
setelah selesai makan, mereka semua berkumpul di ruang keluarga bercengkrama 1 sama lain bak keluarga.
"Tuan Gara, saya titip Divine ya, dia tidak memiliki siapa-siapa selain kita disini dan kamu Suaminya satu-satunya yang jadi keluarga nya saat ini". ucap Tuan Amo saat menghampiri Gara yang sedang mengambil minum di meja yang di penuhi minuman dan camilan serta beragam kue.
"Baik Tuan, saya akan menjaga Divine, Tuan bisa cuti dengan tenang".
"terimakasih Nak" Tuan Amo menepuk bahu Gara. dan pergi menghampiri Divine.
"Divine, jangan lupa telpon kami saat kamu butuh kami ya"
"iya pak, bapak tenang saja, bapak nikmati saja cuti bapak, Divi akan baik-baik saja"
"bapak Harap kamu bahagia dan segera punya anak Divi"
"hahaha pak itu terlalu cepat bukan"
"tidak, ibu mu dulu 1 bulan setelah menikah langsung mengandung kamu"
"haha biarkan ibuku saja pak"
"bagaimana mungkin aku bisa mengandung pak, sampai sekarang aja aku masih perawan". ucap Divine dalam hati sambil tertawa kecil menertawakan dirinya.
waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Gara, Divine, Ben dan Jerry bersiap pulang, mereka kembali berpelukan satu sama lain mengucapkan terimakasih atas jamuannya.
Jerry dan Ben sudah beranjak keluar.
__ADS_1
Divine memeluk Tuan Amo dan nyonya Lusi bersamaan "terimakasih banyak sudah merawat dan menjaga Divine sampai saat ini" air mata Divine berjatuhan, nyonya lusi semakin erat memeluk Divine dan Tuan Amo mengelus pundak Divine.
"sudah Nak, kami akan terus ada bersama mu" ucap Tuan Amo. Nyonya Lusi tidak dapat berbicara lagi karena air matanya juga mengalir seperti Divine.
Gara menghampiri istrinya memegang pundak Divine "yuk ini sudah malam" Gara berbicara sangat lembut.
Divine dan Gara pun pamit pulang. ternyata Ben dan Jerry tidak menunggu mereka.
di dalam mobil Jerry.
"menurut mu, apa benar Gara tidak menyukai Divine?" tanya Ben.
"bodoh sekali kau, jika kau berpikir seperti itu"
ternyata dua pria ini sedang bergosip tentang bos mereka masing-masing.
" kenapa berhenti suamiku" tanya Divine.
"kau lihat keluar malam ini sangat indah"
malam yang terang karna cahaya bulan dan bintang bintang bertaburan.
"dari kamar kita, juga terlihat seperti itu jika tirai nya di buka"
"oh apa itu artinya kau ingin cepat-cepat masuk kamar kita"
__ADS_1
Divine menangkap sesuatu yang tidak normal dari ucapan Gara, seketika ia membuka pintu mobil dan turun.
Gara tersenyum melihat tingkah Divine. lalu ikut turun dari mobilnya.
jalan ini tidak terlalu ramai, karena bukan jalan utama dan di jembatan ini hanya ada mereka berdua.
mereka berdiri bersampingan menikmati suasana malam ini, tenang dan damai, melihat air di bawah jembatan yang begitu tenang. "aaaaahhhhhh" Divine menjerit dan memeluk Gara tanpa ia sadari. tiba-tiba 2 ekor kelelawar keluar dari bawah jembatan dan terbang ke arah Divine yang membuat Divine kaget.
setelah sadar Divine langsung melepaskan pelukannya. Gara melepaskan Jas nya.
"pakai ini, badan mu dingin" sambil memberikan Jas nya.
Divine memakainya di pundak.
"bukan seperti itu, pakai yang benar" Gara memasangkan jas nya pada Divine.
"lihat ini"
hahahahahaha dan mereka tertawa bersama
karena baju Gara sangat Besar, Divine tampak seperti orang-orangan sawah.
"sebaiknya kita masuk ke mobil saja, angin nya semakin kencang" ucap Gara yang malam ini menjadi manusia normal dan sangat lembut.
mereka pun masuk ke mobil lagi. Divine melihat Gara menggosok tangannya berulang-ulang, Divine meraih tangan gara dengan kedua tangannya yang tidak terlihat itu, benar saja Gara kedinginan, Gara mendekatkan wajah nya kedepan wajah Divine, semakin dekat semakin dekat, namun Divine tidak bergerak sedikitpun, seolah dia akan menerima dengan senang hati apa yang akan suaminya lakukan sekarang.
__ADS_1
Brummmmm Gara melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi 2 menit saja sudah sampai di rumah, Gara turun dari mobil, dan membuka pintu di sebelah Divine menggendong Divine masuk ke dalam rumah langsung menuju kamar mereka.