DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
95. Wanita Misterius Dan Alat-alat Rakitan.


__ADS_3

***Kerajaan Holmes***


Semua sudah sangat jelas, semua sudah mendapatkan peranannya masing-masing. Saira Dimitri yang memiliki pasukan khusus Black Rose, memimpin pasukan khususnya seperti biasanya. Carissa tidak lagi ingin memaksa Saira agar ada di pihaknya, Carissa yakin kalau mereka berdua terikat takdir yang kuat dan akan menjadi dekat di masa depan.


Carissa yang melihat bayangan wanita kuat di dalam mimpi Saira pun, penasaran dengan sosok wanita kuat tersebut. Carissa ingin tahu siapa wanita kuat tersebut?


"nona Saira Dimitri, apa kau tahu arti nama dari pasukan khusus Black Rose itu?" tanya Carissa tiba-tiba di sela pembicaraan mereka.


Saira terdiam melihat Carissa.


"tidak…aku mendapatkan nama itu dari sebuah mimpi." jawab Saira sembari menggelengkan kepalanya. Saira berkata jujur, karena dia tidak ingin berbohong dan menyembunyikan apapun? Di tambah lagi dia juga penasaran dengan arti nama tersebut.


Carissa meraih sebuah kertas dan pena bulu yang ada di tengah-tengah meja. Dia menggambar sebuah bunga mawar hitam, dengan lilitan ranting yang berduri, Carissa sedikit menguasai seni gambar bila hanya menggambar sesuatu yang tidak sulit. Carissa juga menuliskan kata-kata Black Rose, dengan tulisan abjad latin, lalu Carissa mengangkat kertas tersebut di hadapan Saira.


"Black Rose artinya Mawar Hitam. Itu bahasa asing dan ini bentuk tulisannya. B-L-A-C-K R-O-S-E." ucap Carissa menunjukan tulisan yang dia maksud, Carissa juga mengeja satu per satu huruf yang dia tulis.


"Mawar Hitam." jawab Saira mengulang sembari terus melihat tulisan yang di tunjukkan oleh Carissa.


"iya Black Rose, itu artinya Mawar Hitam. Itu memang cocok di pakai untuk nama sebuah kelompok atau pasukan khusus, yang pemimpinnya seorang wanita, Mawar yang memiliki duri, melambangkan wanita kuat yang tidak mudah tersentuh, dan Hitam melambangkan kegelapan, bisa di artikan juga melawan kegelapan." ungkap Carissa yang sedikit tahu tentang nama simbol-simbol yang sering di pakai oleh sekelompok mafia pada zamannya.


Semua mendengarkan dengan seksama, apa yang di jabarkan oleh Carissa saat ini?


"wanita kuat yang selalu membimbingmu dalam mimpi adalah wanita kuat yang ada di golongan baik, apa sampai saat ini kau tidak tahu siapa wanita itu?" tanya penasaran Carissa yang sudah tidak bisa di pendam lagi.


Saira nampak terkejut karena Carissa juga tahu tentang wanita yang ada di dalam mimpinya.


"jangan terkejut seperti itu, aku tahu semuanya tentang dirimu nona Saira, jadi kau tidak bisa menyembunyikan apapun dariku dan sang peramal suci?" ungkap Carissa yang lagi-lagi menjual nama Shopie sang peramal suci.


"saya tidak tahu siapa wanita itu, dia akan selalu datang dalam mimpi saya di saat saya dalam masalah atau menghadapi musuh yang kuat." jawab pasrah Saira, tidak ada lagi yang bisa di sembunyikan lagi dari Carissa.


"wanita itu menutupi dirinya dengan jubah hitam, tetapi semua petunjuk darinya selalu tepat, wanita itu juga mengajarkan saya banyak hal, bagaimana cara memimpin sebuah pasukan?wanita itu juga memberikan pelajaran yang ada di luar perkiraan, yang terkadang membuat saya tidak percaya dengan apa yang saya perbuat." jelas Saira yang selalu membuatnya juga heran.


"maksudmu?" tanya Carissa ingin tahu jelas.


