DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
71. Memperkenalkan Sang Pengendali.


__ADS_3

***Kerajaan Holmes***


…Aula pertemuan istana…


Leonard dan Damian masih melihat Carissa dengan aktivitasnya yang memainkan kue manisnya, lalu kedua pria tersebut masih saling memandang dan menghela nafas mereka, karena merasa tidak berhasil bertelepati dengan Carissa. Kedua pria tersebut sama-sama menggelengkan kepala mereka, karena tidak ada respon sama sekali dari Carissa.


Sedangkan Carissa, beberapa kali mendengar helaan nafas kedua pria tersebut. Carissa tetap diam dengan aktivitasnya, tanpa melihat ke arah depan. Carissa hanya bisa mendengar perdebatan kecil dari kedua pria yang duduk pada meja makan di depannya.


"kak Leon…sepertinya telepati kita tidak berhasil." ucap kecewa Damian mencoba bertelepati pada Leonard, dengan melihat pada Leonard yang juga memandangnya.


"tapi aku bisa mendengar telepati darimu." balas Leonard bertelepati dengan masih melihat pada Damian yang juga memandangnya.


"mungkin karena jarak kita dekat, sehingga kita bisa bertelepati, sedangkan jarak kita dengan Carissa terlalu jauh." balas telepati Damian, dengan pandangannya melihat pada Carissa, yang masih asyik dengan aktivitasnya.


"apa mungkin, kita coba menggunakan tenaga energi dalam tubuh kita?" tanya telepati Leonard melihat pada Carissa.


"apa mesti seperti itu kak…? itu akan menguras energi yang banyak kak…!!" ungkap Damian masih melihat pada Carissa.


"tapi apa boleh buat, kita harus mencobanya. Saat ini kaisar sedang menunggu jawaban kepastian dari Carissa." telepati Leonard.


"baiklah kalau memang harus menggunakan kekuatan energi dalam tubuh, biar aku saja yang melakukannya." balas Damian dengan masih memandang Carissa yang meletakkan garpu dessert di atas piring kue manisnya.


Carissa mendengar semua yang Leonard dan Damian debatkan. Carissa tahu saat ini, apa yang ingin di tanyakan kedua pria tersebut? Carissa yang tidak ingin Damian menguras kekuatan energi dalam tubuhnya pun angkat bicara, untuk membalas mereka berdua.


"tidak perlu menggunakan kekuatan energi dalam tubuh anda pangeran kedua, hamba mendengar semua apa yang kalian berdua bicarakan?" balas Carissa bertelepati pada kedua pria tersebut, kali ini Carissa balas memandang kedua pria yang ada tidak jauh di depan meja jamuan mereka.


Carissa memandang dengan mimik wajah datarnya, ke arah kedua pria yang melihatnya heran sekaligus terkejut. Kedua pria tersebut saling memandang, lalu beralih cepat melihat kembali pada Carissa yang melihatnya juga.


"apa kau bisa mendengar kami?" tanya Damian kembali dengan telepatinya melihat pada Carissa, yang memandangnya dengan mimik wajah datarnya.


"iya." balas telepati Carissa.


"lalu kenapa kau tidak menjawab panggilan kami dari tadi?" balas Leonard dengan telepatinya melihat Carissa.


"hanya ingin mendengar lebih jelas lagi maksud telepati kalian berdua." balas telepati Carissa dengan mimik wajah datarnya.


Leonard dan Damian menatap Carissa dengan mimik wajah yang lega.


"apa yang kalian berdua inginkan yang mulia?" tanya telepati Carissa.

__ADS_1


"pembahasan malam ini mengenai dirimu." balas telepati Leonard melihat Carissa.


"mengenai Carissa Hubert atau sang pengendali?" tanya Carissa.


Leonard dan Damian terdiam mendengar pernyataan Carissa, pandangan mereka masih pada Carissa yang semakin dingin menatap kedua pria tersebut.


Leonard masih ingat, bila Carissa tidak suka di libatkan dalam pembahasan politik antara tiga kerajaan. Perlahan Leonard menghembuskan nafasnya, sebelum menjawab pertanyaan Carissa.


"tentang sang pengendali." balas Leonard.


Carissa diam, dia sangat tahu tema pembahasan malam ini adalah sang pengendali. Sudah Carissa putuskan untuk ikut dalam permainan mereka, Carissa ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya?


