DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
94. Kebenaran Tentang Saira Dimitri.


__ADS_3

***Ruang Kerja Kerajaan Holmes***


Dua gadis cantik dengan auranya masing-masing, masih saling menatap dengan jalan pikiran yang hanya mereka berdua yang tahu. Semua yang hadir di dalam ruang kerja istana Holmes tersebut, kini dapat merasakan dua aura kuat dari dua gadis yang sedang beradu pandang dan argumennya.


Mereka sangat terkejut mengetahui rahasia yang di miliki oleh seorang Saira Dimitri, mereka tidak pernah menyangka, Saira Dimitri memiliki sebuah pasukan khusus yang bernama Black Rose. Seorang gadis cantik, nona muda dari keluarga bangsawan biasa Duke Saimon Dimitri, yang terlihat lemah lembut dan anggun layaknya nona muda bangsawan lainnya, menyimpan rahasia yang sangat mengejutkan bagi semua orang yang mendengarkannya.


Mereka hanya bisa melihat dua gadis cantik dengan aura sama-sama kuat saat ini, mereka hanya akan diam dan menyaksikan kelanjutan dari perdebatan mereka, melihat apa yang sedang menjadi tujuan dari Carissa Hubert sang pengendali? yang sengaja mengungkap kebenaran tentang Saira Dimitri dan pasukan khusus Black Rose nya.


"sebenarnya aku hanya ingin kita lebih dekat lagi, dan saling mengenal. Apakah sulit untuk anda berteman dengan saya nona Saira?" ucap Carissa dengan senyum manisnya ke arah Saira Dimitri yang menatapnya datar.


Saira Dimitri tahu bukan itulah tujuan Carissa saat ini, Saira tahu Carissa memiliki tujuan lain.


"mengungkap siapa saya? dan mengungkapkan rahasia seseorang, apakah bisa di katakan dia memiliki tujuan hanya ingin berteman?" tanya balik Saira yang ingin sedikit memancing Carissa. Apakah Carissa bisa menerima perkataan Saira saat ini?


"anda marah nona Saira? bila saya sudah salah karena mengungkap rahasia yang anda simpan, saya minta maaf tulus dari hati saya yang paling dalam." ungkap Carissa dengan menundukkan kepalanya tanda hormat dan meminta maaf pada Saira Dimitri.


"katakan apa tujuanmu nona Carissa? aku bukanlah anak kecil yang bisa dengan gampangnya berteman dengan orang yang baru saja aku kenal, bahkan kita tidak dekat sama sekali, jadi berbicaralah selayaknya sebagai sesama wanita." balas Saira yang sudah mulai dengan nada bicaranya yang mulai biasa, tidak sesopan tadi.


Carissa tertawa renyah, sudah lama sekali dia tidak beragumen dengan sesama wanita. Selain Shopie sang peramal suci, kini dia bisa memiliki teman wanita lainnya yang bisa di ajak berdebat sejak hari ini.


Semua diam terpesona melihat tawa renyah Carissa yang terlihat lepas, kesan aura kecantikan wajah Carissa semakin meningkat. Ini untuk pertama kalinya mereka melihat Carissa tertawa seperti ini.


"baiklah…sungguh nona Saira, aku ingin menjadi temanmu, dan ini tulus dari hatiku. Tujuanku hanya satu, aku ingin kau berpihak padaku. Bukan artian kau harus tunduk padaku. Aku tidak suka mempunyai teman yang takut apalagi tunduk padaku, jadilah dirimu sendiri seperti sekarang ini. Bila ingin marah padaku marahlah, bila kau tidak ingin percaya padaku, lakukan lah…aku hanya ingin kau ada di pihakku dengan apa pun dirimu yang sebenarnya." ungkap Carissa dengan kesungguhan.


Carissa tulus ingin berteman dengan Saira, kekuatan besar yang hatinya tadi rasakan saat melihat Saira Dimitri, adalah ini. Saira mempunyai karekter dan sikap seperti dirinya. Saira sama persis seperti Callysta Angelina atau Carissa Hubert saat ini, kuat, tangguh, pandai, cerdas dan tampil apa adanya.


