
***Apartemen mewah Callysta***
Antoni memberikan buket bunga mawar putih dan sekotak aneka kue manis pada Callysta, dengan senang hati Callysta menerima pemberian Antoni dan segera melangkah ke ruang tamu untuk meletakkan buket bunga dan sekotak kue tersebut ke atas meja kaca.
Antoni segera melepaskan topi dan masker wajahnya sembari mengikuti langkah Callysta menuju ke ruang tamu, saat Callysta meletakkan buket bunga dan kotak kuenya, Antoni meletakkan juga topi dan masker wajahnya di atas meja kaca tersebut.
"terima kasih bunga dan kuenya." ucap Callysta berbalik badan menghadap ke arah Antoni yang ada di sampingnya.
"hanya terima kasih saja?" tanya Antoni tersenyum menggoda Callysta.
Callysta yang tahu maksud dari Antoni segera mendekati Antoni dan berjinjit untuk mencium lembut pipi Antoni, karena tubuh Antoni lebih tinggi dari tubuh Callysta, tetapi saat Callysta selesai mencium pipi Antoni malah dengan cepat Antoni melingkarkan kedua tangannya pada pinggang belakang Callysta, agar Callysta tidak beranjak jauh darinya.
Callysta hanya bisa diam berdiri dalam dekapan Antoni, kedua tangannya di letakkan di depan dada Antoni, mata mereka saling memandang lembut akan kerinduan dan secara perlahan Antoni mendekatkan wajahnya pada wajah Callysta, dengan perlahan bibir mereka bertemu saling mengabsen dan menikmati setiap kecupan untuk mengobati rasa rindu mereka berdua, tanpa sadar tangan Callysta terangkat untuk melingkar pada leher Antoni, sedangkan Antoni mengeratkan pelukkan pada pinggang Callysta dan mendekatkan tubuh mereka.
Ciuman yang tadinya lembut dan pelan kini telah berubah menjadi ciuman yang menggebu dan panas, Callysta sampai kewalahan dan kehabisan oksigen karena ciuman menggebu dan panas Antoni. Antoni seakan tidak ingin bibir mereka terlepas karena bibir Callysta terasa manis dan candu untuk Antoni.
Saat Callysta ingin melepaskan ciuman pada bibir mereka Antoni malah menekan tengkuk kepala Callysta, dan ciuman mereka menjadi lebih lama dan lebih dalam lagi, Callysta berusaha memberi tahu Antoni dengan isyarat memukul pelan dada Antoni kalau dia kehabisan oksigen karena ciuman dalam mereka.
Antoni pun mengerti akan Isyarat pukulan pelan Callysta pada dadanya, Antoni melepaskan ciuman mereka dan terlihat nafas mereka ngos-ngosan karena ciumannya yang dalam dan menggebu, Antoni menempelkan keningnya pada kening Callysta seraya tersenyum, mereka segera menghirup udara sebanyak mungkin.
"sayang aku rindu sekali padamu." ucap Antoni dengan nafas sudah mulai teratur.
"aku juga merindukanmu tuan mudaku." balas Callysta tersenyum memandang mesra dan lembut wajah tampan Antoni.
Saat mendengar Callysta merindukannya juga, Antoni segera mengecup dua kali bibir Callysta dan ******* sebentar bibir yang selalu manis dan sudah menjadi candu baginya. Callysta merasakan betapa Antoni sangat sayang dan mencintainya, Callysta pun juga merasakan hal yang sama.
"ayolah tuan muda, sampai kapan kau akan menciumiku begini?" tanya Callysta menatap Antoni dan masih berada dalam dekapannya.
"sampai aku puas sayang." balas Antoni tersenyum dan masih mendekap Callysta erat.
"kapan kau akan puas?"
"sampai kau memanggilku sayang dan mengatakan aku cinta padamu sayang." ucap Antoni tersenyum menggoda Callysta.
Callysta tersenyum melihat tingkah laku manja Antoni dan mendengar ucapan Antoni, yang memintanya memanggil Antoni dengan sebutan sayang seperti dirinya selalu memanggil Callysta dengan sebutan sayang, karena memang benar Callysta tidak pernah sekalipun memanggil Antoni dengan sebutan sayang dan mengucapkan kata cinta pada Antoni.
"baiklah sayang aku cinta padamu." ucapnya mengalah dan sekaligus mengungkapkan perasaannya pada Antoni.
"aku tidak dengar lebih keras lagi." goda Antoni dengan sengaja karena dia masih ingin mendengar panggilan sayang dan ungkapan cinta Callysta untuknya.
__ADS_1
"sayang aku cinta padamu." ucap Callysta lebih keras lagi.
"aku tidak dengar, ulangi lagi !!" perintah Antoni dengan sengaja.
Callysta yang merasa di goda dan di kerjai oleh Antoni pun menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan, dia pun mempunyai trik untuk membuat Antoni tidak menggoda dan mengerjainya lagi.
