
***Kerajaan Darkness World***
…Istana White Lotus…
Berita mengejutkan tentang kedua adik kembarnya yang terkena racun, membuat pangeran Hayden Key yang menerima kabar itu terkejut bukan main, baru saja tapi pagi dirinya sarapan bersama dengan adik kembarnya tersebut. Kini kedua adiknya terkena racun, dan dia tidak tahu sama sekali.
"di mana mereka sekarang?" tanya cepat dan khawatir pangeran Hayden Key pada penjaga yang membawa kabar tersebut.
"pangeran dan putri ada di kamarnya. Mereka tengah di tangani oleh permaisuri Princella dan kepala tabib istana, tabib Muy Santo, pangeran." jawab sang penjaga dengan menundukkan kepalanya.
Carissa diam tanpa melihat mereka semua, dia hanya mendengarkan percakapan mereka dengan posisi melihat lurus ke arah kolam ikan teratai yang ada di hadapannya. Posisi Carissa membelakangi pangeran Hayden Key, penjaga dan dua pengawal pribadi sang pangeran.
Pangeran Hayden Key melihat ke arah Carissa yang masih setia membelakanginya.
'mengapa dia tidak ada respon sedikit pun?' gumam pangeran Hayden Key melihat ke arah punggung Carissa.
Carissa merasakan jika dirinya sedang di pandang dari arah belakangnya. Carissa masih diam tidak bergeming, itu bukan urusannya, dia tidak ingin terlalu ikut campur dengan urusan keluarga kerajaan Darkness World.
"apa kau hanya akan diam saja di sini?" tanya tiba-tiba pangeran Hayden Key.
Pangeran berharap Carissa mau membantu kedua adik kembarnya, jika permaisuri Princella sampai memanggil dirinya. Itu artinya permaisuri kesulitan dalam menyembuhkan dan mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh adik kembarnya tersebut.
Pangeran sudah mendengar kabar tentang kehebatan Carissa, yang mampu mengalahkan seorang penyihir golongan hitam yang memiliki sebuah kekuatan racun lendir hitam yang mematikan bagi manusia. Sebuah racun yang belum memiliki penawar racunnya sama sekali, dan Carissa dapat mengeluarkan racun tersebut serta menyembuhkan penderitanya.
Carissa masih diam tidak bergerak sedikitpun, pangeran Hayden Key tahu Carissa tidak akan bergeming sedikitpun dari tempatnya.
"Callysta Angelina." panggil pangeran Hayden Key dengan nada tegas.
Carissa tidak terkejut akan panggilan namanya dari dunia masa depan, karena pangeran Hayden Key sudah tahu banyak tentangnya. Walaupun Carissa belum mengetahui dari mana pangeran Hayden Key mengetahui jati dirinya tersebut? Carissa masih diam, tanpa mau membalik tubuhnya dan menjawab panggilan dari pangeran Hayden Key.
Pangeran Hayden Key tahu Carissa cukup keras kepala dan tidak ingin melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan, tetapi ini menyangkut nyawa kedua adik kembarnya.
Pangeran Hayden Key menghela nafasnya kasar, harus memakai trik untuk menghadapi Carissa. Diapun menggenggam pergelangan tangan Carissa dengan cepat dan kuat, segera menarik tangan Carissa untuk ikut pergi bersama dengannya.
Carissa yang tidak mengetahui tindakan cepat dari sang pangeran, cukup terkejut akan cekalan kuat pada tangannya dan tarikkan dari pangeran Hayden Key, yang membawa Carissa melangkah pergi dari tempatnya berdiri.
"apa yang kau lakukan?" ucap ketus Carissa melihat ke arah pangeran Hayden Key, dan berusaha melepaskan cekalan kuat tangan pangeran padanya.
Namun Carissa tidak mampu melepaskan cekalan kuat tersebut, di tambah tubuhnya yang mengikuti langkah cepat sang pangeran. Carissa cukup kesulitan mengimbangi langkah panjang dan cepat sang pangeran yang memaksa dirinya ikut.
"lepaskan, apa yang ingin kau lakukan?" bentak Carissa keras sembari mengimbangi langkahnya agar tidak terjatuh dan masih berusaha melepaskan cekalan kuat pada tangannya.
__ADS_1
"diam, dan ikut denganku." balas sang pangeran tidak kalah ketus, sembari menghentakkan kuat tangan Carissa yang ingin melepaskan cekalan dari genggaman kuatnya.