"baiklah…hamba setuju untuk muncul, bagaimana juga hamba tidak bisa terus-terusan untuk bersembunyi. Lagi pula hamba ingin melihat apa yang kalian inginkan?" balas Carissa dengan pertanyaan yang sudah ada dalam pikirannya, saat sebelum datang ke dalam aula pertemuan istana Holmes.


Leonard dan Damian tidak percaya sekaligus lega, karena Carissa dengan senang hati muncul tanpa paksaan dari mereka.


"terima kasih Carissa atas kerja samamu." balas Leonard terseyum tipis pada Carissa.


"jangan berterima kasih kalau kalian semua hanya akan memanfaatkan ku saja." gumam Carissa dalam hatinya. tentunya tidak bisa di dengar oleh Leonard dan Damian. Karena sesaat Carissa menutup segel mereka bertiga, Carissa bisa mengatur segalanya bila sudah berkaitan dengan segel mereka bertiga, sebab dialah Sang Pengendali.


Tanpa pikir panjang lagi Leonard yang duduk di samping kaisar Louis, segera membisikkan persetujuan dari Carissa. Terlihat kelegaan di raut wajah kaisar Louis melihat pada Carissa, senyum yang tipis serta sorot mata sang kaisar yang mengisyaratkan rasa terima kasihnya pada Carissa. Kaisar sangat berterima kasih karena Carissa tidak menolak yang membuatnya akan sangat malu di hadapan kedua raja.


Nampak putri Debora dan raja Diaro saling memandang dan melirik sekilas ke arah Carissa. Carissa tahu itu…!! Carissa bersikap biasa saja dengan masih memasang mimik wajah datar dan dinginnya, menatap ke depan.


"permainan segera di mulai." ucap telepati Carissa yang bisa juga di dengar oleh Leonard dan Damian, karena Carissa membuka kembali tanda segelnya.


Leonard dan Damian melihat pada Carissa, mendengar jelas perkataan Carissa akan permainan yang di maksudkan olehnya.


Semua yang ada di dalam aula pertemuan istana Holmes, yang memang belum tahu siapa sosok sang pengendali sangat antusias? mereka semua memasang wajah penasaran mereka melihat ke arah kaisar Louis. Semua terdiam untuk mendengarkan ucapan sang kaisar, kecuali raja Diaro dan putri Debora bersikap biasa saja, sebab mereka sudah tahu siapa sosok sang pengendali yang di maksud?


"sang pengendali berasal dari kerajaan Jericho, dia adalah salah satu calon selir dari pangeran kedua, putri ketiga dari bangsawan Duke Emris Hubert." ucap sang kaisar melihat pada Carissa.


Semua tatap mata melihat terkejut ke arah Carissa dan Duke Emris Hubert, kecuali raja Diaro dan putri Debora Liberata yang sudah tahu siapa sosok sang pengendali? Bahkan Duke Emris Hubert yang memang tidak tahupun terkejut dan tidak percaya, melihat pada sang putri yang tidak bisa apa-apa? kini di perkenalkan menjadi sang pengendali, oleh kaisar Louis Theodore.


Carissa Hubert yang di tatap oleh semua orang, hanya bersikap biasa melihat ke arah sang kaisar Holmes. Mimik datar dan dinginnya masih menghiasi wajah cantik Carissa.


"bagaimana bisa?" tanya salah satu bangsawan Jericho, yang memiliki jabatan sebagai perdana menteri kerajaan Jericho, Duke Edward Lison.


"iya benar…bagaimana mungkin putri ke tiga Duke Emris Hubert yang tidak bisa apapun, menjadi sang pengendali, maaf yang mulia kaisar apa anda tidak salah?" tanya salah satu bangsawan kerajaan Jericho masih tidak percaya, bangsawan yang memiliki jabatan sebagai menteri pertahanan sekaligus jendral perang dari kerajaan Jericho, Duke Awrio Gabrino.

__ADS_1


Para bangsawan yang berasal dari kerajaan Jericho sangat tahu siapa putri ke tiga dari keluarga Duke Emris Hubert? putri ketiga Carissa Hubert yang tidak bisa apapun? hanya beruntung menjadi kandidat pilihan langsung dari sang kaisar Louis Theodore.


