Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 18


__ADS_3

hingga waktu makan siang tiba, mereka pergi bersama menuju sebuah restoran. ini adalah kali pertama Divi ikut kedalam pertemuan Bisnis.


sesampainya di Restoran, Tuan Amo langsung mengajak Jerry dan Divi masuk ke dalam ruang VIP Restoran tersebut dimana sudah ada dua Pria yang duduk disana.


Tuan Amo dan Jerry berjabat tangan dengan dua orang pria itu, Lalu mereka memperkenalkan Divi sebagai pemilik Andava Grup.


pertemuan ini berjalan lancar, walau Divi hanya diam mencerna perbincangan mereka dengan baik ada banyak hal yang ia dapat.


makan siang pun selesai mereka kembali ke Andava Grup. mereka akan mengadakan rapat dengan semua pimpinan departemen.


________


___________


tak terasa tiga minggu sudah Divine menjalankan rutinitas baru nya ini, Divi benar benar cepat tanggap, tak sedikit ia memberikan putusan cemerlang saat Tuan Amo dan Jerry kebingungan.


kini Divi sudah berada di rumah ia baru saja pulang dari kantor.


"Divine kamu baru datang ?" ucap Ben.

__ADS_1


betapa kaget nya Gara mendengar kata yang keluar dari mulut Ben "sejak kapan mereka jadi seakrab ini" gumam Gara dalam Hati.


"hah iya Ben, ini hari yang melelahkan" Divine terus berjalan ke kamar nya.


" tunggu sebentar aku mau ambil Handphone game ku" Gara berkata pada Ben, Ben mengangguk.


"Gara sampai kapan kamu mau berbohong kalau sebenarnya kamu tertarik pada istrimu, kenapa begitu gengsi" gumam Ben pelan.


Gara seperti kehilangan Divine saat kata berhenti mengurusi keperluan nya keluar dari mulut Gara.


Divine hanya ada di dalam rumah yang sama, dengan status istri namun tidak ada kehangatan diantara mereka, keadaan sekarang lebih buruk di bandingkan saat minggu minggu pertama setelah pernikahan mereka.


Gara sebenarnya ingin berbicara pada Divine, namun ia bingung apa yang harus dia katakan dulu.


" Gara " Divine memanggil suaminya. sekarang pun sudah tidak ada kata suamiku, bahkan Divine kini sudah menyebut nama suaminya begitu saja".


Gara terkejut, telinga nya terasa asing mendengar istrinya memanggil namanya.


" hemb " Gara sebenarnya ingin bilang sekarang kau memanggil nama ku saja, tapi dia lebih memilih tidak mengatakannya.

__ADS_1


kini Divine sudah duduk di tepi ranjang di dekat Gara yang sedang berdiri mengambil handphone nya di meja dekat sisi tempat tidur Gara.


" Gara, apa sebaiknya kita bercerai saja"


Duar duar duarr... Dunia Gara seperti runtuh, jantung nya berdetak cepat. sungguh tak terbayangkan oleh Gara, istrinya akan berkata seperti ini. Gara terdiam, ia tidak dapat berkata apapun. ruangan ini menjadi hening Gara masih tidak memberi jawaban.


" Gara " Divine menyebut nama suaminya lagi dengan pelan dan sangat lembut.


" Hembb " jawab gara.


" apa kamu mendengar apa yang aku bilang tadi "


" apa, kamu bilang apa?" suara Gara terdengar berat, ia berharap Divine tidak mengatakan nya lagi.


"aku bilang, apa sebaiknya kita bercerai saja"


" kenapa ingin bercerai " Gara menjawab seolah ia tak terluka mendengar kata yang keluar dari mulut Divi.


Divi sudah ingin menangis, air mata terbendung di bola matanya.

__ADS_1


Divine menunduk melihat tangan nya yang saling bergenggaman, mengingat orang tuanya, " ayah, ibu Divine mau ikut ayah sama ibu, Divi sendiri disini, Divi lelah " ucap Divi dalam hati.


__ADS_2