
***Kerajaan Darkness World***
Semua yang hadir di sana melihat ke arah Callysta yang kini sedang mengenali siapa sosok Grande dan Rey? Dua pria tampan pengikut setia Sang pengendali yang merupakan jelmaan binatang sakral Dragon White dan Phoniex Gold.
Hanya Carissa dan Shopie yang tahu siapa sosok dua pria tersebut. Ini merupakan percobaan yang di lakukan oleh Carissa, untuk mengetahui sesuatu dari sosok tubuh Callysta yang di miliki oleh jiwa Carissa Hubert.
'Apa Carissa benar-benar bisa melihat siapa sebenarnya mereka?' Gumam Carissa Sang pengendali dari dalam hatinya melihat ke arah Callysta, gadis itu sedang melihat teliti Grande dan Rey secara bergantian.
Suara hati yang dapat terdengar jelas oleh Oceana dan juga Shopie. Dua wanita yang memiliki kekuatan energi IQ cukup tinggi di antara mereka yang hadir di aula itu. Tentunya Grande dan juga Rey dapat mendengarkan itu juga, karena pengikut setia yang masih terhubung erat bersama Sang Pengendali.
Tanpa mereka ketahui, dan tanpa di sadari oleh Carissa. Ternyata Callysta mendengarkan suara hati itu juga, Callysta melihat sejenak ke arah Carissa.
"Aku tahu siapa mereka." Balas tiba-tiba Callysta melihat ke arah Carissa.
Tatapan matanya terlihat takut sekaligus terkejut. Posisi tubuhnya yang duduk bersujud di hadapan Carissa, kini bergerak mendekat ke arah samping Carissa dan merangkulkan tangannya. Tubuh gadis itu bergetar karena rasa takut yang kini ia rasakan. Carissa pun dapat merasakannya.
"Ada apa?" Tanya Carissa melihat ke arah Callysta yang ada di sampingnya dengan kerutan pada pangkal alisnya.
Callysta melihat ke arah Carissa, gadis itu benar-benar ketakutan.
"Ada apa Callysta?" Tanya Carissa lagi karena Callysta hanya diam dengan sorot mata yang ketakutan.
"Carissa…Me…Mereka…!" Bisik pelan Callysta terbata-bata.
Carissa menunggu jawaban Callysta. Gadis itu benar-benar terlihat ketakutan.
"Mereka…Dua moster yang sangat mengerikan dan besar…!" Bisik ketakutan Callysta melihat intens ke arah Carissa.
Tentunya bisikkan yang masih dapat terdengar oleh mereka yang hadir di sana. Tentunya perkataan Callysta membuat Grande dan Rey terkejut akan tebakkan Callysta. Grande dan Rey di sebut dua monster yang sangat mengerikan dan besar. Pada kenyataannya mereka berdua adalah binatang sakral yang di perebutkan oleh banyak kesatria di dunia itu.
"Dua monster…!" Celetuk Damian melihat ke arah Callysta yang sedang ketakutan, kemudian melihat ke arah Grande dan Rey yang ada di dekat mereka.
Kini semua mata memandang ke arah Grande dan Rey. Siapa yang tidak terkejut jika di antara mereka ada seorang monster.
"Dua monster…!" Ulang Carissa ingin memperjelas maksud perkataan Callysta.
"Iya…Dia Naga putih yang sangat besar dan dia adalah burung besar dengan ekor yang begitu mengerikan di penuhi oleh kobaran api." Tunjuk Callysta ke arah Grande dan Rey secara bergantian, dengan sorot mata yang masih ketakutan saat melihat ke arah dua pria tampan di hadapannya tersebut.
'Jadi Carissa tahu siapa Grande dan Rey. Bagaimana bisa dia melihat jelas siapa mereka yang sedang menyamar?' Gumam Carissa kembali di dalam hatinya. Tentunya beberapa orang di sana dapat mendengar suara hati itu.
Tanpa mereka sadari, Callysta juga mendengarkan suara hati itu juga. Callysta masih tidak sadar jika dirinya dapat mendengarkan suara hati Carissa Sang pengendali.
"Aku juga tidak tahu. Aku dapat melihat jelas siapa mereka melalui sorot mata mereka." Balas Callysta tanpa melihat ke arah Carissa yang ada di sampingnya. Pandangan matanya masih melihat ke arah Grande dan Rey yang melihat tajam ke arahnya.
"Lihatlah Carissa…mereka menatapku dengan tajam…mereka marah padaku karena tahu siapa mereka sebenarnya…" Ucap Callysta sembari merekatkan rangkulan tangannya karena takut melihat tatapan tajam Grande dan Rey yang di sebut moster oleh Callysta.
