DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
126. Perdebatan Selir Agung Dan Permaisuri.


__ADS_3

***Kerajaan Darkness World***


Semua orang terdiam akan apa yang tengah di lakukan oleh permaisuri Princella Odella? pada Selir Agung kaisar Hayden Pris. Selir Agung yang merupakan putri dari Dewa Neraka yaitu kaisar Yuma Gruffin.


Di dalam kerajaan Darkness World tidak ada yang berani melawan Selir Agung yang sangat kejam dan bengis, karena kekuatan dan asal usulnya. Mereka semua selalu menghindar untuk tidak membuat masalah dengan Selir Agung putri Villy Cambio Gruffin, putri kedua kerajaan Kegelapan Dasar Neraka, putri kedua dari kaisar Yuma Gruffin.


"apa yang kau lakukan brengsek…lepaskan aku, kau sudah lancang berani berbuat seperti ini kepadaku." ucap keras Selir Agung murka. Dia sangat marah sekaligus malu karena telah di buat tidak bergerak oleh permaisuri Princella Odella.


Selama ini, Selir Agung tidak pernah sekalipun melawan permaisuri Princella Odella, walaupun dia sangat cemburu dan iri pada sang permaisuri. Dia tidak ingin melawan bukan karena dia tidak bisa dan tidak mampu untuk melawan permaisuri. Dia hanya tidak memiliki alasan untuk melawan permaisuri yang sangat di hormati di istana bahkan di seluruh kerajaan Darkness World ini.


Sebenarnya Selir Agung, dari dulu sudah sering memancing amarah dari permaisuri dengan berbagai ulah dan masalah yang ia buat, dan sering ingin menjebak permaisuri agar mau melawannya terlebih dahulu, tetapi semua itu tidak berhasil.


Permaisuri terlalu sering tidak berada di dalam istana, karena dia mendapatkan izin khusus di perbolehkan untuk keluar istana oleh kaisar Hayden Pris. Permaisuri yang memang suka akan kedamaian, tidak pernah suka untuk memperpanjang masalah dan dia terlalu cerdas untuk menyelesaikan setiap masalah dengan kepala dingin, tanpa kekerasan sama sekali.


Hari inilah pertama kalinya, Selir Agung memiliki alasan untuk memberikan pelajaran kepada permaisuri Princella Odella, yang sangat menolak tunduk kepada kaisar Yuma Gruffin, sang Dewa Neraka.


"kau selalu saja tidak ada henti-hentinya membuat masalah kepadaku. Kali ini aku tidak akan tinggal diam, kau harus tahu siapa aku sebenarnya?" jawab tegas permaisuri Princella Odella, dengan senyum meremehkan ke arah Selir Agung.


"dasar wanita kurang ajar, berani-beraninya kau tidak ingin tunduk kepada kaisar Yuma Gruffin, sang Dewa Neraka. Kau sungguh berdosa dan harus di hukum dengan berat." ucap ketus dan keras Selir Agung sungguh murka dengan wajahnya yang sudah merah padam.


Permaisuri Princella Odella hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Selir Agung. Permaisuri sebenarnya tahu, jika Selir Agung sangat mencintai kaisar Hayden Pris. Permaisuri juga tahu jika Selir Agung sangat cemburu dan iri kepadanya, sering membuat masalah untuk memancing keributan, namun permaisuri hanya menanggapi dengan kepala dingin dan tidak ingin membuat masalah bertambah besar.


Tapi lain halnya dengan hari ini, dia yang di serang secara tiba-tiba oleh Selir Agung tidak akan mungkin hanya akan diam saja, tanpa melawan ataupun menghindari semua serangannya. Permaisuri sudah cukup bersabar dan diam dengan semua tingkah laku dari Selir Agung. Dia tidak bisa hanya diam saja.


"bagaimana caranya kau menghukumku? saat ini saja kau tidak bisa bergerak sama sekali, Selir Agung. Kau sungguh lancang dan berani menyerang ku secara tiba-tiba. Sungguh tidak tahu sopan santun." ungkap permaisuri dengan nada bicaranya yang halus dan senyum yang masih mengembang lembut pada bibirnya.


