
***Kerajaan Holmes***
…Kamar pribadi Carissa…
…Carissa Hubert…
Perlahan mataku terbuka, aku berusaha menyesuaikan cahaya ruangan dengan kedua mataku. Entah sudah berapa lama aku tertidur, akupun tidak tahu. Yang pasti aku tertidur dengan sangat nyenyak tanpa kegelisahan sama sekali, sama halnya sewaktu aku tertidur akibat sihir dari tangan Shopie. Yang membantu ku tertidur setelah aku terkena racun lendir hitam dua hari yang lalu.
Racun…iya aku ingat sekarang, beberapa saat yang lalu aku membantu putri Debora mengeluarkan racun dari dalam tubuhnya. Mengeluarkannya menggunakan bola cahaya inti sari, di salurkan melalui tubuhku dan keluar dalam bentuk gumpalan darah hitam.
Apa putri Debora selamat dan sudah sembuh saat ini? perlahan aku membuka tutup mataku, aku bangun dan melihat di sekelilingku, ini ada di dalam kamar pribadiku.
"sudah berapa lama aku tertidur, tidurku terasa nyenyak sekali, sudah lama aku tidak tidur senyenyak ini." gumam ku pelan.
Perlahan aku menurunkan kedua kakiku ke lantai. Panggilan alam membuatku harus ke kamar mandi, dengan langkah pelan aku masuk ke dalam kamar mandi, sepertinya badanku akan sangat nyaman bila aku berendam air hangat sebentar.
Aku harus lihat bagaimana keadaan dari putri Debora saat ini? semoga saja dia sudah lebih baik. Tubuhku juga sepertinya ada perubahan, lebih ringan setelah gumpalan darah dari tubuhku keluar. Semoga racun yang juga ada di dalam tubuh ku keluar dan aku sembuh total.
"Callysta…syukurlah kau sudah sadar…" ucap telepati Shopie padaku.
"ada apa Shopie?" tanya balasku melalui telepati pada Shopie.
"aku khawatir padamu, karena kau tidur lama sekali, aku pikir kalau kau tidaklah tertidur tapi pingsan."
"maksud mu apa?" tanyaku tidak mengerti.
"kau tahu kau tidak sadarkan diri sudah tiga hari, itu bukanlah tidur biasa."
"apaa…aku tidak sadar tiga hari…?" tanyaku terkejut.
Niat ku ingin berendam pun hilang seketika, aku bergegas membasuh tubuhku sembari masih di temani bicara oleh Shopie melalui telepatinya.
"apa kau tahu bagaimana keadaan putri Debora?"
"Callysta…sudah cukup kau mengkhawatirkannya. Dia sudah tidak apa-apa?" balas Shopie dengan nada ketusnya.
Aku tahu nada bicara Shopie yang tersirat tidak suka, bila mereka membicarakan tentang putri Debora.
"ada apa Shopie…? apa ada yang terjadi saat aku tidak sadarkan diri?" tanyaku penasaran.
Aku curiga, pasti ada yang sudah terjadi setelah aku tidak sadarkan diri.
"Callysta…raja Diaro Liberata dan seluruh keluarganya, tidak lagi dalam perlindunganku dan mereka masih dalam masa hukuman karena kasus yang kau alami?"
"maksudmu Shopie…?" tanyaku menghentikan gerakan tanganku saat menarik resleting belakang pada gaun yang aku kenakan.
Saat ini aku memilih hanya akan memakai gaun terusan polos, agar memudahkan aku untuk bergerak, zaman ini banyak sekali aksi bela diri yang sewaktu-waktu aku lakukan.
"kau tahu maksudku, karena kau tahu semuanya. Aku sudah mengungkap semua kejahatan mereka. Aku tidak ingin berbaik hati lagi pada mereka, karena berani bekerjasama dengan golongan hitam adalah kesalahan besar." ungkap Shopie yang membuatku terkejut tidak percaya.
__ADS_1
"apa kau sudah gila mengungkap itu semua Shopie, apa tidak bisa hanya kita berdua saja yang tahu masalah itu?"
"Callysta…kesalahan mereka harus di ketahui oleh pihak ke 3 kerajaan. Agar tidak ada yang berani bertindak seperti raja Diaro dan putrinya."
