden Hara terdiam, tatapan mimik wajah yang tadinya merah padam, kini telah berubah menjadi datar namun dengan rahang yang mengeras.
"demi nyawa anak-anakku, aku bisa melakukan apapun saat ini? bahkan merelakan nyawaku sekalipun, akan aku lakukan." ucapnya kembali dengan tatapan tajam yang penuh akan rasa kecewa dan air mata yang terus mengalir.
Tatapan mata suami istri tersebut masih saling mengintimidasi, suasana menjadi mencekam. Apalagi sang kaisar terlihat dingin, begitu juga pangeran Hayden Key yang terlihat tidak suka melihat tindakan dari sang ibu yang merendahkan dirinya di hadapan Sang Pengendali.
"yang mulia." panggil Carissa lembut.
Kini tatapan semua orang melihat Carissa, dia menghela nafasnya dengan perlahan. Carissa kalah akan kegigihan dan kuatnya kasih sayang seorang ibu kepada kedua anaknya.
"hamba bisa menyelamatkan keduanya, tetapi…" ucap Carissa terhenti.
Ada titik harapan yang di dapatkan oleh putri mahkota Anora dari perkataan dari Carissa.
__ADS_1
"tetapi apa…?" tanya putri mahkota sembari memegang kedua lengan Carissa.
Terlihat ada sebuah harapan di dalam sorot matanya.
"tetapi, nyawa hamba taruhannya. Apakah harus hamba lakukan?" tanya balik Carissa menatap intens mata putri mahkota Anora.
Setitik harapan itu terlihat memudar, tidak ada harapan lagi. Bagaimana bisa sang putri mahkota meminta nyawa seseorang sebagai gantinya.
"hamba akan rela mempertaruhkan nyawa hamba untuk menyelamatkan putri dan pangeran. Dengan satu syarat." ucap Carissa.
Semua melihat ke arah Carissa.
"syarat apa?" tanya putri mahkota Anora.
"kedamaian di dunia ini. Itu yang hamba inginkan." keinginan Carissa yang terdengar mustahil bagi mereka kabulkan.
Membuat semua orang yang mendengarkannya terkejut hingga melototkan mata mereka, mereka tidak percaya akan permintaan dari Sang Pengendali.
Meminta sebuah kedamaian di dunia adalah sesuatu hal yang mustahil, itu artinya menentang kerajaan Kegelapan Dasar Neraka, menentang kaisar Yuma Gruffin sang Dewa Neraka.
"lancang kau…" tunjuk putra mahkota Hayden Hara ke arah Carissa.
Tangan putri mahkota Anora yang tadinya memegang erat kedua lengan Carissa terlepas begitu saja. Putri mahkota Anora tidak bisa mengabulkan permintaan Carissa. Jika saja nyawanya yang di minta, dia pasti akan setuju dan akan di berikan dengan suka rela. Namun meminta kedamaian di dunia ini sangatlah mustahil.
"jadi lakukan apa yang seharusnya kau lakukan saat ini." ucap putra mahkota sembari mengarahkan sebuah pedang ke arah leher Carissa.
Carissa diam tidak bergerak sama sekali, Carissa tidak berusaha menghindari ataupun melawan. Dia masih tetap tenang dalam situasi ini. Semua orang terkejut untuk kesekian kalinya, atas tindakan yang di lakukan oleh sang putra mahkota kepada Carissa.
"Hara apa yang kau lakukan?" tanya permaisuri melangkah mendekat, dia tidak ingin terjadi apapun pada Carissa.
"aku melakukan yang seharusnya aku lakukan, yang mulia." balas putra mahkota melihat permaisuri dengan tatapan dinginnya, lalu beralih kembali melihat ke arah Carissa.
"cepat lakukan sekarang, selamatkan kedua anakku." ucap putra mahkota sembari mendekatkan ujung pedangnya ke arah leher Carissa, sedikit goresan pada kulit leher Carissa mengeluarkan darah segar.
"Hara…" histeris permaisuri melihat darah segar mengalir pada leher Carissa.
Semua orang terkejut melihatnya, namun tidak dengan sang kaisar yang tetap tenang duduk pada tempatnya. Dia melihat Carissa cukup tenang dalam situasi ini, mengingatkannya pada sang kakak yaitu kaisar Zayvius Jovandra, yang selalu tenang dalam menghadapi situasi apapun?
