
***Kerajaan Holmes***
Carissa mengeluarkan bola cahaya inti sari biru, milik siluman ular yang pernah dia bunuh dari ruang dimensi hampanya. Semua yang hadir di sana kini dapat melihat bola cahaya inti sari biru yang bisa menyerap segala racun, terlebih lagi jenis racun yang berasal dari kerajaan Darkness World dan pengikutnya.
Carissa duduk bersimpuh di samping tubuh putri Debora, yang terbaring lemah tidak sadarkan diri. Carissa melihat wajah putri Debora dan bola cahaya inti sari tersebut secara bergantian.
Carissa mengarahkan bola cahaya inti sari tersebut di atas perut putri Debora, dengan kedua telapak tangan bertumpu di atas bola cahaya inti sarinya. Bola cahaya tersebut mulai bereaksi mengeluarkan sebuah cahaya biru yang terang, mulai menyerap racun yang ada di dalam tubuh putri Debora.
Racun yang sudah terserap oleh bola cahaya inti sari tersebut, di alirkan lagi ke tubuh Carissa. Sekujur tubuh Carissa mengeluarkan cahaya biru yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Tubuh Carissa mulai menyerap racunnya, Carissa merasakan sakit yang luar biasa.
Terlihat wajah Carissa yang pucat dan meringis menahan rasa sakitnya, sakit yang teramat sakit. Rasa sakit di gigit ribuan semut api, di iris ribuan silet dan tulang terasa teremas kuat. Seluruh tubuh Carissa benar-benar sakit, perih dan panas yang saat ini Carissa rasakan.
'bertahanlah Carissa…bertahan sedikit lagi, kuat Carissa.' gumam Carissa dalam hatinya.
Sophie tahu akan rasa sakit yang saat ini Carissa rasakan, wajah sedih Sophie hanya bisa melihat penderita Carissa saat ini, tidak ada yang bisa Shopie lakukan?
Darah mulai keluar dari setiap pori-pori kulit Carissa, mengalir dengan perlahan dan lama kelamaan memenuhi seluruh kulit Carissa. Baju yang di kenakan oleh Carissa penuh akan bercak darah yang keluar dari pori-pori kulitnya.
Wajah Carissa terlihat penuh akan darah, semua terkejut melihat apa yang terjadi padanya. Carissa masih bertahan pada posisinya yang bersimpuh di samping tubuh putri Debora, dengan kedua tangan menahan bola cahaya inti sari di atas perut putri Debora.
Duke Emris, putra mahkota dan pangeran kedua terlihat sangat cemas dan khawatir akan keadaan Carissa saat ini. Mereka tahu saat ini Carissa merasakan dan menahan rasa sakit yang sangat luar biasa.
Seketika putra mahkota teringat akan kejadian beberapa hari yang lalu, kejadian saat menelan bola cahaya inti sari dari siluman wanita Rapel. Leonard saat itu bisa merasakan rasa sakit dan panas yang luar biasa pada tubuhnya. Leonard sangat tahu dan mengerti rasa sakit yang di derita oleh Carissa saat ini.
Duke Emris, Leonard dan Damian ingin mendekatinya, tetapi terdengar jelas sebuah suara yang entah berasal dari mana? dan mereka sangat mengenal pemilik suara tersebut, suara sang peramal suci.
"jangan ada yang berani mendekati nona Carissa dan putri Debora saat ini, jangan sampai kalian yang malah terkena racun dan menambah masalah lagi untuk sang pengendali." ucap peringatan dari sang peramal suci yang tidak terlihat.
Semua diam di tempat, tidak ada yang berani bergerak sedikitpun dari posisi mereka masing-masing. Semua hanya bisa melihat Carissa tanpa bisa membantunya sama sekali.
Rasa sakit yang di rasakan oleh Carissa bertambah sakit. Ada sesuatu yang Carissa rasakan mengaduk-aduk dan bergerak keras di dalam perutnya.
"aaaaaaaaa……" teriak histeris Carissa yang sudah tidak bisa tahan akan rasa sakitnya.
Semua ikut meringis kesakitan, saat mendengar teriakkan dan mimik wajah Carissa yang kesakitan. Semua terlihat dan seakan ikut merasakan rasa sakit Carissa saat ini.
"bertahan Callysta…sedikit lagi…!!" ucap semangat Shopie melalui telepatinya.
__ADS_1
"tetap pada kesadaran mu Callysta…!" ucap semangat Shopie kembali pada telepatinya.
"aaaaaaaa……ssaaaakkiiiiiittt……aaaaaaa………" ringis Carissa menekan kepalanya menunduk, berharap rasa sakitnya berkurang. Tapi itu hanyalah sia-sia.
