DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
73. Persaingan Dua Gadis Cantik.


__ADS_3

***Aula Pertemuan Istana Holmes***


Semua gagal dengan percobaan yang di lakukan untuk bisa menyentuh kunci ajaib keramat, satupun tidak ada yang berhasil untuk menyentuh kunci tersebut. Kini giliran dari putri Lilyana Natsire dan putri Debora Liberata, yang belum mencoba kunci ajaib tersebut.


Putri Lilyana juga tidak berhasil menyentuh kunci ajaib tersebut. Giliran putri Debora Liberata yang melangkah maju, sebelum mencoba untuk menyentuh kunci ajaib itu, putri Debora melihat ke arah kaisar Louis Theodore.


"maaf yang mulia…apa hamba boleh menggunakan segala cara untuk bisa menyentuh kunci ajaib ini?" tanya putri Debora bertanya pada sang kaisar.


"tentu saja, apa yang ingin putri lakukan?" tanya balik sang kaisar.


"semua yang ada di sini, tidak ada yang bisa menyentuh kunci ajaib ini, dan hamba curiga nona Carissa menggunakan magic khusus, jadi serasa tidak adil."


"apa maksudmu putri?" tanya sang kaisar tidak mengerti.


"maaf yang mulia, hamba memiliki pemikiran sendiri, nona Carissa pasti menggunakan magic agar tidak ada yang bisa menyentuh kunci ajaib ini, jadi hamba akan mencoba menaklukkan nona Carissa bila ingin berhasil menyentuh kunci ajaib tersebut. Jadi hamba ingin menantang nona Carissa." ungkap pemikiran Putri Debora.


Membuat semua orang yang ada di dalam aula pertemuan istana, menjadi saling berbisik. Mereka tidak memiliki pemikiran seperti itu, mereka merasa kagum pada putri Debora karena memiliki pemikiran yang bagus.


Sedangkan Carissa hanya masih diam dengan wajah datar dan dinginnya, memandang ke arah putri Debora. Begitu juga putri Debora tidak mau kalah melihat sinis ke arah Carissa.


Carissa sangat tahu apa yang ada dalam pikiran putri Debora saat ini? dengan senang hati Carissa akan meladeni semua apa yang di inginkan oleh putri Debora?


Kaisar Louis Theodore melihat ke arah Carissa.


"bagaimana nona Carissa? apakah kamu bersedia menerima tantangan dari putri Debora?" tanya kaisar Louis Theodore.


Carissa yang sudah tahu akan rencana putri Debora, melihat sang kaisar dan putri Debora secara bergantian.


"tantangan apa yang anda inginkan putri?" tanya Carissa dengan santainya melangkah mendekati putri Debora yang berdiri tidak jauh dari kunci ajaib yang masih melayang.


"tentu saja melawan anda bertarung nona Carissa." ungkap putri Debora menatap remeh pada Carissa.


"apa anda yakin putri Debora?" tanya Leonard sembari melangkah mendekati kedua wanita cantik tersebut.


"tentu saja hamba sangat yakin putra mahkota." balas putri Debora melihat ke arah Leonard yang sudah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


Leonard dan yang lainnya merasa heran, apakah putri Debora mempunyai kepercayaan diri yang sangat tinggi? sehingga berani menantang Carissa untuk bertarung. Apakah putri Debora lupa akan kejadian saat latihan bersama beberapa waktu yang lalu? tantangan putra mahkota dan para pangeran kepada Carissa, di lakukan dengan baik dan di menangkan oleh Carissa.Apakah putri Debora sudah lupa akan hal itu?


Itulah pertanyaan yang ada pada setiap orang yang menghadiri sesi latihan bersama pada waktu yang lalu. Andaikan putri Debora juga melihat dan menyaksikan pertempuran Carissa yang melawan para iblis dan siluman, apakah putri Debora masih berani untuk menantang Carissa bertarung? itu yang ada di pikiran beberapa kesatria yang ikut berperang saat melawan para iblis dan siluman bersama Carissa waktu itu.