Aku tidak percaya Shopie sang peramal suci, membeberkan semua kebusukan putri Debora dan raja Diaro yang memang terhasut, tetapi mengapa raja Diaro juga harus di hukum?
"hukuman apa yang mereka dapatkan Shopie?"
"pelengseran dan pengasingan, itu sudah hukuman yang sangat ringan dari pada hukuman mati."
"apa…kalau raja Diaro di lengserkan, siapa yang akan memimpin kerajaan Jericho? Shopie… yang bersalah putri Debora, mengapa raja Diaro yang ikut kena hukuman?"
"karena dia juga ikut mendukung putrinya, yang berencana ingin melenyapkan mu dan tidak percaya kalau kau sang pengendali."
Aku hanya geleng-geleng kepala saja, tidak bisakah mereka hanya menyalahkan putri Debora. Karena aku tahu raja Diaro terlalu menyayangi putrinya. Sehingga dia tidak berpikir baik akan dampaknya.
"Shopie mengapa kau ikut menyalahkan raja Diaro Liberata?" tanyaku sekali lagi untuk meminta penjelasan dari Shopie.
"Callysta…raja Diaro terlalu banyak melakukan kesalahan dalam memimpin kerajaannya, dia sudah tidak pantas lagi menjadi seorang raja."
"apa seorang raja tidak bisa berbuat salah? raja juga manusia Shopie, semasih dia sudah menyadari kesalahannya, kesempatan kedua itu masih ada Shopie."
"Callysta…aku juga tahu itu, asal kau tahu Callysta, sebelum kau hadir di dunia ini, kesalahan raja Diaro menjadi seorang raja sudah terlalu banyak, walaupun itu atas hasutan dari sang putri, seharusnya dia sebagai raja harus bisa berpikir bijak dan jernih. Jangan terlalu mementingkan kepentingan pribadi dan putrinya saja." jelas Shopie.
Aku hanya bisa diam, semua kejadian sebelum aku datang ke dunia keduaku ini, aku tidak tahu sama sekali. Sehingga aku tidak bisa komentar apapun? Shopie yang lebih tahu segalanya.
Aku juga sadar kalau raja yang sudah tidak bisa di harapkan dan tidak ada di jalannya untuk memimpin sebuah kerajaan, bisa saja di lengserkan dan di gantikan oleh keturunan selanjutnya. Tapi Shopie mengatakan kalau seluruh keluarga raja Diaro akan di asingkan.
"Shopie…bila raja Diaro di lengserkan dan di asingkan, lalu siapa yang akan menggantikannya menjadi raja? bila seluruh keluarganya pun di hukum." tanyaku ingin tahu. Aku sebenarnya tidak suka akan urusan seperti ini. Aku hanya merasa kasihan pada raja Diaro, putrinya yang berbuat seluruh keluarganya kena imbasnya.
"raja Diaro memiliki dua orang adik tetapi tidak satu ibu, kemungkinan salah satu dari adiknya yang akan naik tahta menjadi raja. Atau bisa jadi putra mahkota Leonard dan pangeran kedua yang naik tahta, bila di lihat kedudukan keluarga kerajaan Holmes di atas keluarga kerajaan Jericho." balas Shopie, dan itu sudah biasa di suatu lingkungan keluarga kerajaan.
"apa keputusan itu sudah di tetapkan?"
"belum…mereka masih menunggu mu Callysta…"
"apa hubungannya denganku?" tanyaku sedikit terkejut dan bingung.
"keputusan kita berdua sebagai sang peramal suci dan sang pengendali, keputusan kita berdua mutlak akan mereka dengarkan. Callysta ini kesempatan bagimu untuk menunjukkan pada ke 3 kerajaan, kalau posisi mu tidak bisa di pandang sebelah mata oleh para petinggi kerajaan lainnya. Bahkan bila kau ingin menjadi seorang ratu pun bisa kau lakukan sekarang."
"apa kau gila Shopie…bagaimana mungkin aku yang hanya calon selir dan putri ke tiga dari penasehat kerajaan? bisa menjadi seorang ratu Shopie? aku masih waras…kalau aku bukanlah keluarga kerajaan."
