DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
151. Sungguh Mengejutkan.


__ADS_3

***Kerajaan Lembah Abu Hitam***


Flashback on…


Kaisar Hayden Pris menatap datar Azura Rayman, permintaan dari Azura yang menginginkan Carissa sang pengendali untuk menemaninya beberapa hari, jika Azura Rayman menyukai atau tertarik pada Carissa Hubert, sebagai imbalan atas bantuannya.


Apakah mungkin bisa kaisar tidak akan mengizinkannya atau menolaknya? Jika sang kaisar menolak keinginan Azura, itu artinya kedatangannya ke kerajaan Lembah Abu Hitam hanya akan sia-sia saja. Dengan terpaksa kaisar Hayden Pris mengizinkannya.


"Baiklah, aku setuju. Tapi itu tergantung dari gadis itu sendiri. Kau tahu bukan, sudah aku katakan. Jika gadis itu menolak untuk tunduk atupun bergabung dengan pihak manapun? Jadi aku tidak bisa untuk memerintahkan atau memaksakan keinginanmu padanya." Ungkap kaisar Hayden Pris dengan kebenaran yang ada.


Azura Rayman terdiam dan mencerna apa yang di ucapkan oleh kaisar Hayden Pris baru saja? Benar apa yang di katakan oleh kaisar, jika gadis yang baru saja dia ketahui tidak akan mau mengikuti keinginan dan perintah dari sang kaisar penguasa kerajaan Darkness World tersebut.


"Baiklah aku setuju. Tetapi ingat satu hal, jika gadis itu tidak keberatan, kau harus mendukung keinginan ku ini." Balas Azura Rayman setuju.


"Baik kalau begitu, apa kita sudah sepakati hal ini?" Tanya kaisar ingin memperjelas.


Tentu saja. Aku setuju, jadi kita sepakat." setuju Azura Rayman dengan senyum tipisnya.


Azura Rayman merasa jika dirinya akan memiliki mainan baru yang akan sangat menghibur dirinya. Beberapa bulan ini, Azura Rayman sudah sangat bosan akan hidupnya yang mulai tidak berwarna sama sekali, semua gadis atau wanita cantik di kerajaannya sudah sangat membosankan untuknya pandang.


Azura Rayman dan kaisar Hayden Pris mempunyai kesepakatan yang saling membantu dan menguntungkan. Pertemuan mereka sampai di sana, dan sepakat akan bertemu kembali pada pertarungan yang akan di laksanakan beberapa hari lagi.


Flashback off…


***Kerajaan Darkness World***


…Area Pertarungan…


Carissa menatap datar pria yang ada di hadapannya saat ini, pria yang baru saja datang dan sedang tersenyum ke arah selir agung Villy Cambio Gruffin. Pria tampan dengan tubuh yang tinggi atletis bak Dewa Yunani, senyumannya yang menawan mampu melumpuhkan para kaum hawa yang melihat ketampanannya.


Namun tidak dengan Carissa Hubert, walaupun Carissa akui jika pria yang ada di hadapannya itu memang benar tampan dan menarik. Tetapi bukan itu yang saat ini Carissa pikirkan, namun sesuatu yang lainnya. Sesuatu yang mengganjal hati dan pikirannya, dia seakan melihat orang yang dia kenal pada dunia asalnya. Apakah ini juga hanya kebetulan saja? Jika wajahnya mirip dengan seorang pria yang ia kenal pada dunia asalnya? Itulah pikiran Carissa saat ini.


Sedangkan pria yang bernama Azura Rayman belum melihat ke arah Carissa sama sekali, karena dirinya masih fokus pada selir agung yang langsung melayangkan sikap tidak sukanya, akan cara kedatangan pria tersebut.


Azura Rayman yang memang suka melihat wanita dan gadis cantik, kini sedang menikmati sejenak wajah cantik sang selir agung yang memang cantik dan seksi dengan aura yang kuat akan daya tariknya, karena selir agung memiliki kekuatan untuk memikat seseorang yang ada di hadapannya, siapapun dia?


"Jangan marah seperti itu selir agung Villy. Kau tahu sendirikan, aku memang seperti ini dari dulu. Jadi kau jangan heran akan tindakan ku ini." Ucap Azura membalas ucapan selir agung.


"Kau selalu lancang padaku, apalagi panggilan tidak sopanmu itu, aku tidak suka." Balas selir agung dengan kejujuran dan tatapan dingin melihat ke arah Azura Rayman.