"wanita itu mengajarkan saya membuat berbagai alat-alat aneh, yang sebenarnya saya tidak percaya, tetapi itu nyata saya buat dengan tangan saya sendiri. Mau tidak mau saya jadi percaya penuh pada petunjuk wanita itu." jelas Saira yang terus mengingat semua yang terjadi padanya dan apa yang selama ini dia buat.


"apa kau punya contoh dari salah satu alat yang kau buat itu?" tanya penasaran Carissa.


"maaf tidak semua ciptaan saya yang bisa di bawa ke dalam istana, hanya beberapa ciptaan saya yang mudah untuk dibawa kemanapun saja." jawab Saira apa adanya, karena ada banyak alat yang dia ciptakan yang Saira belum tahu cara memakainya.


"contohnya?" tanya Carissa semakin di buat penasaran.


Saira nampak menghembuskan nafasnya perlahan, setelah itu dia menundukkan tubuhnya, dan sedikit menyikap gaun bawahnya untuk mengambil sesuatu dari balik sepatunya, yang sudah di modifikasi untuk bisa meletakkan benda di dalamnya.

__ADS_1


"ini." ungkap Saira sembari meletakkan sebuah benda bulat berukuran sebesar bola pingpong berwarna hitam.


Seketika Carissa terkejut dan memajukan tubuhnya, lalu berdiri dari duduknya, untuk melihat secara dekat benda tersebut.


"ini…!!" ucap singkat Carissa sembari meraih benda tersebut secara perlahan.


"ini…bagaimana caranya kau bisa membuat ini? apa benar ini kau yang merakitnya?" tanya Carissa tidak percaya.


"i…iya." balas gugup Saira melihat reaksi Carissa yang berbeda dari sebelumnya.


Carissa melihat pada Shopie sang peramal suci, lalu beralih kembali melihat ke arah Saira.


"apa kau pernah menggunakan benda ini?" tanya Carissa curiga, berapa banyak benda yang seperti ini di buat oleh Saira.


"pernah dua kali." jawab singkat Saira.


"seberapa kuat ledakannya?" tanya Carissa dengan memicingkan sebelah matanya.


Ungkapan dari Carissa tentang ledakan membuat semuanya tidak mengerti, apa yang di maksudkan oleh Carissa tentang benda kecil yang ada di tangannya.


"cukup kuat, bisa menewaskan banyak korban dalam jarak yang cukup jauh." jawab Saira apa adanya, Saira sangat tahu bila Carissa tahu benda apa yang dia buat.


"sebenarnya benda apa itu?" tanya sang kaisar yang sedari tadi penasaran tentang benda yang cukup menarik perhatian dari sang pengendali.


"ini bom yang mulia, alat peledak yang cukup dahsyat." jawab Carissa sembari menunjukkan benda bulat hitam yang ada di atas telapak tangannya.


Semua orang terkejut tidak percaya, apa yang di katakan oleh sang pengendali.


"daya ledakannya sama seperti lendir hitam, milik penyihir golongan hitam yang kemarin hamba bunuh yang mulia." jelas Carissa lagi.


"apa benar sedasyat itu?" tanya Verdian tidak percaya.


Carissa melihat pada Saira, mereka tidak akan percaya bila tidak ada bukti.


"kita bisa membuktikannya yang mulia." ucap Carissa dengan senyum tipisnya yang mencurigakan.


"nona Saira berapa banyak bom peledak yang kau ciptakan selama ini?" tanya Carissa ingin tahu.


"tidak banyak, karena semua bahannya sangat terbatas, benda itu juga menggunakan sedikit magic Electrik Flow di dalamnya, membuatnya harus sangat teliti dan hati-hati, itu yang di katakan oleh wanita di dalam mimpi saya. karena benda itu sangat berbahaya kalau salah sedikit saja." balas Saira apa yang sebenarnya.


"iya aku sangat tahu itu." jawab Carissa menganggukkan kepalanya.


'siapa sebenarnya wanita di dalam mimpi itu? mengapa dia bisa tahu cara membuat bom peledak rakitan? wanita itu pasti berasal dari masa depan. Seperti benda bom rakitan yang sering aku buat dulu di dalam markas. Wanita itu pasti salah satu anggota mafia yang cukup jenius, sehingga dia bisa membuat bom peledak rakitan.' gumam Carissa dalam hatinya sembari melihat bom rakitan yang ada di tangannya.