Keriuhan pun terjadi di dalam aula pertemuan istana Holmes, sebagian yang tahu siapa Carissa Hubert? sangat tidak percaya dan saling berbisik pada teman satu meja mereka.


Leonard dan Damian melihat pada Carissa yang di bicarakan semua orang, yang ada di dalam aula pertemuan istana Holmes, nampak biasa saja. Carissa dengan santai dan anggunnya memutar jari telunjuknya pada tepian cangkir minuman hangatnya, lalu mengangkat cangkir dan meminum teh hangatnya.


Kaisar Louis Theodore malah yang terlihat geram akan keriuhan yang terjadi, dia merasa dirinya tidak di hargai atas perkataan yang baru saja dia ucapkan. Kaisar lalu menggebrak meja makannya dengan wajah geram, melihat pada semua orang yang ada di hadapannya. Semua orang terdiam seketika dan terkejut akan suara gebrakan meja yang di lakukan oleh kaisar Louis, mereka tahu akan mimik wajah geram sang kaisar.


"apa kalian pikir aku hanya berbicara omong kosong?" teriak kaisar Louis menatap tajam semua orang, yang tidak percaya pada ucapannya.


Semua orang masih terlihat diam. Sedangkan Duke Emris Hubert menarik tangan Carissa dan bertanya pada putrinya. Ada ketakutan pada wajah Duke Emris Hubert melihat pada sang putri, dalam pikirannya apakah ini hanya ulah putrinya yang hanya membual saja pada sang kaisar Louis Theodore?


"Carissa…katakan itu tidak benar.…!! kau bukan sang pengendali." ucap Duke Emris Hubert menatap sang putri.


Carissa bisa melihat ketakutan dan kekhawatiran pada sorot mata sang ayah, Carissa sangat tahu sang ayah tidak ingin Carissa berbuat sesuatu yang membuat dirinya dan keluarga celaka.


"Carissa jangan diam saja, katakan sesuatu dan jangan membuat dirimu dalam masalah nak.…!!" ucap Duke Emris Hubert, dengan meremas lembut lengan Carissa yang ia pegang.


"ayah…tatap mataku…!! apa ada kebohongan dari mataku? percaya padaku, semua akan baik-baik saja." balas Carissa mencoba membuat sang ayah tenang.


Carissa sangat tahu kalau Duke Emris Hubert, sangat dekat dan sayang pada ketiga putrinya. Duke Emris Hubert adalah sosok ayah yang akan selalu sayang, percaya dan mendukung ketiga putrinya, dan mengharapkan yang terbaik bagi semua putrinya.


Duke Emris Hubert merenggangkan pegangan tangannya, dia melihat tidak ada kebohongan dan keraguan dari sorot mata Carissa. Tetapi hatinya yang terlalu khawatir dan sayang pada Carissa, tahu bagaimana keadaan putri ketiganya yang tidak bisa apapun? masih tidak percaya kalau Carissa adalah sang pengendali.


Sang pengendali yang memiliki posisi setara dengan sang peramal suci, bahkan akan bisa lebih hebat, kuat dan di segani oleh para kesatria dari ketiga kerajaan. Sang pengendali yang bisa memusnahkan para siluman, iblis dan penyihir golongan hitam. Serta menjadi satu-satunya orang yang bisa melawan kaisar dari kerajaan Darkness World.


"ayah…aku tidak akan membuat ayah kecewa dan malu, ayah adalah pria yang paling aku hormati dan sayangi, jadi tidak akan membuat ayah dalam masalah, ayah bisa percaya kan padaku…?" ungkap Carissa kalah akan tatapan khawatir dan kasih sayang dari sorot mata Duke Emris Hubert.


'kalau begini aku tidak bisa dan tidak tega membuat ayah Carissa dalam bahaya.' gumam Carissa dalam hatinya dengan menutup sejenak segel yang ada di telapak tangannya, agar gumaman dalam hatinya tidak di dengar oleh Leonard dan Damian.


Carissa merasa berat untuk melawan bayang-bayang hitam yang selalu ikut bersama Duke Emris Hubert, Carissa tidak bisa mencelakai ayah dan keluarga Carissa Hubert. Dengan tenang Carissa akan mencaritahu caranya melepaskan bayang-bayang hitam penyihir tersebut, tanpa harus menyakiti Duke Emris Hubert.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2