
…Antoni Yuandara…
Aku tersenyum senang dan bahagia karena tidak dengan sengaja mulut kami berciuman. Walaupun sekilas, tetapi sangat berarti bagiku karena itu ciuman pertamaku dengan Seorang wanita yang mulai aku sukai.
Terlihat jelas dia sangat kesal dan marah melihatku tersenyum senang dan bahagia. Dia terlihat sangat menggemaskan di saat dia marah dan kesal. Benar-benar aku suka melihatnya dan senang selalu dekat dengannya.
Aku berpikir, rasa nyaman yang kurasakan di saat bersamanya mungkin karena ingin berterima kasih saja kepadanya. Ternyata bukan karena itu saja, sebab saat ini aku merasa benar-benar menyukainya dan nyaman bersama dengannya. Rasanya aku ingin mendapatkan dia untuk menjadi milikku seutuhnya.
"Kau pandai membalas ciumanku." Ucapku ingin menggodanya.
Nampak wajahnya yang memerah antara marah atau malu, aku pun tidak tahu. Aku suka melihatnya, dia segera mengetik sesuatu di laptopnya.
"Jangan pernah mendekatiku lagi." Tulisnya yang membuatku kecewa dengan jawabannya.
"Mengapa?" Tanyaku melihat kecewa padanya yang masih terlihat kekesalan di wajahnya.
"Aku tidak suka anda dekat-dekat saya." Ketiknya.
"Tapi aku suka." Jawabku segera setelah membaca jawabannya.
"Menjauh dariku." Ketiknya lagi.
Aku tidak mengerti mengapa dia terlihat tidak suka padaku?
"Kenapa kau tidak suka bersama dan dekat denganku?" Tanyaku padanya.
"Aku tidak suka berdekatan denganmu, apa lagi bersama denganmu." Ketiknya.
"Tapi kenapa? Aku sudah nyaman denganmu, aku suka padamu." Balasku jujur dengan apa yang kurasakan saat ini.
Terlihat dia terkejut dan tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya.
"Candaan anda sangat bagus.." Ketiknya.
"Aku tidak sedang bercanda, aku serius suka kepadamu." Jawabku jujur, aku ingin mendekatinya tetapi dia mengangkat tangannya tanda untukku tidak mendekatinya.
Callysta mengetik sesuatu seraya sesekali melihat ke arahku dan ke arah laptopnya secara bergantian.
"Jangan coba-coba anda mendekat! Kalau tidak, saya akan keluar dari kamar ini. Jika perlu, saya keluar dan berhenti bekerja dari rumah sakit anda ini." Ketiknya mengancam ku.
Aku berdiri mematung melihat wajahnya yang terlihat masih kesal padaku, ancamannya membuatku kecewa dan aku tidak ingin dia pergi dari kamar ini. Apalagi berhenti bekerja di rumah sakit milik keluarga Yuandara.
Mungkin ini balasan darinya untukku karena sejak awal kami bertemu, aku yang selalu menjaga jarak dan tidak mau dia dekat apalagi menyentuhku. Aku harus bersabar untuk secara perlahan mendekatinya agar bisa menjadi milikku, aku akan terus berusaha.
__ADS_1
"Baiklah....aku tidak akan mendekatimu saat ini, tapi jangan pergi dari kamar ini! Apalagi kau berhenti bekerja di rumah sakit ini. Baiklah, kau istirahatlah mungkin kau lelah." Ucapku mengalah karena aku tidak ingin dia jauh dariku.
Aku akan terus berusaha untuk meluluhkan hatinya, bagaimana pun caranya aku harus memilikinya.
"Selamat malam Callysta." Ucapku tersenyum.
Callysta sama sekali tidak ada niat membalas senyuman yang aku berikan. Dia masih setia memasang wajah datarnya, aku segera berbalik dan berjalan menuju ke ranjangku yang tidak jauh dari ranjangnya.
Callysta pun menutup laptopnya dan meletakkan di atas nakas di samping ranjangnya. Segera dia berbaring perlahan membelakangi ku, aku melihatnya kecewa.
Ini benar-benar balasan untukku karena pernah tidak suka dia ada di dekatku. Aku tidak suka dia menyentuh tubuhku, aku berusaha menutup mata untuk tidur dan berharap besok pagi dia akan baik-baik saja padaku.
......................
Callysta benar-benar merasa kesal dan marah kepada tuan muda Antoni, akan apa yang di lakukan dan di ucapkannya?
Callysta berusaha untuk memejamkan matanya untuk tidur, dan berharap besok pagi dia bisa sembuh agar bisa cepat lepas dari tuan muda Antoni.
Mereka pun tidur dengan perasaan dan keinginan mereka masing-masing. Callysta dengan harapan bisa cepat sembuh agar cepat bebas dari tuan muda Antoni. Sedangkan Antoni dengan harapan besok akan baik-baik saja dan bisa memiliki Callysta seutuhnya.
......................
Pagi datang dan tidak ada perubahan sama sekali dengan hubungan dan perasaan antara Callysta dan Antoni.
