
***Area Latihan Istana***
Carissa masih melihat ke 4 senapan api yang ada di depannya, dia berpikir mengapa di zaman ini sudah ada senjata api seperti ini? yang sering dia gunakan saat masih menjadi pembunuh bayaran, dunia zaman apa yang sebenarnya Carissa datangi?
Semakin lama Carissa di dunia zaman ini semakin banyak kejutan yang membuat dirinya terus terkejutan, apakah memang benar senapan api yang Carissa lihat berasal dari zaman ini? 4 macam senapan api yang sangat bagus dan mematikan.
"apa yang kau tunggu? ayo tembak? atau kau tidak tahu cara memakai semua senjata api ini?" ucap Leonard seraya mengambil sebuah pistol Laras panjang.
Carissa melihat laras panjang yang di angkat oleh Leonard, dia sangat tahu detail dari senapan api laras panjang tersebut, Carissa pun dengan perlahan mengambil alih senapan tersebut dari tangan Leonard, seraya berkata.
"laras panjang senapan api M-16 senapan serbu berjenis semi otomatis, yang berisi peluru tajam 14 butir, dengan kecepatan tembak 944,88 m/detik, panjang 1000 mm, dan berat berisi penuh 3,99 kg, sangat ampuh melawan musuh dari jarak jauh dan berjumlah banyak, apakah tebakkan hamba salah yang mulia?" tanya Carissa seraya melihat Leonard dengan senyum tipisnya.
Leonard, Damian, Verdian dan juga Master mereka yang mendengar jawaban dari Carissa mengenai senjata api tersebut sangatlah benar, mereka heran dan terkejut karena Carissa wanita pertama di kerajaan ini yang tahu mengenai jenis senjata api tersebut.
Tanpa menunggu jawaban dari Leonard, Carissa mengarahkan bidikan pertamanya pada kendi air yang terdapat di atas kepala pengawal dengan jarak yang cukup jauh, saat bidikkannya sudah tepat, Carissa dengan cepat dan yakin menembak sasarannya yang pasti tepat sasaran, mereka yang melihatnya pun sangat terkejut karena Carissa menembak sasaran dengan tepat dan terlihat terbiasa menggunakan senjata tersebut.
Carissa yang tidak ingin membuang waktunya lagi karena tubuhnya benar-benar lelah, dia ingin cepat menyelesaikan tantangan ini dan mengistirahatkan tubuhnya, tanpa menoleh dan meminta pendapat dari mereka yang masih terkejut melihatnya menembak dengan cepat dan tepat, Carissa mengambil senapan laras panjang selanjutnya.
"laras panjang senapan api Kar 98 K volt action, yang berisi peluru tajam sebanyak 5 butir, dengan panjang 1.110 mm, dengan kecepatan tembak 745 m/detik, sangat bagus untuk di pakai berburu musuh." ungkap Carissa melihat ke arah Leonard dan menjelaskan kembali detail senapan api yang ada di tangannya, seraya mengokang senapan api laras panjang tersebut.
Dengan cepat Carissa membidik sasaran dan menembak botol kaca minuman yang ada di atas kepala pengawal selanjutnya, kali ini pun tembakan Carissa tepat sasaran, dan lagi-lagi mereka terkejut.
"senjata api Desert Eagle, berisi peluru tajam 7 butir, dengan panjang 30 cm, berat 2 kg, dan kecepatan tembak 200 Joule, sangat bagus di bawa kemana saja untuk melindungi diri dari musuh." ungkap Carissa kembali memperlihatkan dan menjelaskan detail pistol yang ada di tangannya pada Leonard.
Carissa mengokang pistol yang ada di tangannya tanpa kesulitan sama sekali, Carissa memegang pistol tersebut dengan tangan kanannya saja, cara Carissa berdiri dan menggenggam pistolnya sangat terlihat elegan, seperti sudah terlatih dan profesional.
Carissa membidik sasaran sebuah apel yang ada di atas kepala pengawal selanjutnya, dan menembak dengan tepat pada sasaran buah apelnya, Carissa tidak memperdulikan reaksi terkejut dari semua orang yang ada di area latihan melihat aksi dari Carissa.
