DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
44. Perang Melawan Para Iblis Dan Siluman bagian II.


__ADS_3

***Istana Kerajaan Holmes***


Damian masih menatapku intens dan tidak percaya pada ucapanku, dan aku yang juga memang masih ragu hanya ingin mencoba dan membuktikan, ucapan Sophie sang peramal suci dan juga pengelihatan ku tentang titik berkilau yang ada di kedua kening Iblis serigala tersebut.


"yang mulia percayalah pada hamba, setidaknya bantu hamba membuktikannya." ungkapku yang berusaha membuat Damian mau untuk membantu ku.


Damian masih diam melihatku dan tidak menjawab ku sama sekali.


"yang mulia…hamba mohon…" mohonku seraya mengatupkan kedua telapak tanganku di depan dada untuk memohon pada Damian, karena Damian lah harapan ku satu-satunya untuk pembuktian ini.


"baiklah …apa yang bisa aku lakukan?" balas Damian yang akhirnya mengalah mau membantu ku.


"tolong gunakan magic Activator milik anda, dan terbangkan tubuh hamba ke atas kepala serigala itu, dan hamba akan menusuk inti sari yang menjadi kelemahannya."


"apa kau gila, langsung mendekati kepala serigala itu, kau bisa saja di telan hidup-hidup oleh serigala itu." ungkap Damian terkejut akan kemauan ku.


"percayalah pada hamba yang mulia, seperti hamba percaya kalau yang mulia akan membantu dan tidak akan membiarkan tubuh hamba di makan oleh serigala itu, yang mulia bisa mengendalikan tubuh hamba, dan hamba percaya itu." mohonku untuk meyakinkan Damian.


"apa kau yakin…?"


"yakin atau tidak kita harus mencobanya yang mulia." ungkapku dengan masih mimik wajah yang memelas.


Terlihat Damian menarik dan menghembuskan nafasnya yang berat. "baiklah…mari kita bekerjasama."


Akupun tersenyum senang karena Damian mau membantuku, dan segera aku menganggukkan kepalaku setuju.


"apa kau siap, katakan apa saja yang kau ingin aku lakukan."


"yang mulia hanya harus mengendalikan tubuh hamba untuk mendekati kepala serigala tersebut, dan kendalikan agar tubuh hamba tidak sampai termakan oleh Iblis itu" tunjukku tajam pada serigala yang sudah berhasil menyantap beberapa satria yang menjadi lawannya.


"baiklah…" setujunya.


Sebelum Damian membantuku, dia memanggil beberapa kesatria dan pengawal pribadinya untuk membantu melindunginya dari musuh saat dia sibuk mengendalikan tubuhku.


Setelah semua perintah yang di ucapkan oleh Damian di ikuti, aku segera menarik kedua pedang kembar keramat yang ada di kiri dan kanan pinggangku, dan tiba-tiba pedang kembar keramat tersebut berkilau saat terlepas dari sarungnya, yang membuat semua para iblis, siluman dan semua kesatria melihat ke arahku.


Dengan gerakkan cepat dari magic Activator Damian, tubuhku terbang ke arah atas kepala serigala yang meraung ganas melihat padaku, tubuhku masih oleng di kendalikan oleh Damian karena aku belum bisa mendarat tepat di atas kepala serigala yang mengamuk.


Serigala tersebut seperti berusaha mengusirku dan ingin memakanku, dia terus menyerang dengan cakar dan kedua mulutnya yang menganga ingin memangsaku, tetapi keahlian Damian mengendalikan tubuhku sangat bagus, aku bagaikan layangan yang terbang dan dikendalikan oleh pawangnya.


Aku yang melihat pedang kembar yang ada di tanganku masih mengeluarkan cahaya, dengan cepat menggerakkan kedua pedang itu untuk menyerang mulut serigala yang ingin memakanku, dan mengenai satu hidungnya, cakar yang menyerang ku juga aku tebas dengan pedangku, dan hebatnya sekali tebasan pedang dariku, satu kaki serigala itu langsung terputus.