Callysta berpikir, kalau Antoni hanya ingin bermain-main saja padanya. Antoni hanya merasa berterima kasih karena Callysta pernah membantunya, dan mungkin saja Antoni hanya merasa bersalah karena Callysta terluka akibat membantu Antoni.
Sedangkan Antoni yang sudah sangat nyaman dan suka kepada Callysta, terus berusaha mendekati dan mendapatkan Callysta untuk menjadi miliknya dengan berbagai cara.
Berbagai cara Antoni lakukan untuk menarik perhatian dan perasaan Callysta agar suka juga padanya. Dari mulai mengiriminya bunga, memberikan makanan yang di sukainya, memberikan hadiah barang-barang mewah yang di sukai oleh seorang wanita, dan masih banyak lagi tingkah laku Antoni selama mereka berdua bersama di satu kamar perawatan.
Callysta tidak bisa menghindari apa yang di lakukan dan di berikan Antoni padanya, Callysta hanya bisa menahan dan bersabar sampai dia sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit ini.
Sebenarnya, Antoni sudah sembuh dan boleh pulang tetapi dia tidak mau karena masih ingin bersama dan menemani Callysta. Sedangkan Callysta yang sudah boleh berbica, mulai geram pada Antoni dan mencoba berbicara padanya untuk memberikan pengertian pada Antoni secara baik-baik.
"Ini untukmu." Ucap Antoni sembari memberikan seikat bunga mawar merah kepadanya yang sedang duduk di atas ranjang, setelah selesai sarapan pagi.
Selama mereka ada di dalam ruang perawatan yang sama, setiap selesai Callysta makan Antoni selalu memberikannya seikat bunga dari berbagai macam bunga. Callysta mulai geram dan bosan akan sikap berlebihan Antoni.
"Tidak bosan-bosannya anda memberikan saya bunga?" Tanya Callysta pada Antoni yang berdiri di samping ranjang dan mengulurkan seikat bunga mawar merah ke hadapan Callysta.
"Apa kau tidak suka mawar merah? Bunga apa yang kau sukai? Akan aku berikan bunga lain yang kau sukai." Balas Antoni balik bertanya seraya tersenyum manis pada Callysta.
Callysta menarik dan menghembuskan nafasnya agar bisa meredam kekesalannya akan sikap Antoni yang berlebihan.
__ADS_1
"Tuan Antoni Yuandara, saya suka semua bunga tetapi saya tidak suka akan sikap anda yang berlebihan. Setiap selesai saya makan anda selalu memberikan seikat bunga. Apa bisa anda berhenti bersikap berlebihan seperti ini?" Tanya Callysta sehalus mungkin menahan rasa kesal dalam hatinya.
"Selama kau tidak menerimaku dan suka padaku, aku akan tetap memberikanmu bunga tiga kali dalam sehari." Ucapnya menarik paksa tangan Callysta dan memberikan bunga tersebut.
Callysta melihat bunga yang ada di tangannya dan Antoni yang tersenyum di sampingnya secara bergantian.
"Anda memberi saya bunga tiga kali sehari, seperti orang minum obat tiga kali dalam sehari?" Gumam Callysta pelan melihat Antoni sinis.
Sedangkan yang di lihat sinis malah tertawa ringan.
"Kenapa malah kau tertawa?" Tanya Callysta heran pada Antoni yang tertawa.
"Kau lucu..."
"Saya lucu kata anda...? Lucunya di mana?"
"Masa iya aku kasih bunga seperti memberikanmu obat tiga kali sehari, tapi tunggu....bisa juga bunga jadi obat hati dan cinta..." Ucap Antoni terus terang yang membuat Callysta mengerutkan keningnya heran.
"Bunga obat hati dan cinta...anda sok tahu.."
"Iya…aku memberikanmu bunga tiga kali sehari untuk membuatmu luluh, agar hatimu bisa melihat rasa suka dan cintaku padamu." Ungkapnya gamblang yang membuat Callysta terkejut.
"Anda suka dan cinta pada saya…?" Tanya Callysta tidak percaya.
"Iya, aku suka dan cinta padamu." Jawab Antoni terus terang sembari menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.
Callysta melihat sorot mata kejujuran pada mata Antoni, tetapi dia tetap tidak percaya karena mereka baru saja kenal. Apalagi kalau mengingat bagaimana sikap Antoni di awal pertemuan mereka? Membuat Callysta tidak suka, sebab di mata Callysta seorang Antoni Yuandara adalah sosok yang sombong, angkuh dan arogan.
"Tuan…apa anda tahu arti cinta itu apa?" Tanya Callysta dengan wajah datarnya.
Antoni Yuandara malah memandang Callysta dengan tatapan sendu dan lembutnya penuh cinta. Pria itu harus mengungkapkan apa yang di rasakan hatinya pada Callysta.
Antoni benar-benar suka dan cinta pada sosok Callysta, walaupun mereka baru saling mengenal.
Entah mengapa rasa suka dan cinta Antoni pada Callysta tumbuh begitu saja di dalam hati pria itu? Ini untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Antoni Yuandara merasakan suka dan cinta kepada seorang wanita.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.