DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
157. Hukum Dunia.


__ADS_3

***Kerajaan Darkness World***


Raja Azura beserta beberapa pengikutnya baru saja meninggalkan kawasan istana kekaisaran kerajaan Darkness World, tepatnya keluar dari kamar pribadi kaisar Hayden Pris.


Masih terngiang di ingatan nya, semua percakapan yang ia dan kaisar Hayden Pris bicarakan. Mereka berdua membahas tentang siapa Sang Pengendali?


Raja Azura Rayman tahu, jika kaisar Tiran itu sangat penasaran akan sosok Sang Pengendali? Namun untuk bicara dan mengungkapkan rasa penasaran sang kaisar, tidak semudah ia membalikkan telapak tangan. Tidak akan mudah untuk Azura berkata jujur.


Flashback on…


"Kau benar…Kekuatan seseorang tidak mudah untuk di ukur. Begitu juga dengan kekuatan yang di miliki oleh Sang Pengendali, sama seperti kekuatan yang kau miliki." Ungkap sang kaisar Tiran dengan raut yang terlihat datar tanpa ekspresi sama sekali.


"Bahkan aku tidak mengerti bagaimana kekuatan yang kau miliki sebenarnya? Kekuatan yang kau miliki terlalu misterius, tidak mudah untuk di tebak, terkadang aku merasa kau terlalu lemah, namun di saat bersamaan kau begitu kuat saat aku lawan. Lawan yang membingungkan dan tidak bisa di tebak alurnya." Ungkap sang kaisar kembali dengan tatapan yang sangat intens melihat ke arah raja Azura Rayman.


Raja Azura Rayman hanya tersenyum, untuk menutupi semua kecurigaan sang kaisar yang mendekati kata sebenarnya.


"Jika saatnya tiba, kau akan tahu. Bagaimana kekuatan dan siapa Sang Pengendali yang sebenarnya?" Ucap sang raja Azura. Senyumnya kini hilang dengan di gantikan oleh raut seriusnya.


"Bahkan aku sendiri, tidak tahu bagaimana dan siapa Sang Pengendali yang kini aku kenal? Dia yang dulu dan sekarang sangat lah berbeda. Terlihat sama dan juga berbeda di waktu yang bersamaan." Ucapnya kembali dengan raut wajahnya yang serius.


"Kau memiliki musuh yang cukup tangguh kali ini, selain kaisar Yuma Gruffin."


Ucapan raja Azura mengingatkan sang kaisar, akan permusuhan tersembunyi yang ia jalani bersama kaisar Yuma Gruffin. Raja Azura tahu itu, dua kaisar kegelapan saling menyerang di balik kerjasama sama mereka.


"Aku harap kau bisa melihat mana musuh dan mana yang bisa kau jadikan seorang teman." Ucap raja Azura.


"Jika kau ingin satu kejujuran dariku." Ucapnya.


Kaisar Hayden Pris terdiam dengan raut wajah seriusnya.


"Sang Pengendali bisa kau jadikan seorang teman yang akan membantu mu di masa depan, tentunya untuk melepaskan mu dari semua derita dosa yang kau pendam di dalam hati mu itu selama ini, kaisar Hayden Pris." Tunjuk raja Azura ke arah dada sang kaisar.


Tentu saja tindakan raja Azura mendapatkan tatapan tajam dari beberapa pengikut setia sang kaisar yang berada di dalam ruangan tersebut. Sungguh sikap sang raja yang tidak pernah ingin tunduk, takut dan bersikap sopan pada kaisar mereka. Namun sang raja tidak peduli akan hal itu, berkata jujur adalah yang ia inginkan.


"Apa maksudmu?" Tanya kaisar Hayden Pris.


Raja Azura menghela nafasnya.


"Aku yakin kau lebih tahu, bagaimana membedakan seseorang, mana yang baik dan mana yang buruk? Aku yakin hatimu itu masih memiliki kebaikan hati seperti saat pertama kalinya kau hadir di dunia ini." Balas raja Azura tulus dari hatinya, kaisar tahu itu.


"Kau juga tahu, bagaimana hukum di dunia ini. Jika tidak membunuh kau yang terbunuh." Balas kaisar ingin memancing pendapat sang raja.