"lepaskan aku…!" teriak Selir Agung benar-benar marah.


"jangan menjadi wanita pengecut dengan cara seperti ini, lawan aku dengan pertarungan yang sesungguhnya." ungkapnya masih dengan emosi yang meluap-luap.


Amarah Selir Agung benar-benar ada pada puncaknya. Dia ingin menghajar permaisuri yang dia anggap tidak layak bersanding dengan kaisar Hayden Pris yang gagah perkasa. Selir Agung beranggapan, jika permaisuri Princella Odella hanya menang karena terlahir suci ke dunia ini. Selain itu tidak ada yang istimewa dari permaisuri yang di pilih oleh kaisar Hayden Pris.

__ADS_1


"jika kau memang mampu untuk melawanku, kau tidak akan mudah terjebak dengan trik murahan yang aku gunakan sekarang ini." ungkap permaisuri dengan cukup tenang.


Permaisuri Princella Odella sebenarnya tidak suka untuk melakukan tindak kekerasan seperti sekarang ini. Namun untuk menutup mulut dan keras kepala dari Selir Agung, dia terpaksa harus menggunakan cara seperti itu.


"cepat lepaskan aku, sebelum kau akan menyesal." ucap kasar Selir Agung.


"sebelum aku menyesal…!! seharusnya kau yang akan menyesal jika terus ingin melawanku." jawab permaisuri dengan tatapan dinginnya.


"ingat satu hal Selir Agung, aku terlahir lebih dulu dari dirimu, dan aku terlahir suci dengan kekuatan yang tidak akan pernah bisa kau bayangkan. Dan kau…hanyalah seorang putri iblis Rubah yang belum sempurna. Ingatlah itu…!!" ungkap permaisuri dengan menekan setiap kata-katanya dengan tatapan tajam dan dinginnya.


"brengsek kau…kurang ajar…pengawal tangkap dan hajar dia…!!" ucap perintah Selir Agung kepada anak buah manusia iblis yang terus siaga di belakangnya.


Permaisuri dan Selir Agung benar-benar bertindak akan kemauan mereka sendiri, tanpa memperdulikan keberadaan dari sang kaisar yang melihat tingkah laku dan perbuatan mereka yang berani bertarung di depannya di dalam aula istana. Kaisar hanya diam menyaksikan, tanpa melakukan tindakan apapun untuk melerai mereka.


Semua anak buah manusia iblis yang di perintahkan oleh Selir Agung untuk menyerang permaisuri, maju dan menyerang permaisuri dengan bersamaan. Cukup tidak adil bagi permaisuri Princella Odella saat ini, lawannya adalah 10 manusia iblis, sedangkan dia hanya seorang diri.


Carissa hanya diam dari tadi, dia hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia cukup tahu wanita yang di sebut Selir Agung terlihat jelas tidak suka terhadap permaisuri kerajaan ini. Satu yang Carissa ketahui, permaisuri Princella Odella adalah orang baik, Carissa dapat melihat dari sorot matanya yang jujur dan penuh kasih sayang serta hangat.


Carissa dapat melihat semua yang telah di alami oleh permaisuri Princella Odella, saat tadi mata mereka saling bertatapan. Carissa tahu semua yang permaisuri alami dan rasakan selama ini. Dia banyak kehilangan, banyak mengalami kesedihan, dan dia mengalami kesendiriannya di kerajaan ini.


Carissa terus melihat bagaimana permaisuri yang terlihat cantik dan anggun, dapat dengan mudah mengalahkan 10 manusia iblis tanpa memakai senjata apapun? Permaisuri hanya menggunakan sarung pedang Naga Emas untuk menahan setiap senjata manusia iblis yang ingin menyentuh tubuhnya.


Carissa cukup heran melihat orang di dalam ruang tersebut, seorang permaisuri di serang tetapi tidak satu orangpun yang membantu dan melindungi permaisuri. Bahkan kaisar Hayden Pris hanya diam melihatnya saja dari singgasananya. Kerajaan macam apa ini? mereka tidak adil. Permaisuri adalah seseorang dengan posisi yang paling tinggi, berada di bawah posisi seorang kaisar.


