DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
122. Istana Kerajaan Darkness World.


__ADS_3

***Kerajaan Darkness World***


Istana kerajaan Darkness World adalah istana kerajaan yang sama seperti istana kerajaan lain pada umumnya. Bangunan megah khas sebuah istana kerajaan berdiri kokoh dengan beberapa ukiran ornamen. Setiap lorong dan sudut istana di jaga ketat oleh para penjaga yaitu para manusia biasa, bukan manusia iblis.


Suasana yang asri dengan beberapa tanaman bunga di taman dan sebuah gazebo, menandakan bahwa istana kerajaan ini adalah istana kerajaan yang cukup subur dan segar. Istana kerajaan Darkness World benar-benar istana kerajaan yang di huni oleh para manusia biasa, tidak nampak monster, siluman dan raksasa satu pun di dalam istana maupun di sekitar wilayah kerajaan Darkness World.


Kemana perginya mereka? begitu rombongan pasukan dari kerajaan Darkness World memasuki area kabut tebal, para siluman, monster dan raksasa yang ikut dalam perang menghilang begitu saja. Hanya beberapa para manusia iblis dan penyihir golongan hitam saja, yang ikut pada rombongan tersebut saat memasuki wilayah kerajaan Darkness World.


Ini benar-benar aneh, kabut tebal itu seperti menyimpan suatu rahasia. Itulah yang ada di dalam pikiran Carissa saat ini. Namun dia harus tetap waspada serta tetap membaca situasi yang ada di sekitarnya. Carissa ingin mencari tahu sesuatu hal yang penting seperti apa? yang menariknya kuat untuk datang ke kerajaan Darkness World.


Langkah kaki Carissa dan Devano terus melangkah mengikuti kemana mereka di tuntun. Beberapa pasang mata melihat Carissa dan devano saat memasuki sebuah aula kerajaan yang cukup luas. Sebuah singgasana yang megah terlihat di hadapan Carissa, seorang kaisar dan permaisuri nampak duduk dengan agung dan elegan pada singgasananya tersebut.


"salam hormat hamba yang mulia kaisar dan yang mulia permaisuri, semoga yang mulia panjang umur." ucap para rombongan yang datang bersama dengan Carissa dan Devano.


Carissa dan Devano di paksa untuk duduk bersujud sama seperti mereka. Putra mahkota Hayden Hara dan pangeran pertama Hayden Key berada pada barisan paling depan. Mereka semua duduk bersujud di hadapan sang kaisar yang memasang wajah datar dan dinginnya.


Carissa cukup terkejut melihat sang kaisar dan permaisuri yang tidak terlihat tua, usia mereka berkisaran 45 tahunan. Carissa seperti mengenal wajah dari sang kaisar, dan sepertinya dia pernah bertemu sebelumnya dengan sang kaisar. Entah di mana? Carissa masih mencoba untuk mengingatnya.


Mereka bangkit dari sujudnya setelah mendapatkan izin bangkit dari sang kaisar. Dialah kaisar dari kerajaan Darkness World yang bernama kaisar Hayden Pris, dan permaisurinya yang bernama permaisuri Princella Odella. Kaisar dan permaisuri yang hidupnya kekal abadi, tidak akan menua.


"apakah wanita itu sang pengendali?" tanya kaisar Hayden Pris sembari menunjuk ke arah Carissa sang pengendali.


Penampilan Carissa cukup menonjol, karena dia masih menggunakan pakaian serba hitam dan topeng wajah yang menutupi sebagian wajahnya. Carissa yang di tunjuk oleh kaisar melihat intens sang kaisar. Dia masih berpikir dan mengingat di mana dia pernah melihat kaisar Hayden Pris?


Putra mahkota Hayden Hara mendekati Carissa, dia menarik kasar lengan Carissa yang masih terikat oleh rantai iblis. Carissa hanya mengikuti tindakan yang di lakukan oleh putra mahkota Hayden Hara.


"iya yang mulia, ini lah sang pengendali." jawab putra mahkota Hayden Hara menunjukkan Carissa kepada kaisar Hayden Pris.


"buka penutup wajahnya." perintah kaisar Hayden Pris.


"baik yang mulia." jawab sang putra mahkota.


Putra mahkota Hayden Hara segera membuka penutup wajah yang di pakai oleh Carissa. Carissa hanya diam, tidak ada gunanya dia menutupi wajahnya lagi. Biarkan mereka menghapal wajah Carissa Hubert sang pengendali. Sebab Carissa memiliki seribu wajah dan wujud untuk di tiru, dan tidak satu orang pun yang mengetahuinya, kecuali putri Alarice Jovandra.