"Kau benar. Tidak hanya di dunia ini saja, tetapi di belahan dunia lainnya hukum itu juga berlaku. Jika kau tidak membunuh kau yang akan terbunuh. Namun, tidak ada salahnya mencari teman sebanyak-banyaknya yang bisa membantu mu, itu tidaklah salah." Senyum raja Azura merekah untuk meyakinkan sang kaisar.


Kaisar Hayden Pris diam mencerna semua kata kata raja Azura. Dia tidak menyalakan dan juga tidak membenarkan perkataan tersebut. Dia ingin memastikan hati dan pikirannya sekarang, hanya berhati-hati dalam mengambil keputusan dan bertindak. Itulah yang dia lakukan saat ini.


Kaisar Hayden Pris tahu, jika rasa penasarannya terhadap Sang Pengendali. Tidak akan di jawab dengan mudah oleh raja Azura. Pembicaraan mereka cukup memberikan sebuah saran dan nasehat dari sang raja kerajaan Lembah Abu Hitam tersebut untuknya.


"Ternyata hanya sia-sia saja bertanya padamu." Ucap sang kaisar yang sarat akan makna. Raja Azura tahu itu.

__ADS_1


"Aku juga cukup menyia-nyiakan waktu berharga ku datang ke sini." Balasnya terdengar lancang pada telinga para pengikut setia kaisar.


"Sepertinya waktu berharga mu itu tidak akan sia-sia beberapa hari ini, tepatnya saat berada di istana ku ini." Balas kaisar dengan pandangan mata tertuju pada sebuah kotak panjang yang sedari tadi raja Azura sentuh dengan lembut, sebuah benda asing yang ada di atas meja di hadapan sang raja.


Benda asing yang tidak di ketahui oleh mereka yang asli berasal dari dunia keduanya itu. Raja tahu kemana tatapan mata sang kaisar? Dia hanya berpura-pura tidak tahu.


"Baiklah, aku akan menikmati waktu berharga ku di istana ini. Terima kasih atas undangan yang kau berikan, tidak akan aku sia-siakan."


Kaisar terdiam tidak membalas, raja Azura tahu harus segera pergi dan keluar dari ruangan tersebut. Raja Azura pamit dan sedikit memberikan rasa hormatnya untuk rasa terima kasihnya, dan berlalu dari tempat itu.


Dengan di iringi oleh semua tatapan mata semua orang yang ada di dalam ruangan itu. Raja Azura menghilang keluar dari hadapan kaisar Hayden Pris.


Flashback off…


...------------------------------------------------...


…Kamar pribadi kaisar Hayden Pris…


'Kau terlalu misterius, terlalu banyak rahasia yang kau sembunyikan. Suatu hari nanti aku akan tahu semua rahasia itu.' Gumam sang kaisar di dalam hatinya, menatap kepergian raja Azura Rayman.


"Maaf yang mulia, hamba rasa raja Azura terlalu lancang kepada anda." Ucap pengawal bayangan kaisar yang menjadi pengamat di dalam pertarungan tadi siang.


"Aku tahu." Balas sang kaisar.


Dia sangat tahu, jika raja Azura bukanlah seorang teman atau musuh yang harus bersikap hormat kepadanya.


"Tidak bisakah kami memberikannya sedikit pelajaran, yang mulia." Balas sang pengawal.


Kaisar ingin anak buahnya tahu, jika mereka tidak bisa memandang raja Azura dengan sebelah mata. Jika dirinya saja sebagai seorang kaisar dari kerajaan Darkness World, belum bisa mengalahkan raja Azura Rayman sejak kedatangannya di dunia ini sampai sekarang.


"Maafkan hamba yang mulia." Balasnya tunduk dan mengerti. Dia tahu sang kaisar memberikan sebuah peringatan keras kepada semua pengikut setianya.


"Cukup awasi dia seperti biasanya, dan juga awasi Sang Pengendali beserta semua pengikutnya, kedatangan mereka mencurigakan bagiku."


"Baik yang mulia. Hamba mengerti" Balasnya menerima perintah.


Begitu kaisar Hayden Pris mengibaskan tangannya ke udara, semua pengawal bayangan dan pengikut setianya menghilang dari ruangan tersebut. Kini tinggal sang kaisar yang beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati ranjang untuk beristirahat. Hari ini cukup melelahkan baginya.


...------------------------------------------------...


…Istana White Lotus …


Dua pria tampan dengan aura dan kharisma mereka masing-masing. Kini berdiri berhadapan dan saling menantang dengan raut yang sama-sama dingin dan datar saling memandang.


