
***Kerajaan Darkness World***
Senyum raja Azura membuat Wakiza Orchid yang sedang menyamar menjadi curiga.
"Mengapa anda tersenyum melihat hamba, yang mulia raja Azura Rayman?" Tanya sopan Wakiza Orchid masih sadar jika posisi raja Azura lebih tinggi di atasnya pada wilayah kerajaan itu.
Alih alih menjawab, raja Azura malah balik bertanya. "Apa kau ingin jawaban yang jujur atau jawaban yang bohong?" Senyumnya masih terpasang.
Wakiza yang tidak mengerti, mengerutkan keningnya melihat intens wajah raja Azura Rayman. Sedangkan Carissa tahu apa maksud dari raja Azura pada Wakiza? Sebab itu dia tahu jika mata Azura dan matanya, sama sama dapat melihat sesuatu dari balik sorot mata seseorang yang mereka pandang.
Namun Carissa hanya diam, dan hanya akan mengawasi saja apa yang ingin di lakukan oleh raja Azura Rayman? Pria yang ia kenal cukup baik dari dunia yang sama dengannya.
"Jawaban yang jujur." Jawab Wakiza ingin cepat menyelesaikan urusannya, dan membawa pergi junjungannya yaitu Carissa untuk beristirahat.
"Baiklah." Balasnya sembari masih tersenyum.
"Aku tahu kau bukan berasal dari dunia ini." Jawabnya yang sukses membuat Azura terkejut dan terdiam, namun masih bisa bersikap biasa saja dan setenang mungkin.
"Kau berasal dari dunia yang masih percaya akan adanya kultivasi. Dunia Zaman kuno era beberapa abad yang berbeda dari dunia ini. Kaisar Wakiza Orchid, dari kerajaan Collina Santa yang tidak tersentuh." Jawab raja Azura yang sangat membuat Wakiza kini benar-benar terkejut, ternyata masih ada seseorang yang bisa mengetahui penyamarannya.
"Siapa anda sebenarnya ?" Tanya Wakiza ingin tahu.
"Siapa aku? mmmm…!!" Ucapnya sembari mengeluarkan sebuah kipas dan membukanya, lalu dengan santai menggerakkan kipasnya lembut ke arah wajahnya.
"Intinya. Aku dan dia adalah teman yang berasal dari dunia yang sama." Tunjuknya ke arah Carissa yang ada di belakang Wakiza Orchid dengan menggunakan kipas yang sudah ia tutup kembali.
"Ups…aku terlalu jujur, maafkan aku putri." Ucapnya sedikit di buat buat sembari tersenyum ke arah Carissa yang melihat datar dan dingin.
'Dia tidak pernah berubah.' Gumam Carissa melihat tingkah laku raja Azura, si Tiger Shadow. Ketua mafia cukup kejam yang pernah ia kenal.
Wakiza Orchid melihat sekilas ke arah belakangnya, lalu dengan cepat kembali melihat ke arah raja Azura.
"Sudahlah Kiza, biarkan saja dia." Ucap Carissa ingin Wakiza menyelesaikan urusannya sampai di sana.
"Ayolah sayangku…Kau sungguh tidak peka sekali, tidak seru kalau seperti ini. Kita baru saja bertemu setelah sekian lamanya tidak berjumpa." Balas raja Azura sedikit kecewa dan merajuk pada Carissa.
Wakiza Orchid terkejut akan sikap dan perkataan raja Azura pada junjungannya yang mengatakan kata 'sayangku'.
"Mari kita merayakan pertemuan kita ini. Mungkin sedikit minum minum akan melengkapi pertemuan kita ini." Ucapnya dengan kerlingan matanya yang nakal.
Wakiza Orchid tidak suka akan hal itu, raja Azura bersikap tidak sopan pada Carissa.
"Tidakkah kau penasaran tentang dunia ini, atau bagaimana wajah dan sosok Kaisar Yuma Gruffin si Raja Neraka yang sangat di takuti di dunia ini." Ucap umpan raja Azura.
Dia sangat tahu bagaimana cara menghadapi dan mendekati Callysta? yang tidak suka menyia-nyiakan waktunya hanya untuk bersenang-senang saja.
__ADS_1
"Aku bisa menceritakan itu kepadamu. Semuanya." Umpannya kembali.
"Tentu saja aku tahu itu semua tidak gratis, bukan." Balas Carissa tahu bagaimana sifat raja Azura Rayman? Lebih yang ia kenal dengan nama Dario Rayman.
