
***Benteng Pertahanan Bagian Barat Kerajaan Holmes***
Carissa memakai gelang Naga Emas pada pergelangan tangan kanannya. Sangat pas dan terlihat cantik. Kedua pergelangan tangan Carissa memakai gelang berbentuk tubuh naga yang melingkar.
Pergelangan tangan kirinya memakai gelang silver berbentuk tubuh naga yang melingkar, pada bagian mata naga menggunakan permata merah, sedangkan pergelangan tangan kanannya memakai gelang emas berbentuk tubuh naga yang melingkar, pada bagian mata naga menggunakan permata putih.
Bila di perhatikan, warna mata kedua naga mengikuti warna mata cincin Pengikat dan cincin Pelepas. Apakah ini sudah di atur? ataukah sudah seharusnya seperti itu. Semua yang ada pada Carissa tidak jauh dari binatang sakral dan kuat tersebut.
Naga adalah binatang terbesar yang pernah ada, binatang yang tidak akan sembarang orang bisa melihat kehadirannya, yang terkadang naga adalah hanya sebuah legenda.
"terima kasih, anda mau memberikan kedua benda ajaib keramat ini." ucap Carissa melihat kepada kaisar Wakiza Orscid yang ada tepat di hadapannya.
"itu sudah tugas hamba untuk menjaga kedua benda ajaib keramat itu. Karena kedua benda ajaib keramat itu adalah milik anda." jawab kaisar Wakiza Orscid.
"baiklah kalau begitu." ucap Carissa sembari menyimpan Bola Kristal ke dalam Kotak Kehidupan, yang dia munculkan di atas telapak tangan kanannya.
"ayo kita hadapi mereka, silahkan kaisar Wakiza Orscid…anda sebagai pemimpin dari pasukkan kesatria kerajaan Colina Santa, bisa bergabung dengan pasukkan kesatria yang di pimpin oleh putra mahkota kerajaan Holmes." ucap Carissa memberikan kesempatan pada dua pemimpin untuk memimpin pasukkan kesatria mereka.
"baik yang mulia…!" jawab kaisar Wakiza Orscid, dengan membungkukkan sedikit tubuhnya memberikan tanda hormat kepada Carissa.
Carissa hanya diam berdiri di tempatnya, yang di dampingi oleh Shopie sang peramal suci. Carissa hanya melihat sang kaisar melangkah mendekati putra mahkota Leonard yang sudah menunggunya, di depan benteng.
"aku tidak pernah menyangka Callysta…kaisar Wakiza Orscid masih sangat muda, tampan dan terlihat kuat perkasa. Aku pikir kaisar Wakiza Orscid adalah pria yang sudah tua." ucap Shopie melalui telepatinya pada Callysta atau Carissa.
"aku juga berpikir begitu, aku pikir kaisar yang terkenal akan kekuatannya dalam berperang dan banyak di takuti oleh beberapa kerajaan di sekitarnya, adalah kaisar yang sudah tua." jawab Callysta melalui telepatinya pada Shopie.
"aku pikir kaisar Wakiza Orscid, berasal dari negeri sakura. Apakah kau juga berpikir begitu Shopie?" tanya Callysta kembali.
"iya, aku lihat dari jenis dan raut wajahnya, dia seperti orang Jepang, dan namanya…Wakiza, itu seperti nama orang Jepang." jawab Shopie masih melihat kaisar Wakiza Orscid dari balik penutup matanya.
"nanti kita akan cari tahu itu, semoga perang kali ini akan kita menangkan."
"selamat berjuang Callysta, semoga kau bisa menyelesaikan misimu kali ini." jawab Shopie yang membuat Callysta melihat ke arahnya.
"terima kasih, aku juga berharap kau tidak akan lengah dalam menjaga segel pelindung itu." ucap Callysta sembari menunjuk ke arah cahaya samar dari segel pelindung, dengan menggunakan lirikan matanya.
"tentu saja." ucap Shopie lalu menghilang dari tempatnya. Dia harus berada di atas segel pelindung untuk bisa melihat dan merasakan kekuatan seseorang yang ingin menghancurkannya.
Shopie Asteria sang peramal suci, tidak sendirian dalam menjaga segel pelindung. Shopie memerintahkan ke 4 wanita suci pengikutnya, berada pada 4 penjuru angin. Mereka akan bertugas melindungi dan menjaga segel pelindung, sampai perang berakhir.