"apakah putri lupa saat sesi latihan bersama beberapa waktu yang lalu? nona Carissa mengalahkan pangeran ketiga dalam bertarung dan berpedang serta memanah. Bahkan nona Carissa bisa menang saat melawan magic pangeran kedua, tanpa menggunakan kekuatan magic apapun?" ungkap Leonard sekedar mengingatkan kejadian tersebut pada putri Debora, agar nantinya dia tidak menyesal telah menantang Carissa.


"itu hanya sekedar sesi latihan yang mulia, dan bukan pertarungan yang sebenarnya. Bisa saja pangeran kedua dan pangeran ketiga terlalu mengalah saat melawan nona Carissa." balas putri Debora masih dengan kepercayaan diri yang tinggi.


Putri Debora berpikir, tidak mungkin Carissa yang tidak memiliki kekuatan magic sama sekali, bisa melawan pangeran kedua dan pangeran ketiga, saat sesi latihan bersama. Dalam pikirannya, para pangeran pasti hanya mengalah pada Carissa, karena merasa kasihan jika harus membuat malu Carissa.


Putri Debora yang tidak menyaksikan langsung pertempuran Carissa melawan para iblis dan siluman, sama sekali tidak percaya dengan omongan dan cerita orang tentang Carissa. Putri Debora tidak percaya bila Carissa lah yang telah membunuh semua penyihir golongan hitam, para iblis dan siluman yang datang menyerang di depan istana kerajaan Holmes.


Dengan kepercayaan diri yang tinggi dan merasa memiliki ilmu bela diri, serta dua magic. Putri Debora sangat yakin kalau dirinya pasti akan menang melawan Carissa, yang hanya memiliki kemampuan rendah di bawahnya, dan keberuntungan karena para pangeran mengalah saat sesi latihan bersama. Itulah dalam pikiran dan perkiraannya saat ini.


Leonard hanya diam sejenak melihat ke arah putri Debora, lalu ke arah Carissa yang seakan ingin bertanya, apakah Carissa setuju untuk bertarung melawan putri Debora? Carissa hanya diam melihat Leonard sekilas lalu beralih kembali ke arah kunci ajaib tersebut. Lalu Leonard kembali lagi melihat ke arah putri Debora Liberata.


'apa dia pikir bisa melawan para iblis dan siluman? sama seperti yang di lakukan oleh Carissa tanpa mempunyai kekuatan magic sama sekali. Putri Debora terlalu percaya diri sekali.' gumam Leonard menatap putri Debora.


Apa yang di gumamkan oleh Leonard? tentunya bisa di dengar oleh Carissa saat ini dengan mudah. Carissa masih diam dengan mimik wajahnya yang datar dan dingin, tanpa ikut berkomentar apapun?


"mengapa anda hanya diam saja nona Carissa? apa anda takut bertarung melawan saya?" tanya putri Debora melihat sinis dan remeh ke arah Carissa.


Carissa sangat tahu arti tatapan mata putri Debora padanya. Carissa tersenyum tipis menanggapi ucapan putri Debora yang meremehkannya. Wajah Carissa yang tadinya hanya datar dan dingin saja, terlihat cantik serta manis dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya saat ini.


"tentu saja tidak putri, saya merasa terhormat bisa mendapatkan kesempatan bertarung melawan anda." balas Carissa dengan senyum tipisnya melihat ke arah putri Debora.


Putri Debora terlihat tidak suka akan senyum tipis yang di tampilkan oleh Carissa, yang membuat aura kecantikan Carissa sangat terlihat jelas saat berada di jarak yang dekat.


"baiklah kalau memang anda sudah siap. Saya juga senang bisa melawan sang pengendali, saya harap anda tidak akan mengecewakan banyak orang di sini." ungkapnya remeh melihat pada Carissa.


"tentu putri, dan saya senang jika anda berhasil mengambil alih posisi sang pengendali. Itu jika anda bisa mengalahkan saya." tantang Carissa secara halus.


"tentu saja nona Carissa, saya akan sangat berusaha." balas putri Debora menerima tantangan halus Cariss.


Tatapan kedua gadis cantik tersebut, sama-sama tajam dengan auranya masing-masing. Putri Debora Liberata yang terlihat tajam pada tatapan matanya, dengan posisi berdirinya yang anggun. Sedangkan Carissa dengan tatapan tajam dan dingin melihat pada putri Debora, dengan posisi yang tidak kalah anggun.