"siapa bilang…kau adalah calon selir pangeran kedua kerajaan Holmes yang berasal dari kerajaan Jericho. Kau sudah masuk ke dalam keluarga kerajaan, lagi pula hukum kerajaan di dunia ini sama dengan hukum pemimpin di dunia kita Callysta, siapa yang di anggap mampu dan kuat memimpin sebuah kerajaan, dia layak menjadi raja dan ratu"
"hahahaha…lelucon mu lucu Shopie, bila itu bisa terjadi…mengapa kau sang peramal suci tidak mengambil alih salah satu kerajaan? bukannya posisi mu sudah di akui oleh mereka, jadi kau juga layak menjadi seorang ratu?"
"takdir ku tidak bisa dan tidak ada menjadi seorang pemimpin ataupun ratu Callysta, tetapi lain halnya dengan dirimu yang memiliki kualitas dan takdir menjadi seorang pemimpin, entah itu sebuah kerajaan ataupun sebuah kelompok organisasi, yang aku lihat kau akan menjadi seorang pemimpin yang kuat dan di hormati di dunia ini. Semua tergantung pilihan hidupmu dari sekarang." ungkap Shopie yang membuatku berpikir. Apapun yang di lihat Shopie selama ini belum pernah meleset sama sekali.
"tapi aku tidak ingin dan tidak ada niat menjadi pemimpin sebuah kerajaan, aku tidak suka terikat denga hal-hal kepemimpinan yang banyak membuang waktu dan pikiran ku Shopie. Aku lebih memilih menjadi diriku yang sekarang dan yang ingin aku raih adalah kebebasan ku menentukan hidupku."
__ADS_1
"iya aku tahu itu…semua keputusan dalam menentukan kebebasan hidupmu juga bisa kau dapatkan sekarang juga, itu tergantung bagaimana caranya kau raih agar semua berjalan seperti yang kau inginkan? saat inilah kesempatan mu, di saat mereka sudah mengakui mu sebagai sang pengendali."
"baiklah…kalau itu aku semangat, masalah raja Diaro dan keluarganya aku tidak ingin terlalu ikut campur."
"tapi keputusan dan pendapatmu juga di butuhkan untuk itu."
"kita lihat saja nanti Shopie, intinya aku ingin melihat dulu jalannya." ungkapku yang kini sudah siap untuk menemui mereka semua.
"baiklah terserah padamu Callysta…para petinggi dari 3 kerajaan saat ini sudah berkumpul di aula pertemuan istana, untuk membicarakan tentang keputusan yang akan di ambil untuk raja Diaro Liberata dan keluarganya. Keputusan akan di tetapkan bila kau sudah siuman dan bisa hadir dalam sidang istana."
"aku akan ke sana…aku ingin melihat politik dalam sebuah kerajaan. Dan aku menginginkan sesuatu dari mereka semua?" ungkapku, saat ini ada sebuah ide yang ingin aku wujudkan.
"kau menginginkan sesuatu, apa itu Callysta…?"
"bila kau penasaran, kau bisa hadir juga dalam pertemuan ini, kau akan tahu di sana, apa yang aku inginkan?" tanyaku yang membuat Shopie penasaran.
"kenapa tidak kau katakan saat ini juga."
"tidak…aku ingin membuatmu penasaran Shopie." balasku sembari berdiri dan melangkah ingin keluar dari kamar.
"baiklah Callysta…aku akan menunggumu di sini, ku rasa kau belum terlambat ikut dalam pertemuan ini." balas Shopie.
"kau sudah di sana Shopie…?"
"tentu saja, karena aku sang peramal suci, sekaligus penasehat kaisar Louis Theodore."
"baiklah…sampai jumpa di sana Shopie."
"banyak kejutan yang akan kau dapatkan di sini Callysta. Aku tahu idemu akan sangat terbantu akan kejutan yang saat ini menantimu."
"kau balas membuatku penasaran Shopie?"
"mengapa tidak…"
"baiklah…semoga kejutan yang kau ucapkan tidak akan membuatku kecewa."
"tentu saja Callysta." balas Shopie seakan aku tahu dia saat ini pasti sedang tersenyum.
Aku melangkahkan kakiku di sepanjang lorong menuju ke aula pertemuan istana, dengan tunduk hormatnya para penjaga dan para pelayan yang aku lewati.
Hormat mereka tidak seperti biasanya, senyum mereka memandangku kagum. Terasa aneh tapi aku hanya membalas dengan anggukkan kepala ku saja. Mimik wajahku datar dan dingin seperti biasanya, karena aku lebih suka seperti ini.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.