__ADS_1


Tentu saja gumaman Carissa tersebut bisa di dengar oleh Shopie.


"selain ini, apa lagi yang sudah kau buat nona Saira?" tanya Carissa ingin tahu lagi.


"ini…tapi aku tidak tahu bagaimana cara kerjanya." ungkap Saira meletakkan sebuah pin logam seukuran uang koin.


Carissa sangat tahu benda tersebut, karena dia juga sangat bisa merakitnya, tetapi tentu saja benda itu tidak akan bekerja, karena memerlukan sebuah batre kecil untuk menghantarkan aliran arus listrik ke dalamnya. Benda pipih yang bisa mengeluarkan aliran arus listrik untuk membuat pingsan seseorang yang terkena lempengan logam tersebut.


"tentu saja kau tidak bisa menggunakannya, di dalamnya kurang satu bahan lagi, yang tentunya bahan tersebut tidak ada di sini." jawab Carissa meraih pin logam tersebut.


Carissa meraih pin tersebut, dia dengan mudah membuka penutup kecil dari pin logam tersebut, Carissa melepaskan satu kaitan kecil gaun depannya yang terbuat dari besi. kaitan tersebut di luruskan oleh Carissa dan di masukkan ke dalam pin tersebut.


"yang mulia putra mahkota, bisa kah anda alirkan magic Electrik Flow anda sedikit ke dalam pin ini." ungkap Carissa menyerahkan pin logam tersebut kepada putra mahkota.


"tentu saja." jawab Leonard meraih pin logam itu, dan mengalirkan sedikit magic Electrik Flow nya ke dalam pin logam tersebut.


Setelah selesai, Carissa meraih pin logam itu lagi. Lalu Carissa melangkah ke arah pintu, membuka pintunya dan memerintahkan salah satu penjaga pintu masuk ke dalam, semua tidak mengerti dan heran dengan apa yang akan di lakukan oleh Carissa dengan pin logam tersebut.


"coba perhatikan tombol kecil ini." tunjuk Carissa pada sisi pin logam tersebut ada tombol yang sangat kecil.


Carissa menekan tombolnya ke samping, lalu menempelkan pin logam tersebut ke arah leher penjaga pintu yang Carissa bawa masuk, seketika penjaga tersebut tubuhnya terguncang karena tersengat aliran listrik yang keluar dari pin logam tersebut, penjaga itu langsung jatuh tidak sadarkan diri.


Semua terkejut melihat pada apa yang mereka saksikan, sebuah pin logam kecil bisa melumpuhkan seseorang dengan cepat. Carissa meraih kembali pin logam tersebut.


"benda kecil ini, bisa di pakai untuk melumpuhkan musuh dalam misi penyusupan yang mulia." ucap Carissa memperlihatkan pin logam kecil tersebut.


'ini alat-alat rakitan yang berasal dari masa depan, siapa wanita mafia itu? mengapa bisa datang di dalam mimpi Saira? apa tujuannya? alat-alat rakitan untuk dunia bawah atau dunia mafia. Semua alat-alat rakitan ini biasa aku buat dulu. Wanita itu cukup jenius sama sepertiku.' gumam Carissa dalam hatinya, yang tentu saja bisa di dengar oleh Shopie.


Saira yang membuat alat pin logam itu saja, baru kali ini tahu kegunaan dari benda kecil tersebut, Saira tidak tahu bagaimana cara menggunakan pin logam tersebut? Carissa tersenyum melihat pada Saira yang melihatnya tidak percaya. Carissa tahu dengan mudah kegunaan dari pin logam tersebut.


"selain alat ini…apa lagi yang bisa kau buat?" tanya Carissa ingin tahu.


Lagi-lagi Saira menghela nafasnya, sepertinya Carissa tidak akan berhenti bertanya bila Saira tidak menunjukkan semua alat-alat aneh yang dia buat. Saira tidak ada pilihan lain, selain menunjukkan semua alat-alat aneh itu, yang dia buat atas petunjuk dari wanita yang ada di dalam mimpinya tersebut. Saira pun merasa aneh mengapa dengan mudahnya mengikuti keinginan dari Carissa? yang seakan terus penasaran ingin tahu semuanya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2