"Maafkan aku, jika aku membuat mu kecewa dengan panggilan ku kepadamu. Aku hanya ingin kita menjadi terlihat dekat, seperti teman yang sudah lama tidak bertemu." Balasnya dengan senyuman yang masih menawan.

__ADS_1


Azura Rayman memang suka menggoda selir agung yang selalu saja tidak pernah bersikap lembut dan baik pada seseorang. Lebih tepatnya lagi, tidak pernah lembut dan baik pada semua orang yang ia temui.


Selir agung yang tahu bagaimana dan siapa Azura Rayman? Hanya memalingkan wajahnya sembari memutar malas bola matanya. Dia sangat malas berurusan dengan Azura Rayman yang menurutnya sangat menyebalkan.


Azura Rayman hanya masih tersenyum menanggapi sikap acuh dari selir agung. Diapun beralih ke arah permaisuri yang ada tidak jauh dari tempat itu. Sikap permaisuri masih sedikit ramah padanya, tersenyum waluapun tipis.


"Hormat hamba, yang mulia permaisuri Princella Odella." Ucapnya menyapa permaisuri, dengan sikap sedikit menunduk hormat.


"Apa kabar anda yang mulia?" Tanyanya kembali berdiri tegak di hadapan permaisuri.


"Kabarku baik." Balas permaisuri dengan senyum tipisnya, lalu raut wajahnya datar kembali.


Begitu di rasa cukup untuk menyapa sang permaisuri, lalu diapun beralih ke arah seorang gadis yang membuatnya diam terpaku. Dia melihat ke arah Carissa Hubert. Mereka berdua kini sama-sama saling memandang dalam diam dan pikiran mereka masing-masing.


'Deg, deg…' Ada getar di dalam hatinya melihat Carissa.


'Gadis ini, sangat mirip dengannya.' Gumam Azura di dalam hatinya.


Azura Rayman segera memusatkan pikiran serta kekuatan Heart Powernya, kekuatan yang dapat melihat dan merasakan perasaan orang lain, dan special dari kekuatannya itu adalah bisa mengetahui sosok orang yang dia lihat bukan berasal dari dunia ini? Itu adalah kekuatan khusus atau special yang ia miliki, yang tidak diketahui dan di rasakan oleh orang lain.


Sedangkan Carissa masih terdiam memandang ke arah mata Azura Rayman yang kini melihat juga ke arahnya. Tatapan mata mereka bertemu, saling mengenali dan mencari tahu siapa orang yang ada di hadapan mereka tersebut?


Begitu mereka selesai akan pengenalan dan pencarian mereka, kini mereka ingin memastikan kebenaran akan kecurigaan mereka berdua.


Carissa diam tidak menjawab. Permaisuri, selir agung dan juga pengawal pribadi kaisar juga diam melihat ke arah mereka secara bergantian. Tidak ada satupun di antara mereka yang ingin mengeluarkan suara untuk menjawab.


Pada akhirnya sang pengawal pribadi kaisar yang memberikan jawabannya.


"iya anda benar, Raja Azura." jawab sang pengawal pribadi kaisar membenarkan.


Azura Rayman menatap Carissa, di tersenyum tipis dengan pandangan yang sulit untuk di artikan. Lalu dia beralih memandang ke arah kaisar Hayden Pris.


"Aku ingin mengujinya, apa kau keberatan, Hayden?" Tanya Azura memandang kaisar Hayden Pris dari kejauhan. Seluruh kerajaan Darkness World tahu siapa Azura Rayman? satu satunya orang yang berani berbicara dan memanggil tidak sopan pada kaisar mereka.


Mereka tidak berani menentangnya selama kaisar Hayden Pris diam saja, dan tidak merasa keberatan sama sekali.


Kaisar Hayden Pris diam sejenak melihat ke arah Carissa, lalu beralih lagi ke arah Azura.


"Silahkan." jawab kaisar yang tahu akan arti senyum tipis Azura ke arahnya.


Namun tidak dengan Carissa dan juga semua pasukkannya, mereka merasa keberatan atas izin sang kaisar. Apakah bisa mereka melakukan sesuatu akan hal ini?

__ADS_1


Tanpa aba-aba dan menunggu lama, pergerakan cepat Azura terlihat menyerang Carissa yang sama sekali tidak siaga. Namun serangan yang di lakukan Azura yang menggunakan ilmu bela dirinya dapat di tahan oleh Carissa.