Semua dapat melihat wajah cantik Carissa yang secantik Dewi khayangan, mata silver kebiruan nya menambah kesan cantik dengan tatapan teduh dan hangat. Mereka tidak menyangka jika sang pengendali adalah gadis cantik dengan aura yang berbeda. Tubuhnya cukup tinggi dan langsing berisi, tubuh yang sangat profesional.


Saat kaisar Hayden Pris ingin mengucapkan sesuatu, ucapannya terhenti karena permaisuri tiba-tiba bangkit dan melangkah menuruni singgasananya dengan langkah cepat. Permaisuri melangkah dengan tatapan mata yang penuh akan kerinduan, dia mendekati Carissa lalu segera memeluk tubuh Carissa di hadapan semua orang.

__ADS_1


"adik ku sayang…aku merindukan mu Pricelia Luvena." ucapnya dengan suara yang gemetar.


Carissa hanya diam, dia dapat merasakan kesedihan dan kerinduan yang mendalam dari perasaan permaisuri Princella Odella.


"ooo… adik kecilku yang manis, kakak sangat merindukanmu. Maafkan kakak yang tidak bisa menjagamu dengan baik." ucapnya lirih, terdengar jelas isak tangis permaisuri Princella Odella di sela-sela pelukan eratnya.


"yang mulia permaisuri, gadis ini bukanlah putri Pricelia Luvena, dia Carissa Hubert." ucap putra mahkota Hayden Hara menengahi.


Hayden Hara tidak ingin permaisuri salah paham. Kerinduan yang mendalam terhadap sang adik lah pemicu dari permaisuri berbuat seperti itu pada Carissa. Apalagi tindakan dari permaisuri menjadi pusat perhatian? dari semua orang yang hadir di dalam aula tersebut.


"tidak Hara, dia adalah adikku, adikku yang telah lama menghilang." jawab permaisuri saat melepaskan pelukannya, dan menatap intens wajah Carissa.


"lihatlah matanya, mata silver kebiruan yang sangat indah. Mata yang sama dengan warna mata ayah kami." jawab permaisuri dengan tatapan teduhnya memandang Carissa.


Kedua telapak tangan permaisuri mencakup wajah Carissa. Perlahan permaisuri mengecup lembut kening Carissa, kecupan yang terasa hangat hingga ke relung hati Carissa.


'ada apa ini? mengapa perasaan hatiku seperti ini? Sangat terasa hangat dan damai.' gumam Carissa di dalam benaknya mendapatkan perlakuan hangat dari permaisuri Princella Odella, permaisuri dari kerajaan Darkness World.


"warna mata yang membuatku dulu sangat merasa iri padamu, karena kaulah yang memiliki warna mata dari ayah. Warna mata special yang tidak akan pernah di miliki oleh siapapun?" ungkap permaisuri Princella Odella dengan senyum getirnya memandang Carissa.


Carissa hanya bisa diam dan menatap intens permaisuri Princella Odella. Apa yang harus Carissa ucapkan? kerinduan yang juga di sertai dengan kesedihan, nampak jelas dari sorot mata permaisuri. Permaisuri yang mampu membuat relung hati Carissa menghangat dan damai.


"maafkan hamba yang mulia, hamba adalah Carissa Hubert. Hamba bukan permaisuri Pricelia Luvena." ucap Carissa ingin menyadarkan permaisuri Princella Odella.


"tidak adikku, aku tidak akan salah. Aku bisa membuktikannya." ucap permaisuri dengan sangat yakin.


Carissa mengerutkan alisnya heran. Sedangkan beberapa orang yang ada di dalam aula tersebut juga merasa heran sama seperti dirinya. Apa yang sebenarnya terjadi pada permaisuri?


"Key…bisakan kau melepaskan rantai iblisnya !" ucap perintah permaisuri kepada pangeran Hayden Key.


Bukannya langsung menjawab, pangeran Hayden Key melihat ke arah sang ayah putra mahkota Hayden Hara. Dia meminta persetujuan kepadanya terlebih dahulu, sebelum mengikuti perintah permaisuri. Namun, putra mahkota Hayden Hara hanya diam membisu.


"kenapa kau diam Key?" tanya permaisuri karena tidak ada jawaban dari pangeran Hayden Key.


