DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
88. Keputusan Carissa Hubert.


__ADS_3

***Panti Asuhan Bunda Kasih***


flashback on…


…Callysta Angelina…


Setiap aku mengunjungi panti asuhan "Bunda Kasih" membuat hatiku tenang dan bahagia. Melihat banyak anak-anak yatim piatu yang tidak memiliki kedua orang tua, membuat aku merasa senasib dengan mereka dan mengerti perasaan mereka.


Panti asuhan tersebut adalah tempat di mana aku bisa merasakan kebahagiaan sebuah keluarga dan ikatan hati yang tulus. Anak-anak panti asuhan adalah cerminan bagiku, untuk menjalani hidup lebih baik lagi. Berbagi apa yang aku miliki? membuat aku ingin selalu datang ke sana dan mencurahkan kebahagiaan serta cinta kasih dalam hati ku pada mereka.


Tetapi semua kebahagiaan yang aku rasakan pada mereka, tidaklah bertahan lama. Mereka semua di jadikan bahan untuk mengancamku oleh Jimmy Choo. Aku yang memutuskan hengkang dari dunia hitam mafia Jimmy Choo, dan beralih menjadi seorang dokter, membuat Jimmy Choo tidak suka.


Jimmy Choo mengambil alih panti asuhan Bunda Kasih, Jimmy Choo mengancam akan membunuh semua anak-anak yang ada di panti asuhan bila aku tidak mengikuti keinginannya. Semua seakan sangat bertentangan bagiku, membunuh seseorang sebagai pembunuh bayaran, sangat bertentangan dengan pekerjaan ku yang seorang dokter.


Demi menyelamatkan nyawa anak-anak panti asuhan yang tidak bersalah, akupun mengikuti keinginan Jimmy Choo. Hingga akhirnya tragedi itupun terjadi. Kematian Vano yang melindungiku dari sebuah tembakan anak buah Jimmy Choo, mengenai tepat pada jantung Vano.


Vano adalah pemuda tampan yang bertugas menjaga adik-adiknya di panti asuhan. Dia rela tidak di adopsi untuk membantu ibu asuh menjaga anak-anak yang lebih kecil darinya.


Vano adalah pemuda tampan yang baik hati dan penurut, dia pemuda yang sangat dekat denganku. Diapun mempunyai cita-cita menjadi seorang dokter sama seperti ku, aku pun dengan senang hati mendukungnya penuh?


Cita-cita menjadi seorang dokter tidak bisa di wujudkan oleh Vano. Vano merenggang nyawa demi melindungiku dari tembakan anak buah Jimmy Choo yang hanya ingin sekedar mengancam ku, tetapi naas pelurunya malah melesat cepat ke arah dada Vano. Aku sebagai seorang dokter tidak bisa menyelamatkan nyawa Vano karena banyak kehilangan darah.


Sejak kematian Vano, seakan ikatan kasih dan keluarga yang selama ini aku rasakan, putus begitu saja, hatiku terasa kosong dan hampa. Kematian Vano membuatku sadar bahwa aku tidak bisa menjalin hubungan terlalu dekat dengan siapa pun? karena akan berdampak buruk pada mereka. Kematian Vano membuatku menjadi dingin sedingin gunung es.


Rasa dendam ku pada Jimmy Choo bertambah kuat tetapi aku tidak berdaya. Aku mengutuk diriku sendiri sejak saat itu, kematian Vano akan menjadi hal paling tidak akan bisa aku lupakan seumur hidupku. Kematian Vano akan selalu membuatku kuat untuk terus pergi meninggalkan Jimmy Choo. Dan suatu hari nanti pada kehidupan ku selanjutnya, aku memohon kepada Tuhan agar terlahir berada dekat dengan Vano, aku akan membalas nyawa Vano dengan apapun? bahkan dengan nyawaku sendiri.


Itulah janjiku pada Vano, pemuda tampan yang sudah aku anggap seperti adik laki-laki ku sendiri. Vano akan selalu ada di dalam hati dan ingatan ku selama aku masih hidup.


flashback off…


...--------------------------------...


***Aula Pertemuan Istana Holmes***


Carissa masih terdiam dengan melihat adegan Duke Emris Hubert dan putra mahkota Jericho, yang saling mendukung. Carissa tidak tahu bagaimana hubungan Duke Emris Hubert dan putra mahkota? terlihat jelas mereka sangat dekat dengan saling mendukung.


