
***Kerajaan Darkness World***
…Kamar Si Kembar…
"racun lendir hitam cukup meresahkan, aku pikir pemiliknya sudah aku musnahkan. Ternyata penyihir racun lendir hitam masih ada." ucap Carissa dengan wajahnya yang datar.
"racun lendir hitam memang sungguh meresahkan, dan penyihir golongan hitam ini tidak hanya ada satu orang." balas permaisuri Princella melihat ke arah Carissa.
"mereka ada sekitar 10 orang dengan racun yang mematikan, dan mereka sudah menyebar di beberapa wilayah di dunia ini." ucap permaisuri kembali.
Carissa melihat sekilas ke arah permaisuri, lalu beralih kembali ke arah pangeran Hayden Adelio dan putri Hayden Adelia yang masih terkapar sekarat. Carissa tidak ingin membuang waktu, nyawa dari si kembar yang menjadi taruhannya.
Carissa mengingat kejadian di mana dia harus mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh putri Debora Liberata? menyelamatkan satu orang saja membuat dirinya sekarat hingga tidak sadarkan diri dan hampir mati. Kini bagaimana caranya dia harus menyelamatkan dua orang sekaligus?
"hamba bisa menyelamatkan salah satu dari mereka, yang mulia." ucap Carissa pada akhirnya. Dia tidak ada pilihan lainnya lagi.
Carissa melihat ke arah permaisuri yang juga melihatnya. Semua orang yang ada di sana melihat ke arah Carissa.
"nona Carissa bisa menyelamatkan dan mengeluarkan racun lendir hitam." ucap permaisuri tidak percaya.
"mana mungkin dia bisa, di dunia ini tidak ada satu orangpun yang bisa melakukannya, kecuali siluman ular yang harus menyerap racunnya, yang tentu saja harus kehilangan nyawa mereka." balas putra mahkota Hayden Hara memandang remeh kepada Carissa.
Carissa tidak peduli akan pandangan remeh sang putra mahkota kerajaan Darkness World tersebut, yang ia ingin lakukan hanyalah menyelamatkan nyawa orang yang tidak bersalah.
"jika anda tidak ingin mempercayai ucapan hamba, itu hak anda. Namun cepat tentukan siapa di antara mereka yang harus hamba selamatkan?" ucap Carissa tidak peduli akan ucapan putra mahkota Hayden Hara.
"Carissa apa yang ingin kamu lakukan?" tanya telepati putri Alarice Jovandra yang mengetahui kondisi tersebut.
"biarkan saja mereka, untuk apa kamu selamatkan nyawa mereka? mereka adalah musuh kita." balas putri Alarice Jovandra tidak suka akan tindakan yang akan di ambil oleh Carissa.
"aku tidak bisa hanya diam saja melihat orang yang tidak bersalah sekarat."
"aku tahu jiwa seorang dokter bangkit kembali padamu saat ini, tapi dia adalah musuh kita Carissa."
"aku tahu itu, kamu mengingatkan aku pada Shopie yang juga tidak setuju akan tindakan yang aku lakukan, saat aku menyelamatkan putri Debora Liberata dari racun." ucap telepati Carissa, dia seketika mengingat Shopie yang selalu ada dan khawatir padanya.
"kamu tahu putri Alarice, jiwaku memang seperti ini. Jadi tidak mudah untuk aku ubah. Aku harap putri juga dapat mengerti." ucap Carissa kembali, dia hanya ingin putri Alarice Jovandra mendukung tindakan yang dia lakukan saat ini.
__ADS_1
Putri Alarice Jovandra terdiam, dia sangat mengenal bagaimana dan siapa Carissa atau Callysta? jiwa Callysta Angelina sangat mulia dan baik. Sehingga dialah yang tepat untuk menjadi sang pengendali, sang pengendali yang bisa mengendalikan segalanya, kekuatan apapun? mengendalikan perasaan seseorang dan mengendalikan dunia jika dia inginkan.
"baiklah, aku hanya bisa mendukungmu dari sini. Tapi ingat Callysta, dirimu yang sekarang dan dirimu yang dulu sangatlah berbeda. Kamu saat ini adalah sang pengendali yang sesungguhnya." ucap putri Alarice Jovandra pada akhirnya mengikuti dan apa yang di inginkan oleh Carissa?
