Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 12


__ADS_3

Setibanya di kamar, Gara langsung menutup pintu tanpa melepaskan Divine, dan Gara menarik baju Divine hingga robek, "aaaaaa." Divine berteriak.


Midi dress yang di pakai Divine kini sudah terlempar ke lantai hanya ada bra dan celana dalam yang menutupi bagian intim tubuhnya. Gara seolah tak bersalah terus memutar mutar tubuh Divine, memandangi seluruh tubuh Divine bahkan tidak melewatkan setiap lekuk tubuh divine.


"Kamu kenapa sih?" suara Divine lantang dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Kau !" Gara tidak melanjutkan kata kata nya dan masuk ke kamar mandi. Tubuh Divine yang ideal, sexy dengan payudara dan bokong yang besar, pinggang yang ramping, kulit putih bersih, halus dan lembut itu, pasti sudah membuat Gara tergoda. Dia tidak pernah melihat Divine seperti ini.


Divine selalu mengenakan pakaian sopan, saat tidur sekalipun Divine menggunakan piyama setelan celana panjang. Saat keluar rumah pun pakaian Divine paling pendek adalah midi dress hanya 2cm di atas lutut dan lengan kutung berkerah.


Divine juga ingin segera mandi dan menunggu suaminya selesai terlebih dahulu. dia ingin memanggil suaminya untuk cepat, tapi Divine masih sangat kesal dengan perlakuan Gara.


Gara belum juga keluar, hingga Divine tertidur di tempat tidurnya dengan posisi setengah duduk.


Tak lama Gara keluar dari kamar mandi dan melihat Divine tertidur ia pun mendekati Divine, memandangi wajah Divine yang tertidur, tak sadar tangannya sudah bergerak menuju pipi Divine dan menyentuhnya dengan lembut.


Seketika Divine mengerjap, Gara langsung membalikkan badannya dan berjalan menuju ruang pakaian. Divine pun sudah membuka matanya, ia melihat Gara sudah keluar dari kamar mandi, Divine segera bangun dan mandi.


Setelah Gara berpakaian, Gara turun dan menghampiri Ben dan Ben baru saja menyelesaikan permainannya.


"Ayo kita makan!" Gara berjalan menuju meja makan.

__ADS_1


"Dimana istri mu ?"


"Kau sudah tiga kali bertanya hal yang sama, apa kau sebegitu tidak sabaran?"


"Haha, bagaimana tidak, Nona Divine yang tercantik,terbaik dan semuanya ia miliki, benar benar sempurna." Ben membayangkan Divine yang beberapa kali ia lihat di pesta perusahaan.


"Lap liur mu itu."


Ben mengusap bibir nya dan benar saja ada sedikit liur disana.


Gara dan Ben sudah duduk di meja makan,


Makanan sudah tersaji di sana.


"Eh ada tamu ya , Halo aku Divine." Lembut suara Divine seraya mengulurkan tangannya pada Ben.


Ben yang sudah berdiri, tak berhenti menatap Divine "ohh dia benar benar cantik apapun yang ia kenakan." gumam Ben dalam hati.


"Uhukk." Gara batuk, Ben pun tersadar dan meraih tangan Divine.


"Ah iya Nona, aku Ben Asisten Pribadi Tuan Gara."

__ADS_1


"Uhukk." Gara batuk lagi, Ben melepaskan tangannya yang sedari tadi seperti tersihir melihat Divine.


"Ayoo silahkan di makan." Divine duduk di sebelah kanan Gara dan Ben di sebelah kiri Gara, Ben berhadapan dengan Divine.


Divine makan dengan tenang begitu juga Gara dan Ben, namun Ben terus menatap Divine ia benar benar terpesona pada wanita cantik di depan nya ini "mungkin dia adalah bidadari yang terlahir dibumi, sempurna" pikir Ben.


mereka semua telah selesai makan.


"Hei, Ben akan tinggal disini, apa kamu keberatan ?" Gara bertanya pada Divine, ntah apa jawaban yang ia inginkan sekarang.


"Oh tentu tidak, tinggal lah sesuka hati anda Tuan Ben, anggap saja rumah sendiri."


"Benar-benar dia tidak menolaknya." gumam Gara dalam hati.


"Terimakasih Nona."


Entah apa maksutnya membawa laki laki lain ke rumah dan bertanya padaku keberatan atau tidak, apa suamiku benar benar menyukai sesama jenis.


bersambung...


terimakasih sudah membaca,

__ADS_1


mohon kritik dan saran nya untuk meningkatkan hasil tulisan kami.


__ADS_2