Tanpa menjawab, Carissa mengeluarkan sebuah kotak panjang dari Kotak Kehidupan yang ia miliki, kotak itu muncul dengan sangat cepat di atas telapak tangannya. Lalu melemparkannya ke arah raja Azura dengan sangat santai. Tentunya dapat di tangkap dengan sigap oleh raja Azura, lalu melihat pemberian Carissa tersebut untuknya.
"Apa itu cukup sebagai bayaran? Agar kau puas." Tanya Carissa memberikan raja Azura sebuah minuman wine yang sangat di sukai oleh raja Azura Rayman pada dunianya yang dulu.
Azura tersenyum bahagia melihat pemberian dari Carissa. Sebotol wine mahal dan termasuk langka yang sangat ia sukai kini ada di tangannya, sudah sangat lama sekali wine itu tidak ia lihat dan minum. Bagaimana bisa Callysta mendapatkan barang yang bukan berasal dari dunia ini dengan mudah? Tidak mungkin Callysta datang dengan membawa barang-barang seperti itu. Itulah pertanyaan yang ada di dalam benak dan pikiran Azura.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan wine ini?" Tanya raja Azura yang ingin rasa penasarannya terjawab.
"Tidak perlu kau tahu, jika aku sudah memberikan bayaran yang setimpal untuk informasi darimu. Seharusnya kau tahu harus bagaimana?" Tanya balik Carissa dengan sikap dinginnya.
Raja Azura tersenyum sekilas karena perkataan dan sikap dingin Carissa padanya. Namun kini dia bisa menebak dari mana Carissa mendapatkannya, Carissa adalah sang pengendali yang mampu mengendalikan benda benda pusaka sakral dan keramat yang berasal dari dunia langit. Benda-benda keramat yang tidak mudah dan di kendalikan oleh orang lain.
"Aku tahu tanpa kau memberitahukannya. Kau memiliki Kotak Kehidupan yang dapat menghadirkan semua barang yang kau inginkan, semua benda atau barang yang berasal dari dunia lain, apakah aku benar?!?" Balas raja Azura menebaknya dengan tepat.
"Jika kau sudah tahu, untuk apa kau bertanya lagi." Balas Carissa melangkah mendekati Wakiza Orchid dan menyentuh pundak Wakiza untuk pergi dari tempat itu dengan menggunakan kekuatan teleportasinya.
"Kita pergi dari sini, Kiza …!!" Ajak Carissa yang dapat di mengerti oleh Wakiza Orchid.
"Baik putri." Setuju Wakiza dengan sikap hormatnya.
Tanpa menunggu lama Carissa membawa Wakiza Orchid berteportasi ke tempat di mana semua pasukkannya sedang menunggu. Sedangkan raja Azura yang tidak tahu jika Carissa dapat berteportasi hanya diam dengan tersenyum, akan kemampuan wanita cantik yang dia kenal dan kagumi beberapa tahun lalu.
Carissa dan semua pasukkannya ingin melangkah meninggalkan area pertarungan. Mereka harus mempersiapkan untuk pertarungan fisik besok pagi. Namun begitu mereka ingin melangkahkan kakinya, pandangan mata Leonard dan Damian menatap tajam jauh ke arah raja Azura.
Mereka berdua tahu jika ada sikap yang tidak biasa raja Azura kepada Carissa, itulah yang mereka lihat dan tangkap.
Carissa melangkah di barisan paling depan, tepat bersamaan dengan Shopie yang sedang menyamar dengan wujud yang lainnya.
"Callysta, apa kau kenal dengan raja Azura?" Tanya Shopie melalui telepatinya bersama Carissa.
"Iya. Dia berasal dari dunia yang sama dengan kita. Dia ketua mafia Tiger Shadow, Dario Rayman. Musuh bebuyutan papa angkatku. Apakah kau tidak tahu kehadirannya di dunia ini? kau tidak merasakan kedatangannya di dunia ini." Tanya balasan telepati Carissa.
Mereka terus melangkah menuju ke Istana White Lotus bagian barat kerajaan Darkness World. Paviliun tempat tinggal mereka sementara di dalam istana kerajaan Darkness World. Tentu istana yang penuh akan mata mata dari pihak kerajaan, tetapi tidak membuat Carissa dan pasukkannya merasa terganggu sama sekali.
"Tidak. Aku tidak dapat merasakan kehadirannya, apakah kedatangannya memiliki rahasia yang aku tidak ketahui?" Tanya balik Shopie mengatakan kebenaran yang ia tidak tahu.
Carissa diam sembari terus melangkah, dia tidak ingin melakukan gerak gerik yang mencurigakan.
"Apakah mungkin putri Alarice Jovandra tahu akan hal ini?" Tebak Shopie memberikan bayangan pada Carissa.