Tidak ada perlawanan apapun yang di lakukan oleh Carissa? Dia tetap diam dengan tenang.
"jika hamba menolak, apa yang bisa anda lakukan yang mulia?" tanya Carissa sekaligus menantang sang putra mahkota.
"akan ku bunuh kau sekarang juga." jawab tegas putra mahkota.
"membunuh hamba, itu artinya nyawa kedua anak anda akan ikut bersama hamba."
__ADS_1
"aku tidak peduli, kau sudah melewati batasanmu. Dengan meminta syarat sebuah kedamaian, apakah kau pikir kami akan mengikuti permintaanmu itu? sama halnya kami mempertaruhkan nyawa kami dengan menentang Dewa Neraka. Apa kau pikir kami akan melakukannya? lebih baik kehilangan nyawa anak kami dari pada harus mempertaruhkan banyak nyawa pada kerajaan Darkness World ini." ungkapnya yang membuat semua orang cukup terkejut.
Ucapan putra mahkota adalah kebenaran yang ada, menentang Dewa Neraka sama halnya mengajukan sebuah kematian. Bagiamana bisa mereka akan melakukan hal itu?
Carissa tersenyum, dia sangat tahu apa yang dia minta? tidaklah mudah bagi mereka untuk mewujudkannya. Putra mahkota Hayden Hara tidak salah dalam perkataannya, mempertahankan banyak nyawa dari rakyat kerajaan Darkness World, dengan mempertaruhkan dua nyawa adalah tindakan yang memang harus di lakukan oleh seorang pemimpin kerajaan demi rakyatnya.
Namun perkataan dari seorang ayah, yang ingin mempertaruhkan nyawa anak-anaknya adalah tamparan keras untuk seorang ibu dan kedua anak-anaknya. Mereka tidak bisa menerima itu semua, masih ada jalan yang bisa mereka tempuh untuk hal ini. Jika saja mereka melakukannya dengan sikap tenang.
"kalau memang seperti itu yang anda inginkan, silahkan bunuh hamba, yang mulia." tantang Carissa kembali.
"kau…" ucap putra mahkota menekan ucapannya.
Putra mahkota mengeraskan rahangnya dan genggaman tangannya pada pedang yang ia pegang. Ancaman yang dia lakukan ternyata tidak membuat Carissa takut sama sekali.
"Hara, lepaskan pedangmu." ucap permaisuri memberikan perintahnya.
Tidak ada pergerakan sama sekali dari putra mahkota Hayden Hara, dia masih setia akan tindakannya terhadap Carissa.
"kau terlalu percaya diri sang pengendali. Aku tidak yakin kau bisa menyelamatkan nyawa kedua anakku." ucap sang putra mahkota.
"apa yang bisa kau lakukan untuk menyelamatkan kedua anakku dari racun yang mematikan itu? aku tahu kau hanya membual dan hanya omong kosong saja." ucapnya meremehkan Carissa.
Carissa terdiam, dia cukup tenang dengan senyum tipisnya. Lagi lagi putra mahkota meremehkan dirinya.
"bahkan aura kekuatan yang kau miliki tidak dapat aku rasakan, dengan kekuatan apa kau bisa menyelamatkan nyawa anak anakku?" tanyanya kembali.
"anda terlalu memandang remeh seseorang, kekuatan seseorang tidak ada yang bisa menebaknya yang mulia. Tidak selamanya orang lemah tidak memiliki kemampuan apapun?" jawab Carissa dengan tenang.
"hamba memang terlihat lemah dan tidak memiliki kemampuan atau kekuatan apapun? tetapi satu yang harus anda ingat yang mulia. Hamba memiliki ketulusan hati dan sebuah tekad untuk melindungi semua orang yang ada di dunia ini, karena inilah takdir hamba." jawab Carissa apa yang menjadi tujuan dalam hatinya.
"jangan banyak bicara omong kosong, buktikan jika nyawamu memang benar-benar berharga dan pantas untuk kami pertahankan."
"hahahaha…" tawa Carissa meledak. Cukup lucu bagi Carissa situasi yang ia hadapi saat ini.
Nyawanya dari dulu selalu saja di pertanyakan berharga atau tidak? Seakan dirinya tidak pantas untuk hidup dan di pertahankan di dunia ini. Hidup dan takdir Callysta di dunia asalnya dan dunia keduanya ini selalu sama. Selalu di anggap tidak berharga sama sekali.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1