
Gara yang melihat ke arah Divine, membuat Divine tersenyum, Gara akan menghampiri dan akan mengajaknya pulang bersama pikir Divine.
Divine sudah berdiri di depan meja nya karna melihat Gara berjalan ke arah mereka, tapi dua orang pria itu hanya lewat bahkan tidak menyapa Divine.
"Hahahaahaha." Jerry tertawa keras beberapa saat setelah dua orang pria itu keluar dari restoran.
"Menyedihkan sekali kamu Divi, kamu punya segalanya tapi suami mu memperlakukan mu seperti ini, aku melihat dirimu seperti tidak di anggap." ucap Jerry.
Divine yang sudah duduk kembali, merasa sedih karena yang dia inginkan sekarang adalah sebuah keluarga yang hangat, saling menyayangi satu sama lain. setelah kehilangan orang tuanya, Divine kehilangan tempat untuk bermanja. Divine adalah seorang yang selalu tegar saat berada diluar bersama orang lain, tak tampak kurang satu apapun pada jiwa dan raga Divine, namun Divine adalah seorang yang selalu bertingkah manja pada keluarganya, kini ia hanya bisa bermanja pada suaminya tapi apa yang dia dapat sekarang sungguh tidak berjalan sesuai keinginannya.
"Ya Jerry kamu benar, aku hanya menginginkan keluarga yang hangat, tapi aku tidak mendapatkannya, aku pikir memilih Gara menjadi suamiku adalah pilihan yang tepat karena dia tidak pernah terlihat memiliki skandal dengan wanita manapun."
Divine menghela napas.
"Juga, aku kira kita bisa seperti pasangan pada novel yang menemukan cinta setelah menikah."
Jerry yang mendengarkan curhatan Divine memesan 2 gelas minuman lagi yang kini sudah berada di meja nya.
"Apa kamu tau Jer, dia selalu kasar padaku."
__ADS_1
"Apa yang dia lakukan ?" tanya Jerry.
"Aku selalu menunggunya setiap malam, hanya untuk merebahkan kepala ku di lengannya saat dia bermain game di tempat tidur kita, tapi aku hanya punya waktu saat dia bermain game karena tangannya fokus di layar handphone, setelah dia selesai dia mendorong ku agar menjauh darinya, bahkan dia sering membentak ku."
"Dia pernah meremas lengan ku, sampai berjejak merah dan ada bagian kulit ku yang terkoyak halus."
"Apa ! Gara kelewatan Divi, ini ga bisa di biarkan."
"Tenang, biarkan aku cerita padamu, aku hanya ingin meluapkan sedikit beban ku saja."
"Baiklah Divi, aku harap kamu bisa merasa lebih baik."
"Kenapa kamu tertawa Divi, apa kamu sudah mulai ga waras?"
"Hei Jer, kamu lupa bagaimana pria-pria yang mendekati ku,memperlakukan ku seperti apa?"
Jerry mengingat-ngingat dan kini ia tertawa terpingkal-pingkal.
"Sekarang baru kamu tertawa."
__ADS_1
"Hahah bagaimana aku ga ketawa, aku mengingat siapa itu namanya, dia memberi mu bunga anyelir setiap saat, padahal bunga itu melambangkan perasaan duka cita untuk kematian." Jerry lupa nama pria itu.
Jerry masih tertawa dan memegangi perutnya.
"Juga, siapa lagi namanya, saat melihat dirimu datang, dia selalu membentang karpet merah untuk jalan mu."
Divine kini ikut tertawa.
"Sudah,sudah Jer, kamu hanya perlu mengingat, ga usah kamu sebutin." Divine masih tertawa.
"Haha yaya Divi, paling ga, kamu sering merasa dimanjakan oleh mereka, walau kini suami mu sangat berbeda."
"Itulah kenapa Jer, aku merasa bertemu sebuah tantangan baru, aku akan membuat dia jatuh cinta padaku."
"Tapi itu kemaren jerr, aku masih berpikir membuat dia jatuh cinta padaku." sambung Divine.
"Kenapa, sekarang sudah ga?"
"Kemaren aku menyiapkan segala kebutuhannya, layaknya istri yang berbakti, aku pikir itu akan membuat nya terbiasa dengan keberadaan ku dan selalu mengingat ku saat ia sulit menemukan sesuatu, tapi sekarang dia sudah menyatakan, aku tidak perlu lagi mengurus segala kebutuhannya, aku harus bagaimana sekarang Jer ?"
__ADS_1