Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps.52


__ADS_3

"Ya, saya sedang mandi." teriak Ben dari dalam kamar mandi.


Kepala pelayan mendengar sahutan Ben, ia pun langsung membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar Ben.


"Tuan Ben, ini jas anda, Nona Divine memberikannya pada saya, ini saya letakkan di sofa." ucap Pak Ann, kepala pelayan itu bernama Pak Andro, namun Divine selalu memanggil Pak Ann saja.


"Baik Pak, terimakasih." jawab Ben di balik kamar mandi.


Pak Ann pun keluar dari kamar Ben, sementara Gara masih berdiam menuruti perkataan Ben.


"Ada apa, kenapa kau masuk kesini dan menindih tubuhku?" ucap Ben kesal.


"Diamlah! aku hanya ingin menunjukkan pada mu apa yang aku lihat tadi di hotel." suara Gara juga menaik.


Ben diam begitu pun dengan Gara, mereka sama-sama sedang menerka-nerka dalam pikiran mereka, apa yang sebenarnya terjadi.


"Keluar, kita bicarakan di luar." ucap Ben.

__ADS_1


"Kau saja yang keluar." jawab Gara sambil mengalihkan pandangannya ke langit-langit kamar mandi, seolah berkata apa kau tidak melihat baju yang ku kenakan basah semua.


Ben pun menarik handuk mengeringkan tubuhnya dan keluar dari kamar mandi, dan memakai sisa pakaian yang ada di dalam lemari. Setelah selesai berpakaian Ben pun menelpon ke extension ruangan pelayan meminta pelayan untuk membawakan pakaian Gara ke kamarnya.


Tak lama datang seorang pelayan menuju kamar Divine dan bertemu pak Ann di depan kamar Divine.


"Ada apa, malam begini masih naik kesini?" tanya Pak Ann pada Ana pelayan yang akan mengambil baju untuk Gara.


"Saya di minta untuk mengantarkan pakaian Tuan Gara ke kamar Tuan Ben Pak Ann." jawab Ana.


Pak Ann terdiam, ternyata benar yang aku lihat dari kejauhan tadi Tuan Gara masuk ke kamar tuan Ben, tapi dimana Tuan Gara saat aku mengembalikan jas Tuan Ben tadi?, pikir pak Ann yang sedang bertanya-tanya.


"Oh ini Nona, Ana di minta untuk mengantarkan pakaian Tuan Gara." jawab Pak Ann seketika saat Divine berhenti berbicara.


"Oh begitu, tunggu sebentar akan saya ambilkan." jawab Divine dan berlalu masuk ke dalam kamar, mengambil sepasang pakaian Gara lengkap dengan pakaian dalamnya dan Divine masukkan ke dalam paper bag.


Wajar saja Gara tidak mandi disini saat ini, dulu saat tidak ada masalah pun dia tak ingin tidur disini, apalagi sekarang mungkin dia akan pergi dari rumah ini. Divine tersenyum pahit.

__ADS_1


"Loh dimana Ana?" ucap Divine saat tiba di depan kamarnya.


"Dia ada pekerjaan Nona, biar saya saja, mungkin juga Tuan hanya memakai handuk saat ini." jawab Pak Ann.


Divine mengerti apa arti kata dari pak Ann. Tak baik jika pelayan wanita melihat Tuannya yang hanya sedang memakai handuk. Divine pun menyerahkan paper bag berisi pakaian Gara pada pak Ann.


"Baik Nona, saya antar pakaian Tuan dulu, permisi." ucap Pak Ann dan berlalu meninggalkan Divine.


Divine masih berdiri di sana, melihat Pak Ann akan berhenti dimna, ia ingin tahu dimana suaminya itu mandi.


Saat melihat tuan Ann berhenti di depan kamar Ben, barulah Divine turun ke bawah ia merasa lapar setelah berendam di tambah ia memang belum makan malam.


Ben membuka pintu kamar dan ia terkejut melihat Pak Ann ada di depannya hingga wajah Ben pucat seperti tak ada darah mengalir di wajahnya.


"Saya mengantar Pakaian Tuan Gara." ucap Pak Ann seraya menyerahkan paper bag di tangannya.


"Oh iya pak terimakasih." jawab Ben terbata dan langsung menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


Ben memberikan paper bag itu pada Gara sambil ngedumel, ia frustasi memikirkan apa yang akan pak Ann pikirkan tentangnya.


__ADS_2