Permaisuri sebuah kerajaan seharusnya di lindungi, tetapi di kerajaan ini tidak. Seharusnya Selir Agung yang memiliki posisi di bawah permaisuri lah yang dihukum, apalagi Selir Agung lah yang menyerang terlebih dahulu, berkata kasar dan tidak ada rasa hormat serta sopan santun terhadap permaisuri kerajaan Darkness World ini.


Permaisuri cukup kuat dan hebat dalam bertarung, dia hanya menggunakan kekuatan spiritual yang di alirkan ke tangan kanannya. Jadi apapun yang ia sentuh dengan tangan kanannya? akan hancur lebur menjadi debu. Begitu juga dengan 10 manusia iblis yang menyerangnya, hancur lebur hanya dengan pukulan tangan kanan sang permaisuri.


Carissa diam dan tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka. Diam adalah tindakan yang sangat bagus kali ini. Carissa cukup berdiri dengan santai dan menyaksikan pertunjukan pertarungan yang tidak adil, satu melawan banyak orang. Namun Carissa terusik juga akan hal yang dia lihat secara teliti.


Sebuah belati mengarah dari arah belakang permaisuri Princella Odella, serangan yang di lakukan oleh seorang pria dengan pakaian perang besinya dan terlihat sangat kuat, pria itu ikut meyerang permaisuri yang sedang sibuk melawan beberapa manusia iblis. Tidak ada yang melihat dan memperhatikannya, karena semua orang lebih fokus kepada pertarungan permaisuri melawan manusia iblis.

__ADS_1


'trang…trang…' suara dua belati yang beradu dari arah belakang permaisuri Princella Odella.


Pandangan mata semua orang teralihkan, bertepatan dengan manusia iblis yang terakhir telah hancur lebur oleh pukulan tangan kanan permaisuri. Bertepatan dengan dua suara belati yang beradu dari belakang permaisuri dan jatuh ke atas lantai. Permaisuri dengan segera melihat ke arah belakangnya, tepat di bawah kakinya ada dua buah belati yang tergeletak.


Semua mata memandang ke arah permaisuri yang sedang melihat dua buah belati yang ada di depan kakinya. Mereka tahu ada yang melempar belati ke arah permaisuri, dan di halangi oleh satu buah belati lainnya.


"siapa yang berani melakukan ini di belakang ku?" tanya permaisuri akhirnya murka, dengan tatapan tajam dan dinginnya.


Permaisuri tidak suka dengan tindakan curang seperti itu, tindakan yang tidak bisa di maafkan dengan mudah. Mereka yang hanya berani menyerang dari arah belakang secara diam-diam adalah tindakan seorang yang pengecut. Permaisuri Princella Odella akan menindak serius orang tersebut.


Tidak ada satu orangpun yang berani menjawab pertanyaan dari permaisuri. Mereka diam seribu bahasa, dan hanya melihat saja. Begitu juga kaisar Hayden Pris, dia tidak menjawab dan bergerak sama sekali dari singgasananya. Tidak ada rasa kekhawatiran dari kaisar, jika permaisurinya hampir tewas oleh lemparan sebuah belati.


"jawab aku…!" murkanya. Kali ini permaisuri benar-benar marah.


Permaisuri tahu tidak akan ada yang mau mengaku, jadi diapun perlahan mengambil dua buah belati yang ada di bawah kakinya.


"siapa pemilik dua belati ini?" tanya permaisuri sembari menunjukkan dua buah belati yang dia pegang di tangannya.


Semua masih diam, tidak ada yang menjawab.


"Jangan kalian pikir akan bisa menghindar dariku setelah berbuat curang seperti ini." ucap permaisuri dengan menatap tajam semua orang yang ada di hadapannya.


"Aku bisa dengan mudah mencari tahu, siapa pemilik dari dua buah belati ini." ucap permaisuri kembali, mimik wajahnya dingin dan tatapan matanya tajam melihat ke arah semua orang.


Permaisuri Princella Odella mengatakan sesuatu yang benar, dia yang memiliki kekuatan khusus dapat dengan mudah mencari tahu siapa pemilik dari dua buah belati tersebut? Dapatkah permaisuri menemukan pelakunya?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2