"dan senjata api yang terakhir." ucapnya mengangkat pistol terakhir yang akan dia gunakan, seraya melihat pada Leonard.
"senjata api pistol Glock Mayer 22 senapan semi otomatis atau senapan mesin, dengan berisi peluru tajam 15 butir, panjang 204 mm/8,03 inci, lebar 32 mm/1,26 inci, dengan kecepatan tembak 1600 kaki per detik." ucap detail Carissa menjelaskan pistol terakhir pada Leonard.
__ADS_1
Carissa berdiri tegak dan anggun dengan pistol di tangan kanannya, dia pun mengarahkan pistolnya pada sasaran selanjutnya yaitu sebuah strawberry yang ada di atas kepala pengawal.
Carissa memejamkan matanya sejenak untuk membuat hatinya tenang, karena sasarannya saat ini lumayan sulit dan sangat kecil. Setelah Carissa merasa hatinya cukup tenang, dia mulai menajamkan pandangannya dan membidik buah strawberry tersebut, Carissa menahan nafasnya saat menembakkan peluru dari pistolnya, dan kali ini Carissa sangat bersyukur karena tepat sasaran tanpa mengenai sehelai pun dari rambut sang pengawal.
Perlahan Carissa menghembuskan nafasnya yang tadi dia tahan, saat ini dia bisa bernafas lega karena semua tantangan dari putra mahkota dapat dia selesai dengan baik, dalam hati Carissa mengucap syukur dan berterima kasih pada Jimmy Choo karena sudah mau mengajarinya untuk menjadi penembak jitu, dan mengenalkannya dengan berbagai jenis senjata api, yang ternyata keahliannya berguna untuk di pakai pada zaman ini.
Dengan perlahan Carissa menurunkan tangannya yang menggenggam pistol, Carissa berbalik badan dan mengembalikan pistol tersebut ke atas nampan, lalu Carissa menghadap pada Leonard untuk meminta hadiahnya.
"bagaimana yang mulia…? apakah tantangan yang hamba selesai bisa membuat anda puas?" tanya Carissa dengan wajah datar dan dinginnya kembali melihat Leonard.
"kau memang sangat hebat menyembunyikan jati dirimu." jawab Leonard yang membuat Carissa tidak mengerti dan mengerutkan keningnya melihat heran pada Leonard.
"apa maksud anda yang mulia?" tanya Carissa ingin memperjelas.
"siapa kau sebenarnya? dan dari mana kau mempelajari semua ini?"
Carissa diam akan pertanyaan putra mahkota, pertanyaan yang ingin dia sembunyikan jawabannya, karena tidak mungkin Carissa berkata jujur bila dia bukanlah Carissa yang asli dan dia bukan berasal dari zaman ini.
"kenapa kau diam?" tanya Leonard lagi karena melihat Carissa hanya diam.
"hamba Carissa Hubert yang mulia, apa yang mulia lupa?"
"katakan yang sebenarnya siapa kau? apa kau tidak tahu akan peraturan di kerajaan ini? hanya seorang pria saja yang tahu cara menembak dan menggunakan senjata api." ungkap Leonard yang membuat Carissa mati kutu dan langsung memutar otaknya untuk memikirkan jawabannya.
Carissa tidak pernah tahu akan peraturan tersebut, dan Carissa kini dalam masalah karena bertindak tanpa berpikir dulu, tetapi semua terjadi begitu saja dan tidak bisa Carissa hindari, Carissa benar-benar tidak tahu kalau di kerajaan ini seorang wanita tidak bisa dan tidak tahu cara menggunakan senjata api, dia hanya berpikir kalau di zaman ini sama dengan di zamannya, yaitu pria dan wanita memiliki hak yang sama dalam melakukan apapun.
"hamba mempelajarinya diam-diam di kerajaan Jericho yang mulia, maafkan hamba bila hamba telah melanggar peraturan di kerajaan ini yang mulia." balas Carissa berkata dengan hati-hati dengan mimik wajahnya yang memelas, berharap sang putra mahkota iba melihatnya, hanya itu jawaban dan cara yang ada di dalam pikirannya saat ini.
