Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps.79


__ADS_3

Setelah mandi dan kembali memakai pakaian lengkap, Divine mengambil beberapa cemilan dan juga buah, karena ia merasa lapar dan juga Gara pasti sedang merasa lapar pikirnya.


Sambil menonton berita malam di televisi mereka menikmati cemilan mereka.


Ternyata televisi sedang memberitakan para pengusaha sukses yang berhasil membangun bisnisnya. Nama Gara lagi-lagi muncul di sana dan dikatakan, Tuan Gara adalah salah satu pengusaha sukses yang berhasil membangun bisnisnya sendiri, walau kini telah di merger oleh Andava Grup. Namun kini televisi mengatakan bahwa bisnis Gara sudah tidak berdiri sendiri lagi.


Terdengar tidak enak di telinga Gara dan juga Divine, namun Gara sadar itulah kenyataanya.


“Kenapa mereka memberitakan hal seperti itu suamiku, apa dirimu tidak memberitahukan bahwa Andava grup lah yang jadi milik mu sekarang?” tanya Divine.


“Tidak mengapa sayang, itu hanya berita saja,” jawab Gara tidak mempersalahkannya, karena pikir Gara itulah kebenarannya tidak perlu berdebat untuk mempermasalahkannya.


Divine pun diam, menurut Divine ada benarnya ucapan Gara, namun Divine tahu pasti ada rasa tak enak di hatinya.


Gara mengupas dan menyuapi Divine beberapa potong buah, ia melihat Divine seperti lebih lapar darinya.


“Div, belum makan?” tanya Gara karena melihat Divine masih sangat lahap menikmati cemilan.

__ADS_1


“Sudah, aku kalau makan memang banyak sayang,” jawab Divine menjelaskan pada Gara bahwa selama ini memang dirinya sedikit berbeda dengan wanita di luar sana yang makan dengan porsi sedikit saja.


“Ya aku tau, tapi ini lebih dari biasanya,” Gara dengan yakin menjawab pernyataan Divine.


Walau Gara tampak cuek, namun ia selalu memperhatikan setiap detil yang berhubungan dengan istrinya itu.


Drrrttt....Drrrtttt..... ponsel Gara bergetar di atas meja. Gara pun beralih dan mengambil ponselnya.


Terlihat kontak ibu mengisi layar pada ponsel Gara, Divine melihat ke arah Gara dan menaikkan alisnya, seakan bertanya siapa pada Gara.


“Ya Bu, apa dirimu baik-baik saja?” tanya Gara seketika panggilan tersambung.


“Ya, ibu baik-baik saja, maaf menggangu mu.”


Baru saja Gara ingin komplain pada ibunya karena menelpon di jam seperti ini, namun ibunya sudah terlebih dahulu meminta maaf, kini Gara hanya menunggu ibunya akan bertanya perihal berita yang baru saja di tayangkan.


“Tidak mengapa Bu, aku dan Divine juga belum tidur.”

__ADS_1


“Itu yang mau ibu tanyakan,”


Gara seketika bingung, apa maksud ibunya. Sedangkan Divine sudah mencari-cari alasan di kepalanya, jika ibu Gara bertanya soal berita yang baru saja di tayangkan, dirinya sebagai menantu merasa sangat tidak nyaman atas berita yang baru saja di tayangkan, bagi Divine hubungan mereka bukan hanya antara Divine dan Gara namun juga semua keluarga Gara, apa yang di rasakan Gara akan terasa juga di semua keluarga suaminya itu. Membuat nama Gara tercoreng sama dengan mencoreng nama seluruh keluarga besar Gara.


“Apa ibu mau berbicara dengan ku?” tanya Divine dengan suara hampir tak terdengar kepada Gara.


Gara yang mengerti ucapan Divine hanya dari bentuk bibir Divine menjawab dengan sedikit menggelengkan kepalanya pelan.


“Apa Divine baik-baik saja Gara?, tiba-tiba ibu teringat padanya dan ibu merasa harus menelpon mu sekarang juga?” tambah ibu Gara di balik telpon.


“Oh baik Bu, cuma baru saja Divi mual dan muntah tapi dia baik-baik saja Bu, tidak terlihat lemas atau sesuatu yang perlu di khawatirkan.” jawab Gara sesuai dengan apa yang terjadi.


“Oh kasihan sekali dia, kamu harus menjaganya lebih baik, jangan lupa bawa dia ke dokter kandungan besok, kalian segeralah istirahat, baiklah anak ku sayang itu saja yang mau ibu dengar .” Ibu Gara pun menutup telpon dengan hati yang sangat gembira, ia sangat yakin bahwa Divine pasti sedang hamil dan memasuki masa-masa yang membuat menantunya itu mual dan muntah.


Sedangkan Gara kebingungan dengan ibunya yang terdengar sangat senang sebelum menutup telpon ditambah pesan ibunya untuk membawa Divine ke Dokter kandungan besok.


Gara pun memilih diam, tidak berkata apapun pada Divine, karena ia sendiri tidak mengerti maksud ucapan ibunya itu.

__ADS_1


__ADS_2