Mereka berdiri tepat di depan paviliun yang di tempati oleh Carissa Hubert Sang Pengendali.


"Sedang apa anda di sini? Yang mulia raja Azura Rayman…!!" Sapa sekaligus pertanyaan dari pangeran Hayden Key.


Raja Azura tersenyum untuk menanggapi sapaan dari sang pangeran. Dia tahu siapa pangeran yang ada di hadapannya tersebut?

__ADS_1


"Tentu saja datang berkunjung, pangeran." Balas raja Azura dengan senyum dan nada bicara yang terlihat serta terdengar sopan.


Pangeran Hayden Key tahu, jika raja Azura Rayman sangat suka mendekati wanita cantik dari berbagai jenis kalangan. Jadi pangeran mengira dan curiga akan kedatangan raja Azura, hanya untuk mendekati Carissa Hubert sebagai sasaran berikutnya.


"Apakah anda tidak terlalu cepat untuk datang berkunjung? Di saat anda baru saja bertemu putri Carissa tadi siang." Tanya pangeran merasa tidak suka atas kedatangan sang raja ke paviliun yang di tempati oleh Carissa Hubert.


Raja Azura menangkap sesuatu yang terasa dingin dan berbau cemburu pada nada bicara pangeran Hayden Key. Ia pun mengerutkan keningnya melihat sang pangeran.


"Apakah salah jika aku berkunjung dan melihat teman yang sudah lama tidak aku temui?"


"Teman. Apakah itu benar?" Tanyanya tidak percaya. Mana mungkin raja Azura Rayman yang misterius bisa berteman dengan Sang Pengendali, yang baru beberapa bulan ini sosoknya muncul.


"Apakah kau meragukan ucapan ku?" Tanya raja Azura tahu jika pangeran Hayden Key tidak percaya akan ucapannya.


"Tentu saja." Jujur nya.


"Hahaha…!!! Kau terlalu jujur, pangeran." Balasnya dengan tawa renyah.


"Jika kau tidak percaya akan ucapanku, kau bisa tanyakan langsung pada putri Carissa Hubert. Apakah dia mengenal ku atau tidak?"


"Tentu saja. Aku ingin tahu anda jujur atau tidak." Tantang balik sang pangeran.


Tatapan tajam dan dingin mereka kini saling memandang lawan di hadapan mereka. Tanpa mereka sadari, jika keributan yang mereka timbulkan terdengar jelas hingga ke dalam paviliun, yang menyebabkan penghuninya keluar untuk melihat ada keributan apa?


"Ada apa ini?" Tanya Wakiza Orchid yang terlebih dahulu keluar dari dalam paviliun.


Kedua pria yang sedang perang dingin, melihat ke arah Wakiza Orchid dan dua pria yang ada di belakangnya, putra mahkota Leonard dan pangeran kedua Damian. Tiga pria yang kini masih dalam penyamaran mereka.


"Di mana putri Carissa, kami memerlukan dia untuk meluruskan masalah ini." Raja Azura yang terlebih dahulu membalasnya.


Ketiga pria itu melihat ke arah sang raja. Sungguh nada bicara yang kurang sopan terhadap Sang Pengendali.


"Masalah apa yang harus di luruskan oleh putri Carissa?" Tanya Wakiza masih bisa menahan amarahnya.


Sedangkan Leonard dan Damian kini sedang mengepalkan kuat kedua tangannya melihat kehadiran dua pria yang mereka tahu ingin mendekati Carissa Hubert. Entah dengan maksud apa? Tidak ada yang tahu.


"Panggil dia ke sini, atau kami yang akan masuk." Kini giliran pangeran Hayden Key yang menjawab. Dia sudah tidak bisa bersabar lagi untuk menunggu.


"Anda lancang sekali terhadap putri Carissa, pangeran." Tunjuk Damian yang tidak terima sikap lancang pangeran Hayden Key terhadap Carissa.


Walaupun mereka sadar siapa pangeran Hayden Key? Mereka juga berhak mempertahankan harga diri dan terus menjunjung tinggi putri Carissa Hubert, Sang Pengendali. Mana bisa putri yang mereka dukung di remehkan dan di rendahkan seperti itu?


Tanpa mereka semua sadari, tindakan mereka itu membuat seseorang merasa tidak nyaman saat ini. Masalah hari ini tidak ada habis-habisnya, untuk beristirahat saja sangat sulit baginya.


...****************...


...                                                                         ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2