Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 71


__ADS_3

Hal yang dilakukan Gara membuat Divine terbangun, Divine membuka mata dan melihat Gara berada di depannya.


Seketika Divine teringat semua hal yang terjadi hari ini, ia pun langsung bangun dan duduk di tempat tidurnya.


"Sayang apa kamu sudah makan atau kamu sudah sampai dari tadi?" tanya Divine.


"Aku tadi sudah makan di helikopter dan langsung bergegas pulang setelah turun dari helikopter.”


"Kau tidurlah lagi, kau pasti lelah!" sambung Gara lagi.


”Kalau begitu sebaiknya mandi dulu, ada ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu.”


Divine segaja memakai kata cerita, saat berbicara pada Gara, agar Gara tidak berpikir atau membuat sebuah kebohongan lagi pada Divine.


“Baiklah sayang, tunggu aku, jika kau tertidur aku tidak akan membangunkan mu untuk "itu".”Gara menaik-turunkan alisnya menggoda Divine.


Lalu Gara beranjak menuju kamar mandi. setelah selesai mandi ia pun langsung menghampiri Divine hanya dengan memakai pakaian dalam saja, lalu duduk bersila mengikuti cara duduk Divine.

__ADS_1


Gara menggenggam tangan Divine dan menciumi tangan Divine, saat melihat istrinya kini, Gara semakin merasakan rindu yang begitu dalam.


"Aku sangat merindukanmu sayang," Gara terus menciumi seluruh tangan Divine, telapak maupun punggung tangan Divine.


Gara benar-benar tak menyangka bahwa hal yang akan diceritakan oleh Divine adalah tentangnya dan Vely.


“Kenapa melarang pelayan mencuci pakaian yang terakhir aku pakai?” tanya Divine.


Gara tersenyum malu, tak ingin menjawab.


“Cari tau aja sendiri.” Gara menjulur kan sedikit lidahnya, mengejek Divine.


“Sayang aku ingin bertanya padamu, sudah sejak lama aku memperhatikanmu, kau sangat peduli kepada Vely, apa kamu ingin menceritakan sesuatu padaku?” tanya Divine.


Gara seketika mengerti bahwa sedikit banyak Divine telah mengetahui sesuatu dan ingin suaminya menceritakan yang sebenarnya kepada Divine, tanpa harus bertanya dan memaksa Gara untuk memberitahunya.


Gara pun memeluk erat Divine dan berkata

__ADS_1


“Ya sayang, aku dan Vely adalah calon sepasang pengantin tadinya dan itu karena ibuku yang berjanji menikahkan aku dan Vely, karena ia telah menolongku." ucap Gara seraya perlahan melepas pelukannya.


Gara juga memberitahu Divine saat itu, dirinya berusia 23 tahun, ia sangat membutuhkan donor ginjal, namun hanya Vely lah yang cocok untuk mendonorkan ginjalnya pada Gara.


Gara menceritakan semuanya persis dengan apa yang diceritakan oleh Vely.


“Saat itu aku tidak bisa menolaknya karena dia telah menyelamatkan hidupku, tapi aku juga tidak melangsungkan pernikahan kami dengan alasan aku ingin memperluas bisnisku terlebih dahulu.”


“Dan ternyata beberapa tahun kemudian, kita di pertemukan, saat itu kau yang memilihku, aku sadar akan posisiku, aku tak mampu menolak mu, itu akan berimbas pada bisnis yang sudah susah payah aku bangun.” Gara menjelaskan pada Divine.


Gara juga menceritakan saat Vely pergi ia tidak mencarinya, ia membiarkan Vely pergi, namun yang terjadi saat Gara tidak bersamanya, Vely malah hampir mati seperti gelandangan. Gara mengatakan pada Divine, kini ia menganggap Vely adalah adiknya.


"Aku akan bicara padanya.” ucap Gara.


”Sudah, kembalilah kepadanya aku bisa mengerti.”


"Tidak aku mencintaimu, aku ingin hidup bersamamu.” jawab Gara tegas.

__ADS_1


“Tapi dia mencintai mu!” Divine dengan suara lembut.


“Lalu, apa kau tidak mencintaiku?” tanya Gara kepada Divine dengan menatap mata Divine.


__ADS_2