Tubuh serigala tersebut seketika oleng karena kehilangan satu kaki, aku mendarat di atas tubuh serigala tersebut dan berlari kencang menaiki leher menuju kepala serigala dengan masih di bantuan oleh magic avigator Damian, tepat di atas salah satu kepala serigala aku bisa melihat titik yang berkilau di keningnya, dan dengan gerakkan cepat aku menusuk titik itu dengan salah satu dari pedangku.

__ADS_1


Tetapi salah satu kepala serigala yang masih sehat mengarah padaku, bersamaan dengan teriakkan dari Damian.


"awas Carissa…" teriak Damian.


Aku yang tahu posisi ku, dengan cepat berlari di atas tubuh serigala itu, dan berbalik kembali dengan melompatkan tubuhku tinggi dengan bantuan dari Damian, aku bisa berada di atas kepala serigala tersebut, dengan gerakkan cepat aku menusukkan satu lagi pedang kembar ku pada titik berkilau yang ada di kening serigala itu, pergerakkan serigala yang mengamuk langsung berhenti bersamaan dengan tewasnya sang iblis serigala.


Napas ku yang terengah-engah masih berdiri di atas kepala serigala tersebut, aku melihat pada Damian yang juga terengah-engah akan nafasnya yang terkuras mengendalikan tubuhku dengan magic avigatornya.


Aku menarik kembali pedangku, dan berlari melompat ke arah kepala serigala yang satu lagi untuk mencabut pedang kembar yang satunya lagi, saat selesai aku mencabut kedua pedang kembar ku, Damian menarik tubuhku agar turun dari atas kepala serigala itu, tidak lama kemudian tubuh serigala tersebut melebur menjadi serbuk yang tertiup angin.


Terlihat dua benda yang berkilau terbang ke arahku, cahaya yang sebesar bola pingpong, aku segera memasukkan kedua pedang kembar ku kedalam sarungnya, dan meraih kedua bola cahaya tersebut dan melihatnya dari dekat.


"apa ini inti sarinya…?" gumamku yang melihat bola cahaya yang ada di kedua telapak tanganku.


Aku melihat di sekelilingku semua orang terkejut melihatku karena bisa memusnahkan serigala berkepala dua dan mendapatkan inti sarinya.


Damian berlari mendekatiku, dan melihat padaku yang memegang kedua bola cahaya inti sari iblis serigala berkepala dua.


"kau berhasil…" ungkap Damian tersenyum senang.


"terima kasih yang mulia…ini berkat bantuan anda." balasku juga tersenyum.


"ini untuk pertama kalinya aku melihat inti sari dari iblis, inti sari yang bisa menambah kekuatan magic." ungkapnya kagum melihat padaku.


Damian tampak shock melihatku, tidak percaya melihatku yang dengan mudah memberikan inti sari yang aku dapatkan.


"kau serius…?" tanya Damian tidak percaya


"hamba serius yang mulia." balasku tersenyum.


Damian dengan senang hati mengambilnya satu, dan saat Damian ingin mengambil yang satunya lagi tiba-tiba entah dari mana seorang siluman wanita dengan gigi gergaji dan rambutnya yang panjang, menerobos di tengah-tengah kami dan merebut inti sari itu dari tanganku.


Tubuh kami berdua terbental dan jatuh ke atas tanah, tubuhku terasa sakit akan hempasan kuat siluman wanita itu. Damian bangun dengan segera dan membantuku untuk berdiri.


"kau tidak apa-apa?" tanya khawatir Damian membantuku berdiri.


"iya yang mulia hamba tidak apa-apa."


"tidak segampang itu kalian mendapatkan inti sari dari iblis serigala berkepala dua, dan ini sekarang menjadi milikku." ungkap siluman wanita itu tersenyum senang dengan satu inti sari yang dia dapatkan.


"tidak semudah itu kau merebutnya dariku…!!!" ucapku teriak seraya menarik kedua pedangku ingin melawan siluman wanita yang ukuran tubuhnya sedikit besar dari tubuhku.


Saat aku curiga akan wujudnya, aku langsung menggenggam erat kunci ajaib yang ada di dalam saku celanaku, aku pejamkan mata dan memusatkan pikiran ku, seketika aku bisa melihat punggungnya yang tertutup rambut panjang berkilau dan aku tahu, titik inti sari kelemahan nya ada di punggung nya.