"apa kau pikir aku akan percaya begitu saja, dan apa kau pikir aku akan mau berada di pihakmu begitu saja? apa kau pikir dengan menjadi sang pengendali, kau bisa membuatku setuju begitu saja untuk berpihak pada mu? ingat nona Carissa, semua usaha keras tidak bisa di raih hanya dengan ucapan semata. Semua yang aku miliki sekarang aku merintisnya dari awal dan penuh kesulitan, rasa sakit dan pengorbanan. Jadi aku harap kau bisa mengerti itu." jawab Saira panjang lebar.

__ADS_1


Karena apa yang Saira lakukan untuk mendirikan pasukan khusus Black Rose, tidaklah berjalan dengan mudah. Banyak rasa sakit, usaha dan pengorbanan yang Saira lakukan bersama teman-teman seperjuangannya.


Carissa sangat mengerti itu, karena Callysta dulu pernah mengalaminya, berbagai pengorbanan, rasa sakit dan bahkan kematian dirinya sudah dia rasakan untuk mencapai yang dia inginkan. Hidup yang dulu Callysta jalani tidaklah mudah menjadi pembunuh bayaran.


"tentu saja aku tahu itu nona Saira, aku tahu segalanya tentang bagaimana rasa sakit dan pengorbanan yang kau dan teman-teman mu lakukan? Bila kau tidak ingin berteman dan ada di pihakku, itu tidak masalah dan aku tidak ingin memaksa mu. Jadilah dirimu sendiri, dan lakukan apa yang selama ini seharusnya kau lakukan? Kau dan pasukan khusus Black Rose yang membantu dan melindungi para rakyat lemah, sudah membuatku bersyukur dan senang bisa mengenal kesatria hebat seperti dirimu." balas Carissa tulus dari hatinya dengan senyum manisnya yang terlihat tulus.


Carissa tidak ingin memaksa Saira Dimitri, bila memang Saira tidak ingin ada di pihaknya. Setidaknya Carissa tahu Saira Dimitri dan pasukan khusus Black Rose adalah orang-orang baik, yang membantu melindungi rakyat lemah dari 3 kerajaan, itu sudah cukup bagi Carissa menandakan Saira Dimitri adalah nona muda yang baik hati dan pantas untuk di hormati.


'apa dia pikir dengan perkataannya itu, bisa merubah segalanya yang kini sudah terjadi. Rahasia besar yang aku sembunyikan, sudah di ketahui oleh kaisar Louis dan para pangeran Holmes, apa yang harus aku lakukan sekarang? apa ini bukannya bahaya untukku?' gumam Saira dalam hatinya, dengan masih menatap ke arah Carissa yang ada di hadapannya.


Gumaman Saira yang tentunya bisa di dengar oleh sang peramal suci dan Carissa. Kedua gadis itu tersenyum tipis, saat ini sebenarnya Saira gusar. Hanya saja dia berusah menyembunyikan kegusarannya, dan berusaha bersikap tenang dan tegas demi melawan argumen Carissa.


"kau tenang saja… aku berjanji, tidak akan ada yang berani mengusik pasukan khusus Black Rose yang kau miliki, tanpa persetujuan darimu, kaisar ataupun peramal suci tidak bisa menyentuh tekadmu yang tidak ingin di paksa. Aku yang akan menjaminnya. Karena aku yang sudah mengungkap semua rahasia mu, jadi aku yang akan bertanggung jawab untuk itu." ungkap Carissa tersenyum pada Saira yang merengut heran.


Saira heran, mengapa Carissa tahu kegusaran yang baru saja dia gumamkan dalam hatinya?


"maaf sebelumnya yang mulia kaisar Louis Theodore, dan sang peramal suci. Hamba sang pengendali yang akan menjadi penghalang terdepan untuk nona Saira, bila ada yang mencoba memaksa dirinya dan pasukan khusus Black Rose yang dia miliki, dia bebas melakukan apa saja dengan keinginannya sendiri, selama nona Saira ada di jalan yang baik bagi keselamatan rakyat dari 3 kerajaan." ungkap Carissa sedikit menekan setiap kata-katanya.


"apa anda keberatan yang mulia?" tanya Carissa menatap datar sang kaisar.