__ADS_1
Carissa pun melangkah mendekati kuda putihnya, karena semua kesatria sudah naik pada kuda mereka masing-masing. Pembicaraan strategi yang di lakukan oleh kedua pemimpin pasukkan telah selesai.
Kaisar Wakiza Orscid memimpin pasukkan kesatrianya pada bagian depan sisi kanan, sedangkan putra mahkota Leonard memimpin pasukkan kesatrianya pada bagian depan sisi kiri. Beberapa sisa pasukkan bersiaga di depan segel pelindung.
Pasukkan yang di pimpin oleh pangeran Damian dan pangeran Tristan, khusus untuk melindungi serta mendampingi Carissa Sang Pengendali. Ada di bagian paling belakang pasukkan yang di pimpin oleh Saira Dimitri.
Saira Dimitri memimpin pasukkan khusus kesatria Black Rose, yang juga ikut bergabung dalam perang kali ini. Saira Dimitri tidak sendiri, dia di temani oleh pangeran Verdian ada pada bagian tengah pormasi pasukkan.
Carissa melihat ke arah depan, perang akan segera di mulai. Semua sudah tidak bisa di hindari lagi. Mengikuti takdir yang sudah di gariskan adalah jalan yang sekarang Callysta tempuh menggunakan tubuh Carissa Hubert.
Putra mahkota Leonard dan kaisar Wakiza Orscid, memberikan aba-aba mereka. Semua pasukkan kesatria melajukan kuda mereka dengan cepat dan kuat. Semua berlari ke Medan perang, terlihat jelas dari kejauhan pasukkan dari kerajaan Darkness World juga bergerak maju.
Carissa dapat melihat beberapa siluman dan iblis yang beraneka macam. Ada yang setengah manusia dan binatang, ada juga yang berbentuk moster yang sangat mengerikan. Beberapa raksasa juga ikut berlari ke depan Medan perang. Banyak terlihat penyihir golongan hitam terbang di atas pasukkan mereka.
Carissa sedikit takjub melihat apa yang ada di depan mereka? Ini peperangan yang ada di dalam cerita fantasi dan fiksi. Tidak masuk akal tetapi nyata di depan mata. Carissa sudah tidak bisa mundur lagi.
"Carissa apa kau perlu bantuan magic Activator dariku?" tanya teriak dari pangeran Damian.
Dia tidak tahu, apakah Carissa masih butuh bantuan darinya apa tidak? Mereka sedikit berteriak karena suara mereka terbawa angin, saat mereka melajukan lari kuda mereka. Suara derap lari kuda membuat suara mereka tidak akan terdengar jelas, bila tidak meninggikan nada suara mereka saat berbicara.
"tentu saja, kalau itu tidak membuat anda repot dan kesusahan." jawab teriak Carissa tidak ingin menolak bantuan baik dari seseorang, karena kerjasama adalah cara yang paling baik untuk menang.
"terima kasih." balas Carissa dengan senyum tulus pada Damian. Senyum yang membuat hati Damian menghangat.
Semua terus melaju ke depan, pasukkan kesatria yang ada pada barisan paling depan, sudah bertarung melawan para manusia iblis yang menggunakan aneka senjata. Ada yang menggunakan pedang kecil, pedang besar, gada, tongkat pisau, senjata api dan juga panah.
Manusia iblis adalah manusia dengan tubuh seperti manusia, tetapi ukuran tubuhnya lebih besar dari ukuran tubuh manusia biasa, wajahnya seram seperti wajah monster. Kekuatan tubuhnya dua kali lipat dari manusia biasa, tetapi manusia iblis tidak memiliki kekuatan magic ataupun elemen apapun? mereka bertarung hanya menggunakan kekuatan fisik dan senjata yang mereka bawa.
Kedua kubu bertarung sekuat tenaga untuk menumbangkan lawan mereka. Terlihat para manusia iblis lebih kuat di bandingkan pasukkan kesatria yang hanyalah manusia biasa. Carissa dapat melihat dengan jelas, semua kesatria tidak akan bisa unggul melawan para manusia iblis itu.
Carissa memusatkan pikirannya untuk mengambil Kotak Kehidupan, dia bermaksud mengambil sesuatu untuk membantu pasukkan kesatria yang sudah bertarung melawan para manusia iblis. Dari Kotak Kehidupan, Carissa mengambil tiga buah bola berwarna hitam, yang memiliki sebuah sumbu di atas permukaan bola. Mirip dengan bola hitam yang di miliki oleh Saira Dimitri, tetapi ini ukurannya lebih besar.