"apa maksudmu putri?" tanya Carissa tidak mengerti akan perkataan putri Alarice Jovandra.
"kamu Sang Pengendali yang sesungguhnya, ingat dirimu yang sekarang sudah memiliki kekuatan spiritual dan energi Qi yang sangat besar dan murni, sama seperti yang ada di dalam tubuhku. Jadi kamu bisa menggunakannya untuk menyerap racun apapun? dan racun itu tidak akan bisa masuk bersarang di dalam tubuhmu, seperti waktu kamu menyerap racun yang ada pada tubuh putri Debora Liberata."
"apa benar seperti itu?" tanya Carissa tidak percaya.
"benar, hanya saja prosesnya akan tetap sama, akan tetap menyiksa tubuhmu dan juga menguras banyak energi di dalam tubuhmu. Di dunia ini semua tidak ada yang mudah Carissa, semua perlu perjuangan dan ada sebab akibat dari semuanya."
"aku mengerti. Jadi sebenarnya aku bisa menyelamatkan keduanya dari racun yang ada di dalam tubuh mereka?"
"benar Carissa, namun kamu tahu resiko yang harus kamu tanggung. Jadi pikirkan kembali semua tindakan dan keputusan yang akan kamu ambil saat ini." ucap putri Alarice ingin mencoba membuat Carissa mengurungkan niatnya.
"ingat Carissa dua hari lagi, kamu harus bertarung melawan Selir Agung Villy Cambio Gruffin dan permaisuri Princella Odella. Apa kamu yakin terkurasnya tenagamu? akan bisa menguntungkan bagimu saat pertarungan nanti." ucap peringatan putri Alarice Jovandra.
"aku tahu itu, tapi saat ini yang lebih penting adalah nyawa mereka berdua."
Putri Alarice Jovandra menghela nafasnya perlahan, dia tahu tidak akan mudah untuk mengubah keputusan dari Carissa.
"terima kasih putri." ucap Carissa dan telepati merekapun terputus.
Carissa kini tahu jika dirinya dapat menyelamatkan si kembar, dengan resiko energinya akan banyak terkuras. Itu tidak baik untuk pertarungannya dua hari lagi. Dia harus berpikir dan memutar otaknya dengan cepat, Carissa harus menggunakan strategi yang bagus agar semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan lagi.
Carissa harus menggunakan sebuah trik dan mencari sebuah ide, yang dapat menguntungkan dirinya juga dapat menyelamatkan dua nyawa sekaligus. Cukup cepat Carissa berpikir dan mendapatkan sebuah ide yang menurutnya bagus dan aman untuknya.
"bagaimana, apakah bisa aku bertindak cepat. Titik akupuntur totokan yang di lakukan oleh yang mulia permaisuri, tidak akan bertahan lama dalam menghentikan sementara penyebaran racunnya." ucap Carissa kembali membuat permaisuri dan semua mata memandang ke arahnya.
Carissa tahu permaisuri menggunakan sebuah totokan titik akupuntur pada tubuh si kembar, untuk menghentikan sementara penyebaran racun di dalam tubuh si kembar. Di kerajaan Darkness World hanya permaisuri yang tahu akan ilmu titik akupuntur tersebut, dan hanya permaisuri dan kepala tabib Muy Santo yang dapat melihatnya.
"maaf kelancangan hamba, bagaimana anda tahu nona? yang mulia melakukan totokan titik akupuntur untuk menghentikan sementara penyebaran racunnya?" tanya kepala tabib Muy Santo melihat heran ke arah Carissa.
"tentu saja aku tahu, apa di dunia ini ada cara lainnya? yang dapat di gunakan untuk menghentikan sementara penyebaran racun itu?" tanya kembali Carissa melihat datar sang kepala tabib istana.
"bagaimana, siapa di antara mereka yang akan hamba selamatkan dan mengeluarkan racun dari tubuhnya?" tanya kembali Carissa, menatap semua orang dengan datar secara bergantian.
__ADS_1
Semua orang saling memandang, ini adalah pilihan sulit bagi mereka, si kembar adalah keturunan dari kaisar Hayden Pris. Tidak mungkin harus mengorbankan salah satu dari mereka, apalagi putri Hayden Adelia.