Kaisar dan sang peramal suci melihat perubahan mimik wajah Carissa, walaupun sebentar saja. Carissa mampu mengembalikan mimik wajahnya menjadi datar kembali, tapi kali ini tatapan matanya dingin sedingin es.


"putra mahkota Devano, bantulah Duke Emris Hubert untuk berdiri." perintah kaisar melihat pada Devano.


"baik yang mulia." jawab Devano menerima perintah.


"ayo paman bangunlah, sudah cukup…paman tidak perlu memohon dan duduk bersimpuh seperti ini. Saya tidak apa-apa paman, saya tidak lagi menginginkan tahta itu, hidup sederhana seperti rakyat biasa akan lebih cocok untuk saya paman." ungkap Devano dengan wajah sedihnya tetapi tetap tersenyum pada Duke Emris Hubert.

__ADS_1


Hati Duke Emris Hubert semakin merasa bersalah karena tidak bisa berbuat banyak untuk putra mahkota Devano Liberata, keturunan dari raja pertama Liberata, calon raja ke 4 kerajaan Jericho. Dengan rasa menyesal dalam hatinya Duke Emris Hubert ingin mengupayakan sesuatu untuk terakhir kalinya.


"maafkan hamba yang mulia kaisar, maafkan hamba Dewi…hamba menerima semua titah yang mulia, tapi Dewi bisa kah anda memberitahukan siapa guru yang di maksudkan untuk putra mahkota Jericho, tolong kabulkan permohonan hamba ini Dewi…!!" mohon Duke Emris Hubert dengan mencakupkan kedua telapak tangannya di depan dada.


Sang peramal suci hanya diam dengan senyum di bibirnya. Saat kaisar ingin menjawab, dia terdiam seketika melihat Carissa yang bangkit dari duduknya dan mulai melangkah mendekati Duke Emris Hubert, dengan mimik wajah datar dan tatapan mata dinginnya.


Carissa melangkah dengan anggun dan perlahan, semua orang ngeri melihat tatapan dingin sang pengendali. Kaisar hanya bisa diam.


Carissa berdiri tepat di hadapan Duke Emris Hubert dan putra mahkota Devano Liberata. Mereka berdua mengangkat kepala mereka untuk melihat Carissa yang berdiri tepat di hadapan mereka berdua.


Carissa perlahan merendahkan tubuhnya di depan mereka berdua. Carissa melihat wajah sedih dan kecewa Duke Emris Hubert, lalu berganti melihat wajah putra mahkota Devano Liberata yang terlihat masih tampan tetapi tersirat kesedihan di matanya.


Carissa menghela nafasnya, sebelum berbicara pada sang ayah.


"apa ayah sangat ingin dia menjadi raja Jericho di masa depan?" tanya Carissa melihat pada mata sang ayah.


"iya nak…" jawab Duke Emris Hubert dengan anggukan kepalanya.


"apa alasan ayah, mengapa ayah sangat yakin padanya?" tanya Carissa sembari menunjuk ke arah Devano.


Devano hanya diam, dia terpesona akan kecantikan Carissa Hubert yang ada di hadapannya. Sedangkan Duke Emris Hubert tahu putrinya ingin jawaban yang lebih sederhana, untuk alasannya mendukung penuh putra mahkota Devano Liberata.


"dia anak yang baik, pandai dan penurut, cepat belajar segala hal, ringan tangan dan mudah membantu siapa saja yang membutuhkan bantuannya. Ayah sudah mengenal putra mahkota dari dia baru lahir. Jadi ayah yakin dia pantas mendapatkan tahtanya dan menjadi raja Jericho selanjutnya." jawab Duke Emris Hubert.


Carissa melihat lagi pada Devano, dia menatap dalam pada mata Devano. Mata madu yang sangat indah dengan kulit putih, hidung mancung dan bibir Semerah Cherry, pemuda yang tampan dengan kharismanya yang terlihat special dan terang sebagai seorang calon raja.


"de…Devano Liberata." jawab Devano sedikit gugup karena tatapan dingin Carissa.


"Devano Liberata. Apa yang mulia dekat dan menyukai ayah saya?" tanya Carissa.


"i…iya, kerena paman sudah saya anggap guru yang mengajari saya banyak hal, dan paman yang selalu perhatian padaku di istana. Saya sangat dekat dan menyukai paman." jawab gugup Devano melihat kagum sedikit ngeri pada Carissa.


