
"Gara kamu mau melakukan apa ?" jantung Divine sudah berdebar kencang sedari tadi.
Gara langsung mencium Divine saat menurunkan Divine di tempat tidur menekan kedua tangan Divine, hingga Divine tidak bisa melakukan apa-apa, tubuhnya hanya tertutup handuk seadanya,ciuman Gara mampu merubah suasana, aura kamar berubah menjadi sangat hangat,penuh gairah hingga Divine yang sangat malu lupa akan dirinya, ia membalas ciuman Gara.
Gara mulai menurunkan ciuman nya ke leher Divine, Divine mulai meronta dengan erangan-erangan kecil yang tanpa Divine sadari semakin membuat Gara tak terkendali.
tok tok tok..... "Boss apa kau sudah bangun, susuatu terjadi" Ben di luar Kamar mengetuk pintu tidak sabaran, sepertinya terjadi sesuatu yang besar.
suara Ben membuyarkan suasana di dalam kamar pengantin baru yang belum melakukan apa-apa selama ini, selama sudah hampir 2 bulan ini , Gara melepaskan ciuman nya dan merapikan baju handuk yang melekat di tubuh nya,Divine masuk ke ruang pakaian.
Gara membuka pintu, karena Ben terus-terusan mengetuk pintu kamarnya,
"ada apa?" wajah Gara kembali normal tidak seperti sedang terganggu.
"beberapa anak perusahaan terancam bangkrut, perusahaan dari Amerika terus menekan, mereka sudah mendapatkan 30% saham, jika begini terus pemegang saham lain berkemungkinan untuk menjual saham mereka dan posisi mu terancam"
__ADS_1
"tunggu aku, aku ganti baju dulu" Gara masuk kembali ke kamar nya, Divine yang sudah selesai keluar lebih dulu dan bertanya pada Ben apa yang terjadi.
Ben menceritakan semuanya, sambil mereka menuruni anak tangga menuju meja makan.
sarapan sudah tersedia di meja. Gara datang sudah berpakaian rapi dan duduk di kursinya.
ia tampak tenang, tapi Divine tau kalau Gara sedang memikirkan sesuatu, Gara tau yang bisa membantu dirinya saat ini hanya Andava Grup.
"ayo kita sarapan" suara Divine memecah keheningan. Ben dan Gara pun langsung memegang sendok mereka.
"Gara, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan padamu semalam"
"aku membutuhkan mu, di Andava Grup, bagaimana kalau kamu menggabungkan grup mu dengan Andava Grup, kau yang akan memegang posisi Presdir"
Divine sangat luar biasa, dia berbicara dengan baik, tidak menjatuhkan harga diri suaminya, padahal ia tau saat ini, Gara akan datang padanya untuk minta pertolongan.
__ADS_1
Gara terkejut mendengar perkataan Divine, bagaimana bisa, ia memberikan perusahaan kepada nya yang jelas-jelas tidak pernah berlaku baik pada Divine.
dan jika Gara menyetujuinya, masalah yang baru saja terjadi bisa langsung teratasi.
"apa kamu sadar dengan perkataan mu?" ucap Gara.
"ya, aku sadar, sebenarnya Tuan Amo akan melakukan cuti yang sangat lama, aku tidak memiliki orang yang aku percaya lagi, hanya ada Jerry disana, dan kamu lah orang yang ku percaya selanjutnya suami ku, menurut ku, jika ada kamu pasti akan lebih baik"
benar-benar Divine tidak menjatuhkan harga diri suaminya, padahal ia tahu Gara lah yang sedang butuh pertolongan saat ini.
jantung Gara berdebar kencang, saat mendengar istrinya percaya pada kemampuannya.
"baiklah, kalau kau yang meminta, aku akan datang ke Andava siang nanti bertemu Jerry dan Tuan Amo".
"mungkin kamu tidak bisa bertemu Tuan Amo di kantor, tapi jika kau ingin, kamu bisa menemani ku malam ini untuk makan malam bersama di rumah tuan Amo"
__ADS_1
"hah ya, seperti itu saja".
Ben menyimak saja percakapan 2 orang Boss di depan nya ini.