Carissa memusatkan pikirannya, untuk memberikan sedikit kekuatan pada tangan kanannya, dengan senyum yang mengembang pada bibirnya, Carissa mencabut sumbu yang ada pada bola hitam itu dengan menggunakan giginya, Carissa melemparkan sekuat tenaga bola hitam itu ke arah para manusia iblis.
Bola hitam yang di sebut dengan boom itu, melayang dan tepat meledak pada kumpulan para manusia iblis.
'duuuuuaaarrrr' suara ledakan boom yang membuat banyak manusia iblis tumbang.
Masih dengan senyum tipisnya, Carissa melemparkan dengan sekuat tenaga dua buah bola hitam boom itu ke arah manusia iblis, dan…
__ADS_1
'dduuuuaaarrr……dduuuuuaaarrrr………' dua kali suara ledakkan boom, banyak menumbangkan para manusia iblis.
Pasukkan kesatria yang ada pada barisan terdepan, begitu juga Leonard dan kaisar Wakiza Orscid. Terkejut dengan apa yang terjadi? Mereka melihat ke arah belakang, di mana Carissa dan yang lainnya masih melajukan lari kuda mereka.
Beberapa dari manusia iblis yang terkejut dan tidak menyangka akan mendapatkan tiga serangan boom dari Carissa. Di buat mundur seketika, karena sudah banyak teman mereka mati begitu saja.
Carissa sudah bergabung dengan Leonard dan kaisar Wakiza Orscid. Mereka semua melihat pada Carissa.
"apa itu kau yang melakukannya nona Carissa?" tanya Leonard begitu Carissa berada di dekat mereka.
"iya…dengan bola ini." jawab Carissa sembari menunjukkan bola hitam boom ke arah Leonard dan yang lainnya.
"itukan…bola hitam milik nona Saira." tunjuk Leonard pada bola hitam boom yang ada di tangan kanan Carissa.
"ini memang sama dengan bola boom milik nona Saira, tetapi bola boom ini lebih besar dan kuat daya ledakkannya." ucap Carissa.
Sontak membuat para kesatria pasukkan khusus Black Rose terkejut. Carissa yang baru saja mereka kenal sebagai sang pengendali, juga memiliki benda yang di buat oleh pemimpin mereka. Sebuah bola hitam peledak, yang saat ini di sebut oleh Carissa bola boom.
"apakah benar bola itu yang meledakkan para manusia iblis?" tanya kaisar Wakiza Orscid masih belum percaya.
"iya…mari kita buktikan." ucap Carissa dengan menggigit sumbu dari bola boom itu, dengan sedikit kekuatan yang ada di tangannya, Carissa melemparkan bola boom itu sekuat tenaga, ke arah manusia iblis yang ada tidak jauh di depan mereka.
'duuuuuaaarrrr……' suara ledakan boom terdengar, di sertai dengan sebuah api, asap dan melayangnya beberapa dari tubuh manusia iblis karena terkena ledakkan boom itu.
Kini semua dapat melihat dengan jelas dan nyata, mereka percaya dengan apa yang Carissa katakan? mengenai bola boom tersebut.
"bola ini sedikit membantu untuk mengurangi para manusia iblis yang hanya memakai kekuatan fisik dan senjata yang mereka bawa. Manusia iblis tidak memiliki kekuatan magic ataupun elemen apapun dalam tubuh mereka? hanya saja kekuatan fisik mereka lebih kuat dua kali lipat dari kekuatan fisik manusia biasa. Jadi akan sangat efektif kalau di bunuh dengan cara ini dan menggunakan senapan api." jelas Carissa memberitahukan kebenaran yang ternyata mereka tidak tahu.
Carissa tahu tentang manusia iblis, dari ingatan yang di beritahukan oleh putri Alarice Jovandra, saat Callysta dan Carissa berada di dunia ruang dimensi langit. Kekuatan dari masa depan inilah, yang di maksudkan oleh putri Alarice Jovandra. Kekuatan Callysta yang menggunakan benda-benda dari masa depanlah, yang akan di ketahui dan di ingat oleh pasukkan dari kerajaan Darkness World.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1