Pergerakan dari Azura sangat cepat, semua pasukkan kesatria Carissa kalah cepat dalam membaca gerakkannya. Para penonton bersorak riang melihat pertarungan tersebut. Sedangkan permaisuri, selir agung dan pengawal pribadi kaisar menghindari pertarungan itu. Selir agung tersenyum senang melihat Carissa di serang oleh Azura secara tiba-tiba.


Carissa sungguh kewalahan menahan semua serangan yang di lakukan oleh Azura, beberapa pukulan, tinju, tendangan sudah di layangkan Azura ke arah Carissa. Carissa dengan gerakkan cepat dan kuat menahan serta menghindari semua serangan tersebut.


Begitu Carissa sudah dapat membaca semua pergerakan dari Azura, dia mulai ikut balas menyerang, beberapa pukulan dan tendangan yang hampir mengenai Azura berhasil di tahan oleh Azura sendiri. Mereka seimbang dalam ilmu bela diri, Carissa cukup mahir, lincah dan kuat dalam setiap serangan balasan yang dia lakukan kepada Azura.


Carissa dan Azura masih saling menyerang, Carissa melihat ada celah saat dirinya baru saja menangkis sebuah pukulan dari Azura, dengan cepat dia melompat untuk melilitkan kedua kakinya ke leher Azura, dan dengan gerakkan cepat serta kuat Carissa memutar lalu menjatuhkan tubuhnya yang di ikuti juga dengan jatuhnya tubuh Azura.


Saat tubuh mereka jatuh ke atas tanah, dengan posisi Azura yang jatuh tengkurap. Carissa dengan cepat mengeluarkan sebuah belati dari celah lengan panjang bajunya, Carissa duduk di atas punggung Azura dengan tekanan kuat lutut kanan pada punggung Azura, tangan kirinya memegang kuat tangan kiri Azura yang Carissa tarik ke arah belakang punggung Azura. Kaki kirinya mengunci tangan kiri Azura dengan kuat.


Sedangkan tangan kanan Carissa menodongkan sebuah belati ke arah leher samping kanan Azura. Azura tertahan pada posisi tengkurapnya yang sudah di kunci oleh Carissa. Namun sayang Azura bisa menghalangi belati Carissa dengan belatinya juga, dengan menggunakan tangan kanannya yang bebas.


Tatapan Carissa tajam dan dingin melihat Azura dari arah samping, sedangkan Azura dengan tatapan ujung matanya melirik Carissa, terlihat Azura tersenyum tipis dari bibirnya.


"Kau cukup tangguh, sayangku." Ucap Azura dengan suara pelan, hanya mereka berdua yang dapat mendengarkannya.


"Apa tujuanmu menyerangku?" Tanya Carissa dengan dinginnya.


Tekanan kedua belati yang mereka pegang masing-masing, masih kuat saling mendorong.


"Hanya ingin menyapamu saja, Si Jenius Angel." Jawab Azura dengan santai dan senyum merekah pada bibirnya.


'Deg, deg, deg.' Carissa terdiam.


'Siapa pria ini? Si Jenius Angel !! tidak mungkin …!!' Gumam Carissa di dalam hatinya. Sungguh mengejutkan baginya, sebuah panggilan lamanya terdengar lagi dari mulut seseorang di dunia keduanya ini.


Dia cukup terkejut akan panggilan pria yang sedang ada di bawah tekanannya. Si Jenius Angel, nama itu cukup lama sudah tidak Carissa atau Callysta dengar. Sebuah nama panggilan untuknya di dunia asalnya karena dia adalah dokter terkenal jenius dan baik hati, yang memiliki julukan Si Jenius Angel.


Nama panggilan yang hanya di ketahui oleh orang orang yang ada di kota dari dunia asalnya. Kini tiba-tiba ada seorang pria di dunia keduanya ini memanggil dengan nama panggilan tersebut. Pria yang baru saja Carissa temui, saat itu juga terlintas sebuah wajah seseorang yang ia kenal dulu di kota dari dunia asalnya.


Carissa atau Callysta harus memastikan itu, jika pria ini benar benar tahu dirinya ataukah hanya kebetulan menyebutkan namanya saja. Tentu dia harus mengungkapkan itu semua dan berhati hati pada pria yang sedang Carissa tahan di bawah tubuhnya itu.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2