DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
9. Kunci Ajaib Keluarga Yuandara.


__ADS_3

episode sebelumnya…


"Iya, aku suka dan cinta padamu." Jawab Antoni terus terang sembari menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.


Callysta melihat sorot mata kejujuran pada mata Antoni, tetapi dia tetap tidak percaya karena mereka baru saja saling mengenal. Apalagi kalau mengingat bagaimana sikap Antoni di awal pertemuan mereka? Membuat Callysta tidak suka, sebab di mata Callysta seorang Antoni Yuandara adalah sosok yang sombong, angkuh dan arogan.


"Tuan…apa anda tahu arti cinta itu apa?" Tanya Callysta dengan wajah datarnya.


Antoni Yuandara malah memandang Callysta dengan tatapan sendu dan lembutnya penuh cinta. Dia harus mengungkapkan apa yang di rasakan hatinya kepada Callysta.


Antoni benar-benar suka dan cinta kepada Callysta, walaupun mereka baru saling mengenal.


Entah mengapa rasa suka dan cinta Antoni pada Callysta tumbuh begitu saja di dalam hati pria itu?


Ini untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Antoni Yuandara, merasakan suka dan cinta kepada seorang wanita.


...----------------...


"Aku tidak tahu arti cinta itu apa? Yang aku tahu, hatiku merasakan sayang dan suka kepadamu. Aku tidak ingin kehilanganmu, aku sedih jika kamu menolak ku, dan aku terus berusaha untuk membuatmu senang dan bahagia serta nyaman bersamaku. Hanya itu yang aku tahu dan itu yang hatiku rasakan saat ini untukmu." Jawab Antoni berterus terang mengungkapkan apa yang di rasakan hatinya terhadap Callysta.


Tatapan mata berbinar penuh cinta dan kasih Antoni pada Callysta terlihat jujur, tidak ada kebohongan atau kepura-puraan dari sorot mata Antoni.


Callysta merasakan hatinya menghangat mendengar apa yang di ucapkan Antoni padanya. Callysta melihat kejujuran dari sorot mata Antoni, membuat wajahnya bersemu merah karena malu di pandang lembut penuh cinta oleh Antoni.


Semu merah di wajah Callysta juga tidak luput dari pandangan mata Antoni. Pria itu tersenyum melihat wajah cantik bersemu merah milik Callysta, wanita pemilik hatinya. Antoni berharap, apa yang di ungkapkannya pada Callysta? Bisa di terima oleh wanita pujaan hati yang ada di depannya itu.


Callysta sadar wajahnya mulai menghangat karena malu dan dia yakin pasti wajahnya mulai memerah karena malu. Segera dia berdehem kecil untuk mengalihkan dirinya dan juga sedikit merubah suasana.


"Tuan, selain anda mempunyai sifat yang aneh karena tidak boleh di sentuh oleh wanita, anda juga sangat ahli dalam merayu wanita. Sudah berapa wanita yang anda rayu seperti ini?" Tanya Callysta sembari turun dari ranjang dan meletakkan buket bunga yang dia pegang di atas nakas di samping ranjangnya.


Itu Callysta lakukan hanya sebagai pengalihan agar Antoni tidak melihat semu merah yang ada di wajahnya. Callysta benar-benar malu dan mulai grogi tetapi dia pandai menyembunyikannya. Callysta meraih segelas air serta obatnya dan segera meminumnya.


"Kamu adalah wanita pertama yang aku rayu, dan hanya kamu wanita yang pernah menyentuh hatiku." Ungkap Antoni yang membuat Callysta terkejut untuk sekian kalinya atas ungkapan gamblang Antoni. Callysta hingga tersedak air dan batuk.

__ADS_1


Antoni yang melihat Callysta batuk karena tersedak air pun, dengan cepat mendekati dan membantu menepuk lembut punggung Callysta.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya khawatir Antoni seraya terus menepuk halus punggung Callysta.


Callysta berusaha menghentikan batuknya, karena saat Callysta batuk membuat luka di lehernya sedikit terasa nyeri. Rasa nyeri di lehernya membuat Callysta hingga mengeluarkan air matanya.


Antoni membantu Callysta untuk duduk di atas ranjang seraya masih menepuk lembut punggung gadis itu, untuk membantu meredakan batuknya.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya khawatir Antoni melihat Callysta batuk sampai mengeluarkan air matanya.


"Anda mau membunuh saya, tuan...?" Tanya bentak Callysta kesal saat batuknya mereda.


Callysta kesal karena terkejut mendengar ungkapan gamblang Antoni, membuat dirinya semakin grogi dan tersedak.


Antoni melihat heran Callysta yang membentak dan melotot tajam ke arahnya.


"Kenapa kamu bilang begitu? Aku tidak ada niat untuk membunuhmu, apa yang sudah aku lakukan sampai kau menuduhku ingin membunuhmu?" Tanya Antoni dengan nada kecewa akan tuduhan Callysta kepadanya.


"Mendengar kata-kata gamblangmu membuatku terkejut lalu tersedak, batuk membuat leherku sakit. Anda tahu itu...?" Jawab Callysta seraya mengelus lembut luka di lehernya, berharap rasa nyeri yang dia rasakan mereda.


Callysta melihat sorot mata sedih dan penyesalan dari tatapan mata Antoni. Dia pun merasa tidak nyaman di hatinya, Callysta menghembuskan nafasnya yang berat.