__ADS_1


Dengan kedua pedang kembar ku dan gerakkan yang lincah aku menyerang siluman wanita itu, bertubi-tubi, Damian juga membantuku dengan The Hot magic nya, telapak tangan Damian dapat mengeluarkan menyalurkan hawa panas, sedangkan siluman wanita tersebut memiliki semburan api pada mulutnya, dan serangan cambuk pada rambutnya.


Kedua lenganku di jerat oleh rambut panjangnya yang bisa memanjang otomatis, dan kedua lenganku terasa perih akibat jeratan rambutnya, Damian membantuku memotong rambut siluman wanita yang menjerat kedua lenganku yang mengeluarkan darah, menggunakan pedang yang sudah dia salurkan The Hot magic nya sehingga rambut tersebut terpotong, terlepas dan hangus.


"kau tidak apa-apa?" tanya khawatir Damian melihatku meringis kesakitan akibat kedua lenganku yang mengeluarkan darah.


"tidak apa-apa yang mulia, terima kasih, titik inti sari nya ada di punggung di balik rambut panjangnya, bantu hamba agar bisa menyerang punggung Siluman wanita itu." ungkapku dengan menahan rasa sakit di kedua lenganku yang terus mengeluarkan tetesan darah sampai mengenai kedua pedang kembar yang aku pegang.


"baiklah…akan aku usahakan mengalihkan perhatiannya, dan kau serang punggungnya, apa kau masih kuat?" ungkap Damian dan aku hanya mengangguk tanda mengerti.


Saat aku ingin mengangkat kedua pedangku, terdengar kembali suara Sophie yang memanggilku melalui telepatinya dari ruang hampa dimensi nya.


"Callysta, sebut nama kedua pengikut setia mu, karena mereka berdua sudah kau bangkitkan dengan tetesan darahmu." ucap Sophie sang peramal suci melalui suara telepatinya.


"Sophie apakah itu kau…?" gumamku pelan seraya menahan sakit di kedua lenganku.


"iya ini aku Sophie, sebut nama kedua pengikut setia mu yang telah kau bangkitkan dengan tetesan darah mu, mereka bernama Dragon White dan Phoenix Gold, mereka berdua penghuni dan penguasa dari pedang yang kau pegang, kau sudah melakukan kontrak darah dengan mereka."


"apa maksudmu…?" tanyaku tidak mengerti.


"tetesan darah yang ada di kedua pedang kembar mu itu adalah bukti kau sudah melakukan kontrak darah pada mereka berdua."


Akupun melihat tetesan darah pada lenganku yang mengenai kedua pedang Kembar yang aku pegang.


"ayo cepat sebut dan panggil lantang nama mereka, cepat Callysta…!" teriak Sophie yang membuatku langsung memejamkan mataku karena pusing dengan teriakkan dari Sophie.


"diamlah Sophie, kepalaku pusing dengan teriakkan mu…"


"kau selalu saja tidak pernah berkata sopan padaku." rajuk Sophie yang membuat aku menarik dan menghembuskan nafas ku akan rajukkan Sophie.


Aku pun berpikir akan menyebut nama mereka bila aku rasa kewalahan melawan siluman wanita itu, tetapi saat ini aku masih kuat melawannya hanya dengan kedua pedang ini dan di bantu oleh Damian.


Damian berusaha menyerang siluman wanita itu dengan semua kekuatan magic yang dia punya, dan akupun menyerangnya secara bertubi-tubi dengan kedua pedang dan bela diri yang aku punya, sesekali aku menendang dan menyepak kedua kaki siluman wanita itu, sehingga beberapa kali tubuhnya oleng, tetapi selalu terbantu akan kekuatan rambut panjangnya yang bergerak melayang, meliuk-liuk layaknya ular dan kaki gurita.


Akupun berpikir keras bagaimana caranya mengalahkan dan menusuk punggung siluman wanita itu? yang selalu di jaga oleh rambut panjangnya yang bergerak melindungi tubuh dari siluman wanita itu bakhan membantu menyerang kami juga, dan kulit akan sangat terasa sakit bila terkena cambukkan dari rambutnya terasa bagaikan di silet.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2