Istri Pajangan

Istri Pajangan
Giodava 14


__ADS_3

Malam sudah berlalu. Sudah waktunya tidur.


Inah masih berada di lantai bawah. Sementara Divine dan juga Gara sudah kembali ke kamarnya.


"Non kenapa masih disini?" tanya Anni sembari menengok pada jam dinding yang terpasang di ruang tengah. Sejak tadi memperhatikan Inah yang asik menonton televisi. Drama yang biasa Inah tonton pun sudah habis, tapi dia masih disana. Padahal sudah pukul 11 malam.


Inah tersenyum, dia masih menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Setengah jam lagi Mbak, Mbak Anni silahkan istirahat duluan saja."


"Baiklah akan saya temani 30 menit lagi." jawab Anni yang sudah bekerja sangat lama di rumah ini bahkan melebihi umur Gio.


Inah bermain dengan remot tv, dia tidak menetap pada satu program apapun beberapa kali Inah sudah menguap namun masih enggan beranjak menuju kamarnya hingga akhirnya kepalanya jatuh tersandar pada sofa, tidak sengaja  tertidur.


Anni yang melihat istri tuan mudanya itu ketiduran, menengok ke kiri kanan melihat sekeliling sembari berpikir tidak mungkin untuk membangunkan Gio. Anni pun memilih membangunkan Inah perlahan.

__ADS_1


"Non, maaf Nona tertidur di sofa." lembut Anni membangunkan Inah sembari mengetuk-ngetuk pelan pipi Inah yang tembem.


Inah pun terbangun “Ahh terimakasih Mbak.” bangun dan langsung naik menuju kamarnya, merasa begitu ingin segera menyambung tidurnya.


“Tuan disini.” Kaget Anni bertemu Gio saat berjalan menuju kamarnya yang berada di bagian sisi barat rumah ini.


“Mengambil air.” Gio menunjukkan air minum di tangannya.


“Kenapa tidak panggil saya saja Tuan, saya akan mengantarkannya.”


“Tuan ini, bahkan sikapnya lebih baik pada saya di bandingkan kepada Non Inah.” guman Anni merasa ironis  untuk istri Gio.


Gio menapaki anak tangga satu demi satu hingga akhirnya dia berdiri di puncak tangga menatap pintu kamarnya dari kejauhan. Memikirkan Inah pasti sudah sedang tidur di dalam kamar mereka.


Melangkahkan kakinya mendekat pada pintu kamarnya, memegang handle pintu pintu.

__ADS_1


“Ahh apa yang sedang aku lakukan.” Gio membentak dirinya sendiri, sadar gerakannya yang begitu pelan seperti maling di dalam rumah sendiri. Tapi tangannya tetap membuka pintu itu dengan pelan, entah apa yang Gio inginkan.


Gio pun masuk dan matanya tertuju pada 2 guling yang membatasi area kiri dan kanan sisi tempat tidurnya, Inah hampir tidak terlihat dibawah selimut tebal khusus miliknya.


Gio berjalan mendekati sisi kiri tempat tidur dimana itu adalah area Inah yang kini sedang ada pemiliknya, tengah tertidur menyamping membelakangi 2 guling pembatas milik Gio.


Gio mengangkat tangan ke depan wajahnya melihat jari telunjuknya dengan tatapan ragu, sembari menatap pipi temben Inah yang tadi dia lihat begitu lucu, saat  Mbak Anni menekan-nekan pelan dengan jari pada pipi Inah saat membangunkannya. Mungkin Gio juga ingin merasakan bagaimana rasanya.


Gio  menurunkan tangannya dan berbalik menuju sisi tempat tidurnya, dia tidak berani, takut Inah akan terbangun. Gio merabahkan tubuhnya, terlentang menatap ke langit kamarnya. Dia tampak tidak tenang sesekali  menaik turun kan selimut untuk menutup wajahnya yang sedang tidak karuan untuk di baca ekspresinya.


Gio mematikan seluruh penerang, tersisa lampu meja di sebelah Inah. GIo bangun setengah berbaring, mengintip ke sebelah guling di samping kirinya. Dia masih sangat penasaran dan sangat ingin menusuk-nusukkan pelan jarinya di pipi gemas Inah.


Inah bergerak , seketika Gio kembali berbaring, mematung dengan menutup matanya. Gio kembali membuka mata setelah merasa tidak ada gerakan dari tetangganya, mengulum bibirnya agar suaranya tidak keluar sedikitpun.


Gio bangun setengah berbaring, lagi mengintip Inah dengan hati-hati, dan melihat 2sisi pipi Inah yang kini tidur terlentang. Gio semakin ingin menyentuhnya bahkan keduanya. Saking takutnya Inah terbangun. Gio menutup mata sambil mengulurkan tangannya ke arah pipi Inah. Entah berhasil atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2