"Mungkin saja. Akan aku tanyakan padanya, aku cukup penasaran akan tujuan kedatangannya ke dunia ini. Kau tahu Shopie, raja Azura sudah cukup lama berada dan datang ke dunia ini. Aku tidak bertemu dengannya sudah hampir lebih dari 8 tahun sabelum aku datang ke dunia ini." Jelas Carissa. Shopie masih setia mendengarkan.
__ADS_1
"Ada yang kau curigai?"
"Bukan curiga lagi. Dia pernah bertemu langsung dengan kaisar Yuma Gruffin."
"Bagaimana kau tahu?"
"Dia mengatakannya sendiri, dan aku melihat ingatannya dan bayangan itu sedikit saat menatap intens matanya sebelum pertarungan ku dengannya tadi." Jelas Carissa.
"Apa yang kau rencanakan? Sepertinya kau melakukan suatu kesepakatan dengannya tadi, itu yang aku lihat dari kejauhan."
"Kau benar. Aku dan dia cukup saling mengenal dan dekat berkat papa angkatmu. Jadi kami cukup mengenal satu sama lainnya."
"Apa kau akan mendekatinya lagi?"
"Entahlah. Aku harus tetap waspada padanya, aku tidak tahu dia ada di pihak yang mana? Kaisar Yuma Gruffin, kaisar Hayden Pris atau pihaknya sendiri."
"Kenapa kau ragu padanya? jika kau cukup mengenal baik dirinya."
"Justru aku cukup mengenal siapa dirinya? Aku harus tetap waspada dan mencari tahu dia berada di pihak yang mana?"
"Baiklah. Apa yang akan kau atau kita lakukan? Apa kau punya rencana lain?"
"Tentu saja. Aku cukup menggunakan trik lamaku padanya. Jika bisa menempatkan dia di pihak kita, sudah di pastikan kita akan sangat di untungkan. Dia cukup cerdik, cerdas dan sangat berguna jika berada di pihak kita."
"Callysta. Terkadang aku ngeri jika kau kembali pada posisi dan sikap mafia mu. Kau wanita berdarah dingin." Ucap Shopie sedikit merasa ngeri ketika Carissa bersikap seperti seorang wanita mafia.
"Kau harus terbiasa, Shopie. Kau belum tahu manusia seperti apa raja Azura yang sebenarnya? Dia adalah salah satu manusia yang berdarah dingin lebih dariku. Bahkan bisa di katakan dia iblis yang bersembunyi di balik wajah tampannya." Balas Carissa memberikan peringatan kepada Shopie mengenai siapa Dario atau Azura Rayman.
"Kalian berdua sama saja. Mengapa yang datang kedua ini semua manusia berdarah dingin? dan sialnya lagi aku harus berhubungan dengan kalian." Rajuk protes Shopie.
Carissa tahu Shopie adalah wanita biasa yang hanya memiliki mata special yang datang dari dunia sama dengannya. Wajar saja dia belum terbiasa berhubungan dan berada dekat dengan orang orang yang berasal dari dunia mafia seperti dirinya dan raja Azura Rayman.
"Tenaga saja. Walaupun aku dan Azura sama sama berdarah dingin. Tapi kami berdua juga masih memiliki hati nurani sebagai manusia, kami berdarah dingin hanya kepada orang yang pantas kami bunuh dan bantai." Balas Carissa ingin menenangkan sahabatnya tersebut.
"Kau cukup kuat untuk bisa bertarung melawan Azura Rayman. Kau juga bisa tenang, masih ada kaisar Wakiza Orchid yang ada di pihak kita. Azura Rayman tidak akan berbuat gegabah dengan melawan kita tanpa perhitungan yang matang." Penjelasan Carissa cukup membuat tenang Shopie.
Shopie bukannya takut akan kehadiran raja Azura Rayman yang terlihat kuat. Dia hanya belum dapat mempercayai, jika raja Azura Rayman ternyata berasal dari dunia yang sama dengannya. Shopie berpikir masih banyak rahasia di dunia keduanya itu yang belum terungkap, dan Shopie juga yakin masih ada lagi banyak kejutan untuk mereka ke depannya.
Mereka harus siap dan tetap siaga, musuh yang mereka hadapi cukup kuat. Jika di bandingkan dengan mereka yang hanya memiliki beberapa orang dengan kekuatan yang cukup kuat, namun tidak bisa di bandingkan dengan pasukkan dari kerajaan Darkness World dan kerajaan Dasar Neraka. Mereka harus berbuat banyak dan mengumpulkan kekuatan lebih banyak lagi.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.