Carissa masih memasang wajah memelasnya, dia harus bisa beracting saat ini agar bisa lolos dari pertanyaan putra mahkota yang benar-benar tidak bisa dia jawab dengan jujur.
Putra mahkota terkejut juga heran melihat wajah Carissa yang tiba-tiba berubah memelas padanya, saat melihatnya Leonard ingin sekali tersenyum dan meraih wajah Carissa yang terlihat imut dan menggemaskan di mata Leonard, tetapi dia menahannya.
__ADS_1
'aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dan itu bukanlah jawabanmu yang jujur, dan aku akan membebasakanmu saat ini, tetapi tidak untuk selanjutnya sampai kau mau berkata jujur padaku, siapa sebenarnya dirimu? karena aku yakin kau bukanlah Carissa yang dulu aku tahu.' gumam Leonard dalam hatinya, karena hati Leonard sudah luluh dengan mimik wajah memelas Carissa yang sangat menggemaskan di mata Leonard.
"baiklah…kali ini aku memaafkanmu tetapi tidak untuk selanjutnya, kau masih hutang penjelasan padaku, dan aku akan menepati janjiku padamu, kau sudah membuatku puas dengan tantangan yang kau selesai." ungkap Leonard dengan wajah datarnya melihat Carissa.
"terima kasih atas kebaikan anda yang mulia." balas Carissa seraya memberikan hormat anggunnya pada Leonard dengan tersenyum tipis agar Leonard tidak merubah kebaikan hatinya.
'gadis ini benar-benar pandai memanfaatkan situasi, dia dengan cepat pula bisa merubah mimik wajahnya.' gumam Leonard dalam hatinya karena salut melihat mimik wajah Carissa yang cepat berubah-ubah dan Carissa pandai memanfaatkan situasi dirinya saat ini.
"jadi apa hadiah yang kau inginkan?" tanya cepat Leonard.
"apa hamba harus meminta langsung saat ini juga yang mulia?"
"apa kau ingin menunda juga hadiah dariku karena kau masih memikirkannya? sama seperti hadiah dari Verdian untuk mu?" tebak Leonard yang ingat pada percakapan Carissa dan Verdian yang menunda hadiahnya, kerena masih memikirkan hadiah apa yang Carissa ingin minta pada Verdian?
Carissa sangat senang karena Leonard tahu apa maksud darinya? Carissa ingin meminta sesuatu yang di miliki putra mahkota yang sangat ingin dia lihat, dan Carissa akan memanfaatkan situasi ini untuk melakukan keinginannya tersebut, agar semua yang ingin Carissa cari tahu terungkap dengan jelas.
"kalau yang mulia tidak keberatan, apakah boleh seperti itu?" ungkap Carissa masih dengan senyum tipis yang dia paksakan, sebenarnya dia muak bersandiwara seperti ini, tetapi dia harus bisa bersandiwara agar semua apa yang dia inginkan tercapai?
"aku tidak keberaan kau ingin memikirkan hadiah mu dulu, tetapi aku tidak suka untuk menunggunya terlalu lama, jadi bila kau tidak mengatakannya malam ini juga, hadiahmu akan hangus, kau mengerti?" ungkap Leonard yang ingin tahu reaksi Carissa bila mamaksanya.
Bila Carissa menginginkan hal yang sangat penting untuk dirinya, dia tidak akan menunda hadiahnya lagi dengan ancaman darinya, dan Leonard tahu Carissa menginginkan sesuatu darinya, dan firasat Leonard mengatakan kalau keinginan Carissa akan sangat penting untuk Carissa, yang mungkin membuatnya juga terkejut.
Senyum tipis yang di paksakan Carissa seketika menghilang dari bibirnya, dia menatap Leonard kembali dengan mimik wajahnya yang dingin dan datar, sandiwara Carissa yang pura-pura memasang senyumnya sia-sia karena tidak mempengaruhi Leonard sama sekali, karena ancaman dari Leonard, Carissa pun terpaksa harus memutuskan keinginannya malam ini juga daripada semua yang dia lakukan akan sia-sia.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya.
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.