Carissa mendekatkan wajahnya hingga ke samping telinga Devano, terlihat sangat dekat dan intim. Wajah Devano seketika menghangat dan sedikit merona karena malu. Tubuhnya tegang kaku tidak bergerak karena tubuh Carissa yang sangat dekat dengannya. Devano dapat menghirup aroma segar vanilla dari tubuh Carissa, pemuda itu merasa malu.


"tidak banyak yang tahu kalau aku adalah seorang dokter, apa kau mau ikut denganku berkelana untuk membantu banyak orang?" bisik Carissa di telinga Devano. Hembusan hangat nafas Carissa menerpa telingan Devano, hingga dia sedikit merinding.


Duke Emris Hubert tidak tahu apa yang sedang di bisikkan Carissa pada putra mahkota Devano Liberata. Sedangkan semua orang menatap heran pada tingkat laku Carissa yang sedikit aneh pada putra mahkota Jericho tersebut.


Ada yang suka dan ada yang tidak suka akan kedekatan yang di lakukan oleh Carissa.


Devano Liberata masih kaku dan tegang. tatapan matanya masih melihat kagum pada wajah cantik Carissa. Devano dapat mendengar dengan jelas apa yang di bisikkan Carissa padanya tadi? ajakkan Carissa padanya seperti magnet kuat yang menarik hati dan dirinya untuk ikut bersama Carissa. Tawaran untuk hidup bebas dan lepas di luar istana.


"bagaimana?" tanya Carissa dengan senyum manis yang menambah aura kecantikan di wajahnya.

__ADS_1


Devano Liberata semakin terpesona, seakan jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan lawan jenis, dengan segera Devano menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Semua orang tidak mengerti dengan mereka berdua. Apa yang sedang mereka lakukan dan rencanakan? rasa penasaran yang tinggi bagi yang melihatnya.


"anak yang baik." ucap Carissa tanpa sadar membelai lembut pucuk kepala Devano.


Ada kehangatan yang menjalar di hati Devano akan perlakuan hangat Carissa padanya.


"sekarang ayo kalian bangun, semua masalah akan di selesaikan. Dan untuk ayah jangan keras kepala lagi, kalau tidak Carissa akan sangat marah." ungkap Carissa sedikit memasang wajah seriusnya pada sang ayah. Duke Emris Hubert hanya menganggukkan kepalanya.


Dengan perlahan Carissa membantu ayahnya untuk bangkit dari duduk bersimpuhnya. Mereka kini menghadap ke arah kaisar dan sang peramal suci.


"maaf yang mulia, apa permintaan hamba beberapa hari yang lalu bisa segera terlaksana?" tanya Carissa pada sang kaisar.


Kaisar melihat sekilas pada sang peramal suci yang mengangguk kepalanya pelan.


"iya tentu saja, kapanpun nona Carissa ingin melaksanakannya, silahkan…restu dan dukungan dariku salalu menyertai." balas kaisar Louis dengan senyum tulusnya.


Hanya Carissa, Sang Peramal Suci dan kaisar Louis yang tahu maksud dari pembicaraan tersebut.


"saya akan mengajak beberapa orang dari istana ini untuk ikut, apa tidak masalah?"


"tentu saja nona Carissa, seperti yang kita sudah sepakati dan aku sudah menyiapkan satu orang pilihan ku untuk anda nona Carissa."


"terima kasih yang mulia." balas Carissa sembari memberikan hormat anggunnya pada kaisar.


"ada lagi permintaan hamba yang mulia."


"apa itu nona Carissa?" tanya Kaisar.


"tolong batalkan hukuman untuk pengasingan bagi raja Diaro Liberata dan seluruh keluarganya. Untuk putri Debora cukup turun kan dia dari calon putri mahkota Holmes dan biarkan dia kembali lagi ke kerajaan Jericho, hamba yang akan menjamin agar putri Debora tidak akan bisa berbuat jahat lagi. Untuk raja kerajaan Jericho selanjutnya pilih lah salah satu dari pangeran Holmes yang mulia, sampai saatnya raja kecil ini siap." tunjuk Carissa pada putra mahkota Devano.


"Putra mahkota Jericho akan ikut bersama hamba. Apa bisa seperti itu yang mulia?" tanya Carissa lagi dengan wajah seriusnya.


Kaisar tidak bisa berkata apapun? petunjuk dari sang peramal suci sudah sangat jelas. Apa lagi yang harus di bantah? Carissa sudah mengambil alih keputusan kaisar secara halus. meluruskan semua masalah dan menyelesaikan dengan hanya beberapa kalimat darinya.


Sang Pengendali, Carissa Hubert.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2