__ADS_1


Dua gadis bangsawan cantik dengan aura dan jabatan posisi mereka yang berbeda. Putri Debora Liberata adalah putri ketiga dari keluarga kerajaan Jericho, putri raja Diaro Liberata. Sedangkan Carissa Hubert adalah putri ketiga dari keluarga bangsawan yang berasal dari kerajaan Jericho, putri dari bangsawan Duke Emris Hubert.


Semua yang melihat merasa sangat tertarik dengan kedua gadis yang sedang bersaing. Mereka berbisik tentang dukungan untuk kedua gadis yang ada di hadapan mereka. Bahkan ada yang bertaruh untuk menentukan siapa yang akan menang?


"baiklah kalau kedua belah pihak memang sudah setuju, aku sebagai kaisar kerajaan Holmes ini, akan merestui pertarungan antara putri Debora Liberata dengan nona Carissa Hubert. Tetapi tidak untuk saat ini, kalian bisa bertarung di area Latihan Istana Holmes, besok pagi setelah sarapan pagi selesai, bagaimana apa kalian setuju?" ungkap kaisar Louis Theodore menengahi kedua gadis yang sedang bersaing.


Kedua gadis tersebut dan semua yang ada di dalam aula pertemuan istana, melihat ke arah sang kaisar yang memberikan saran kepada kedua gadis yang sedang bersaing.


"hamba setuju yang mulia." jawab putri Debora Liberata dengan membungkukkan badannya anggun untuk memberikan penghormatan dan rasa terima kasihnya.


"hamba setuju yang mulia." jawab Carissa dengan membungkukkan badannya anggun untuk memberikan penghormatan dan rasa terima kasihnya juga.


"baiklah kalau begitu, sudah di tetapkan. Besok jam 10 pagi, akan ada pertarungan antara putri Debora Liberata dengan nona Carissa Hubert. Pertandingan mereka akan di lakukan di area latihan istana, semuanya bisa hadir untuk menyaksikan pertandingan kedua petarung kita." ungkap kaisar Louis Theodore mengumumkan.


Semua berbisik tanda mengerti, banyak dari mereka yang hadir sangat antusias dalam pertandingan ini. Semua yang hadir sangat ingin tahu dan penasaran, siapakah di antara kedua gadis cantik tersebut? yang akan pantas menyandang gelar sang pengendali.


Carissa langsung menyentuh kunci ajaib yang masih melayang ke udara, dengan merapalkan mantra yang tidak bisa di dengar, Carissa memasukkan kembali kunci ajaib tersebut ke dalam ruang hampa dimensinya.


Semua terkejut sekaligus kagum melihat ke arah Carissa, dengan mudah menyentuh kunci ajaib yang tidak bisa di sentuh oleh siapapun? yang membuat putri Debora memandang Carissa tidak suka, karena Carissa menjadi pusat perhatian dari semua orang.


Carissa sangat tahu bila saat ini putri Debora, memandangnya tidak suka. Tetapi bukan Carissa namanya yang akan peduli akan hal itu, Carissa tidak akan suka pada orang yang tidak suka padanya, apalagi seseorang selalu meremehkan orang lain, seperti halnya yang di lakukan oleh putri Debora Liberata selama ini.


Carissa dulu yang tidak bisa apapun? selalu di remehkan dan selalu jadi bahan ejekan dari putri Debora, dan Carissa hanya menerima semua perlakuan yang di lakukan oleh putri Debora, tanpa perlawanan sedikitpun.


Atas dasar itupun, putri Debora Liberata berani untuk menantang Carissa dengan kepercayaan diri yang tinggi. Dia sangat yakin bisa dengan mudah mengalahkan Carissa Hubert.


Acara makan malam pun selesai, setelah sang kaisar memberikan arahan dan pamit, untuk meninggalkan aula pertemuan istana kerajaan Holmes. Semua orang yang ada di dalam aula pertemuan istana tersebut juga meninggalkan ruangan, dan kembali ke kamar paviliun mereka masing-masing.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2