
Divine pun segera ingin meninggalkan kantor, mengikuti permintaan Gara yang memintanya untuk pulang.
Saat Divine keluar dari ruangannya, ia bertemu Vely di depan ruangan Ben.
"Nona Divine, terimakasih atas kebaikan mu, karena sudah mengijinkan aku memakai baju ini, besok aku akan mengembalikannya." ucap Vely yang sedari tadi ingin menemui Divine untuk mengucap terimakasih, Vely sampai lupa untuk berterimakasih pada Divine, karena Divine terus-terusan bertanya padanya.
"Ah ya, untuk baju itu tidak perlu Vel, jika kau suka pakai saja, aku sudah lama tidak memakai baju itu." jawab Divine.
Saos kentang goreng yang Vely pegang tidak sengaja menyemprot ke baju yang ia pakai, saat itu Gara tiba-tiba memutar laptopnya mengarah pada Vely dimana di layar laptop itu sudah terlihat jelas wajah Divine membuat Vely terkejut hingga tak sadar menekan saos kentangnya. Divine yang dengan jelas melihat kejadian ini pun meminta Gara untuk mengambilkan baju miliknya untuk Vely.
"Terimakasih Nona." ucap Vely. Divine pun mengangguk dan pergi meninggalkan Vely.
Ben memanggil Vely, sesaat setelah Divine pergi. Ia tidak tau bahwa baru saja Vely berbincang bersama Divine di depan ruangannya.
"Heh, kamu ngapain di ruang presdir tadi, kenapa pakai baju Divi?" baru saja Vely masuk dan belum mendudukkan bokongnya Ben sudah memberikan pertanyaan padanya. Walaupun Ben tau semua tentang Vely, entah mengapa Ben tetap tidak suka padanya, walau kini Vely juga sudah tidak manja lagi. Semenjak Vely meninggalkan Gara, ia bertahan hidup sendiri.
"Bukan urusan mu!" jawab Vely.
"Aku adalah asisten pribadi Gara, semua tentangnya aku harus tau!"
"Kalau begitu tanya padanya."
Ben semakin kesal pada Vely, penasarannya pun semakin meningkat, di tambah tadi ia melihat raut wajah tak enak Divine saat keluar dari ruangannya.
__ADS_1
"Pergi kau dari sini, pindah meja mu ke depan sana." Ben menunjuk keluar pintu.
"Baik, dengan senang hati." Vely pun mendorong meja dan kursinya sendiri, tidak ada komputer atau telpon di mejanya semakin memudahkan Vely mendorong meja yang sangat berat bagi seorang wanita.
Ben cukup terkejut melihatnya namun tak ada sedikit pun niat untuk membantu Vely.
Di sepanjang perjalan pulang ke rumah.
Divine terus-terusan terngiang ucapan Vely.
hingga Divine tak sadar ia telah sampai di rumah bahkan supir telah membukakan pintu mobil untuk dirinya keluar.
"Nona, kita sudah sampai." ucap supir itu pelan, dan membuyarkan lamunan Divine.
"Ah ya pak, terimakasih." ucap Divine lalu keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Setelah berbincang sebentar dengan Pak Ann, dan meminta Divine untuk makan, Divine beranjak menuju kamarnya untuk mandi terlebih dahulu.
"Kenapa baju ini disini?" ucap Divine setelah masuk ke dalam kamarnya dan melihat baju yang terakhir ia pakai masih belum kembali ke dalam barisan pakaian bersih.
Divine menaikkan bahunya seolah berkata entahlah.
Beberapa saat kemudian.
__ADS_1
Divine telah duduk di meja makan menikmati makanan yang di hidangkan untuknya.
"Bi, siapa yang mencuci pakaian?" tanya Divine pada Bibi yang menemani Divine makan dengan duduk di kursi sebelahnya.
"Oh ya sebentar saya panggil," jawab Bibi.
Tak sengaja pelayan yang mencuci pakaian lewat tidak begitu jauh dari meja makan.
"Ni, Nona Divine mencari mu." ucap Bibi setelah menghampiri pelayan yang bertugas pada cucian.
Pelayan itupun berjalan mengikuti Bibi dan menghampiri Divine di meja makan.
"Ya Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu.
"Baju terakhir kali yang aku pakai sebelum ke Singapura?"
"Oh itu permintaan Tuan, Nona." Divine belum menyelesaikan kalimatnya, namun pelayan itu sudah mengerti dan langsung menjawab pertanyaan Divine.
"Oh begitu, baiklah terimakasih." jawab Divine sambil berpikir kenapa di kepalanya. Ia akan bertanya pada Gara nanti.
huh ada banyak hal yang akan ku tanyakan pada Gara nanti
Divine kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya, hingga tertidur.
__ADS_1
Tak lama kemudian pintu terbuka dan terlihat Gara masuk ke dalam kamar tersenyum melihat istrinya sudah berada di rumah.
Gara segera mendekat pada Divine yang sangat ia sayangi, memandang Divine dalam lalu mencium lembut keningnya.