"kau sudah lancang padaku." bentak Carissa di sepanjang jalan, lorong menuju ke paviliun kamar si kembar.
Sepanjang jalan tidak ada yang bisa Carissa lakukan, bentakkan demi bentakkan yang ia lakukan tidak ada gunanya. Tangannya masih kuat di genggam oleh pangeran Hayden Key, mengalihkan semua perhatian dari beberapa penjaga dan pelayan yang mereka lewati.
Untuk pertama kalinya para pelayan dan penjaga, serta dua pengawal pribadi sang pangeran melihat tindakan dari pangeran Hayden Key Kepada seorang wanita. Tindakan pertama kontak tubuh sang pangeran kepada lawan jenisnya.
Pasalnya sang pangeran jangankan untuk di sentuh ataupun menyentuh tubuh seseorang wanita dengan intim, jika tidak sedang bertarung. Pangeran Hayden Key hanya akan bersikap menghindari kontak tubuh dan dingin terhadap semua putri, wanita, gadis, dan nona muda yang ingin mendekatinya.
Pangeran Hayden Key tidak mempedulikan ocehan dan bentakkan Carissa padanya, yang ada di pikirannya sekarang adalah membawa paksa Carissa agar bisa membantu menyembuhkan kedua adik kembarnya yang terkena racun. Carissa cukup bagus dan hebat dalam menangani seorang pasien apapun?
Carissa tahu tindakannya akan sia sia, dia hanya bisa ikut dengan terpaksa. Dia akan melihat apa yang ingin di lakukan oleh pangeran Hayden Key? dan apa yang di inginkan oleh pangeran tersebut padanya?
Semua mata memandang ke arah mereka, tindakan pangeran Hayden Key yang menarik paksa tangan Carissa membuat semua orang heran dan terkejut akan tindakan intim pangeran kepada Carissa menurut mereka.
Begitu memasuki kamar si kembar, di sana sudah ada Kaisar Hayden Pris, permaisuri Princella Odella, putra mahkota Hayden Hara, putri mahkota Anora Klarybel ibu dari pangeran Hayden Key dan si kembar, dan juga kepala tabib istana Muy Santo dengan dua muridnya.
Mereka melihat heran kedatangan pangeran Hayden Key yang menggenggam erat pergelangan tangan Carissa. Carissa masih berusaha melepaskan cengkraman tangan sang pangeran, sembari melihat mereka yang menatap heran ke arahnya.
"ada apa Key?" tanya permaisuri Princella berdiri dan menatap ke arah wajah Carissa, pangeran Hayden Key, dan tangan sang pangeran yang menggenggam erat pergelangan tangan Carissa secara bergantian.
"dia bisa membantu Adelio dan Adelia yang terkena racun." jawab pangeran Hayden Key sembari melihat Carissa sekilas lalu beralih melihat ke arah permaisuri Princella, yang mengerutkan keningnya tidak mengerti melihat Carissa dan Hayden Key secara bergantian.
Tidak ada yang tahu jika Carissa memiliki kemampuan dalam menangani penyembuhan terhadap racun, pangeran Hayden Key tahu Carissa bisa menyembuhkan orang yang terkena racun dari cerita putri Debora Liberata yang ikut datang ke kerajaan Darkness World.
"bagaimana bisa dia menyembuhkan dan mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh adik adikmu." kini putra mahkota Hayden Hara yang berucap dengan tatapan datar melihat ke arah Carissa.
"bisa bisa dia akan membunuh adik adikmu." ucap putra mahkota Hayden Hara kembali.
Carissa menatap tidak suka pada putra mahkota Hayden Hara, akan ucapan yang baru saja dia dengarkan. Carissa tidak pernah akan membunuh orang yang sedang sekarat walaupun orang itu adalah musuhnya sekalipun, karena dia adalah seorang dokter.
Dia akan membunuh jika orang tersebut memang pantas untuk mati dan tidak bisa di maafkan lagi atas semua kesalahan yang dia lakukan, Carissa atau Callysta tidak akan segan segan membunuh orang tersebut.
"cukup Hara, jaga ucapanmu." peringatan dari permaisuri Princella tanpa melihat ke arah putra mahkota Hayden Hara yang ada di belakangnya.
"bukannya kami tidak percaya pada nona Carissa, tetapi racun yang ada di dalam tubuh adik adikmu adalah racun yang mematikan, akupun dan kepala tabib istana Muy Santo tidak bisa menangani dan mengeluarkan racun tersebut, kami hanya bisa mencegah penyebaran racun itu, agar tidak cepat menyebar ke otak dan jantung adik adikmu." jawab permaisuri untuk menjelaskan kondisi si kembar saat ini.