Darah semakin deras mengalir dari seluruh pori-pori kulit Carissa, hingga menutupi seluruh kulit Carissa seperti bermandikan darah. Pemandangan yang sangat mengerikan, di tambah kini kedua sudut mata dan kedua lubang telinga Carissa mengeluarkan darah.
"Carissa hentikan nak…sudah cukup…" teriak Duke Emris jatuh bersimpuh tidak jauh dari posisi Carissa saat ini. Duke Emris tak kuasa menahan air matanya melihat penderitaan yang saat ini putrinya alami.
Dalam kesakitannya Carissa dapat mendengar jelas suara teriakan dari Duke Emris, tangisan kesedihan Duke Emris terdengar dan dapat Carissa rasakan. Rasa khawatir dan kasih sayang Duke Emris yang bisa merasakan penderitaan Carissa, seakan menambah kekuatan untuk Carissa bertahan dan melawan rasa sakitnya.
"aaaaaaaa……" teriak kembali Carissa. Tiba-tiba Carissa merasakan ada sesuatu yang mengalir ingin keluar dari rongga mulutnya.
Carissa memuntah banyak darah dan sebuah gumpalan darah hitam keluar dari dalam mulut Carissa, dengan bersamaannya rasa sakit di tubuh Carissa berangsur-angsur berkurang. Cahaya biru yang menyelimuti seluruh tubuh Carissa perlahan meredup.
Bola cahaya inti sari tersebut sudah selesai menyerap racun yang ada di dalam tubuh putri Debora. Carissa membuka matanya perlahan, nafasnya terengah-engah karena lelah akan rasa sakit. Carissa tahu ini sudah selesai, bola cahaya inti sari biru milik siluman ular, di masukkan kembali oleh Carissa ke dalam ruang dimensi hampanya.
Tubuh Carissa luruh lemas, dengan bersamaannya pergerakan Duke Emris, Leonard dan Damian ingin mendekati Carissa mencegah tubuh Carissa jatuh ke lantai. Tapi pergerakan mereka terhenti akan keberadaan seseorang yang tiba-tiba sudah memeluk tubuh lemah Carissa.
Sang peramal suci tiba-tiba datang langsung memeluk tubuh lemah Carissa. Peramal suci membelai lembut kepala Carissa yang masih terlihat sadar.
Semua orang yang masih ada di sana melihat dan mendengar apa yang di ucapkan oleh sang peramal suci? Mereka dapat melihat kesedihan dan ketakutan sang peramal suci dari ucapannya. Untuk pertama kalinya mereka melihat sang peramal suci menangis, menangis sedih untuk seseorang, menangis untuk Carissa Hubert sang pengendali.
Sang peramal suci tidak memperdulikan gaun putihnya yang basah terkena darah dari tubuh Carissa. Perasaan takut kehilangan dan rasa sakit Carissa yang bisa dia rasakan, lebih kuat dan penting bagi sang peramal suci.
Carissa yang masih sadar, dapat mendengar apa yang di katakan oleh sang peramal suci? Carissa bisa merasakan pelukan dan belaian hangat sang peramal suci. Carissa tersenyum lega masih ada seorang teman yang cemas dan menangis untuknya.
"terima kasih, kau mau datang dan memelukku." balas Carissa sembari meremas kain gaun putih sang peramal suci.
"tentu…aku akan ada untukmu." balas sang peramal suci dengan memeluk erat tubuh Carissa. air matanya masih mengalir di pipinya, kain putih penutup mata sang peramal suci basah akan air matanya.
"sudah cukup…beristirahatlah Carissa…" ucap kembali sang peramal suci.
Perlahan sang peramal suci mengangkat tangan kanannya ke atas kepala Carissa, terlihat cahaya di balik telapak tangan sang peramal suci, dia coba menyalurkan sedikit energi ke dalam tubuh Carissa. Membuat Carissa perlahan menutup matanya, Carissa tertidur di dalam pelukan hangat Shopie Asteria sang Peramal Suci.
"apa ada yang sudi mengangkat tubuh Carissa saat ini?" tanya sang peramal suci.
"biar hamba dewi." jawab Duke Emris Hubert yang langsung datang mendekat.
__ADS_1
Leonard dan Damian seketika menghentikan langkahnya, karena mereka sadar Duke Emris lebih berhak mengangkat dan menyentuh tubuh Carissa yang sudah tertidur.