Sang pengendali melihat intens ke arah Callysta. Dia merasa ada yang aneh saat ini. Apakah itu hanya dugaannya yang salah? Carissa merasa jika semua perkataannya di dalam hati dapat di respon baik oleh Callysta. Dia pun ingin mencoba sekali lagi.
'Jangan takut **ke**pada mereka Carissa. Mereka bukanlah moster, mereka adalah dua binatang sakral yang menjadi pengikut setia Sang pengendali. Dragon White dan Phoniex Gold.' Ucap Carissa di dalam hatinya melihat ke arah Callysta yang tertunduk takut. Tentunya suara hati yang dapat di dengarkan oleh Shopie, Oceana, Grande dan juga Rey. Tanpa mereka ketahui dan sadari Callysta juga mendengarkan dengan jelas suara hati tersebut.
"Apa benar seperti itu Carissa? Mereka berdua bukan moster jahat yang sedang menyamar." Balas Callysta melihat ke arah Carissa.
__ADS_1
Callysta tercengang. Benar kecurigaannya tidaklah salah. Callysta dapat mendengarkan suara hatinya saat ini. Ia pun ingin mencoba dan memperjelasnya kembali.
'Benar Carissa…mereka berdua adalah pengikut setia Sang pengendali. Mereka ada di pihak kita.' Balas Carissa di dalam hatinya dengan tatapan teduh melihat ke arah Callysta.
"Bagus kalau seperti itu Carissa. Jadi katakan kepada mereka, untuk tidak melihat ku dengan tatapan tajam seperti itu." Ucap balas Callysta tidak sadar apa yang ia dengarkan.
Tatapan matanya melihat ke arah Grande dan Rey yang masih menatap tajam gadis itu. Mereka berdua tidak terima di katakan moster oleh Callysta. Mereka marah.
'Gadis ini bahkan berani memberikan perintah kepada Sang pengendali. Siapa sebenarnya dia?' Gumam Grande di dalam hatinya. Tentunya hanya Carissa dan Callysta yang dapat mendengarkan itu. Mereka terhubung dengan ikatan yang kuat.
'Kau benar Grande…Gadis ini benar-benar lancang mengatakan kita adalah seorang moster yang besar dan mengerikan.' Gumam Rey di dalam hatinya menimpali perkataan Grande. Tentunya Carissa dan Callysta dapat mendengar jelas semua itu.
"Bentuk kalian berdua adalah naga dan burung besar. Bukankah itu seperti bentuk moster. Mana aku tahu jika kalian adalah jelmaan binatang sakral Dragon White dan Phoniex Gold." Ucap Callysta tanpa sadar berkata untuk menjawab suara hati Grande dan Rey.
Tentunya Grande dan Rey tercengang akan jawaban itu. Keduanya saling melihat dengan cepat, dan mencurigai sesuatu.
'Nona bisa mendengar apa yang kami katakan?' Gumam Grande di dalam hatinya. Carissa hanya diam saja melihat mereka bertiga.
"Tentu saja. Aku mendengar jelas semua keluhan kalian berdua." Balas Callysta begitu saja.
Kembali Grande dan Rey saling memandang, kemudian melihat ke arah Carissa Sang pengendali. Tatapan mereka lalu melihat kembali ke arah Callysta.
'Saya Dragon White, nama saya Grande. Di samping saya ini adalah Phoniex Gold, namanya Rey. Apakah anda bisa mendengarkan penjelasan saya ini?' Gumam Grande kembali di dalam hatinya.
Callysta mengerutkan keningnya, dia heran karena dapat mendengar jelas suara pria di hadapannya itu. Namun dia juga melihat jelas, jika mulut pria itu tertutup rapat saat mengatakan apa yang ia dengar dengan jelas. Ada apa ini?
"Tentu saja saya mendengar jelas apa yang anda jelaskan. Tapi kenapa mulut anda tidak bergerak sama sekali?" Tanya Callysta heran akan kebenaran itu.
Grande, Rey dan Carissa cukup terkesan dan sekarang mulai mengerti. Callysta dapat dengan jelas mendengarkan suara hati mereka saat ini. Cukup mengesankan bagi mereka. Apakah Callysta hanya dapat mendengarkan suara hati mereka bertiga? Apakah Callysta dapat juga mendengarkan suara hati yang lainnya.
Tidak ada yang menjawab, mereka hanya diam melihat ke arah Callysta yang terlihat kebingungan. Kemudian Carissa membisikkan sesuatu kepada Shopie, tentunya dapat di dengar jelas oleh Callysta.
"Apa kamu juga mencurigai sesuatu tentang hal ini, Shopie?" Tanya bisik Carissa kepada Shopie.