"Bisakah kembali pada sikap anda saat pertama kali kita bertemu. Itu lebih baik bagi kita berdua, mungkin anda hanya merasa bersalah karena saya terluka untuk menolong anda." Ucap Callysta yang menatap serius Antoni.


"Aku memang merasa bersalah padamu karena kamu terluka untuk menolongku, dan aku sangat berterima kasih kamu sudah menolongku. Tetapi rasa suka dan cinta yang kurasakan tulus dan bukan karena itu. Kamu wanita pertama yang menyentuh hatiku, apa aku salah suka dan cinta padamu?" Tanya dan jelas Antoni kepada Callysta agar gadis itu bisa mengerti.


Callysta hanya bisa diam mendapat pertanyaan dari Antoni dan mencoba untuk menjawabnya, tetapi di potong lebih dulu oleh Antoni.


"Kamu wanita pertama yang membuat aku nyaman bersama seorang wanita. Apa karena sikap arogan dan kasarku padamu saat pertama kalinya kita bertemu yang membuatmu tidak bisa menerimaku?" Tanya Antoni menatap serius pada Callysta.


Apa yang di katakan oleh Antoni adalah yang sebenarnya. Callysta tidak suka pada Antoni, karena sikap pertama saat mereka bertemulah yang membuat Callysta beranggapan Antoni hanyalah ingin mempermainkannya saja.


Melihat Callysta hanya diam memandangnya, Antoni pun kembali bersuara.

__ADS_1


"Callysta...tolong berikan aku kesempatan untuk mendekatimu dan membuktikan, bahwa apa yang aku rasakan padamu adalah yang sebenarnya. Aku tidak main-main dengan apa yang aku rasakan padamu." Ungkap Antoni seraya menggenggam lembut telapak tangan Callysta yang ada di atas ranjang.


Callysta melihat ke arah tangannya yang di genggam lembut oleh Antoni. Callysta merasakan tangan yang lebih besar dan terasa hangat menggenggam tangannya, kembali Callysta menatap ke arah Antoni.


"Apa kamu mau memberikan aku kesempatan Callysta? Jika kamu merasa kalau aku hanya ingin bermain-main padamu, kamu bisa membalasku." Ungkap Antoni berusaha meyakinkan Callysta.


"Mana mungkin saya bisa membalas anda. Bisa bisa anda dan anak buah anda duluan menghajar saya habis-habisan." Balas Callysta memberikan perumpamaan bahwa dia tidak akan bisa melawan pada seorang Antoni Yuandara.


"Kamu bisa....aku berikan kamu satu kunci ajaib untuk bisa melawanku." Ungkap Antoni terus ingin meyakinkan Callysta. Dia merasakan kalau Callysta mau memberikannya kesempatan, tetapi masih ada keraguan.


"Satu kunci ajaib?" Ucap Callysta singkat yang membuat keningnya mengerut.


"Iya, aku punya satu kunci ajaib yang bisa membantumu untuk melawanku. Semua orang, anak buah, keluarga dan orang tuaku tahu tentang kunci itu. Mereka pasti akan membelamu untuk melawanku dengan mudah, dan kamu bisa membuatku tidak berkutik. Kunci itu kunci ajaib yang hanya di miliki oleh pewaris keluarga Yuandara, dan hanya aku yang bisa memberikannya kepadamu." Ungkap Antoni tersenyum manis untuk meyakinkan Callysta.


"Apa kunci itu hanya bisa untuk membuat mu tidak berkutik saja?" Tanya selidik Callysta.


"Tidak... kau bisa meminta apa saja dengan kunci itu, karena kunci ajaib itu seharga 50% dari harta kekayaan milik keluarga Yuandara. Artinya, jika kamu memegang kunci ajaib itu kamu adalah pemilik setengah dari kekayaan keluarga Yuandara. Semua yang melihat kunci ajaib itu akan tunduk dan hormat kepada si pemegangnya. Jadi dengan otomatis kedudukan dan kekuatan kita setara."


"Saya tidak percaya walaupun sudah memegang kunci ajaib itu. Apa anda pikir saya bodoh dan gila akan kekayaan anda?" Ungkap Callysta masih ragu dan menarik tangannya dari genggaman Antoni.


Antoni senang dan tersenyum mendengar apa jawaban dari Callysta? Mengungkapkan bahwa Callysta tidak lah gila harta. Dia masih meragukan Antoni karena waspada akan dirinya sendiri.


"Setelah kamu memegang kunci ajaib itu, kita berdua akan menanda tangani berkas perjanjian bahwa kamu adalah pemilik sah dari kunci ajaib itu. Kunci ajaib itu tidak akan berlaku lagi dan harus kamu kembalikan jika kamu yang mengingkari janji dan pergi meninggalkan aku lebih dulu." Ungkap antoni lagi yang membuat Callysta heran.


'Kok kayak perjanjian kontrak kerjasama bisnis pra nikah sih...' Gumam Callysta heran melihat Antoni.


Callysta hanya diam dan berpikir sejenak apa yang akan dia katakan pada Antoni? Sedangkan Antoni memandang Callysta dan berharap gadis itu setuju pada perjanjian mereka. Dengan demikian Antoni bisa mendapatkan Callysta seutuhnya, sebab pria itu ingin secepatnya menjadikan Callysta nyonya Yuandara selanjutnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2