Callysta melingkarkan kedua tangannya pada leher Antoni, dia mendekatkan kepala Antoni pada wajahnya bukan untuk mencium Antoni tetapi untuk berbisik pada Antoni.
"sayang aku cinta padamu, kalau kau menggodaku lagi lebih baik kita tidak bertemu untuk satu Minggu ke depan." ucap Callysta berbisik mesra sekaligus ancaman bagi Antoni.
Antoni yang mendengar bisikkan dari Callysta pun tertawa renyah menanggapi ancaman mesra dari Callysta, Antoni tidak ingin ancaman mesra Callysta menjadi kenyataan, diapun tersenyum melihat Callysta masih melingkarkan kedua tangannya ke leher Antoni seraya menatap lembut matanya.
"bagaimana sayang apa masih tidak mendengar suaraku?" tanya manja Callysta pada Antoni.
"hahahaha....tentu aku mendengarnya sayangku..." ucap Antoni masih tertawa ringan agar Callysta tidak melakukan ancaman mesranya tadi.
"kau pandai melakukan ancaman mesra padaku, membuatku tidak bisa melawanmu sama sekali." ungkap Antoni lagi.
"mengancam? kapan aku mengancammu?" tanya Callysta pura-pura tidak tahu seraya mengerutkan keningnya.
"duuuh aku gemas jadinya dengan ancaman mesramu." goda Antoni sembari mencubit pelan ujung hidung Callysta.
"iya ancaman mesramu sangat ampuh membuatku terdiam."
"hahahaahaha…… "tertawa Callysta pelan.
"kau ada saja mempunyai istilah yang lucu untuk membuatku tertawa." balas Callysta di sela-sela tawanya.
"tentu sayang, melihatmu bahagia adalah keinginanku, karena aku sangat mencintaimu." ucapnya sembari mengecup kembali bibir Callysta.
"mulai lagi....kapan aku bisa makan kue ku kalau kau terus saja memeluk dan menciumi ku?" balas Callysta berpura-pura merajuk sedih.
"baiklah, baiklah aku sudah puas, ayo kita makan kue kesukaanmu !" ajak Antoni sembari merangkul pinggang Callysta dan melangkah ke sofa.
"mau minum apa?" tanya Callysta setelah mereka duduk di atas sofa.
"bisa aku minta kopi hitam buatanmu sayang?" tanya manja Antoni.
Setiap mereka bertemu Antoni selalu bersikap manja pada Callysta, dia benar-benar sudah jatuh dan tergila-gila pada pesona seorang Callysta Angelina, Antoni sudah menjadi pria bucin saat bersama Callysta.
__ADS_1
"baiklah tunggu di sini, aku akan buatkan kopi hitam kesukaanmu." balasnya sembari beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur untuk membuat minuman mereka berdua.
"kau makan malam di sini juga?" tanya Callysta dari arah dapur.
"iya, aku sudah meminta Leo untuk memesankan makanan kesukaanmu untuk makan malam kita." balas Antoni yang berjalan ke arah dapur dan mendekati Callysta.
Antoni memeluk Callysta dari arah belakang dan mencium sayang kepala Callysta. Callysta membalikkan badannya menghadap Antoni, Callysta sudah biasa dengan sikap manja dan mesra Antoni padanya.
"kenapa malah kesini." balas Callysta mendorong pelan dada Antoni agar sedikit menjauh darinya.
"aku masih membuat minuman, kapan selesainya bila kau terus mengganggu ku?"
"baiklah aku akan duduk di sini saja." balas Antoni yang duduk di meja makan dekat dapur.
Callysta hanya menghembuskan nafasnya pelan dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja Antoni yang tidak ingin berjauhan terlalu lama dengan Callysta.
"beri tahu pada Leo untuk tidak memesan makanan, karena aku sudah membeli bahan untuk memasak makan malam kita hari ini." kata Callysta memberitahu.
Callysta sudah berbelanja bahan masakan kemarin saat pulang dari bekerja, dia ingin memasak makan malam untuk Antoni hari ini.
"kau mau masak?" tanya senang Antoni karena dia juga sangat suka masakan dari Callysta, hanya saja dia tidak mau memaksa Callysta untuk memasak makanan untuknya.
"iya." jawab singkat Callysta.
"ok kalau begitu, aku akan segera menghubungi Leo." balasnya tersenyum senang.
Callysta senang melihat Antoni suka dengan masakkannya, Callysta senang melihat Antoni bahagia dan tersenyum, dan Callysta tidak ingin membuat senyum Antoni menghilang dan merusak kebahagian Antoni.
Callysta masih memandang Antoni dari jauh yang sedang menghubungi asisten Leo, Callysta meyakinkan hatinya bahwa semua pasti ada jalan keluarnya dan akan baik-baik saja.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1