"tentu saja tidak nona Carissa, bila itu sudah keputusan anda, aku sebagai kaisar 3 kerajaan, sangat bersyukur memiliki kesatria hebat, kuat dan baik seperti nona Saira. Tidak ada yang akan berani memaksa nona Saira, bila itu yang bukan di inginkan oleh nona Saira. Selama nona Saira dan pasukan khusus Black Rose tidak berbuat kejahatan dan merugikan 3 kerajaan, aku kaisar dari 3 kerajaan siap untuk mendukungnya." balas Kaisar Louis yang tahu maksud dari Carissa.


Keputusan Carissa untuk melindungi Saira Dimitri, siapa yang akan berani menentangnya. Kecuali dia bisa dengan mudah mengalahkan Carissa Hubert sang pengendali.


"satu yang harus anda ingat nona Saira." ungkap sang peramal suci yang tiba-tiba ikut bicara.


"jangan pernah berkhianat pada kerajaan manapun? karena kami berusaha menjunjung tinggi kedamaian dan kesejahteraan rakyat 3 kerajaan, sekuat apapun dirimu dan pasukan khusus Black Rose? aku tidak akan diam bila kau mulai melenceng dari tujuan damai itu." ungkap sang peramal suci berbicara. Yang membuat Saira menelan salivanya perlahan.

__ADS_1


Sedikit ancaman dan peringatan sang peramal suci, sudah cukup membuat nyali Saira sedikit menciut. Siapa yang berani melawan sang peramal suci? dengan segala kekuatan serta kutukan yang selalu terjadi, seberapa pun kekuatan dan jumlah pasukan khusus Black Rose yang Saira miliki, tidak akan mampu melawan 3 kerajaan yang dilindungi oleh sang peramal suci.


"tentu saja Dewi…hamba sangat tahu batasan hamba. Mohon maaf hamba masih tidak bisa berpihak pada satu orang saja, hamba masih setia pada rakyat 3 kerajaan yang lebih membutuhkan perlindungan dan keamanan dari pasukan khusus Black Rose." jawab Saira menatap sang peramal suci dengan tatapan hormatnya.


"tentu…aku akan pegang teguh apa yang sudah kau ucapkan dan janjikan? aku senang masih ada kesatria yang kuat dan tulus sepertimu nona Saira, dukungan dan perlindungan dariku selalu akan menyertai mu." balas sang peramal suci dengan senyum manisnya melihat ketulusan dari Saira.


Saira merasa senang mendapatkan perlindungan dari sang peramal suci, itu sudah cukup menjamin hidupnya, seluruh keluarga dan seluruh anggota pasukan khusus Black Rose. Saira bisa tenang menjalankan misi pasukan khusus Black Rose untuk selanjutnya.


"bagaimana Callysta…sepertinya kita belum bisa membuat nona Saira ada pada pihak kita? tapi sudah cukup dia menjadi salah satu pelindung rakyat, agar kau bisa lebih tenang dalam perjalanan nanti. Dia cukup kuat, dan aku melihat takdirnya saat ini, ada seorang wanita kuat yang ada di belakangnya selama ini, tapi bayangan wanita kuat itu samar dan terlihat gelap, tetapi wanita kuat itu dari golongan baik." ungkap telepati Shopie pada Carissa.


"ternyata kau melihatnya juga Shopie !! kau sangat terlambat melihat bayangan wanita kuat tersebut, bayangan wanita kuat itu hanya hadir pada mimpinya saja, mungkin itu yang membuat penglihatan mu gelap." balas Carissa melalui telepatinya pada Shopie.


Shopie melihat Carissa melalui penutup matanya, Shopie mulai curiga pada Carissa, bagaimana Carissa tahu semua itu? pasalnya Shopie benar-benar tidak tahu kekuatan special yang kini Carissa miliki, yang Carissa dapat dari cincin pengikat.


"bagaimana kau tahu dan bisa melihat wanita itu?" tanya Shopie.


"entahlah…aku hanya tahu begitu saja." balas Carissa, dan bukan jawaban itu yang Shopie inginkan. Carissa masih tersenyum tipis yang tetap mengarah pada Saira Dimitri.


Carissa masih berusah untuk dekat dengan Saira, Carissa yakin mereka berdua memiliki ikatan takdir yang kuat. Entah itu untuk berteman ataupun hubungan yang lainnya, intinya tidak ada permusuhan dalam ikatan takdir mereka berdua. Carissa sangat yakin apa yang ia rasakan kuat dalam hatinya saat ini?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2