Duke Emris langsung mengambil alih tubuh putrinya dari pelukan sang peramal suci, Duke Emris menggendong tubuh Carissa ala bridal. Membawa tubuh lemah Carissa yang penuh akan darah dalam gendongan dan dekapannya. Duke Emris melihat sekilas wajah Carissa yang penuh akan darah.
Rasa sakit dalam hatinya terasa meremas, melihat putrinya tertidur setelah lelah berjuang melawan rasa sakit yang hanya dia rasakan sendiri. Duke Emris melangkahkan kakinya sembari sesekali melihat wajah Carissa.
Peramal suci bangkit dan berdiri di hadapan raja Diaro yang masih setia bersimpuh di samping putri Debora, yang masih terbaring lemah. Peramal suci melihat mereka dari balik kain putih penutup matanya.
"raja Diaro Liberata, putrimu sudah sepenuhnya sembuh dari racun, itu berkat bantuan tubuh Carissa yang mau menyerap racunnya melalui bola cahaya inti sari biru. Kau dan putri mu di selimuti bayangan hitam, karena rasa iri dan bencimu pada nona Carissa, kau dan putri mu tidak bisa menerima bahwa Carissa adalah sang pengendali. Sadari apa yang ada di hatimu? sadarilah siapa dirimu? dan sadarilah semua kesalahanmu yang seharusnya tidak kau dan putrimu lakukan? mengingat kau adalah seorang raja, dan putrimu seorang putri serta calon putri mahkota kerajaan Holmes." ungkap sang peramal suci yang tahu segalanya.
"aku tahu segalanya raja Diaro, bila kau tidak sadar juga dari segala kesalahanmu, aku pastikan kerajaan Jericho akan dimusnahkan dan rata menjadi tanah. Itu sumpah sekaligus kutukan dariku. Kau raja pertama yang mengizinkan bayangan hitam merasuki tubuh, jiwa dan pikiranmu karena mendengarkan hasutan dari putrimu yang sombong, angkuh sekaligus selalu betindak kejam pada yang lebih lemah darinya." ungkap sang peramal suci tegas dengan menekan setiap kata-katanya.
Sang peramal suci ingin mengungkap segalanya tentang raja Diaro Liberata dan putri Debora Liberata, apa yang ingin mereka rencanakan? untuk menyingkirkan sang pengendali. Mereka yang tidak percaya dan tidak terima bila Carissalah sang pengendali yang sebenarnya.
Raja Diaro Liberata membulatkan matanya sempurna, sangat terkejut dengan apa yang di katakan oleh sang peramal suci? sumpah dan kutukan dari sang peramal suci adalah bencana besar bagi seseorang bahkan bencana besar bagi satu kerajaan.
Mereka yang mendengarkannya pun terkejut, untuk kedua kalinya mereka mendengar sumpah dan kutukan dari sang peramal suci. Pertama kalinya saat kerajaan Jericho dan kerajaan Themes bekerja sama untuk menghancurkan kerajaan Holmes, yang memang sangat makmur dan sejahtera.
Dulu kedua kerajaan tersebut sudah mendapatkan peringatan, untuk tidak melakukan perang dalam menyerang kerajaan Holmes yang tidak pernah sekalipun mengganggu kerajaan tetangga. Tetapi karena keserakahan kedua raja yang ingin menguasai kerajaan Holmes, mereka menyerang kerajaan Holmes secara mendadak, hingga banyak rakyat yang tidak bersalah tewas.
Sang peramal suci yang tahu akan hal tersebut sangat kecewa dan murka, musuh mereka yang sebenarnya adalah kerajaan Darkness World, dan bukan sesama kerajaan yang bisa saling bekerjasama, dalam menghancurkan kerajaan Darkness World atau kerajaan golongan hitam.
Sang peramal suci sangat mencintai kedamaian dan selalu melindungi rakyat lemah, tidak bisa menerima pemberontakan yang di lakukan oleh dua kerajaan, nyawa rakyat yang banyak melayang membuat sang peramal suci mendapatkan kekuatan dari buku magic, untuk menghentikan peperangan dan mengutuk dua kerajaan kalah dalam perang dan tunduk pada kerajaan Holmes.
Kutukan itu di lakukan melalui kekuatan Leonard dan Damian yang memiliki magic yang tidak bisa di kalahkan oleh dua kerajaan yang bersatu. Dari itulah kerajaan Holmes mendapatkan anugerah dari sang peramal suci untuk menguasai kerajaan Jericho dan kerajaan Themes, menjadi kerajaan di bawah kekuasaannya.
Karena di balik itu semua, ada suatu rahasia besar yang di lihat oleh sang peramal suci? semuanya harus terjadi untuk mengikat suatu hubungan dari ketiga kerajaan.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1