Putri Hayden Adelia adalah satu satunya putri kerajaan Darkness World saat ini. Putri yang satu satunya yang menjadi harapan bagi kaisar Hayden Pris, untuk melawan dan membunuh Sang Pengendali. Sedangkan pangeran Hayden Adelio adalah pangeran yang sangat jenius dan kuat dalam bidang apapun? akan sangat rugi dan tidak menguntungkan jika harus kehilangan sang pangeran yang terlahir istimewa.
Carissa tahu mereka ada pada pilihan yang sangat sulit saat ini.
"ini adalah pilihan yang sangat sulit bagi kalian semua, ada pada pilihan sulit dan harus memilih adalah hal yang tidak enak bagi kita bukan, sungguh hal yang sangat menyebalkan. Hamba benarkan pangeran Hayden Key?" tanya Carissa dengan memandang dingin dan datar ke arah pangeran Hayden Key.
Carissa hanya ingin mengingatkan pangeran akan hal yang pernah dia lakukan kepada Carissa. Pangeran Hayden Key membuat Carissa ada pada pilihan yang sama seperti saat ini mereka alami. Pangeran Hayden Key sadar dan tahu akan ucapan Carissa yang tertuju dan menjadi sindiran keras baginya saat ini.
Pangeran Hayden Key hanya bisa diam, tidak dapat menjawab apapun? semua juga tahu akan hal itu. Mereka bisa mendapatkan Sang Pengendali dengan mudah, karena menggunakan sebuah trik dan rencana kotor, mereka membuat Carissa ada pada pilihan sulit, antara nyawa putra mahkota Devano Liberata dan keselamatan dirinya sendiri.
Dengan mengikuti permintaan dari pangeran Hayden Key dan putra mahkota kerajaan Darkness World, Carissa ingin menyelamatkan nyawa dari putra mahkota Devano Liberata dan juga nyawanya sendiri.
"apa kehilangan nyawa dari keduanya dulu? baru keputusan ada dari kalian." tanya Carissa sudah tidak bisa sabar lagi.
Carissa merapalkan sebuah mantra dan memunculkan dua buah botol guci kecil pada telapak tangan kanannya. Dua botol guci kecil itu adalah sebuah pil obat penawar racun yang bisa menahan racunnya agar tidak mengganas, dan satu botol lagi adalah sebuah pil vitamin buatannya sendiri.
Semua dapat melihat apa yang di lakukan oleh Carissa? Carissa dapat memunculkan sesuatu dengan hanya merapalkan sebuah mantra dari mulutnya, pada kerajaan tersebut hanya beberapa orang yang bisa melakukannya, khususnya bagi mereka yang memiliki kekuatan istimewa dan sangat kuat. Seperti sang kaisar, permaisuri, selir agung, pangeran, putra mahkota dan beberapa orang lainnya.
Carissa lalu mengaktifkan segel kunci ajaib yang ada pada telapak tangan kanannya, dia ingin menggunakan kekuatan segel kunci ajaib untuk bisa menyentuh dan menghilangkan darah hitam yang ada pada mulut pangeran Hayden Adelio, agar dia tidak terkena racunnya.
Semua tindakan yang di lakukan Carissa dapat mereka lihat, cahaya emas pada segel kunci ajaib pada telapak tangan kanan Carissa terlihat nyata di depan mata mereka. Carissa lalu merunduk untuk membersihkan semua darah yang ada dengan sebuah sapu tangan putih yang ia dapatkan di atas nakas.
Terlihat begitu telaten dan hati-hati sekali Carissa melakukannya, membersihkan dengan aman tanpa harus dirinya ikut terkena racun lendir hitam yang dapat menular jika di sentuh, walaupun dari darah si penderitanya sekalipun.
Begitu selesai Carissa membersihkan darahnya, Carissa berdiri dan segera mengaktifkan segel cincin pelepas yang ada pada telapak tangan kirinya, untuk mengeluarkan sebuah kekuatan magic api yang ia dapatkan dari perang beberapa hari yang lalu.
Carissa membuat kain yang penuh akan darah hitam dari pangeran Hayden Adelio melayang dengan arahan tangan kanannya, lalu dengan cepat dia memunculkan sebuah api dari segel pelepas yang aktif dengan cahaya emas pada tangan kirinya, dan membakar kain yang melayang penuh akan darah hitam hingga menjadi debu tanpa sisa.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.