Callysta heran melihat Carissa berbisik-bisik yang tentunya dapat ia dengar jelas. Callysta hanya diam saja, karena tidak tahu arah pembicaraan kedua gadis yang ada di sampingnya itu.
"Iya aku juga. Aku tahu harus melakukan apa." Balas bisik Shopie.
Shopie bangkit kemudian mendekati Damian, Leon dan Wakiza untuk membisikkan sesuatu kepada mereka.
"Katakan apapun di dalam hati kalian sekarang juga. Ada yang sedang di curigai oleh sang pengendali saat ini mengenai gadis itu." Itulah bisikan yang sama oleh Shopie kepada tiga pria yang ada di hadapan Carissa dan Callysta yang kini sesang bangkit perlahan dari duduknya.
"Kau mencurigai ku Carissa?" Tanya Callysta melihat ke arah Carissa yang ada di sampingnya.
Carissa melihat juga ke arah Callysta, kemudian berkata.
"Ada yang aku curigai tentangmu saat ini. Tapi sebagai teman bukan lah sebagai musuh. Apa kau bisa percaya padaku?" Balas Carissa dengan tatapan teduh melihat gadis bermata coklat di hadapannya itu.
Callysta hanya diam saja.
"Dengarkan aku Callysta…Coba kau dengarkan siapa yang bersuara dan apa yang dia katakan. Kau mengerti…!" Ucap Carissa ingin Callysta mengetahui kemampuannya saat ini.
__ADS_1
"Apa maksud mu…?" Tanya Callysta tidak mengerti.
"Percaya padaku Callysta. Lakukan seperti apa yang aku katakan ini, aku mohon."
Callysta melihat gadis bermata silver kebiruan di hadapan itu dengan intens. Kemudian menghela nafasnya secara perlahan. Walaupun dia tidak mengerti maksud dari Carissa, tetapi dia ingin percaya dan melakukan apa yang Carissa katakan.
"Baiklah." Balas Callysta pada akhirnya.
Shopie menganggukkan kepalanya ke arah Leon, Damian dan Wakiza yang mengerti apa yang harus mereka lakukan.
Mereka yang tidak mengerti hanya diam menyimak saja. Mereka yang mulai mengerti maksud dari Carissa, menunggu apa hasilnya.
'Nama saya adalah Wakiza Orchid. Kaisar dari Kerajaan Colina Santa. Saya adalah pengikut setia dari Sang pengendali.' Gumam Wakiza di dalam hatinya. Tentunya sekarang hanya Callysta yang dapat mendengarkan suara hati itu seorang diri.
Bahkan Carissa Sang pengendali dan Shopie Sang Peramal Suci yang tidak terhubung dengan Wakiza, tidak dapat mendengarkan suara hati pria tampan itu.
Sedangkan Callysta kini semakin bingung, dia mendengar jelas suara itu adalah milik Wakiza. Namun dia melihat jelas jika mulut Wakiza tertutup rapat saat mengatakan perkenalannya.
"Callysta, apa kamu tahu siapa saat ini yang mengatakan sesuatu?" Tanya Carissa melihat ke arah Callysta yang juga melihat ke arahnya.
"Iya, aku tahu…!" Balasnya dengan suara pelan dan anggukkan kepalanya.
"Siapa?" Tanya Carissa.
"Dia…!" Tunjuk Callysta ke arah Wakiza.
Tentunya membuat Wakiza terkejut akan kebenaran itu. Sedangkan Carissa tersenyum tipis dan puas akan kebenaran tersebut.
"Apa yang dia katakan?" Tanya Carissa kembali.
"Nama saya adalah Wakiza Orchid. Kaisar dari Kerajaan Colina Santa. Saya adalah pengikut setia dari Sang pengendali. Itulah yang dia katakan." Balas Callysta apa yang sebenarnya ia dengarkan dengan jelas.
Tentu saja membuat Wakiza kembali terkejut untuk kedua kalinya.
"Apakah benar seperti itu, Kiza…?" Tanya Carissa kepada Wakiza.
Wakiza melihat ke arah Carissa yang bertanya.
"Iya yanga mulia. Benar, saya mengatakan seperti itu." Balas Wakiza dengan kejujuran apa yang ia katakan.
Callysta semakin tidak mengerti apa maksud mereka. Dia hanya bisa diam dan menyimak dengan tenang.
"Baiklah…selajutnya…" Perintah Carissa kepada Leon dan Damian.
Kedua pria yang di maksudkan oleh Carissa, kini melihat ke arah Callysta yang juga melihat ke arah mereka berdua secara bergantian. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.