Carissa diam melihat sang permaisuri yang terlihat sangat khawatir kepada kedua cucunya. Sedangkan pangeran Hayden Key diam dan juga terlihat sama khawatirnya terhadap kedua adik kembarnya tersebut.
"harapan kami hanya satu, kami hanya bisa menggunakan bola inti sari biru dari siluman ular, untuk menyerap racunnya, itupun tidak mudah kita untuk memegang bola inti sari yang penuh akan racun di dalamnya." ucap permaisuri menjelaskan.
__ADS_1
Semua tahu, apa yang di jelaskan oleh sang permaisuri adalah kebenarannya? Sang kaisar dan permaisuri Princella yang hidupnya kekal abadi pun tidak akan bisa menyentuh bola inti sari dari siluman ular yang penuh akan racun.
Jika mereka nekad untuk menyentuhnya, penderitaan rasa sakit akan racun yang bersarang di dalam tubuh mereka, akan mereka rasakan untuk selamanya. Kecuali racunnya memiliki penawar untuk menyembuhkannya.
Carissa cukup tahu apa yang di ucapkan oleh permaisuri? adalah benar, karena dia memiliki bola inti sari tersebut. Carissa juga pernah menggunakannya, dan resiko yang ia dapatkan cukup menyiksanya hingga tidak sadarkan diri.
'lagi lagi racun sialan itu.' gumam Carissa di dalam hatinya melihat jauh pada kondisi si kembar yang terkapar lemah di atas ranjang.
"kalau begitu, tidak ada yang bisa kita lakukan?" tanya pangeran Hayden Key sedih.
Semua orang diam, mereka semua dilema oleh keadaan yang mereka hadapi. Ternyata sekuat dan sesakti apapun seseorang? tetap memiliki kelemahan dan kekurangan di dalam dirinya.
"aaaahhhhhh…uuuuukkkhhh……!" teriak dan batuk pangeran Adelio, mulutnya mengeluarkan sebuah darah hitam.
"Adelio…" teriak histeris putri mahkota Anora Klarybel, terkejut melihat sang putra yang kesakitan dan memuntahkan darah hitam.
Semua orang mendekat ke arah ranjang, di mana pangeran Hayden Adelio terkapar lemah tidak berdaya, karena menahan rasa sakit pada tubuhnya akibat racun yang Carissa sudah tahu. Terlihat dari warna tubuhnya yang merah dan pucat karena suhu tubuhnya yang panas.
Carissa dapat melihat kondisi mengenaskan dari pangeran Hayden Adelio, Carissa atau Callysta yang memang seorang dokter, tidak dapat melihat seseorang sekarat tidak berdaya di hadapannya. Dia pun menghela nafasnya dengan kasar, karena dia tidak suka berada di dalam situasi ini dan berdiam diri saja.
"jangan ada yang menyentuh darahnya." teriak Carissa sembari melangkah cepat mendekati ranjang sang pangeran, di mana semua orang telah berkumpul untuk melihat kondisi sang pangeran yang mulutnya penuh mengeluarkan darah hitam.
Carissa mendekati mereka, Carissa menatap datar pada pangeran Hayden Adelio dan putri Hayden Adelia yang berbaring bersama pada satu ranjang.
"jangan ada yang menyentuh darahnya, jika tidak ingin terkena racun itu, karena darahnya mengandung racun lendir hitam dari penyihir golongan hitam." ucap Carissa menatap si kembar yang sudah terlihat melemah.
"dari mana nona tahu nama racun yang ada di dalam tubuh Adelio dan Adelia?" tanya permaisuri Princella melihat ke arah Carissa.
Carissa memandang ke arah permaisuri yang ada di hadapannya, Carissa melihat kekhawatiran serta wajah heran sang permaisuri yang juga melihatnya. Begitu juga dengan yang lainnya, mereka melihat heran Carissa karena tebakkan Carissa benar akan racun tersebut.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya....
Jangan lupa vote dan like nya.
Maaf beberapa hari tidak bisa update, karena sedang sakit selama minggu ini, di usahakan akan up mulai hari ini. Terima kasih 🙏🙏🙏 atas dukungannya selama ini kepada saya sebagai author. Salam sehat dan bahagia selalu untuk kita semua.
__ADS_1