Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 58


__ADS_3

Divine menaikkan bahunya.


"Jangan seperti itu, bulu kuduk ku merinding."


"Apa kau jadi menginginkan sesuatu, kita sedang berada di dalam lift khusus." jawab Gara sambil melangkah masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.


"Apa, aku tidak menginginkan apa pun." jawab Divine dengan tersipu malu.


"Tak mengapa kau bisa lepas dariku sekarang." Jawab Gara pelan di depan wajah Divine.


Gara terus menggoda Divine selama perjalan menuju ke Rumah Sakit. Amarahnya perihal kejadian di Hotel Blue sudah tidak ada, telah sirna terbawa tenaga yang ia keluarkan di ranjangnya semalam.


Gara mengemudikan mobil sendiri melaju menuju Rumah Sakit, Divine duduk di sampingnya. Sepertinya ini baru kali ke 2 mereka berjalan hanya berdua dan menyedihkan sekali ini menuju ke rumah sakit, kali pertama mereka jalan berdua saat makan malam di rumah Tuan Amo dan malam itu berakhir dengan indah bagi mereka.


Tak lama sampai lah mereka di Rumah Sakit di mana Viona dibawa pada malam itu. Setelah turun dari mobil Divine langsung bergegas masuk dan berjalan menuju Resepsionis Rumah Sakit.


"Nona, di ruang mana pasien atas nama Viona pemilik Salon dan Spa ternama kota ini?" tanya Divine dengan jelas kepada staf Resepsionis Rumah sakit ini.

__ADS_1


"Nona Viona sudah keluar dari rumah sakit ini." jawab staf itu.


"Maksudnya, apa bisa di jelaskan?" tanya Divine lagi, pikir Divine walaupun sudah sembuh tidak mungkin langsung boleh pulang dan ia mulai memikirkan hal yang tidak-tidak.


"Nona Viona setelah mendapat pertolongan pertama di rumah sakit ini langsung di bawa ke rumah sakit di Singapura, atas permintaan dari pihak keluarga, begitu Nona."


Divine seketika bernapas lega, setidaknya apa yang baru saja terlintas di pikirannya itu tidak terjadi.


"Oke." Ucap Gara sambil menganggukkan kepalanya pada staf resepsionis itu. Gara mengajak Divine kembali dengan meletakkan tangannya di pundak Divine.


Namun saat Divine berbalik badan tepat di depannya bahkan hampir menabrak Vely yang tiba-tiba ada di rumah sakit ini juga.


"Hay Divi, sedang apa Disini? wah bersama Gara apa kalian sedang memeriksakan kandungan?" jawab Vely dengan nada yang sangat bersahabat nan ceria.


Gara terkejut melihat Vely ada disini, Gara memilih diam tanpa mengucapkan apa pun.


"Tidak, aku mau menjenguk teman ku, tapi dia sudah tidak ada." jawab Divine.

__ADS_1


"Apa teman mu Viona yang kecelakaan tadi malam." jawab Vely dengan santai sambil melangkahkan kakinya, seolah sedang mengajak Divine dan Gara bercerita sambil berjalan dan menjauh dari resepsionis Rumah Sakit.


Gara semakin tertekan, ia takut jikalau Vely terus saja bercerita bahwa Gara sedang bersamanya saat kejadian malam itu.


"Apa kau mengikuti beritanya? bagaimana keadaan Viona?" Gara mengambil alih bicara, Agar Divine tidak bertanya hal-hal yang bisa membuat Vely cerita semuanya.


"Wartawan mengatakan luka berat, hanya itu yang aku tau." jawab Vely.


"Andai saja kita tidak berjanji untuk bertemu, ini semua tidak akan terjadi." ucap Divine.


Pikiran Divine pun teralih pada Viona saja, ia mulai merasa bersalah.


"Gara, bolehkah aku ke Singapura untuk menjenguk Viona?"


Belum sempat Gara menjawab pertanyaan Divine, Vely dengan cepat menjawab pertanyaan Divine.


"Wah itu ide bagus, bagaimanapun kejadian itu saat kalian ingin bertemu." Vely menanggapi pertanyaan Divine, entah apa yang Vely pikirkan hingga ia ingin Divine menjenguk Viona di Singapura.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2