"maafkan hamba yang mulia permaisuri." jawab Hayden Key dengan menundukkan kepalanya.


Permaisuri tahu apa maksud dari pangeran Hayden Key? Tidak ada yang akan mengikuti perintahnya, yang memegang kuasa di dalam istana ini adalah kaisar Hayden Pris. Permaisuri membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah kaisar Hayden Pris, tatapan tajam permaisuri memandang sang kaisar yang juga melihatnya. Namun tatapan kaisar begitu lembut menatap sang permaisuri, penuh akan kasih sayang.

__ADS_1


"apa anda juga tidak bisa mengabulkan permintaan hamba yang mulia kaisar Hayden Pris?" tanya permaisuri sengaja menekan setiap kata-katanya.


Mimik wajah kaisar Hayden Pris berubah seketika, senyum di wajahnya mengembang. Kaisar tarlihat bahagia begitu permaisuri Princella Odella berbicara padanya. Ada apa dengan sang kaisar yang terkenal kejam dan bengis seperti seorang iblis?


"tentu saja, apapun yang kau inginkan akan aku kabulkan." jawab kaisar Hayden Pris dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya. Tatapan teduh penuh kasih masih memandang sang permaisuri.


"Hayden Hara, Hayden Key…ikuti perintah dari permaisuri, karena permaisuri lebih tahu akan tindakannya." jawab sekaligus perintah kaisar Hayden Pris kepada putra dan cucunya tersebut.


"baik yang mulia." jawab Hayden Hara menerima perintah dari sang kaisar.


Hayden Hara segera melepaskan rantai iblis yang mengikat kedua pergelangan tangan Carissa yang kosong. Sebelum Carissa ikut bersama pasukan kerajaan Darkness World, dia sudah menyembunyikan dua gelang naganya ke dalam Kotak Kehidupan, yang ada di dalam ruang dimensi hampanya.


Kini kedua tangan Carissa telah terlepas dari ikatan rantai iblis, tetapi setiap orang yang ada di dalam aula tersebut sedang dalam posisi siaga, menggenggam pedang mereka masing-masing. Carissa seperti seorang penjahat atau ancaman besar yang sangat berbahaya bagi mereka semua.


Permaisuri tersenyum melihat Carissa yang sudah terlepas dari rantai iblis yang mengikatnya. Permaisuri mendekati Carissa, lalu dengan cepat dia menghadirkan sebuah pedang berwarna emas di kedua tangannya.


"ambillah kembali pedangmu ini, pedang ini adalah milikmu." ucap permaisuri yang membuat semua orang terkejut akan perkataan permaisuri.


"permaisuri apa yang kau lakukan?" ucap kaisar bangkit dan sedikit meninggikan nada suaranya.


Semua orang melihat ke arah kaisar dan permaisuri secara bergantian. Mimik wajah kaisar terlihat datar dan dingin memandang permaisurinya, tatapan hangat penuh kasih sayang yang tadi di perlihatkan hilang sudah. Ada apa dengan pedang emas yang di pegang oleh permaisuri? mengapa reaksi kaisar Hayden Pris begitu geram?


"yang mulia permaisuri, mohon anda pertimbangkan kembali untuk memberikan pedang Naga Emas itu kepada sang pengendali." ucap salah satu pejabat tinggi kerajaan Darkness World.


"benar yang mulia, pedang Naga Emas itu adalah pedang pusaka langit yang tidak sembarang orang dapat menyentuh apalagi memilikinya. Selain anda dan juga putri pertama kerajaan Darkness World." jawab salah satu pejabat tinggi yang lainnya.


"itu benar yang mulia permaisuri, jadi tidak mungkin gadis ini bisa untuk menyentuh dan memiliki pedang Naga Emas, putri Pricelia Luvena adalah pemilik asli pedang Naga Emas tersebut." ucap putra mahkota Hayden Hara ikut menimpali, agar permaisuri tidak salah langkah.


Carissa hanya diam menyaksikan perdebatan mereka, Carissa tidak tahu apapun tentang perdebatan mereka saat ini? Permaisuri nampak kesal dan geram akan penolakan semua orang, tentang niatnya yang ingin memberikan pedang Naga Emas kepada Carissa Hubert. Sebenarnya apa yang akan terjadi bila Carissa bisa menyentuh dan memiliki pedang Naga Emas tersebut? pedang pusaka langit, yang pemilik aslinya adalah permaisuri Pricelia Luvena.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2